[JANGAN TONTON VIDEONYA]
d e v o n

No title available
🪼
macklin celebrini has autism
trying on a metaphor
Cosmic Funnies

titsay
styofa doing anything
h
hello vonnie
occasionally subtle
taylor price

#extradirty
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
AnasAbdin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Ireland

seen from Lithuania
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from Austria
seen from Italy
@raudhailmifarid
[JANGAN TONTON VIDEONYA]
[MERAWAT-INDONESIA] . Prolognya sambil curhat deh ya. Jadi ceritanya saya lagi praktik profesi Ners di ruang rawat Perinatologi. Singkatnya, ruang rawat untuk debay2 yang punya kondisi patologis (penyakit) tertentu, kebanyakan debaynya lahir prematur (lahir lebih dulu dari waktu yang seharusnya). Satu hal yang unik dari merawat debay baru lahir adalah kita gak selesai sampai "yang penting hidup", tapi yang gak kalah penting dari itu adalah kita harus pastikan "kualitas hidup" debay2 ini ke depannya, karena nanti kelak ia akan tumbuh besar, berkembang, menjadi permata hati orgtua, ia akan sekolah, kuliah, dan daftar Baktinusa. Masih panjang jalan hidup ke depan yang harus ia jalani (jika Allah mengehendaki). . Saya pikir, sama dengan merawat Indonesia. Kita, pemuda pe-rawat Indonesia, yang -kalau kata Syeikh Mustofa al-Ghalayaini-, "ditangan pemuda-lah urusan umat, dan di bawah kaki pemuda-lah hidup matinya umat", tentu gak bisa selesai dengan "yang penting Indonesia hidup" kan? . So that, saya, Raudha Ilmi Farid, Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTINUSA) Angkatan 7, siap berkomitmen dan berjuang untuk kemaslahatan masa depan bangsa. . Saya mengajak teman2 semua untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar BAKTINUSA untuk bersama-sama Merawat Indonesia! #MerawatIndonesia #Seleksi2018 #BeasiswaAktivisNusantara #BAKTINUSA #BeastudiIndonesia #BelajarMerawatIndonesia PS: Khusus kamu anak UI dan UNJ yang masih kepo dan mau tau lebih banyak tentang beasiswa ini, yuk gabung di grup Line Bakti Nusa Regional Jakarta di link : http://line.me/ti/g/at55iZKQiu
Dia Berjalan tanpa Melihatku
Saat itu aku sedang bersusah payah, berusaha menghentikannya sejenak tapi dia tetap berjalan. Aku sedang bekerja siang malam, membuat diri ini siap pada setiap kemungkinan. Sayangnya dia terus berjalan, tanpa peduli bagaimana keadaanku.
Aku tidak bisa berandai-andai padanya. Semua pengandaian itu menguap menyisakan kesia-siaan, juga penyesalan.
Saat itu, aku sedang berdoa. Memohon kepada Tuhan, semoga diberikan yang terbaik disaat yang tepat. Aku tahu dia memang tidak akan pernah peduli, kepada siapapun. Dia akan tetap berjalan tanpa memberikan ruang sebentar, jeda untuk menatapku.
Dia terus berjalan tanpa melihatku. Membiarkanku hanyut dalam berbagai kekhawatiran dan kecemasan, membiarkanku terpedaya oleh keadaan. Dan suatu hari, dia akan menjadi saksi dihadapan Tuhan atas apa yang telah kulewati. Sepanjang bersamanya, sepanjang itu pula dia tidak peduli.
Dialah waktu.
