Acara tahunan yang diselenggarakan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Menjembatani budaya psikologi dengan masyarakat luas melalui edukasi dan kreativitas.
Sabtu (23/11) dan Minggu (24/11) lalu, 24 tim dari 16 Perguruan Tinggi di Indonesia mempertandingkan kemampuan mereka dalam Psychofest 2012 National Debate Competition di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya. Dihadiri oleh beberapa juri yang berasal dari HIMPSI wilayah Jawa Timur, kompetisi debat tersebut berlangsung secara sportif dan lancar. Pertandingan pada hari pertama dibagi menjadi dua kali putaran.
Menggunakan sistem fase grup, pada putaran pertama keduapuluh empat tim tersaring menjadi dua belas tim yang berhak lolos ke tahap berikutnya. Keduabelas tim tersebut antara lain, Tim 1 Ciputra, Tim UII, Tim 2 Maranatha, Tim UNS, Tim UIN Malang, Tim 2 Ciputra, Tim 2 Unair, Tim 2 UHT, Tim 1 UHT, Tim 2 Unpad, Tim 1 Unpad, dan Tim Unud.
Memasuki putaran kedua, ketegangan semakin memuncak. Perdebatan antar tim makin sengit dan menarik minat banyak peserta lain yang telah gugur untuk memberikan dukungan pada tim yang mereka andalkan. Hingga akhirnya, Tim 1 Ciputra, Tim 2 UHT, Tim 2 Ciputra, Tim 2 Maranatha, Tim 2 Unpad, dan Tim 1 Unpad menjadi enam tim terbaik yang esoknya mempertaruhkan almamater mereka dalam semi final.
Minggu (24/11), merupakan puncak acara Psychofest 2012 National Debate Competition. Keenam tim yang masuk tahap semifinal telah memberikan yang terbaik dengan mempertahankan kecakapan dan intelektualitas mereka dalam memperdebatkan mosi-mosi yang diberikan. Meskipun telah mengeluarkan kemampuan yang terbaik, pada akhirnya harus ada yang gugur dalam babak semifinal, serta beberapa tim harus melanjutkan perjuangan mereka pada putaran final. Mereka yang bertahan adalah Tim 2 Universitas Hang Tuah Surabaya, Tim 1 Universitas Ciputra, dan Tim 2 Universitas Ciputra.
Babak final dibagi menjadi tiga putaran yang saling mempertemukan ketiga tim yang lolos. Pada putaran final pertama, Tim 2 Universitas Hang Tuah Surabaya dan Tim 2 Universitas Ciputra dipertemukan. Selanjutnya, kedua tim dari Universitas Ciputra Surabaya pun menghadapi kebolehan satu sama lain dalam putaran final kedua. Lalu, pada putaran final ketiga, bertandinglah Tim 1 Universitas Ciputra dengan Tim 2 Universitas Hang Tuah Surabaya.
Setelah memperjuangkan kemenangan hingga titik darah penghabisan, ketiga tim unggul yang berasal dari Surabaya tersebut mengakhiri ketegangan setelah menerima keputusan dari para juri. Terpilihlah Tim 1 Universitas Ciputra sebagai Juara I dalam Psychofest 2012 National Debate Competition. Kemenangan ini sekaligus menggugurkan pertahanan Universitas Udayana yang telah dua tahun berturut-turut menempati posisi pertama dalam kompetisi debat Nasional Psychofest. Disusul dengan Tim 2 Universitas Ciputra sebagai Juara II dan Tim 2 Universitas Hang Tuah Surabaya sebagai Juara III. Prestasi lain diboyong pula oleh mahasiswa Universitas Ciputra, David Setiawan, yang memperoleh predikat “Best Speaker” dalam Psychofest 2012 National Debate Competition.
Dengan diperolehnya hasil yang memuaskan dari kedua puluh empat tim yang telah bertanding, maka berakhir pula kompetisi debat Nasional Psychofest 2012. Terima kasih kami ucapkan pada segala pihak yang terlibat dalam event ketiga rangkaian Psychofest 2012 ini. Besar harapan kami untuk dapat melaksanakan kompetisi serupa dengan lebih baik pada tahun berikutnya.
Tanpa terasa atau sangat melelahkan, akhirnya rangkaian acara Psychofest 2012 telah berada di destinasi terakhirnya, acara keempat yakni Bazaar Musik. Bazaar Musik sendiri telah menjadi tradisi sejak awal kemunculan Psychofest sebagai media untuk memperkenalkan fakultas kami ke masyarakat luas melalui pertunjukkan seni dan atmoser gayub dari tenda-tenda kecil Bazaar. Tahun ini, bertepat 1 Desember 2012, Psychofest 2012 Bazaar Musik digelar kembali di Lapangan Parkir Magister Manajemen, tepat seperti 3 tahun lalu. Bazaar Musik tahun ini akan dimeriahkan oleh 9 kolektif musik dan 1 kolektif seni tari, siapa sajakah mereka? Mari berkenalan dengan senyum dan santai.
