Menepi Sejenak
Mereka yang pintar akan ada gagalnya, mereka yang kuat akan ada lelahnya, dan mereka yang bahagia akan ada airmatanya. Perjalananmu jauh, beban yang berat tidak selalu harus dipaksa untuk dipikul terus hingga akhir tujuan, tubuhmu butuhlah istirahat meski jiwa dan hatimu memaksa untuk terus berjalan.
Jika kendaraan saja harus kembali dilihat mesinnya untuk perjalanan jauh, maka ada hati yang harus dilihat dan diperbaiki niatnya untuk tujuan yang jauh pula. Dulu mungkin mudah bagimu mengutarakan niat karena Allah, sebagaimana mudahnya membeli perbekalan untuk perjalanan jauh. Lalu datanglah dunia harta wanita juga perasaan yang mulai merusak niat. Sebuah kebodohan jika tujuanmu mati berhenti ditengah jalan.
Beranjaknya usia yang semakin menua, seharusnya menjadikan sadar akan kendaraan tubuhmu yang akan habis masa sewanya, Dia akan menagihnya selesai atau belum selesai urusanmu, tidak peduli. Kembali menghitung kira-kira berapa jumlah sholatmu yang khusyu' dan tilawahmu yang syahdu ?
Menepilah sejenak, mulailah mengingat mereka yang Allah berhentikan kendaraan tubuhnya, sakit dan kematian. Sebagai pengingat bahwa kamu juga akan seperti mereka, cepat atau lambat. Menepilah sejenak, sekedar melihat bagaimana kehidupan yang kamu jalani saat ini. Bertanya sudah seberapa jauh niatmu keluar dari jalurnya, seberapa dalam niatmu terperosok jatuh tanpa kamu sadar telah meninggalkannya.
Melembutlah, melembutlah.
@jndmmsyhd