Yogyakarta, 6 Desember 2017 | ©kurniawangunadi
[SYUKUR] . "Bagaimana kita akan siap mendapat nikmat besar jikalau yang kecil saja kita masih lupa mensyukurinya?"-Warna Bersyukur . Nikmat sehat dan waktu luang udah terbukti menjadi nikmat yang paling sering kita lupa. Komplikasinya kita jadi banyak ngeluh, merasa seolah hanya kita yang diberikan beban berat sama Allah. Padahal... Ah, gak usah jauh2 jalan2 aja ke Rumah Sakit. . Komplikasi gak bersyukur lainnya adalah angka 'kemiskinan' yang meningkat. Merasa gak cukup sama nikmat yang ada, ya jadinya gak akan ada orang kaya di dunia, karena bersyukur aja kita suka lupa, gimana mau kaya? Padahal cara mau jadi manusia kaya ya cuma 1: bersyukur dan sering2 hamdalah. Terbukti! . Membaca @warnabersyukur mengajarkan salah satu hal prinsipil gimana kita bisa hidup menjadi manusia seutuhnya, karena setiap manusia pasti punya hati, dan bersyukur butuh pake hati. Percaya deh, bersyukur gak cuma membuat kamu kaya, tapi juga mencegah hipertensi, penyakit jantung koroner, dan penyakit saluran napas. Salah satu caranya, cukup baca buku ini, tarik napas dalam, dan 'coba peka dikit' sama sekeliling kita. . ~dikasih langsung sama penulisnya, kak @herrukomarudin30, setelah operan dinas disela2 profesi KMB-Bedah saya dan penulis yang abis dinas lanjut kuliah ke Depok. Wkwk. Thank's a lot kak!
[🏥] . Setelah semingguan kenal, dari cuma bolak balik ke ruangan, ukur TTV, sampe ambil darah. Saya baru sadar hari ini, saat ngobrol setelah pemeriksaan echo, (dan saat si bapak udah mo rencana pulang😂) kalau selama hampir semingguan terakhir saya merawat drivernya bapak @aniesbaswedan. . Jadi ingat pesannya pak Erie Sudewo kemaren, bahwa, "Kalau mau tahu akhlak seorang pemimpin, tanya drivernya. Kalau mau tahu ilmunya tanya anak buahnya. Dan, kalau mau tau karakternya, kasih dia jabatan". . Dan salah satu percakapan menarik dari obrolan yang berujung panjang hari ini adalah, "Pak, gimana, pak Anies orangnya baik gak pak?" (wkwk pertanyaan tertutup 😂), si bapak langsung senyum menerawang ke jendela *tsaaah, kemudian menjawab dengan sumringah. "Yah, kalo gak baik mah, saya gak akan betah kerja 8 tahun sama beliau, Sus". *Diiringi ketawa saya dan pasien satu ruangan, wkwk. . Semoga sehat selalu ya pak, :) semoga jadi berhenti merokok-nya jadi gaperlu di infus lagi✊😂 (at Ruang Inap Teratai RSUP Fatmawati)
[ SAFAR ] . ~ Adalah Umar bin Khaththab ra, ketika seseorang datang kepadanya dan merekomendasikan temannya, maka Umar akan bertanya: . “Apakah engkau pernah melakukan safar bersamanya? Apakah engkau telah bergaul dengannya?” . Jika jawabannya “Ya.” maka Umar pun menerimanya. . Jika jawabannya “Belum pernah”, maka Umar Radhiallahu’an akan mengatakan, “Engkau belum mengetahui jati diri senyatanya tentang orang itu.” (Syarh Riyadhish Shalihin) ~ . Kita memang tak kuasa untuk setiap hari berjumpa raga. Namun, Allah-lah yang selalu berkuasa atas penciptaan momentum dan masa untuk kita berjumpa bersama menjemput asa. . Terima kasih saudara-saudari Bakti Nusa! Terima kasih sudah memberikan warna berbeda di nuansa 'wisuda' seorang Raudha. Mengingatkan saya bahwa 'wisuda' bukanlah akhir 'pendakian' kita. . Karena, "Seorang pemimpin,...", kata bapak Erie Sudewo pada sesinya, ".....bukanlah seorang pelari. Tapi pemimpin adalah seorang pendaki sejati." . *Terkhusus untuk Bakti Nusa Jakarta, jangan lupa jeruk dan madunya ya :') . #SLT2017 #BAKTINUSA #MerawatIndonesia
[Edisi Keluarga] . Susah bikin caption sih ini. Intinya dibalik seorang Raudha ada... . Ayah yang setiap pagi selalu pesen "Baca bismillah ya, jangan pulang malam2"... . Bunda yang setiap subuh selalu tanya "Bekelnya udah?" atau "Gimana makan siangnya?" . Adik2 (menyebalkan) yang selalu bertahan mendengar curhatan dan ceramah umum saya di rumah, adik2 yaaang ah sudahlah, *itu foto terakhir salah satu bukti keisengan mereka. . Daan, ada super 'big' dunsanak yang yang selalu melangitkan doa2 terbaik, ada sepupu yang wisuda bareng dan ada adik sepupu yang nyanyiin "genderang UI" di hari wisuda saya :) . Merekalah, yang membuat saya bertahan untuk selalu 'berdesak2an di kereta' selama empat tahun ini (dan akan berlanjut kedepan, wkwk). Secapek2nya, selelah2nya, se-berdesakannya apapun manusia kereta. Tidak terasa. Karena alasannya cuma satu. Untuk 'pulang'.
