“Hubungan kita berakhir di kata seharusnya. Seharusnya tidak bertemu. Seharusnya tidak jatuh cinta. Seharusnya tidak perlu merasakan luka padahal belum pernah bersama.”
—
The Book of Almost

@theartofmadeline
Mike Driver

JBB: An Artblog!
Claire Keane
ojovivo
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

pixel skylines
will byers stan first human second

blake kathryn
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Kiana Khansmith

#extradirty
No title available
Cosmic Funnies
d e v o n
I'd rather be in outer space 🛸
h
macklin celebrini has autism
AnasAbdin
Not today Justin

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Indonesia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Mexico
seen from Serbia
seen from Serbia
seen from Serbia

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@rahmadewiagustin
“Hubungan kita berakhir di kata seharusnya. Seharusnya tidak bertemu. Seharusnya tidak jatuh cinta. Seharusnya tidak perlu merasakan luka padahal belum pernah bersama.”
—
The Book of Almost
Ku ingin suatu saat ada namaku diucapan terima kasih dalam semua buku yg kau tulis. ☺
Ketika kau bilang sudah menyerah pada semua kisah cinta yang kau punya dan menutup kemungkinan untuk menikah, ingin saat itu juga ku ulurkan tanganku dan berkata "bagaimana jika denganku?"
Memang ku tak mengerti segala sakit yang kau alami, seberapa putus asanya kau ketika hati lain pergi meninggal kan mu ketika kau sudah dengan rapi mengimajinasikan sebuah keluarga yang kau impikan dengannya. Tapi aku ingin berkata "aku tak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi apabila kau merengkuhku"
Betapa banyak mungkin kisah yang kita biarkan pergi karena kita tak sanggup menghadapinya lagi. Tapi aku ingin berkata "aku tak akan menyerah apabila kisah itu merupakan kisah ku dengan mu"
Terdengar mudah memang tapi ku benar-benar tak bercanda ketika menuliskan ini. Ku membayangkan betapa kesepian dan kosong hatimu yang mengusik ketenangan hidupku beberapa hari ini. Ku berharap Tuhan ada dipihakku dan membawamu semakin hari mendekat lalu menggenggam tanganku
Mau bilang ke semua orang aku tidak tertarik karena fisik dan paras yg dia pny, tapi karena isi kepalanya. Kalo kalian kagum krn parasnya ya monggo saja~
Mengenai istilah Jawa dan Belanda yg belum pernah ku ketahui sebelumnya, apalagi artinya. Terima kasiih telah mengajarkan sekaligus mengabadikannya di dalam sebuah novel yg sangat melankolis. Dan yang terpenting terima kasih telah lahir dan hadir 🌼🌸🌺🌷
Mengenai buku baru yg ku gemari, istilah baru yg ku dalami, dan isi kepalamu yg makin lama aku pahami🌷🌺🌸🌼
Semoga di dalam semedimu malam ini kau temukan aku melalui cara Tuhan menghadirkanku di dalam hati dan pikiranmu.
Kadang memang Tuhan sebercanda itu, menguji kesabaranku hingga ketepian putus asa dengan terus menunggumu hingga lelah dan patah. Tidak bisakah ku menawarnya dan meminta Tuhan menghadirkanmu lebih cepat?
Dewi
Tidak ada yg aku takuti melebihi diriku sendiri. Aku bahkan tak bisa mengendalikan apa yang diriku sendiri rasakan. Sangat menakutkan.
Kamu dan aku pernah berada di titik yang melelahkan. Mungkin kita pernah berpikir untuk menyerah. Melepaskan semua yang telah diperjuangkan. Berharap semua baik-baik kembali tanpa ada kita di dalamnya. Kita pernah mencoba untuk berdiri di jalan masing-masing lagi. Kita pernah bertahan untuk tidak saling sapa lagi. Tapi kamu dan aku sama-sama tahu kita gagal untuk sebuah kegagalan. Kita tidak pernah berhasil berpisah. Kita selalu saja kembali bersama. Kini, kita menyadari; untuk apa saling menjauhi jika banyak hal baik yang bisa kita ciptakan jika bersama hingga nanti.
—boycandra
“Biar bagaimanapun persimpangan itu pasti ada. Di mana posisi kita berdiri selanjutnyalah yang menentukan. Jika langkah kita ke arah yang berbeda, kita yang kalah.”
—
Potongan Harga
Seperti hadirnya potongan harga di toko buku, hadirmu sungguh membahayakan diri
Sudah sekuat tenaga diriku coba menahan rasa ini, tapi akhirnya ku bawa juga ke dalam hati
Cerobohnya aku, sudah tahu kau begitu memikat tapi terus saja ku mendekat
Ah sudahlah, ku hanya bisa membawa kau dalam lantunan "semoga" yg kudoakan agar Tuhan pun mendekatkan ❤
-dewi-
“Mau bagaimanapun ada sesuatu yang harus kita ikhlaskan sekuat apa kita berdoa, sekuat apa kita berusaha, sekuat apa kita meminta. Hidup terkadang seperti itu, butuh kebesaran hati melihat ia melambaikan tangan sebelum kemudian benar-benar pergi.”
—
Selamat Ulang Tahun yg ke 24 ya seseorang yang pernah ku cintai dengan sepenuh hati dulu. Bagaimanapun banyak hal yang kau ajarkan padaku, cara melupakan dan cara menjadi lebih dewasa diantaranya. Terima kasiih untuk tetap berteman, berbagi kabar dan pengalaman hidup. Mari berteman, hingga kita saling menemukan pasangan kita masing-masing.
