Apa benar derasnya hujan bisa diredakan dengan cerahnya masa depan saat aku bersamamu nanti?
ojovivo
hello vonnie
Today's Document

roma★
noise dept.
official daine visual archive
Cosmic Funnies
sheepfilms
Monterey Bay Aquarium
YOU ARE THE REASON
No title available
Phantogram Three
The Bowery Presents
Sweet Seals For You, Always
The Bright Sessions
h
🩵 avery cochrane 🩵
d e v o n
tumblr dot com
occasionally subtle

seen from Türkiye

seen from Argentina

seen from Germany
seen from United States
seen from Australia

seen from Iraq

seen from Australia

seen from France

seen from Germany
seen from Philippines

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from United States
seen from Sweden
seen from Poland
seen from Philippines
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from India
@projectclark-blog
Apa benar derasnya hujan bisa diredakan dengan cerahnya masa depan saat aku bersamamu nanti?
Stop, I can smell some bullshit there, wkwk
Jika datang seseorang padamu secara tiba-tiba, padahal dia tidak pernah chatting, menggodamu, atau mendekatimu. Sesungguhnya ia telah bersiap-siap dan bersungguh-sungguh untuk menjadi imammu sejak jauh-jauh hari.
Sungguh, dia telah menjaga imannya, agar kelak mengemban tugas untuk bisa menjaga dirimu. (via choqi-isyraqi)
bahagianya menjadi pendamping sahabat dunia akhirat yang baik.
(via dokterfina)
Niat baik yg sering disalah artikan
milik
“The world is a vehicle for you. If you drive it, it will deliver you to your destination. If it drives you, you will be destroyed”
Ada kalimat menarik dari buku terakhir yang saya khatamkan. Bunyinya, “Kita merindukan sosok semacam Abdurrahman bin Auf maupun Ustman bin Affan radhiyallahu‘anhuma yang kaya raya. Tetapi mereka bukanlah orang yang haus harta dan sangat bersyahwat terhadap dunia. Mereka kaya sebagai akibat, bukan tujuan”
Bukan tujuan. Ya, baris penutup memuat pelajaran tersirat agar kita menjemput rejeki dengan sebaik-baik niat dan cara. Nyatanya, kita tau segelintir orang yang dikendalikan obsesinya untuk menjadikan kekayaan sebagai tujuan akhir dan menghalalkan segala cara demi mencapainya. Yang penting kaya. Titik. Merampas hak orang lain, menipu konsumen atau merusak lingkungan dianggap sebagai “biaya” tak kasat mata yang memang harus dikeluarkan. Tujuan yang mereka buat, tuntas mematikan rasa, meniadakan etika dan membutakan mata.
Sebaliknya, pikiran selayaknya dua sosok mulia yang namanya tertulis di awal, berisi anggapan bahwa kekayaan adalah tambahan bekal untuk perbuatan-perbuatan baik berikutnya. Urusan rejeki enggak gampang bikin mereka baper karena memang kadarnya udah ditakar dan enggak mungkin tertukar. Penambahannya enggak membuat jumawa, pengurangannya juga enggak membuat nestapa. Kepunyaan atau ketidakpunyaan enggak bikin si empunya ngerasa harus memperlihatkannya ke khalayak.
Kalau Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah bilang, “When there is money in your hand and not in your heart, it will not harm you even if it is a lot; and when it is in your heart, it will harm you even if there is none in your hands”.
Jadi jangan heran kalau ngeliat pekerja keras yang karakternya apik, sederhana dan enggak kemaruk. Mungkin, rejeki atas kecermatan mereka datang dalam bentuk kesehatan, keselamatan, kelancaran atau ketenteraman. Kalau kata sahabat saya, gaji dan rejeki itu dua hal yang berbeda. Gaji dijemput dengan kerja, rejeki dijemput dengan takwa. Untung, tanggung jawab atas perkara menghidupi-hidup melampaui usia kita di dunia. Dengannya, kita punya pengingat jangka panjang setiap kali berurusan sama pendapatan.