[IMAN-ILMU-AMAL] . Mencari ilmu adalah pekerjaan seumur hidup. Itu mutlak. Namun, atas segala ilmu yang telah Dia karuniakan kepada seorang Raudha selama empat tahun ini, tentu satu kata yang patut dan wajib terucap adalah 'Alhamdulillah'. . Demi pertanggungjawaban atas ilmu tersebut, dan atas keharusan mencari ilmu yang memang tidak pernah bisa bersanding dengan kata 'selesai', maka satu kata yang patut dan wajib mengiringi adalah 'Bismillah'. . Anw, terima kasih sahabat, adik, teman, saudara-saudariku atas segala apapun untuk membersamai proses pen-dewasa-an seorang Raudha. . "Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416)
[F-A-R-M-S] . Negara yang kaya dengan ternak tidak akan pernah miskin, dan negara yang miskin dengan ternak tidak akan pernah kaya.” (Campbell dan Lasley, 1985) . Sesungguhnya hari ini adalah hari di mana mengantar adik yang jadi maba untuk tinggal di asrama. Tapi, selalu aja kejutan Allah pasti juara. . Di temenin sista yang masih anget2nya sidang dan baru pulang exchange dari aussy untuk menjemput ilmu peternakan langsung ke kiblatnya peternakan dunia, @melfaandrainiagatha gue diajak keliling kampus, (padahal doi baru pulang belanja dan kebagian jadwal piket masak, wkwk thanks a lotttt). Sekali-kalinya ini yg pertama kali gue foto di tempat hits-nya IPB yang disebut Melfa 'koin' wkwk. Spesial pula pake dinyalain air-nya! Wew. MasyaAllah. . Kemudian, gue diceritain filosofinya gedung Andi Hakim Nasution IPB, diajak berkeliling ke fakultasnya, Fakultas Peternakan, di ajak ke labnya, sampe ke 'kandang'. Duh ini sih super duper heboh gue (maapin ya Melf, wkwk). Sapinya banyak banget ya Allah. Baru diajak ke satu macem hewan ruminansia aja, kayanya kuliah umum dari Melfa udah ber-sks-sks. . Anw. Hari ini dapet pelajaran banyak dari kampus pertanian kece (ditemenin mahasiswi kece-nya, -wkwk bayarannya ini ya Melf-🙊). Ngomong2 tadi di kandang ada sapi perah (yg kaya di bungkus milkita itu) dan ada juga sapi qurban. Allah emang tau deh cara paling jitu untuk mengingatkan hambanya, nah bentar lagi kan idul qurban nih, yuk yang mau qurban bisa cek www.happyqurban.id . "Dan sungguh pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yang ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan," (QS. Al-Mu'minun, Ayat 21)
[Terima Kasih:)] . Dulu, ada seorang perempuan tua berkulit legam, yang namanya juga tidak terkenal di kalangan sahabat. Ia bukan pula sahabiyah yang turun ke medan jihad atau pengahapal ribuan hadist. . Namun, saat kepulangannya ke rahmatullah, Rasulullah -yang terlambat diberitahu oleh sahabat- merasakan kehilangan yang sangat, dan langsung menegur sahabat, "Mengapa tidak kalian beritahu aku? Tunjukkan aku di mana kuburnya" Rasul kemudian mendoakan perempuan itu secara khusus langsung di depan makamnya. . Adalah Ummu Mahjan, seorang perempuan lanjut usia yang memanifestasikan imannya dengan selalu memastikan bahwa tidak ada sampah, kotoran, bahkan daun kering yang jatuh mengotori masjid. Kecintaannya terhadap kebersihan Masjid merupakan salah satu bentuk perjuangannya di jalan Allah SWT, karena ia sadar, di usia rentanya ia mungkin tidak mampu berjihad ke medan perang layaknya sahabiyah lainnya. Memakmurkan masjid, rumah Allah, menjadi pilihannya. Sampai Allah memanggilnya untuk selama-lamanya. ~ Yap! Beliau sampai meninggal, sebegitunya sama masjid, lah kita? Boro2, mau urusin sampah orang, buang sampah kita sendiri aja ke tempat sampah kadang magernya bukan main *astaghfirullah😂. . Anw, jazakumullah khairan katsiir untuk seluruh jamaah MUI yang sudah berpartisipasi di Green Masjid tahun ini! Beneran deh! Sampah kita itu 'ternyata' berarti besar loh buat orang lain, bahkan menjadi sumber kehidupan. Di tambah lagi, seluruh sampah terpilah yang telah jamaah MUI 'berikan' akan diolah menjadi bijih pelastik dan hasil pengolahannya 100% akan menjadi penyambung harapan adik2 pahlawan kebersihan di UI untuk meraih mimpi! . Merasa ke tampar sih, Ummu Mahjan aja hidupnya di dedikasikan untuk memakmurkan kebersihan masjid. Masa kita cuma mau tiap Green Masjid aja? :')