Berlin Night Club. Grup musik asal Surabaya dengan 5 anggota ini mengusung aliran Indie Rock dengan pengaruh kuat BritPop. Kings of Leon, The Temper Trap, dan Mew menjadi pemberi pengaruh terkuat dalam karya bermusik mereka. Sejauh ini mereka telah menghasilkan 2 single, "First and Second Time" dan "Breakthrough".
Britta Nordica. Membawakan nuansa nyaman dengan Indie Pop nan ringan ala Little Joy, kolektif yang terbentuk di pertengahan 2011 di Surabaya ini telah meluncurkan sebuah EP berjudul "Pursuit of Happiness".
Egon Spengler. Didirikan pada 2008, Egon Spengler mengusung identitas "Ben Ruok" lewat suguhan Garage-Punk Rock. Berisi 5 awak dan berasal dari "Surabaya dan sekiranya".
Manic Monday. Band power pop dengan adonan lain hingga mereka menyebutnya "Modern Pop" yang banyak terinspirasi dari Paramore dan We Are the in Crowd. Telah berdiri sejak 2010 dengan 5 personilnya yang menghasilkan 3 lagu.
Mooikite. Memulai perjalanan sejak 2007, Mooikite dengan profil "em grunge"-nya telah menghasilkan 3 EP dan turut serta dalam 3 album kompilasi. Berasal dari Surabaya dengan 4 manusia di dalamnya, Mooikite baru saja sukses menyabet predikat "Favorite New Comers" di ICEMA (Indonesia Cutting Edge Music Award) 2012.
Muker Mind. Dengan sebutan "Hard Rock" sebagai acuannya, kelompok berisi 4 orang ini menyebut penampilan mereka di Psychofest 2012 sebagai "Mr. Big Surabaya will be perform at 19.50"
Nobodies. Band asal Surabaya dengan genre post-punk yang memiliki keterangan lanjutan "deadpop-diedrock in a brigade of a band".
Sforzando. Penampilan musik dari sebuah sekolah musik kawan-kawan kecil kita yang berkubutuhan khusus yang berada di Surabaya.
Sikureueng. Sebuah komunitas pelestari tarian tradisional Aceh yang telah berdiri sejak 2011 di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dan terus berkembang.
TerbujurKaku. TerbujurKaku adalah sebuah projek solo dari Phleg tentang satu musik noise berbasis elektronik yang disebut "Dangdut Koplo yang sangat modern dan dapat dinikmati serta danceable". TerbujurKaku juga salah satu pengisi acara Bazaar Musik Psychofest terakhir yang digelar di Lapangan Parkir MM Kampus B Unair pada 2009. Sekarang dia kembali!
Di akhir acara, tiba-tiba Mbah Tejo meminta sebuah gitar. Kami pun yang lekas memberikan bertanya-tanya berujung apa nasib gitar tersebut. Hingga pukul 20.30 WIB dimana rundown acara kami sebenarnya telah berakhir, Sujiwo Tejo masih seru bercengkerama dengan 220 peserta seminar yang datang malam itu.
Sesudahnya berdiri lama membawa pengeras suara, kini beliau membawanya dengan duduk memangku gitar. Perlahan ia memainkan petikan kecil sembari tetap melontarkan lelucon. Lama berselang, Mbah semakin mantap dengan "Titi Kala Mangsa" yang mengakhiri acara. Berikut rekaman "Titi Kala Mangsa" dalam Psychofest 2012 Seminar Nasional.
Di sela-sela sesi penjurian Psychofest 2012 Psychology Film festival pada 11 November lalu, kami sempat berbincang dengan salah satu juri utama, Paul Agusta. Dalam 3 menit wawancara yang terdengar singkat, sederhana, dengan pertanyaan-pertanyaan klise ini, tentu saja seorang Paul tak menjawabnya dengan klise. Simak wawancara dengan beliau berikut ini:
Psychofest 2012 : Sejauh ini bagaimana kesan Paul tentang finalis Psychology Film Festival?
Paul Agusta : Banyak yang sangat menarik. Ada beberapa yang memicu debat lumayan panjang tadi. Ya lumayan, terutama di fiksi pendeknya.
Psychofest 2012 : Ada nggak yang menjadi perhatian Paul diantara film-film ini tadi?
Paul Agusta : Ada dong, tapi kan...yang jelas pemenangnya. Lihat aja besok siapa pemenangnya...
Psychofest 2012 : Kita kan psikologi, ini festival film kita yang pertama, bagaimana pendapat Paul tentang itu?
Paul Agusta : Masih perlu banyak belajar soal film festival dan progamming tentunya. Tapi selama semangatnya masih ada, masih kuat, dan ingin tetap lanjut, dan lebih fokus, baguslah. Ada potensi kok...kita kekurangan festival film bagus.
