Ada luka-luka yang didapat dengan cara-cara lucu. Ditangisi, enggan ditertawai Kemudian membisu.
QAF
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
★

PR's Tumblrdome
official daine visual archive
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

if i look back, i am lost

Origami Around
taylor price

Jar Jar Binks Fan Club
Interview Vampire Daily
art blog(derogatory)

@theartofmadeline
almost home
The Stonewall Inn
untitled

bliss lane
Claire Keane
h

oozey mess

Love Begins
seen from Colombia
seen from Türkiye

seen from Italy
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Australia
seen from France
seen from Germany

seen from Singapore

seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Germany
seen from United States
@qurrotaa-yunilf
Ada luka-luka yang didapat dengan cara-cara lucu. Ditangisi, enggan ditertawai Kemudian membisu.
QAF
The whole part of your body is the best teamwork of yours. Appreciate yourself.
baiklah, sudah cukup dengan kutipan-kutipan galaunya. kembali ke kehidupan yang nyatanya lebih berat namun lebih menyenangkan.
tapi jujur, jangan terlalu serius melihat kegalauan-kegalauan itu. aku sendiri saja senyum-senyum. kamu pun, ya.
Kau tau? Menjadi yang paling sabar, yang paling perhatian, dan yang paling sering mengalah itu terkadang menyebalkan.
(via mbeeer)
Sakit hati mampu mengajarkan kita pelajaran yang tak mampu kebahagiaan beri. Dari sakit hati kau akan mengerti, bahwa dari banyaknya jatuh, kau selalu bisa berdiri lagi.
(via mbeeer)
Aku ingin datang, ingin bilang aku sayang. Ingin sekali bertemu karena sudah terlalu rindu. Tapi siapakah kita sekarang? Dekat denganku saja kau enggan.
(via mbeeer)
Yang benar-benar cinta, tidak akan pergi hanya karena alasan bosan. Tidak akan mencari lagi hanya karena alasan jenuh. Bedakan.
(via mbeeer)
You are never too old to set another goal or to dream a new dream.
C.S. Lewis (via beningtirta)
Aim highly. Plan realistically. Execute finely. Spend wisely. Promise realistically. Manage neatly. Exercise regularly. Eat and drink carefully. Solve thoroughly. Work efficiently. Deal kindly. Live thoughtfully. Listen eagerly. Help sincerely. Ask honestly. Act genuinely. Tell humbly. Read reflectively. Write fairly. Pray fervently. Cry profusely. Do good deeds credulously.
(via beningtirta)
Melatih Bercukup
Tiap tanggal 1 awal bulan biasa jadi rutinitas saya tuk mengatur pos-pos alokasi keuangan keluarga.
Prinsip keuangan kami sederhana, tiap pendapatan bulanan dibagi 4 : pengeluaran harian 25%; investasi dan tabungan 25%; infaq zakat hadiah 25%; dan pos campuran (cicilan, pendidikan anak, upgrade rumah) 25%.
Selebihnya jika ada pendapatan tambahan sekecil apapun itu, langsung dibagi dengan 1/3 kebutuhan harian/bulanan, 1/3 ziswaf, dan 1/3 investasi.
Alhamdulillah pola ini sudah konsisten diterapkan sejak 3-4 tahun lampau. Dan bekerja mengendalikan dan melatih kami belajar “mencukupkan diri”.
Porsi pengeluaran harian yang besarnya 25% itu bukan hanya belanja harian aja. Ia terdiri dari pos seabreg : belanja harian, peralatan&perlengkapan rumah tangga, jajan ayah, jajan bunda, jajan azima, transportasi, kesehatan, liburan, dan pendidikan (beli buku/ikut course).
Mekanisme ini memaksa saya harus pandai mengatur pengeluaran. Terutama pos jajan saya personal. Maklum pos ini biasanya yang kita sering khilaf kalau punya uang lebih. Beli hape, beli baju, barang-barang hobi, dll.
