“Well, to continue to life, is also an art.”
I left my heart on Abbas art.

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
YOU ARE THE REASON

Janaina Medeiros
Game of Thrones Daily
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price
we're not kids anymore.

blake kathryn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
sheepfilms

@theartofmadeline
Not today Justin

oozey mess

No title available
AnasAbdin
wallacepolsom

PR's Tumblrdome
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Today's Document

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Norway
seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from Hungary
seen from Switzerland

seen from Brazil
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from Spain

seen from Türkiye

seen from Türkiye
@renjananiskala
“Well, to continue to life, is also an art.”
I left my heart on Abbas art.
A complex bond is one where a central atom or ion is linked to another ligand via a coordinate covalent bond in which the ligand supplies both bonding electrons.
I’m drowning in my thoughts caused by Alain.
“The very best example of the overwhelming Coldplay build, from stark grief – a church organ playing two, three chords – to cataclysmic devastation, ‘Fix You’ addresses the person who is mourning, the one who is grieving, and gives them everything. These words of encouragement hit hard, they tackle the fallibility of humanity, the possibility of error and the hope, the light that will always – in Coldplay’s world – be able to help you through anything. And by the time there’s a synth, those harmonies, the understanding and comforting of the “tears streaming down your face”.. Those words, those lights, that promise, it’s lodged deep in your bones.” - NME Magazine
Bahkan Tuhan pun Lupa: Kenapa Aku Mencintaimu
aku lupa:
ini cinta atau alpa ini cinta atau apa
tapi kau telah menggodaku semenjak kali pertama melintas di ruang rias melintas, sebenarnya mengeras
lalu tinggal lagu-lagu senja mengekalkan pagi-pagi hastina
kita pernah melewatinya, bukan hanya lupa; kapan
cinta, atau suka, berkembang layaknya ilalang membelukar hingga luar pagar pagar rumahmu lalu jalan kecil yang memanggil-manggil kecil, seperti cinta, hanya pas buat berdua
ya, kita bukan tukang kebun yang awas dengan warna daun-daun tahu-tahu: sudah bertahun-tahun
aku ingin mengajakmu duduk di sebuah malam bercakap banyak hal sambil menikmati angin memain-mainkan rambut ikalmu yang tak tebal tapi batok kepalamu tak berisi apa-apa hanya prasangka perasaan-perasaan berlebihan bagaimana aku bisa membuatmu bahagia aku bahkan tak bisa membuatmu ketawa -satu-satunya yang mungkin kulakukan -satu-satunya hal yang kuinginkan kaulakukan
aku benar-benar tak tahu bagaimana harus mengakhiri ini selain dengan meninggalkanmu sendiri malam ini tapi jelas aku tak bisa bertahan dengan seluruh ledakan-ledakan kemarahan dan keputusasaan -aku tak ingin tubuhku kering dan berkeping-keping setelah seluruh penyamaran dan pertempuran yang melelahkan dan menghabiskan
seluruh tanya-jawab kita berhenti sebagai upaya membangun hubungan yang banal dan mokal tanya-jawab kita sekadar menunggu senja dengan lintasan-lintasan burung yang tak pernah kekal
- Jogja, 2008.
Gunawan Maryanto.
Sugeng tindak, Mas Cindhil.
Terima kasih sudah mengenalkan sosok Widji Thukul lebih dalam secara visual dengan khidmat. Terima kasih sudah hadir membawa rasa dalam setiap peran, puisi, prosa, dan semua karya seni yang kau terlibat di dalamnya. Karya dan hadirmu banyak menampar dan mengajarkan para penikmat sastra.
