di awal-awal, semestinya dibuka dengan hal-hal yang sifatnya menyambut, agar orang bersuka cita untuk berdatangan. tapi maaf, kawan, aku ingin bercerita hal lain. sensitif lagi. kalau kawan ingin pergi, silakan, tidak masalah.
pacaran. aku tidak membahas dari sudut pandang agama, kok. di tulisan ini, aku ingin bercerita bahwa teman-temanku sudah mulai menunjukkan foto berdua dengan kekasihnya--kawan sudah pasti tau-lah di mana foto-foto itu diposting. aku pikir, mungkin mereka sedang menjalin hubungan sekaligus merancang masa depan. mungkin saja. mengapa tidak.
tetapi, kalau kawan tanya aku, apakah aku ikut-ikutan seperti itu? jawabanku: tidak, dong. aku melihat diri sendiri, berkaca. aku ini bukan orang yang pandai multitasking. jujur saja, aku kuliah di teknik. tugasnya lumayan banyak dan butuh fokus. dan dulu aku pernah punya riwayat 'berpacaran' semasa sekolah menengah pertama. akibatnya, tugas tidak kukerjakan, chatting-an terus, nilai ujian hancur lebur, dan mengecewakan orang tua. hubungan juga akhirnya kandas. beruntungnya, aku masih bisa bangkit, mengejar ketertinggalan dalam hal akademik.
nah, orang yang mudah trauma sepertiku, berat rasanya untuk mengulangi hal yang membuat trauma itu lagi. maka, ketika aku suka dengan perempuan di masa SMA, tidak terang-terangan aku katakan. aku simpan sendiri saja dulu. bercerita ke teman dekat juga (laki-laki), sih. haha. dan si perempuan tau juga dari temannya, walaupun aku belum bilang langsung. sampai saat ini (lihat tanggal di atas).
dah, gitu dulu aja. mungkin lanjut halaman atau post selanjutnya.