Psychofest 2012 : Harapan Paul tentang sineas Indonesia kedepan?
Paul Agusta : Saat ini kuantitas sudah bukan masalah, sekarang soal kualitas. Anak-anak yang baru belajar bikin film, sebaiknya bukan hanya belajar bikin film, tapi juga mulai belajar nonton film, bedah film, membaca tentang film. Karena kalau bikin aja tanpa hal-hal pendukung lainnya, ga akan bisa maju. Ya salah satu penyebab banyak kuantitas tapi rendah kualitas ya itu, karena kekurangan referensi. Jadi banyak nonton, banyak baca, sekaligus banyak bikin.
Psychofest 2012 : Saat ini deh, sedang sibuk apa, sedang ada projek apa untuk Paul sendiri?
Paul Agusta : Ya masih ngurusin “Parts of the Heart”. Terus sedang memproduseri film panjang pertamanya Ismail Basbeth, itu berjudul 17/71, syuting-nya tahun depan. Dan ada beberapa projek lain termasuk satu film seri.
Terima kasih atas partisipasi kawan-kawan untuk ikut serta dalam acara ini. Tak lupa untuk semua panitia yang telah bekerja keras selama kurang lebih delapan bulan. Di bulan November Psychofest ini, mari kita bersama-sama kerahkan tenaga dan pikiran sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar hingga Psychofest 2012 berakhir. Walaupun, memang tidak mudah bagi kita untuk menyeimbangkan kegiatan perkuliahan dengan tugas yang kita emban dengan tanggung jawab ini.
Kedepan, harapan saya agar acara Psychofest dapat berkembang dari tahun ke tahun, seperti semangat yang kami bawa tahun ini yang tak lain adalah untuk meneruskan tongkat estafet dari tahun lalu kemudian membangun pondasi untuk tahun berikutnya.
Yang terakhir, saya ucapkan terima kasih untuk peserta seminar, peserta kompetisi film, peserta debat, dan pengunjung bazaar musik, karena kehadiran kalianlah yang membuat tujuan acara Psychofest untuk mengenalkan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga kepada masyarakat luas dapat tercapai. Semoga semua dapat menikmati acara yang kami hadirkan untuk anda.
Kami ucapkan selamat kepada finalis Psychofest 2012 Psychology Film Festival! 10 film dari 2 kategori inilah yang bakal diputar di Studio 5 XXI Surabaya Town Square pada acara puncak tanggal 12 November 2012 nanti. Berikut daftar finalis kategori film pendek dan dokumenter:
Acara Puncak Psychofest 2012 Psychology Film Festival
Kompetisi film pendek dan dokumenter pertama dalam riwayat Psychofest telah memasuki babak penentuan bagi para peserta. Pada Senin 12 November 2012, para peserta yang datang dari berbagai penjuru nusantara melalui puluhan film yang telah terkumpul akan menemukan jawaban atas jerih payah mereka. Pada acara puncak yang digelar di Studio 5 XXI Surabaya Town Square para finalis akan menyaksikan karya mereka diputar dalam satu layar lebar yang disaksikan langsung ratusan pasang mata. Pemenang akan dikumandangkan, dan pengalaman akan terukir selamanya.
Selain itu untuk semakin menyemarakkan acara puncak Psychology Film Festival (PFF) 2012 kami mengundang 2 karya anak bangsa sebagai tamu kehormatan. Yang pertama adalah karya ququmacan sebagai "Guest Screening", yang kedua adalah "Parts of the Heart", satu film yang diputar di Festival Film Internasional Rotterdam 2012 garapan Paul Agusta yang merupakan satu dari ketiga juri utama kami.
Untuk memperkaya wawasan insan muda perfilman yang hadir, kami juga meluangkan waktu untuk diskusi terbuka seputar dunia film bersama juri utama kami.
Acara akan dimulai pada pukul 12.00 WIB dan terdiri dari 3 sesi. Untuk sesi ke-3 pemutaran "Parts of the Heart" dan diskusi terbuka berlaku 1 tiket untuk 1 orang. Guna mengamankan kesempatan anda di sesi terakhir ini, anda bisa mendapatkan tiket dengan mendatangi langsung PF Store di Gedung Fakultas Psikologi Unair selama jam kerja dengan membawa KTP yang masih berlaku.
Bagi yang berada di luar Surabaya, kawan dapat memesan tiket dengan mengirimkan foto KTP ke [email protected] atau 0857 468 023 57 bisa juga di 23838A4F (Blackberry). Tiket dapat diambil pada saat acara.
Kami juga menyediakan tiket di tempat pada saat acara berlangsung dalam jumlah yang terbatas. Ingat, tiket acara puncak Psychofest 2012 Psychology Film Festival cuma-cuma.
