Saya mengagumi seseorang yang sedang menjadi hangat-hangatnya perbincangan. Dan karena mengagumi beliaulah kata-kata tak enak hati mampir di ranah media saya. Tau tidak? Saya tak peduli. Bagi saya, beliau orang luar biasa baik. Dan saya menyukai segala macam birokrasi dan kinerja yang sudah beliau rancang dan lakukan. Tapi, pilihan tetap pilihan. Apa yang sudah terpilih, siapapun itu. Mudah-mudahan semua baik kedepannya. Sudah selesai urusan saling debat bawa-bawa agama. Sudah selesai urusan saling gontok-gontokan karena beda pendapat. Sudah selesai saling sindir menyindir. Inget, Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika. Inget, Indonesia negara demokrasi. Jadi, stop. Jangan menjudge hanya karena beda pendapat. Jangan langsung mengomentari sembari bawa bawa agama karena hanya berbeda pandangan. Kan sudah selesai? Jadi biarkanlah saya atau mereka yang memihak beliau tetap bangga padanya. . . . Toh saya juga ngga bisa milih, jadi mau digontokin juga bodo amat. Pilihanmu ya pilihanmu, pilihanku ya pilihanku.