Semua kalangan kehilanganmu, karena semua merasa memilikimu.
Kamu salah, Mas Cindhil. Nyatanya, Tuhan tidak lupa dalam mencintaimu.
Foto: Gunawan Maryanto
I
Lost
Myself
Somewhere
Then
I know
You are my favored glare to get lost.
Gelap, diselamatkan.
Pena Faster C600 hitam, terbuka, kering, terkapar di antara lembaran buku catatan kecilku.
Ponsel pintar, yang sedikit pecah sudut kirinya, tersisa daya dua persen untuknya tetap menyala.
Belasan puntung rokok bertengger di asbak penuh abu, yang aroma cengkehnya sudah melekat hingga ke tenggorokan, seakan racun di dalamnya telah berjabat tangan dengan istana-istana di dalam tubuhku.
Gelas kaca bening telah menjadi kemerah-merahan, karena tertinggal warna pekat dari sisa minuman anggur semalam.
Meja ini berantakan, sejak dini hari aku menulis kekalutanku tentang kematian.
Tiba-tiba pesan singkatmu masuk dari kota sebrang “Aku benci kota ini semenjak orang tuaku meninggal tak berpamit.”
Belum sempat aku selesaikan balasanku dengan kalimat penenang kesukaanmu dari Eeyore: “The nicest thing about the rain is that it always stops, eventually.” Sebuah pesan suara kembali masuk darimu.
Setengah Tomat Sisa.
Malam ini kamu memutuskan untuk bersandar, berlama-lama di pundakku, setelah kita lumat habis burger kesukaanmu, yang masih saja tadi kamu lupa bilang ke masnya kalau punyaku tidak pakai tomat.
“Buru-buru,” tukasmu.
Aku ngerti, karena sehabis pesan burger, kamu masih harus jalan cepat beli Wine Folly: Merlot di Sansbury dekat penginapanku, yang akan kita habiskan semalam suntuk.
“Bawa saja sisa tomatnya ke kotamu, kamu pasti nanti lapar di jalan.”
Seperti biasa, jiwa srimulatmu keluar alih-alih ingin menutupi sedih karena esok kita akan berjarak lagi.
Di saat lenganku rasanya sudah sedikit membentuk otot sepersekian mili karena menahan senderanmu sepanjang malam, kamu tiba-tiba bangun, lalu berkata
“Aku bisa bikin kamu suka tomat.”
A depressingly beautiful song picture speaks a thousand words memories.
Paradoks Imajinasi
Pernah mendengar paradoks imajinasi?
Ia dapat menyamankan namun menyedihkan.
Awalnya, imaji terbentuk dari serpihan realita kecil yang berantakan, lalu ditambahkan susunan-susunan lain, dalam bentuk kemungkinan indah pada isi kepala, menjadi suatu imaji yang menyamankan.
Tetapi, kita terkadang tidak mengizinkan sedikipun susunan imaji ini menjadi realita utuh, sebab kita memiliki keyakinan sungguh bahwa kenyataan dapat menghilangkan keindahan semu yang sudah tersusun rapih di dalam kepala. Kita terkadang, mengeluarkan usaha terbaiknya untuk menjebak imaji, agar tetap menjadi imaji.
Menyedihkan sekali manusia, ia kalah dengan pertempuran mengubah imaji menjadi realita.
- Edinburgh, 8 Januari 2021.
Al Dusalima
“Sigit and Adink liked the song. They said that they would make it even better by slowing it down into a slow 6/8 tempo and 3/2 (waltz) tempo at the chorus. Then, Sigit went on to write the lyric:
..Dia tak teriak akan dunia Perihal dunia yang bersalah Namun seruan tak bersambutkan belaian Lembut jua”
- Sore pada saat malam
Al Dusalima, Peace be upon you.
This is science. It’s not something to toy with. It’s not something to say, 'I choose not to believe E=mc²' You don’t have that option. The good thing about Science is that it’s true whether or not you believe in it. And the sooner you understand that, the faster we can get on with the political conversations about how to solve the problems that face.
Khotbah Neil deGrasse dalam episode kecemburuan sains terhadap popularitas spekulasi konspirasi di tengah manusia melawan pandemi.