Psychofest 2012 Seminar Nasional "Berimajinasi Indonesia"
Pada Sabtu 10 November 2012, Seminar Nasional bersama acara puncak Psychology Film Festival bakal digelar sekaligus menandakan dibukanya rangkaian acara Psychofest tahun ini.
Seminar Nasional tahun ini bertajuk "Berimajinasi Indonesia" dengan tema membangun karakter berbangsa dalam konteks budaya Indonesia. Untuk mengawal perluasan wawasan terkait dengan tema yang dipilih, kami mendaratkan budayawan sekaligus seniman kondang, Sujiwo Tejo. Selain itu Prof. Dr. Suryanto, M.Si, guru besar Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang berkecimpung pada bidang psikologi kepribadian dan sosial juga hadir sebagai pembicara dalam seminar.
SEMINAR NASIONAL PSYCHOFEST 2012
Sabtu, 10 November 2012
15.30 WIB - 20.30 WIB
Aula Lantai 3 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
HTM:
Mahasiswa Rp. 65.000,-
Umum Rp. 85.000,-
Mendapatkan Seminar kit, sertifikat, dan makan malam.
Untuk Informasi dan pemesanan dapat menghubungi:
Jihan (085 655 234 146)
Winda (083 830 988 373)
Blackberry Seminar PF 2012 (29E99135)
Save the Best for the Fest!
Publikasi Dokumentasi Psychofest 2012 telah rampung menyelesaikan teaser sebagai media publikasi kami. Pada teaser, kami bertujuan untuk mengenalkan tiga pilar utama tema Psychofest 2012 yakni psikologi, budaya, dan edukasi kepada masyarakat luas.
Ketiga pilar utama diwakilkan oleh kehadiran 3 manusia yang mampu hidup mandiri dan memperkaya kehidupannya dengan mencermati lingkungan sekitar.
Proses pengambilan gambar teaser dilakukan sejak awal Oktober dan berlokasi di 4 tempat yaitu lapangan baseball Hockey, kampus B Universitas Airlangga, taman apsari, dan ladang garam di Surabaya barat.
3 pemeran dalam teaser adalah Rivo Mega Zanu (Psikologi), Ardo Bosar Sitompul (Budaya), serta Deby Trisiswita (Edukasi). Musik latar digarap oleh salah satu mahasiswa psikologi Unair, Ardo Bosar Sitompul. Sedangkan ide cerita, operator kamera, dan editor oleh Alto Yondrian.
Pengambilan gambar dalam teaser "Psychofest 2012" menggunakan Nikon D90 dengan lensa Nikkor 18-105mm dan diedit dalam perangkat Corel VideoStudio Pro X5.
Tumblr+: Latar Belakang dan Harapan Psychology Film Festival
Psychology Film Festival (PFF) merupakan kompetisi film pertama dalam sejarah penyelenggaraan Psychofest. Sie acara Psychology Film Festival menyadari bahwa mengantarkan dan membentuk pondasi sistem sebuah kompetisi film pendek dan dokumenter yang berkualitas bukan perkara mudah.
"Yang patut ditegaskan adalah Psychology Film Festival bukanlah sebuah acara yang direncanakan dengan tujuan untuk mencari profit uang bagi panitia terkait", tegas koor sie acara PFF, Nodya Wuri. Hal ini terwujud dalam komitmen Psychology Film Festival 2012 yang membebaskan peserta dari biaya administrasi apapun selama kompetisi berlangsung.
Dengan tantangan besar yang dihadapi sie acara Psychology Film Festival 2012, kami sadar akan pentingnya rekan yang tepat untuk membentuk pondasi awal kompetisi ini. Langkah tersebut diwujudkan dengan menggandeng INFIS sebagai project partner untuk gelaran PFF tahun ini.
Mengenai harapan di masa mendatang kami berharap agar Psychology Film Festival dapat menjadi agenda rutin di setiap edisi Psychofest. Untuk saat ini kami juga berharap agar PFF edisi pertama dapat menarik minat organizer festival film lainnya untuk menyebarkan semangat Psychofest 2012 lebih luas. Save the Best for the Fest!
Bulan telah memasuki kalender September, pagelaran tahunan Psychofest 2012 tinggal 2 bulan, masih ingatkah kawan dengan rangkaian acara Psychofest 2012? Psychofest 2012 memiliki 4 acara utama yaitu Kompetisi Debat Psikologi Nasional, Psychology Film Festival, Seminar, dan Bazaar Musik.
Pada pagelaran tahun ini Psychofest tetap mempertahankan 3 acara tradisi yang selalu diadakan Psychofest setiap tahunnya yaitu kompetisi debat, seminar, dan Bazaar Musik. Sementara untuk pertama kalinya, sebuah kompetisi film pendek dan dokumenter bertajuk Psychology Film Festival masuk dalam agenda Psychofest.
