Jika hanya basa basi kenapa harus menyakiti?
Waktu itu tiba tiba notifikasi ponselku berbunyi, ada seorang teman lama yang membalas status whatsappku yang kubuat ketika aku tengah berada di suatu daerah . "Ngapain disana? " Aku menjawab "hehe aku kerja di daerah sini sekarang" Tanpa Basa- basi sama sekali , bahkan kamipun tidak akrab sama sekali. "Wah tak kira kamu lanjut S2, seorang X ternyata lebih milih kerja"
dug, tidak ada angin tidak ada apa, diapun tidak tahu bagaimana perjuanganku untuk memenuhi kebutuhan hidup . Bagaimana ia bisa menyakiti hati orang yang tak terlalu dikenalnya dengan kata kata yang tajam.
Sepele memang. Tapi tanpa dia tahu, melanjutkan S2 adalah impianku. Tapi tentunya bekerja dan membuang keinginan untuk melanjutkan studi juga adalah pilihan yang saya buat karena saya menganggap membantu perekonomian keluarga saat itu lebih penting daripada memenuhi keinginan saya pribadi.
Lalu dilain waktu ketika saya mengirim undangan pernikahan di grup kelas seseorang berkata "wah gk nyangka si ini nikah, kukira bakal ambis berkarier"
Ada lagi, karena waktu itu saya melangsungkan pernikahan saat pandemi covid 20. Jadi tidak ada resepsi . Kami hanya menikah di KUA . Setahun kemudian ketika saya menghadiri resepsi teman saya salah seorang teman menyeletuk "sini kufotokan kalian berdua (menunjuk aku dan suami) kan pas kalian nikah gak ada dekornya. Buat kenang kenangan walaupun pake dekor orang" Waktu itu ia mengatakannya di depan banyak teman teman saya yang sedang berkumpul.
Masya Allah waktu itu saya merasa tidak pernah menyakiti hati orang tersebut sebelumnya. Kenapa dia tega menyinggung perasaan saya di depan banyak orang. Ada lagi seorang teman yang berkunjung ke rumah saya. Waktu itu saya hanya seorang ibu rumah tangga yang beberapa waktu lalu tengah resign dan mengikuti suami saya ke luar kota. Teman tersebut menceritakan tentang karier nya yang gemilang dan tiba tiba menyeletuk. "Wah gue gak mau nikah kalo harus ngelepasin karier, yakali abis jadi manajer terus kerjanya cuma di rumah jadi ibu rumah tangga" Waktu itu saya sedang hamil, saya yang mendengarnya hanya bisa tertawa sambil menahan rasa tersinggung di dalam hati saya.
Terkadang pernyataan maupun pertanyaan yang menurut kita iseng kita lontarkan ke orang lain bahkan kita sendiripun lupa jika pernah mengatakannya, . Bisa jadi justru menjadi duri yang menyakiti hati orang lain. Maka dari itu sejak banyak peristiwa itu, saya jadi belajar untuk lebih berhati hati dalam bertanya maupun menyapa. Jika hanya basa basi kenapa harus menyakiti?
