[Ramadhan, Skripsian dan Challange dari Salam] . Malam kemaren, saat mata sudah tak mampu ditandingi kopi, saat malam semakin sunyi di H-9 pengumpulan berkas sidang skripsi, gue membuka IG, kemudian di home paling awal muncul challange dari @salam_ui . Jadilah tiga perpaduan yang bikin baper hati. Ramadhan, skripsi, dan ayat ilahi. . Seolah-olah di puncak keletihan (yang belum seberapa ini) Allah menyemangati dengan cara yang bikin meleleh hati, "Janganlah kamu bersikap lemah..." firman Allah, "...dan jangan pula kamu bersedih hati," . Ayat yang Allah kirimkan kepada para pejuang perang Uhud dahulu, saat sedih, menyesal, karena pasukan mukmin yang hampir menang, harus kalah. Kalah karena lengah . "...Padahal, kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." . Kini, ditengah harus membaca, meneliti Rekam Medis seratus orang dalam sehari, di tengah mata yang makin keriting karena jurnal lagi jurnal lagi, hati yang makin iri melihat muslim di mana-mana berlomba memberikan ibadah terbaik di Ramadhan ini (tanpa harus mikirin skripsi😂, astaghfirullah). Di tengah itu semua, Allah malam tadi seperti langsung ke hati menyampaikan "Jangan lemah gitu Raudha, jangan sedih.." . Bahkan kegalauan gue gak ada apa-apanya dibandingkan sedihnya kaum muslim saat kalah perang Uhud, saat paman Nabi tercinta Hamzah harus syahid dannn. Ah sudahlah. . Gak ada apa-apanya. . Jadi untuk apa lemah dan sedih, karena Allah sendiri yang akan menangkan orang-orang yang beriman. Maka, bersedih hatilah sedemikian rupa, jika sudah tak ada lagi iman itu di hati kita. . *nge-capture tiga kali selalu dapet ayat ini, terus iseng capture sekali lagi, dan masih ke-capture ayat ini. #RamadhanProduktif #CaptureYourAyat
"Keberanian bukan berarti tidak takut,.." Kata ayahanda kepada Khadijah, ".....keberanian adalah sabar menanti pada tempat yang semestinya meski dalam keadaan takut sekalipun." -Khuwaylid ibn Asad
[KANGEN NENEK] . Ceritanya, dulu waktu gue SD kalo gue lagi wudhu atau mandi, nenek gue selalu mengingatkan jangan buang2 air, wudhu kerannya setengah aja, mandi jangan gebyar gebyur ke mana-mana. Atau, nenek gue juga selalu akan bawel ketika di piring masih ada beberapa butir nasi setelah gue makan. Gak baik. Banyak orang yang bahkan susah mendapatkan butiran itu. . Beberapa belas tahun kemudian, gue kuliah dan jauh dari nenek. Tetiba, suatu hari gue mau wudhu di MUI, eh, ada stiker di tempat wudhu dari Ranting Hijau, yg mengingatkan gue untuk gak berlebihan pake air saat wudhu. Duh. Gue jadi kangen nenek pas liat stiker itu. Gue jadi makin sadar, ternyata gak cukup kita mempertahankan kebiasaan baik sendirian. Kita harus bersama-sama melakukan kebaikan. Termasuk bagaimana kita mencintai lingkungan. . Nah! Seperti halnya nenek gue, yg gak bosan mengingatkan, gue juga mau ajak temen2 semua untuk bersama-sama mengingatkan lebih banyak lagi umat agar makin cinta lingkungan. Salah satu kontribusi nyatanya adalah YUK GABUNG JADI VOLUNTEER GREEN MASJID! Udah langsung baca bismillah dan klik http://bit.ly/volunteerGM . Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud air (sekitar setengah liter) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)” (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325)