10 November, rangkaian kompetisi film pendek dan dokumenter mencapai puncaknya dalam acara puncak Psychology Film Festival 2012 di XXI Surabaya Town Square. Acara puncak ini bakal menyuguhkan pemutaran film-film pemenang PFF 2012 sekaligus ajang penyerahan anugerah penghargaan PFF 2012 kepada para pemenang.
Walaupun telah mencapai puncaknya, pada 15 hingga 17 November, PFF 2012 tetap melanjutkan rangkaian kegiatannya melalui pemutaran film-film pemenang PFF 2012 di 3 kampung berbeda yakni Dharmawangsa, Pucang, kemudian Kertajaya.
Tak lama menunggu acara ketiga Psychofest 2012 digelar adalah Kompetisi Debat Psikologi Nasional yang mempertemukan 24 tim debat dari fakultas dan program studi psikologi seantero nusantara. Di edisi kali ini kami memiliki misi untuk menjaga reputasi kompetisi debat yang telah dibangun pendahulu kami dengan terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas kompetisi.
Salah satu cara yang kami tempuh adalah dengan menawarkan kepada peserta untuk turut ambil bagian dalam City Tour. City Tour mengajak para peserta debat yang datang dari berbagai penjuru Indonesia untuk lebih mengenal kota Surabaya, kota dimana Fakultas Psikologi Universitas Airlangga berada dengan mengunjungi lokasi-lokasi penting di kota Pahlawan. Kompetisi Debat sendiri akan dilaksanakan pada akhir pekan ketiga November yaitu 23-25 November 2012.
Sedangkan Bazaar Musik tampil sebagai penutup rangkaian acara Psychofest 2012 dengan caranya sendiri. Cara yang dapat dijelaskan melalui pertunjukkan musik dan seni dari berbagai aliran, selera, kolektif, dan komunitas. Tak hanya itu, atmosfer ceria Bazaar musik juga keluar dari deretan tenda-tenda bazaar yang bersaing menarik perhatian kalian dengan penawaran-penawaran unik.
Itulah 4 acara utama Psychofest 2012 yang akan kami persembahkan November mendatang. Semoga kawan-kawan mendapatkan pengalaman menyenangkan dari 4 suguhan yang kami persembahkan dengan kerja keras dibalik layar. Save the Best for the Fest!
Tautan Unduh Google Docs Formulir dan Ketentuan Kompetisi Psychofest 2012 Psychology Film Festival
Well, Psychofest 2012 Psychology Film Festival telah memasuki pekan-pekan pendaftaran peserta! Pendaftaran peserta sekaligus pengumpulan karya akan dibuka hingga 2 November 2012. Bagi kalian yang berniat, semoga tautan unduh Google Docs untuk formulir dan ketentuan kompetisi dibawah ini semakin membulatkan tekad kawan-kawan. Save the Best!
Formulir Peserta Psychofest 2012 Psychology Film Festival
Tata Cara Pendaftaran Psychofest 2012 Psychology Film Festival
Psychology Film Festival merupakan kompetisi film pendek dan dokumenter yang diselenggarakan oleh Psychofest 2012 bekerja sama dengan Infis (Independen Film Surabaya).
TEMA DAN KATEGORI
Tema dalam Psychology Film Festival 2012 adalah bebas.
Kategori dibagi menjadi dua yaitu film pendek dan film dokumenter.
Psychology Film Festival terbuka untuk semua kalangan.
JADWAL
Pendaftaran Peserta dan pengumpulan karya peserta dibuka mulai 10 September 2012 dan ditutup pada 2 November 2012.
Screening Pemenang Psychology Film Festival 2012 diadakan pada 10 November 2012, bertempat di XXI Surabaya Town Square.
TATA CARA PENDAFTARAN
E-mail nama tim beserta nama perorangan kru film dengan subjek PFF Pendek atau PFF Dokumenter (sesuai kategori yang dipilih) ke [email protected]
Persyaratan lebih lanjut segera dikirim melalui e-mail setelah melakukan pendaftaran.
Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi contact person kami:
Format Psychofest 2012 Kompetisi Debat Psikologi Nasional
Bagian I: Format Debat
1.1. Debat ini menggunakan sistem gugur dalam setiap babak.
1.2. Debat terdiri atas 2 tim; satu tim mendukung mosi dan tim lainnya menentang mosi tersebut. Tim yang mendukung mosi disebut “Tim Pro” atau “Tim Afirmatif”, dan tim yang menentang mosi disebut “Tim Kontra” atau “Tim Oposisi”.
1.3. Jalannya debat akan dipandu oleh seorang Legal Officer (selanjutnya disebut sebagai LO).
1.4. Debat akan dinilai oleh tiga orang Dewan Juri (kecuali pada putaran final yang akan dinilai oleh 5 orang juri) yang salah satunya ditetapkan sebagai Ketua Dewan Juri oleh panitia penyelenggara.
