Membuka Masa Lalu
Masalahnya hadir setelah dua hari ini aku membaca tulisan lama di laman blogku. Blog yang sebagian besar tulisannya berisi tentang dia/tentang apa yang sedang aku rasakan padanya. Bisa dibilang 80% isi tulisan itu selalu tentang dia. Sebenarnya aku membukanya bukan dengan alasan ingin mengenang. Tak ada niatan sama sekali. Aku hanya ingin mengunggah tulisan baruku. Tulisan yang berisi tentang apa yang aku rasakan saat ini. Tapi sepertinya itu merupakan tindakan yang salah. Membaca tulisan lama bisa menjadi penyakit. Tentu saja hal ini dikarenakan oleh sebagian besar tulisan yang berisi tentangnya, sehingga semua memori bersama pun seketika muncul. Ya, membukanya sama dengan membuka masa lalu.
Salah satu dari tulisan tersebut menceritakan tentang kenyamanan. Tentang dia yang pernah berkata bahwa hanya ingin mencari teman hidup yang saling nyaman dan mengenai diskusi kami yang tak pernah membosankan. Lalu, sekelebat otakku langsung berpikir, apakah artinya ini berarti dia sudah tak lagi nyaman bersamaku. Dan lebih parahnya timbul sebuah pikiran, "haruskah hal ini kutanyakan padanya?"
Depok, 07 Juni 2022
Alderamin Reiza-