*[Ranting Hijau Spesial Ramadhan]* . هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ Artinya: “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”(Q.S Al Mulk Ayat 15) ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Tahukah kamu?? . 1. *Indonesia* berada di *peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik* ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton (Jambeck, 2015) . 2. Dengan jumlah penduduk 252 juta, konsumsi air di Indonesia adalah 7,56 milyar liter per hari (BPS, 2014) . 3. Konsumsi beras per kapita per Maret 2015 adalah sebesar 98 kilogram per tahun (BPS, 2015) . Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pola konsumsi air-makanan yang lebih ramah lingkungan, . RANTING HIJAU Bersama PESIAR MASJID UI Mempersembahkan: . SOFT LAUNCHING GREEN MASJID 2017 #DenganSampahBisaSedekah Sebuah social-environment-project dari #RantingHijau selama 15 hari di bulan #RamadhanKarim yang bergerak di bidang edukasi penggunaan air dan bijak mengonsumsi makanan serta pengolahan sampah . Green Masjid ingin menjadi pelopor gerakan sadar dan cinta lingkungan. Karna kalau bukan kita yang merawat lingkungan, siapa lagi? Pastikan diri kamu menjadi bagian dari Green Masjid tahun ini! *nantikan open recruitment volunteer Green Masjid 2017* *Narahubung* : M. Rifki Fadilah (WA/SMS: 082298471221) #DenganSampahBisaSedekah #RantingHijau #PESIARMasjidUI #RamadhanKarim #Baktinusa-Jkt ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ ➡ Informasi lebih lanjut cek: Instagram : @_rantinghijau @baktinusa_jkt LINE : @tzt7157p Website : merawatindonesia.org ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ . © RANTING HIJAU
Apa nih?
[PRIBADI HEBAT] "Anjing menyalak kepada orang yang melintas sambil memperlihatkan taringnya adalah karena takut kepada yang disalaknya, bukan karena berani. Jika diambil sebuah batu kecil, belum juga dilemparkan, dia telah lari dengan mengulaikan ekornya. Saat engkau berani, saat itulah engkau mempunyai pribadi. Takut gagal adalah gagal yang sejati. Takut mati adalah mati sebelum mati. Hidup adalah gerak, dan gerak adalah maju, berjuang, naik, jatuh, lalu naik lagi." Ketika seorang dengan kepribadian yang hebat, menuntun dan memaksa pembacanya untuk ber-pribadi hebat. My fav legend, Buya Hamka✨
Happy International Nurses Day 2017! A Voice to Lead: Achieving the Sustainable Development Goals
Perawat merupakan pemberi layanan kesehatan terbesar dalam roda sistem pelayanan kesehatan. Pada setting pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, perawat bahkan menjadi satu-satunya pemberi layanan kesehatan yang 24 jam penuh, tujuh hari dalam seminggu berada di sisi pasien. Oleh karena itu, peran dan kontribusi perawat dalam memajukan kesejahteraan dan kesehatan bangsa, tidak dapat kita pandang sebelah mata.
Sejarah Singkat Ilmu Keperawatan
Proses bagaimana ilmu keperawatan kemudian dapat dipandang sebagai sebuah profesi yang utuh di Indonesia, memang bisa dibilang masih seumur jagung. Bahkan, perjuangan tersebut belum bisa dikatakan selesai. Berbagai fase kehidupan mulai dilalui para pendahulu ahli keperawatan Indonesia dengan mulai mendirikan organisasi profesi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada tahun 1974, kemudian disusul dengan pembukaan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1985. Ya, itulah program sarjana ilmu keperawatan pertama dan tertua di Indonesia. Pendidikan ilmu keperawatan kemudian semakin melebarkan eksistensinya di dunia pendidikan dengan dibukanya program magister, spesialis, sampai doktoral pada universitas yang sama, serta disusul kemudian oleh Institusi lainnya. Kebutuhan pendidikan yang tinggi, dan terus harus dikembangkan bukan semata-mata hanya untuk meningkatkan eksistensi perawat menjadi sebuah profesi yang utuh, namun lebih dari itu kita menyadari bahwa untuk mensejahterakan kesehatan rakyat, pemberi layanan utama tentulah harus memiliki kapasitas dan kapabilitas yang baik.