Betapa meruginya mereka yang memperkaya diri lewat cara-cara yang penuh pelanggaran. Tujuan untuk sebatas berharta melimpah mungkin tercapai. Tapi, akan ada dahaga yang enggak pernah tercukupi pada diri mereka karena gersangnya keyakinan. Ketenteraman yang didamba-damba enggak kunjung datang dan mereka terus terjebak dalam ketidakcukupan yang tak berujung. Sungguh betapa sayangnya hasil yang diperoleh dari mengorbankan kesementaraan untuk sebuah keabadian.
Tapi, bukan berarti bertujuan jadi kaya itu salah. Tentu enggak salah kalau kelebihan itu bisa jadi kendaraan untuk kita meneruskan dan menghidupkan lebih banyak kebaikan. Urusan utamanya bukan semata-mata jadi kaya, tapi juga melaju dengan berbekal ilmu dan iman supaya enggak ada hak yang terlanggar dari langkah yang dipijak. Kalau kekayaan datang sebagai akibat atas saldo kebiasaan baik, maka tentu ia bersebab dari amal-amal yang hasan.
Cermati kewajiban-kewajiban, karena di baliknya ada hak yang enggak boleh luput ditunaikan. Cermati tahapan-tahapan, karena nilai sebuah ketercapaian juga bergantung pada pelaksanaan.
Dengan menempatkan tujuan lebih jauh dari kesementaraan, kekayaan bisa menjadi akibat. Maka, dari mana datangnya setiap akibat baik kalau bukan dari-Nya? Di balik kerendahan hati mereka yang kaya karena akibat, biasanya turut hadir kesederhanaan untuk mengambil bekal secukupnya dan menggunakanya demi sebaik-baik alasan aja. Dalam hati mereka, bersemayam keyakinan bahwa dari setiap peser harta yang dipunya akan dipertanyakan dengan cara apa ia terkumpul dan kemana ia pergi.
Kenapa aku masih menunggumu
Mungkin aku tak pernah menjadi orang yg kamu pikirkan disetiap lamunan. Mungkin aku pun bukan orang yg selalu kau hadirkan dalam mimpimu. Dan mungkin juga aku bukan orang yg kamu ucap disetiap pertemuanmu Dengan-Nya.
Lantas kenapa aku masih saja menunggumu, apa yg sebenarnya sedang aku tunggu?
Pun sejujurnya aku tak tau kenapa aku masih saja menunggumu. Seperti hatiku ini sudah terikat dengan semua hal tentangmu. Sekali waktu aku pergi pada akhirnya pun akan kembali, menunggumu.
Tahun demi tahun berlalu, aku hanya habiskan untuk menunggumu sambil mempersiapkan ini itu untuk menyambut kedatanganmu. Tanpa lelah, yg dipikiranku hanya bagaimana cara membahagiakanmu hingga tiba saat itu.
Pernah terbesit prasangka buruk ku, tentang cara Tuhan memperlakukanku, tentang bagaimana caraku berjuang, kalau Tuhan saja semakin menjauhkan jarak ku denganmu tiap aku akan memperjuangkanmu. Tapi aku ikhlas, mungkin juga Tuhan ingin menjadikan kisah perjuanganku yg paling berkesan.
Untukmu permataku, taukah kau aku masih disini menunggumu, mempersiapkan diriku sebaik-baiknya pribadi saat nanti pertemuanku denganmu. Dan aku berharap esok akan menjadi tahun terakhirku menunggumu, bertemu denganmu, menuangkan segala curahan isi hati selama aku menunggumu.
Untuk Intan permataku, Dibuat di akhir tahun penantianku, semoga.
Kalimat terakhir yang terucap seorang anak belia berusia 3 tahun sebelum kesyahidannya, “Akan kulaporkan kepada Allah semua (yang telah mereka lakukan)!”
SEPARUH RAMADHAN…
Lihatlah indahnya rembulan dilangit.. Purnama bersinar penuh pertanda separuh Ramadhan telah kita jalani.
Lalu….
Sejenak tengoklah mushaf al-Qur'an. Berapa lembar yang “sempat” kita baca dan tadaburi.
Separuh juga khan…? Bahkan lebih… Semoga…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bacalah al-Qur'an karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya…” (HR. Muslim: 1871)
Sebagian ulama berkata, “Barangsiapa yang tidak membaca al-Qur'an saat bulan Ramadhan maka di bulan selainnya lebih terlalaikan lagi…”
Masih belum terlambat bagi kita memperbaiki diri.
Entah… Akankah tahun esok kita bersua kembali dengan Ramadhan…?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “… dan celaka seseorang yang mendapatkan bulan Ramadhan, kemudian melewatinya sebelum dosa-dosanya diampuni…” (Hasan shahih, HR at-Tirmidzi: 3545)
🌐 @sahabatilmu
Manusia asalnya daripada tanah. Makan hasil tanah. Berdiri diatas tanah. Dan pada akhirnya akan kembali ke tanah. Lantas kenapa masih bersifat langit?