1.6. Anggota tim akan terbagi menjadi:
1.6.1. TIM PRO atau TIM AFIRMATIF
a) Orang Pertama
b) Orang Kedua
c) Orang Ketiga
1.6.2. TIM KONTRA atau TIM OPOSISI
a) Orang Pertama
b) Orang Kedua
c) Orang Ketiga
1.7. Anggota tim memiliki kesempatan untuk bicara dengan urutan sebagai berikut:
i. Orang Pertama dari Tim Pro
ii. Orang Pertama dari Tim Kontra
iii. Orang Kedua dari Tim Pro
iv. Orang Kedua dari Tim Kontra
v. Orang Ketiga dari Tim Pro
vi. Orang Ketiga dari Tim Kontra
vii. Kesimpulan dari Tim Pro (disampaikan oleh Orang Pertama atau Orang Kedua dari Tim Pro).
viii. Kesimpulan dari Tim Kontra (disampaikan oleh Orang Pertama atau Orang Kedua dari Tim Kontra)
1.8. Peserta yang tidak memiliki kesempatan bicara tidak perkenankan untuk melakukan interupsi kecuali dengan cara yang telah ditentukan (lihat pada bagian 4: 4.5-4.9). Keputusan apakah peserta yang melakukan interupsi diberikan kesempatan berbicara atau tidak ditentukan oleh peserta yang sedang menyampaikan pendapat saat itu.
1.9. Interupsi yang disampaikan harus jelas dan berhubungan dengan topik pembicaraan yang sedang disampaikan oleh pembicara serta disampaikan langsung ditempat dengan berdiri.
1.10. Setiap peserta harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh panitia. Tidak ada pengecualian ataupun hak-hak khusus yang diberikan kepada tim tertentu.
Bagian Dua: Mosi
2.1. Mosi yang diangkat sebagai topik perdebatan harus merefleksikan permasalahan yang diangkat dari isu-isu lokal atau yang sedang populer.
2.2. Mosi harus mencerminkan tema besar yang diangkat dalam kompetisi debat.
2.3. Mosi harus disampaikan secara jelas.
2.4. Satu mosi hanya akan digunakan dalam satu babak debat.
Bagian Tiga : Persiapan
3.1. Peserta memiliki waktu persiapan untuk berdiskusi selama 10 menit segera setelah mosi diumumkan di dalam ruangan.
3.2. Dalam tenggang waktu persiapan (case building) selama 10 menit, peserta diperkenankan untuk membaca print-out materi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Peserta tidak diperkenankan menggunakan alat elektronik apapun selama kompetisi berlangsung. Segala bentuk alat elektronik dititipkan pada LO.
3.3. Selama kompetisi berlangsung peserta diperbolehkan untuk membaca printed materi kecuali di saat sedang menyampaikan pendapat.
3.4. Setiap tim harus mempersiapkan keperluannya sendiri. Setelah mosi disampaikan peserta tidak diperbolehkan untuk melakukan komunikasi dalam bentuk apapun dengan siapapun kecuali anggota timnya.
3.5. Peserta diharuskan menempati posisi masing-masing 10 menit sebelum waktu kompetisi yang telah ditentukan.
3.6. Peserta yang terlambat hadir akan dianggap gugur oleh panitia.
Bagian Empat: Waktu
4.1. Time keeper adalah orang yang berkewajiban untuk mengatur dan mengawasi waktu jalannya kompetisi.
4.2. Waktu bicara dimulai segera setelah peserta mulai menyampaikan argumennya
4.3. Durasi waktu bicara adalah sebagai berikut:
Paparan selama 5 menit
Bantahan 5 menit
Replay speech/kesimpulan3 menit
4.4. Time keeper akan memberikan peringatan waktu dengan tata cara sebagai berikut:
4.4.1. Paparan
1 kali ketukan pertama menandai berakhirnya menit pertama
1 kali ketukan kedua menandakan berakhirnya menit keempat
2 kali ketukan ketiga menandakan berakhirnya menit kelima
Ketukan dibunyikan berkali-kali apabila waktu telah lebih dari 5 menit
4.4.2. Bantahan
1 kali ketukan pertama menandai berakhirnya menit pertama
1 kali ketukan kedua menandakan berakhirnya menit keempat
2 kali ketukan ketiga menandakan berakhirnya menit kelima
Ketukan dibunyikan berkali-kali apabila waktu telah lebih dari 5 menit
4.5. Peserta diperbolehkan melakukan Interupsi pada saat Paparan berlangsung, setelah 1 kali ketukan pertama sampai sebelum 1 kali ketukan kedua. Interupsi tidak diperkenankan pada menit terakhir paparan. Interupsi tidak diperbolehkan pada saat penyampaian Kesimpulan.