PSIK FKUI kemudian pada tahun 1995 resmi beranjak berdiri menjadi fakultas sendiri, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Selama proses lahirnya program sarjana ilmu keperawatan, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang terintegrasi antara pendidikan akademik dan pendidikan profesi. Sampai pada tahun 1998 kelompok kerja keperawatan pada Konsorsium Ilmu Kesehatan telah menyesuaikan kurikulum tersebut menjadi kurikulum yang memisahkan antara program akademik dan program profesi. Untuk kemudian, dunia keperawatan memulai istilah baru bagi profesinya, Ners.
Hingga saat ini, -ditambah juga dengan disahkannya Undang-Undang No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan- dikenal dua jenis perawat, yaitu perawat profesi dan perawat vokasional. Perawat profesi terdiri dari ners, ners spesialis, dan ners konsultan. Diferensiasi tugas pokok dan fungsi, standar kurikulum, dan standar kompetensi dari masing-masing jenis perawat tersebut telah diatur dalam Standar Kompetensi Perawat Indonesia dan Standar Pendidikan Keperawatan Indonesia yang dirumuskan oleh organisasi profesi PPNI. Sementara itu, pendidikan tinggi keperawatan terdiri dari pendidikan vokasi, pendidikan akademik, dan pendidikan profesi. Pendidikan akademik selanjutnya terdiri atas program sarjana keperawatan, magister keperawatan, dan program doktor keperawatan. Sehingga, setiap mahasiswa program sarjana keperawatan harus melalui tahapan 4 tahun akademik dan 1 tahun pendidikan profesi Ners (atau tambahan 2 tahun akademik, dan 1 tahun pendidikan profesi ners bagi mahasiswa ekstensi), untuk kemudian dapat lulus Uji Kompetensi Perawat dan tersertifikasi. Terwujudnya program pendidikan ilmu keperawatan -yang menurut hemat saya senantiasa terus berkembang-, sayangnya masih belum sampai bahkan ke telinga seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karenanya, pencerdasan terkait program pendidikan ilmu keperawatan dari jenjang vokasional sampai dengan doktoral masih sangat urgen untuk menjadi salah satu agenda yang harus dilakukan.
Ilmu Keperawatan Indonesia saat ini
Per tahun 2016 kemarin, setidaknya Indonesia memiliki tujuh orang guru besar (professor) keperawatan dan 49 orang doktor keperawatan. Jumlah ini tentunya masih harus senantiasa bertambah, demi terus berkembangnya ilmu keperawatan sebagai suatu disiplin ilmu yang melahirkan ners-ners profesional yang siap merawat bangsa. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang keperawatan tentunya harus di dorong oleh rasa ‘haus ilmu’ dari para ners, perawat, dan mahasiswa keperawatan untuk terus beranjak pada jenjang pendidikan ilmu yang lebih baik. Hal ini bertujuan agar perawat selalu meningkatkan kualitas dan kapabilitas dirinya, agar mampu membawa kesehatan bangsa menjadi lebih baik lagi.
Sejalan dengan tema besar hari keperawatan internasional atau International Nurses Day (IND) pada tahun ini yaitu A Voice to Lead, Achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) seharusnya mampu menjadi pelecut semangat perawat (yang selanjutnya akan saya sebut ‘ners’) untuk semakin menunjukkan eksistensi profesi melalui ilmu pengetahuan yang luas, asuhan keperawatan yang terampil, dan sikap yang cerdas untuk kemudian memberikan suara terbaiknya untuk memimpin bangsa ke arah kesehatan yang lebih baik. Hal ini mengingat peran perawat tidak hanya terbatas pada praktik klinik di Rumah Sakit atau Puskesmas saja, namun perawat dapat berperan sebagai konselor, peneliti, pelayanan praktik mandiri, advokat, politisi, dsb.