Contoh tahun 2018 saya beli banyak peralatan olah raga dan susu protein. Akhirnya terealisasi karena saya irit-irit pemakaian pos pribadi saya bulan-bulan sebelumnya. Sepertinya gak akan bisa beli kalau pos bernama jajan ayah ini ga dihemat dan ditabung.
Menjadi masalah kalau jatah pos tersebut sudah minus. Tanda peringatan bagi kami. Kalau tetap dipaksakan, minus akan semakin luber-luber. Minus juga akan terbawa berkelanjutan ke bulan-bulan selanjutnya. Tidak diputihkan sebelum memang bisa normal sendiri.
Akhirnya disitu kami belajar tuk mencukupkan diri. Cukup itu menurut saya bukan tindakan pasif, tapi ia aktif. Ia harus dilatih dan dibentuk. Selagi kita masih mampu mengendalikan diri terutama.
Mengendalikan diri bisa bercukup dalam materi selalu menantang. Di kala lapang maupun sempit. Mencukupkan diri kala sempit tantangannya bersabar, mencukupkan diri kala lapang tantangannya nafsu.
InsyaAllah kita selalu percaya rezeki dari Allah cukup. Nikmat Allah cukup, bahkan berlimpah. Yang buat suka ga cukup itu menggantungkan kepuasan pada nafsu kita.
Betapa indah doa dalam hadits ini : Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563)
Mengingatkan kembali pada kita tuk bergantung pada Allah semata, bukan yang lain. Apalagi jika hanya kepuasan pada pemenuhan nafsu.
Memohon kepada Allah tuk mampukan kita bercukup hanya dari yang halal. Hal yang sulit di tengah beragam sumber syubhat dan yang dilarang Allah berseliweran.
Melatih diri tuk bercukup dengan membatasi diri bukan berarti pelit dan menyusahkan diri. Tapi kita melatih nafsu tuk tidak selalu jadi panglima pengambil keputusan.
Dengan mencukupkan diri, kita bisa lapangkan yang dititipkan Allah tuk membantu melapangkan urusan orang lain. Tuk mempersiapkan masa depan seperti yang Allah perintahkan. Dan tuk lebih banyak beramal di jalan yang Allah muliakan.
Semoga kita semua dimudahkan Allah tuk mencukupkan diri dengan yang halal dan berkah. Juga dengan melatih kedisiplinan dan pengendalian diri kita atas nafsu kita sendiri.
Antara pertolongan Allah dengan seorang hamba itu sering kali jaraknya hanya berupa sebuah doa. Namun begitulah seorang hamba, selalu lupa pun hanya sebuah doa.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Albaqarah: 186)
Hey, aku me-reblog kutipan 'galau' bukan berarti ku sedang galau. Hanya saja, beberapa memang mewakili suasana hati, beberapa untuk menghibur hati
Eh, sama aja, ya? Hehe
Maaf, bukan aku gampang menyerah dan tidak memperjuangkan, Namun buat apa aku menahan seseorang yang bersikap meminta dilepaskan? Bukankah yang berharga seharusnya memang selalu bertahan di setiap keadaan?
(via mbeeer)
Kau tak harus menjadi manusia beraura positif setiap hari. Jika bagimu menangis mampu menenangkanmu, lakukan. Jika menulis meluapkan segalanya, lakukan. Mereka yang mengataimu tukang galau, sedih terus, apa-apa quotes, tidak usah didengarkan. Mereka hanya menilai tanpa mengenalmu. Kesehatan mental itu milikmu, bukan milik mereka yang kerjaannya pamer kebahagiaan
(via ocshafahnswr)
Bolehkah kau kupeluk lagi? Siapa tahu kau tiba-tiba rindu dirimu yang dulu, dirimu yang dulu, yang selalu rindu memeluk aku.
(via karizunique)
Bolehkah kau mengabulkan doa-doa kecilku dulu tentang pendamping yang sempurna? Karena dari semua yang pernah ada, kamu satu-satunya yang kuharap menjadi wujud nyata dari doa yang selama ini aku pinta.Boleh yaa?
(via mbeeer)
Lucu, kita berjuang sama-sama; Namun ketika mencapai puncak, kita didampingi orang yang berbeda.
(via mbeeer)