Aku sayang kamu, dek.
dari 1000km, per 5 menit sekali (via ordinaryondo)
dek adek, duuhhh ~
Ehh, fenomena laki laki single yang terlalu fokus sama studi dan pekerjaan bakalan diseret ke KUA, heemmmtahlah
setiap do'a yang dipanjatkan oleh manusia itu hampir sama, “Tuhan, semoga dua kali dua bukan empat”.
Kebersamaan itu ada batasnya. Tidak ada yang selamanya. Waktu akan berakhir. Momen yang berbeda dengan orang-orang yang berbeda pula. Jadi seyogyanyalah kita bersyukur untuk tiap-tiap waktu yang kita lalui bersama.
A. Ambrose
Hidup itu lucu, karena sebanyak apapun kamu berbuat baik tidak akan diingat. Tapi mati lebih lucu, karena semua perbuatan baik yang kamu lakukan saat masih hidup akan baru diingat.
kalau anda ingin tinggal silahkan, pintunya selalu terbuka kalau anda ingin pergi pun silahkan, pintunya akan tetap terbuka hanya saja jangan berdiri di antara keduanya, sebab anda menghalangi jalan orang lain yang ingin berjumpa dengan saya
tulisan ini adalah karya Mas Chiro, salah satu senior paling cetar di kampus. selain ada di Facebook, tulisan ini juga masuk ke dalam buku 25.10 yang diterbitkannya secara mandiri sekitar 3-4 tahun yang lalu. ada yang pernah baca?
anyway, akhir-akhir ini saya jarang sekali menulis di Tumblr. setiap kali buka Tumblr dan ingin menulis, saya berpikir dua sampai tiga kali apa yang harus ditulis–tak seperti biasanya. sebenarnya, banyak yang terjadi dan ingin saya tuliskan. tapi entah mengapa, mode jiwa saya sedang ganti settingan, yaitu menjadi lakukan apa saja yang dampaknya lebih baik daripada yang pernah kamu lakukan, sedang kamu lakukan, atau kamu pikir akan lakukan.. termasuk soal menulis.
ada fase dalam hidup di mana kita butuh (artinya, kita butuh) pengalih dari keresahan dan kekhawatiran. seperti merencanakan masa depan. membicarakan ide-ide daripada membicarakan isu-isu. berperang karya daripada sekadar berperang gagasan. bermimpi sampai entah langit mana lagi. fase ini sedang saya alami.
tiba-tiba saya ingat tulisan Mas Chiro. mungkin, inilah juga penyebab bangsa kita sulit maju. kita masih galau soal perasaan, sementara bangsa lain galau soal pendidikan. kita masih galau soal masa lalu, sementara bangsa lain galau soal masa depan.
kita butuh (artinya, kita butuh) pengalih dari semua kegalauan yang kurang ada manfaatnya. stop bersedih hati. stop bersusah hati. stop mikirin jodoh kapan ketemunya. stop mikirin besok takut nggak keterima kerja. stop mikirin takut nggak lulus kuliah. instead, perhaps, start a diet. start a writing-project. start investing. start learning new things. start making dreams come true. start travelling. start collaborating. start meeting new people. start anything and keep doing it until it becomes a habit!
galau itu lebih melelahkan daripada membuat perbaikan perubahan dan pertumbuhan. tapi membuat perbaikan perubahan dan pertumbuhan memberikan dampak yang 180 derajat berbeda dengan galau. jadi, pilih yang mana?
“jangan suka pilih pilih teman“
bukannya saya memilih-milih teman, semua bebas untuk berteman dengan saya, saya hanya sekedar memilih orang-orang yang saya jadikan sahabat. karna saya tau terlalu banyak manusia palsu dan hanya sedikit yang sejati.
That’s true. Apalagi anak alay yang sok badai, sok “solid” sok akrab sok deket sok ngerti sok curhat2an tapi dibelakang? Saling ngomongin aib yang katanya tadi solid. The true fake people ever. Keliatannya aja badai, padahal……. you know why.
kalau boleh menjawab, mungkin itu sudah menjadi sifat dasar manusia kini, tertalu haus akan perhatian, hingga ia tak sadar apa yang dibicarakan, tak sadar batasan mana yang ia harus jaga dari temannya, dan celakanya hal seperti ini lebih berujung pada sikap saling serang dan menjatuhkan, hanya demi menjaga popularitas perseorangan.