4.6. Interupsi harus dilakukan oleh salah seorang anggota dari tim lawan dengan mengacungkan tangan dan mengucapkan “Interupsi”.
4.7. Peserta yang sedang menyampaikan argumennya harus merespon interupsi yang dilakukan oleh tim lawan dengan tata cara sebagai berikut:
4.7.1. Bahasa tubuh atau isyarat yang menandakan penolakan interupsi
4.7.2. Pernyataan verbal yang menolak interupsi
4.7.3. Pernyataan verbal yang memperbolehkan interupsi
4.8. Jika Interupsi diterima, hal yang disampaikan harus berupa pertanyaan atau klarifikasi atau komentar yang disampaikan dalam waktu tidak lebih dari 15 detik.
4.9. Jika Interupsi diterima, pembicara harus menyampaikan jawaban atau responnya terhadap Interupsi dalam argumen yang disampaikannya.
4.10. Setiap peserta hanya diperbolehkan melakukan interupsi maksimal 2 kali selama satu kali putaran debat.
Bagian Lima: Dewan Juri
5.1. Jalannya debat akan dinilai oleh 3 orang Dewan Juri, kecuali pada babak Final akan dinilai oleh 5 orang Dewan Juri.
5.2. Dewan Juri akan memberikan penilaiannya dengan mengisi berkas penilaian dan menyerahkannya kepada panitia penyelenggara. Keputusan Dewan Juri adalah keputusan final tetapi peserta tetap berhak menerima klarifikasi/penjelasan mengenai atas keputusan Dewan Juri.
5.3. Pada akhir sesi debat, Dewan Juri akan mengumumkan putusannya dan memberikan penjelasan terkait penilaian.
5.4. Penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri meliputi 3 kategori yaitu: Materi (50%), Metode Penyampaian (30%) dan Sikap (20%) untuk penyampaian argumentasi individual, sedangkan kemenangan Tim didasarkan pada pemberian Victory Point yang disertai argumentasi kualitatif yang melatarbelakanginya.
5.5. Dewan Juri akan memberikan penilaian secara objektif berdasarkan keputusannya sendiri. Dewan Juri tidak diperkenankan untuk melakukan diskusi dengan siapapun.
Bagian Enam: Definisi
6.1. Definisi atas mosi merupakan hasil interpretasi tim atas mosi yang disampaikan oleh Ketua Tim Pro di awal statement kelompok.
6.2. Definisi atas mosi yang disampaikan harus dilandasi logika berpikir yang kuat.
6.3. Definisi harus mengungkapkan isu yang diangkat dari mosi yang sedang diperdebatkan. Definisi juga harus berisi arti dari setiap istilah dalam mosi yang membutuhkan klarifikasi, selain itu definisi juga harus jelas dan memiliki hubungan logis dengan mosi.
6.4. Definisi atas mosi tidak boleh berupa:
6.4.1. Fakta absolut (kebenaran yang tidak dapat disangkal lagi)
6.4.2. Tautologi (paparan yang sarat akan repetisi dan tidak menambah kejelasan dari maksud kalimat yang disampaikan)
6.4.3. Gagasan Irasional (pernyataan yang disampaikan tidak didasari oleh landasan berpikir yang logis terhadap mosi yang diperdebatkan)
Bagian Tujuh: Penolakan Definisi
7.1. Apabila definisi yang dikemukakan oleh Orang Pertama dari Tim Pro melanggar salah satu poin pada bagian 6.4, maka tim kontra memiliki hak untuk menolak definisi tersebut.
7.2. Penolakan harus disampaikan pada saat Orang Pertama dari Tim Kontra berbicara dan diikuti oleh statemen yang jelas bahwa definisi yang diberikan ditolak oleh Tim Kontra.
7.3. Pada saat penolakan, Orang Pertama dari Tim Kontra harus memberikan alasan atas penolakan yang dilakukan dengan memberikan alasan-alasan pada setiap definisi yang ditolak. Selain itu, Tim Kontra juga harus memberikan definisi pengganti sebelum berbicara lebih lanjut mengenai penolakan atas mosi.
7.4. Apabila Orang Pertama dari Tim Kontra tidak menolak definisi yang telah diberikan Tim Pro, maka peserta yang lain tidak diperbolehkan untuk menolak definisi.
7.5. Pembuktian apakah definisi yang diberikan masuk akal atau tidak merupakan hak dan tanggung jawab dari Tim Kontra.
7.6. Selama debat, Dewan Juri tidak akan menyatakan bahwa definisi yang manakah yang lebih dapat diterima.
Bagian Delapan: Materi
8.1. Materi merupakan segala bentuk informasi baik berupa data maupun kasus yang berhubungan dengan mosi yang sedang diperdebatkan.
8.2. Data atau informasi yang terkait dengan isu yang diperdebatkan dapat digunakan sebagai penguat atas argumentasi yang disampaikan.