Ners profesional tidak lagi hanya dituntut untuk mampu berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya, namun jauh lebih dari itu, ners harus memiliki kapasitas dan kapabilitas lebih untuk memberikan pengaruh kepada aspek kehidupan lain seperti ekonomi, politik, dan pemangku kebijakan. Dilansir oleh International Council of Nursing (ICN) dalam guidance pack IND 2017, mengungkapkan bahwa terciptanya kesejahteraan kesehatan mampu menciptakan perkembangan ekonomi yang baik. Oleh karenanya, ners pada zaman ini dan mendatang tidak bisa hanya tekungkung dan tenggelam dengan ilmu kesehatan (yang tentunya menjadi ilmu wajib) saja atau kolaborasi antar tim kesehatan saja, namun jauh lebih itu, ners juga harus mengambil peran dalam berbagai macam aspek kehidupan dan memimpin proses perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Ners harus mampu memimpin dirinya, timnya, pasiennya, koleganya, komunitasnya, dan lebih dari itu memimpin bangsanya untuk menuju kesehatan yang lebih sejahtera, salah satunya melalui capaian Susatinable Development Goals.
International Council of Nursing (ICN) dalam guidance pack IND 2017 juga menjelaskan setidaknya ada tiga ranah kepemimpinan yang diamanahkan kepada seorang ners profesional. Pertama adalah a voice to lead-as an individual, ners harus mampu memimpin dirinya sebagai seorang individu. Setiap ners di dunia ini memiliki suara yang mampu merubah keadaan kesehatan bangsa menjadi lebih baik lagi. Ners harus mampu menjadi role model kesehatan yang baik bagi bangsanya dimulai dari dirinya sendiri. Kedua adalah a voice to lead-as an profession, ners melalui organisasi profesinya diharapkan mampu memberikan gagasan, inovasi, dan ikut berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan bangsa dan selanjutnya menjadi representatif keperawatan dalam pertemuan majelis kesehatan dunia. Ketiga adalah a voice to lead-as a member of a multidisciplinary team, tidak bisa dipungkiri bahwa ners merupakan salah satu bagian dari sebuah tim multidisiplin ilmu kesehatan yang berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan bangsa. Namun, tidak cukup hanya sampai di sana, ners juga harus mampu meningkatkan wawasan dan berkolaborasi bersama disiplin ilmu lainnya seperti pendidik, pengacara, politisi, pekerja sosial, pemerintah dsb. Ners harus memahami sampai kepada keluarga pasien, kebutuhan sosial, dan kondisi ekonomi mereka. Karena pada dasarnya, baik tenaga kesehatan, pasien, pemerintah, dsb harus berkolaborasi bekerja bersama untuk dapat memberikan dampak bagi kebijakan kesehatan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik menuju Indonesia sejahtera.
Ketiga hal tersebut, tentunya menuntut peningkatan kapasitas diri dari setiap insan keperawatan untuk terus ‘haus ilmu’ dan meningkatkan wawasan serta skill keterampilan terbaik yang mereka punya. Attitude yang baik, keluasan wawasan, dan skill yang teruji sangat mutlak menjadi syarat untuk menjadi seorang ners profesional. Sehingga, munculnya citra positif dunia keperawatan tentunya akan terpancar dari diri perawat itu sendiri!
Selamat hari keperawatan internasional untuk seluruh perawat di dunia! Let your voice be heard! Karena, seluruh waktu yang dimiliki seorang ners akan diabdikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan bangsanya!
Raudha Ilmi Farid, Mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Your future nurses.
Sumber: International Council of Nursing. (2017). Nurse’s Role In Achieving the SDGs: International Nurses Day Resources and Evidence. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. (2011). Sistem Penjamin Mutu Pendidikan Kesehatan: Sebuah Kajian Awal. Jakarta: Dirjen Dikti. Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2005). Standar Kompetensi Perawat Indonesia. Jakarta: PP PPNI. Tim Pokja Buku Sejarah PP-PPNI. (2015). Buku Sejarah PPNI Cetakan Pertama. Jakarta: PP PPNI. Draft Standar Pendidikan Keperawatan Indonesia. Undang Undang RI Nomor 38, Tahun 2014 Tentang Keperawatan