Hai, memandang keindahan gunung Fuji di sini tak seindah memandangmu Fuji. Matamu lebih indah, senyummu lebih merekah dari sakura-sakura itu. Walau begitu Tuhan memang luar biasa, kepada dua Fuji ini aku merasakan betapa agung kuasa-Nya ❤
*Mendapatkan pop-up card ini darii sahabat penaku yg beralamat di Kumamoto, Jepang.
[SLIDE SAMPE TUNTAS!!]
Buku ini saya ciptakan untuk mengajarkan kepada para pembaca agar bisa melihat segala sesuatu dari banyak sisi. Bukan hanya dari kata-kata atau gosip yang sudah beredar.
Dalam buku ini, nanti kalian akan dibuat mengerti betapa susahnya menjadi seseorang yang tidak diterima di masyarakat, perihnya menjadi seseorang yang digosipin gak bener di lingkungannya, seorang yang dikucilkan, yang tak punya siapa-siapa, yang selalu sendiri, yang jelek di mata orang-orang, bahkan yang diragukan oleh orang tuanya sendiri.
Buku ini juga akan membuka mata kalian, memberikan banyak pelajaran penting. Bahwa terkadang apa yang menurut orang lain buruk itu tidak selalu buruk jika kamu mau mengerti apa alasan di balik itu semua.
Kalian juga akan paham bahwa hanya karena pernah melakukan kesalahan, seseorang juga masih berhak mempunyai masa depan bahagia. Terlebih untuk wanita.
Woman with a past still deserved to be loved.
Seburuk apa pun masa lalu seorang wanita, selalu ingat! masa depannya masih suci. Hanya karena pernah salah, bukan berarti kalian gak berhak bahagia. Mungkin itu cara Tuhan agar membuatmu ditemukan oleh orang baik yang mau menerimamu apa adanya.
Hingga pada akhirnya ketika nanti kalian sudah menutup buku ini, saya harap pandangan kalian sudah jauh lebih berubah. Kalian sudah menjadi seseorang yang mampu untuk memanusiakan manusia. Bukan hanya melihat dari atribut yang melekat di tubuhnya.
Itulah dulu tujuan saya nulis buku ini. Jadi, sebisa mungkin, bacalah sampai tuntas!!
IQRO MILEA!! (at Buku & Kitab Melayu Terbaik) https://www.instagram.com/p/Bt5w7_6BoWc/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1e8mfhozba65s
“Tuhan, semoga rasa syukurku tak pernah kurang dari apa-apa yang seharusnya.”
—
Perjalanan Menjadi Guru #1
Guru merupakan pekerjaan mulia, sedari dulu entah kesejahteraannya kerap diabaikan namun penghormatan pada profesi ini sangat tinggi di masyarakat. Melihat pekerjaan ini yang bertugas untuk “digugu” dan “ditiru” sangat berat dijalankan oleh seorang yang notabene berjiwa pemberontak sepertiku. Setiap hari harus sampai tempat kerja jam 07.00 bahkan kurang dari itu, berpakaian rapi dan tidak fashionable, tidak boleh berias terlalu heboh, dan banyak hal-hal yang menjadi pembatas jiwa yang kerap menuntut bebas ini. Perjalananku menuju profesi ini sebenarnya tidak diperoleh dengan sengaja, tes masuk perguruan tinggi yang ku jalani untuk masuk ke Ilmu hukum atau Sastra Indonesia tidak berjalan sesuai kehendakku sehingga saat itu orangtuaku yang menginginkan anak mereka berkuliah di universitas negeri memaksa ku untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri pendidikan di kota Yogyakarta. Dengan rayuan yang penting sekolah dulu, pekerjaan merupakan rejeki dan toh jika memang menjadi guru kau akan sangat dihormati mendorongku pada takdir ini, sebagai guru. Dengan mengambil jurusan Pendidikan Sosiologi karena nilai Ujian Nasionalku yang sangat baik di mata pelajaran itu dan Pendidikan Sastra Indonesia di pilihan kedua, aku mendaftarkan diriku sebagai mahasiswa universitas pendidikan itu. Dengan setengah hati menjalaninya, menjelang hari pengumuman tiba aku membuat kesepakatan dengan bapak. Jikalau aku diterima di Pendidikan Sosiologi maka aku akan menjalani kuliahku di universitas pendidikan tersebut, namun jika yang lolos adalah pilihan kedua aku tak mau dan harus diijinkan untuk berkuliah di universitas swasta di jurusan Hukum seperti yang diriku inginkan. Dulu pada tahun 2012, pengumuman diterima di universitas masih dilihat di koran harian. Saat itu rasanya gugup sekali, doa yang ku lantunkan bukannya berharap lolos namun malah sebaliknya. Tapi apa mau dikata Tuhan memang memiliki alur ceritaNYA sendiri yang dituliskan khusus untukku, aku diterima di jurusan pendidikan sosiologi. Berawal dari setengah hati, namun aku sanggup menyelesaikan tanggungjawabku dalam studi dengan predikat “dengan pujian” walau nilainya ya tidak bagus-bagus amat sih.
-bersambung-
oh ya dalam gambar di laman ini adalah siswa yang berhasil aku dampingi dalam pelepasannya untuk pertama kali. I’m so proud of them <3
Terima kasih senyummu hari ini, tanpa kau mengetahuinya mataku berbinar melihatnya. Masa bodoh orang bilang aku sebagai budak cinta, toh cinta memang membawaku padamu yang kini menjadi pusat dari segala doa yang ku pinta kepada-NYA
dewi