8.3. Penggunaan materi dalam argumentasi yang disampaikan harus logis dan masuk akal.
8.4. Materi harus relevan, baik dengan isu yang sedang diperdebatkan maupun dengan kasus yang sedang dikemukakan.
8.5. Bias tidak akan mempengaruhi penilaian Dewan Juri. Peserta tidak boleh dibeda-bedakan berdasarkan agama, jenis kelamin, ras, kebangsaan, orientasi seksual, umur, status sosial, aksen dan bahasa serta keterbatasan-keterbatasan yang lain.
8.6. Selama penyampaian kesimpulan tidak dipebolehkan untuk memunculkan persoalan baru.
8.7. Seluruh peserta harus memberikan argumentasi yang bersifat konstruktif.
8.8. Orang Ketiga tidak diperbolehkan memberikan kesimpulan.
Bagian Sembilan: Metode Penyampaian dan Sikap
9.1. Yang dimaksud dengan Metode Penyampaian dan Sikap adalah segala hal yang merujuk pada gaya presentasi dan penyampaian pendapat oleh pembicara.
9.2. Daftar berikut ini (9.2.1) dimaksudkan sebagai petunjuk saja bukan sebagai poin-poin penilaian. Metode Penyampaian dan Sikap merupakan kombinasi dari beberapa unsur-unsur di bawah ini yang kemudian memberikan suatu gaya yang khas dalam cara penyampaian pendapat masing-masing peserta. Penilaian Dewan Juri akan lebih ditekankan pada seberapa efektifkah Metode Penyampaian dan Sikap peserta dalam penguasaan kasus yang sedang diperdebatkan.
9.2.1. Berikut ini adalah beberapa unsur yang dikategorikan sebagai Metode Penyampaian dan Sikap:
a. Vokal: volume, kejelasan, cara pengucapan/pelafalan, intonasi, kefasihan dan kewibawaan
b. Bahasa: Komunikatif
c. Penggunaan Catatan: diperbolehkan selama menyampaikan pendapat, tetapi tidak menganggu performa
d. Kontak Mata : Dengan penonton
e. Bahasa Tubuh: Wajar dan Tepat
f. Sikap Mental dan Cara Berdiri
g. Pakaian: Sopan, rapi dan menggunakan jaket almamater.
h. Penyerangan Pesonal: Komentar-komentar yang bersifat menghina tidak akan ditoleransi.
i. Humor: Keefektifan dan Ketepatan.
9.3. Peserta harus menyadari bahwa dalam kompetisi nantinya akan ditemukan banyak gaya debat yang berbeda-beda. Tidak ada satupun gaya debat yang mutlak benar dan tepat untuk digunakan dalam kompetisi ini.
9.4. Sebagaimana telah disebutkan pada poin 8.5 bahwa bias personal tidak diperkenan mempengaruhi penilaian juri atas gaya debat peserta.
Bagian Sepuluh: Best Speaker dan Nominasi Lainnya
10.1. Best Speaker adalah peserta yang memiliki akumulasi total poin paling tinggi dari ketiga aspek (Materi, Metode Penyampaian dan Sikap) yang dinilai secara individual.
10.2. Dalam kompetisi debat ini, hanya akan dipilih 1 orang peserta dengan performa terbaik yang selanjutnya dinobatkan sebagai Best Speaker.
10.3. Nominator Best Speaker adalah seluruh peserta dari tim yang berhasil lolos ke babak semifinal.
10.4. Best Speaker ditentukan berdasarkan akumulasi nilai dari babak penyisihan hingga semifinal.
10.5. Panitia akan mengumumkan total perolehan poin masing-masing nominator.
10.6. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
Sebagai salah satu upaya sie Dana dan Usaha dalam rangkaian kerja Psychofest 2012, kami menawarkan Parcel Lebaran bagi anda yang ingin menikmati indahnya kebersamaan di bulan suci Ramadhan dengan suatu bingkisan istimewa kepada orang-orang terdekat.
Untuk memberikan ragam pilihan kepada anda, kami membagi paket dengan subpaket dengan varian harga yang beragam.
Prosedur pemesanan dapat dilakukan via telepon atau mengunjungi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
Pemesanan via telepon (Setiap hari pukul 09.00-16.00) dapat menghubungi:
Afifah Nuraini 0857 3004 0970
Dhita Septika 0857 3277 5550
Andaru Kusumo 08564 9633 988
Pemesanan dengan mengunjungi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Kampus B) di Dharmawangsa Dalam dapat dilakukan setiap hari kerja (Senin-Jum'at) pada pukul 10.00-15.00.
Terima kasih telah mengunjungi blog Psychofest 2012.
“The only difference between man and man all the world over is one of degree, and not of kind, even as there is between trees of the same species.
Where in is the cause for anger, envy or discrimination?”