Nyatanya, banyak hal yang dirindukan seiring berjalannya waktu.
Game of Thrones Daily
trying on a metaphor
Jules of Nature
cherry valley forever
d e v o n
No title available
will byers stan first human second
One Nice Bug Per Day
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

bliss lane
almost home

titsay
EXPECTATIONS
Sweet Seals For You, Always
Stranger Things
𓃗
NASA

Product Placement
art blog(derogatory)
Monterey Bay Aquarium
seen from Germany
seen from Argentina

seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from United States

seen from Australia

seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Argentina

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Bangladesh

seen from Türkiye
@pulledtearose-blog
Nyatanya, banyak hal yang dirindukan seiring berjalannya waktu.
Tingkahnya hari itu membuatku bergejolak. Rindu dan geram menjadi satu.
Geram karena melihat tingkahnya yang hari itu lebih menggemaskan dari biasanya. Perlahan, jarak menipis di antara kami. Tidak ada sekat penghalang lagi.
Ah, tingkahnya benar-benar imut, mengalahkan anak kucing yang kemarin saya adopsi.
Hari ini hujan kembali mengguyur kota tempatku berpijak. Semalam juga hujan menemaniku, padahal harusnya kamu yang menemani saya.
Sembari menikmati secangkir kopi ditemani secawan rindu, saya memandangi fotomu. Entah, rasanya masih saja sama seperti awal kita bertemu.
Semburat merah perlahan menjalar di permukaan kulitku, sensasi hangat kini begitu terasa di kedua pipi.
Masih sama seperti dahulu, hanya dengan memandang fotomu saja membuat semburat kemerahan itu muncul.
Ya, aku harap perasaan itu akan selalu sama, hingga nanti kita menua bersama.
Bireuen, Aceh, 9 Januari 2019
Rindu?
Nyatanya, jika rindu sudah menggebu tak terkendalikan, hati pun menjadi risau tak menentu.
Untukmu
Hai
Mungkin kamu sedikit bosan mendengar celotehan dariku, merasa bosan menghadapi semua tingkah laku yang begitu ajaib setiap hari.
Entahlah, saya selalu heran dengan diri saya ini. Semakin hari, semakin takut kehilangan dirimu dari sisi saya. Memutar otak untuk mencari sebuah topik sembari menyelami dirimu yang kini semakin membuatku terjebak pada pesonamu.
Kamu, biru yang selalu menemani langit, memberikan warna indah dikala kelabu menghampiri.
Jangan beranjak, tetap disiku sampai nanti kita menua bersama.
Bagaimana bisa saya terpikat olehmu, dengan segala tutur manismu yang selalu membuat pipiku memanas. Bahkan, untuk menatap matamu saja saya tidak sanggup menahan gejolak yang ada.
Walau begitu tetap saja, saya candu akan kehadiran dirimu.
—pulledtearose
Awalnya saya bingung, kenapa jari-jari saya bertambah. Ternyata, jemarimu menyelinap ke sela-sela jariku, menghantarkan rasa hangat yang membuat jantungku berdebar hebat.
—pulledtearose
Ternyata sudah sampai di penghujung tahun
Namun, masih banyak yang belum berubah. Entah itu tentang ibadah ataupun perilaku sehari-hari.
Dunia semakin tua, sudah banyak teguran dari sang maha pencipta. Namun, diri ini masihlah sering lalai.
Tuhan, terimakasih. Terimakasih masih memberikanku kesempatan berpijak di bumi ciptaanmu.
Dia bilang mencintai itu mudah. Ya, benar, yang sulit adalah melupakan dan mengikhlaskan segala yang ada.
pulledtearose
“Jika sudah saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, sedangkan perih akan menjadi pelajaran, lalu kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kemudian aku dan kamu menjadi kita.”
— (pulledtearose)
“Tanpa perlu kamu ketahui, ada yang senantiasa mencintaimu dalam diam. Suaraku mugkin tidak terdengar olehmu. Tapi percayalah, doa dariku akan selalu menggema sampai ke angkasa.”
—pulledtearoses
Langit: Kamu masih menanti Senja, ya?
Biru: Iya. Aku masih menanti Senja, entah kapan dia kembali bertemu denganku.
Langit: Hari ini kamu tampak sedikit abu-abu, kau sakit?
Biru: Apa? Tidak juga ah, hanya sedang kacau saja tapi tidak sakit.
Langit: Biru, kamu bohong lagi sama saya. Saya tahu kamu, ckck. Warnamu, tidak seperti biasanya.
Biru: Sejak kepergiannya, aku sudah sekacau ini. Lalu, aku harus apa?
Langit: Ikhlaskan dan bangkitlah perlahan. Hei, dia bukan Senja-mu ingat. Dia Senja, milik semua orang yang menikmatinya di setiap sore.
Biru: Duh, apasih? Kenapa jadi serumit ini.
Langit: Kamu yang membuatnya rumit, Biru. Sudah, selamat beristirahat.
Percakapan Antara Biru Dan Langit Di Bawah Teriknya Matahari.
—Hari ini, Keude Bungkaih, Aceh Utara 27 maret 2018
Hari ini Langit berubah menjadi Abu-Abu karena Biru bersembunyi
Kenapa bersembunyi?
Karena Biru sedang sedih, dia merindukan Senja yang tidak akan pernah merindukannya
. Aku tidak ingin kelak kita menjadi pengikut Dajjal. Ini sudah di akhir zaman. Ketahuilah bahwa Dajjal hanya akan diketahui oleh orang-orang yang beriman.
Maka aku ingatkan berhentilah mencintai sesuatu yang sejatinya itu merusak organ-organ di dalam tubuh, merusak keimanan serta merusak akidah.
Yang menjadi pengikut Dajjal adalah kebanyakan kaum wanita. Saya tidak rela saudara-sauaraku, sahabat-sahabatku, atau keluargaku menjadi salah satunya. Memang tidak semua orang yang mengerti perihal ini. Hanya sebagian orang beriman yang akan memahami.
Silakan buka IG @fuadbakh dan lihatlah bagaimana Dajjal akan masuk ke kota-kota dan kita akan tersesat karenanya jika tidak memiliki IMAN.
______
Sebenarnya saya pengennya posting ceramah-ceramah saja. Tapi entah kenapa saya merasa memiliki kewajiban untuk menyebarkan ini.
Semoga bermanfaat.
“Kamu, seseorang yang selalu terselip di dalam setiap doaku”
— (via pulledtearose)
Tuhan
Sampaikan rinduku padanya. Sungguh, aku sangat merindukannya di sampingku untuk saat ini.
Tuhan
Apakah dia merasakan hal yang sama terhadapku? Merasakan rindu yang begitu menyesakan dada.
Bermainlah dulu sepuasnya, akan ada saatnya nanti aku akan menyuruhmu berhenti untuk bermain-main.
—(via pulledtearose)