
seen from Netherlands
seen from China
seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from Estonia
seen from South Korea

seen from Germany
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from South Korea
seen from China
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Australia
alunan kuas
mungkin alunan kuasku tidak berirama. menciptakan gambar yang berbeda dengan imaji.
mungkin alunan kuasku menyentuh warna yang salah. menciptakan gambar yang tampak redup.
mungkin alunan kuasku tidak tegas. menciptakan garis samar di luar gambar.
salahku mencoba melukis.
Ruang Imaji
Oleh : Kevinsetyawan
Aku ingin bebas memelukmu dengan sangat erat seolah hari esok tak akan pernah tiba.
kita bisa bebas berbagi bercerita tanpa henti, bahkan kita bisa tertawa lepas mengingat hal hal yang telah lalu.
Indahnya malam itu, aku bisa terus bersamamu menatap jutaan bintang yang tengah berkilau di kelopak matamu, walau sebenarnya kutahu waktu sudah tidak berarti lagi untuk kita.
Tak ada lagi yang nyata selain dirimu seolah yang lain tak lebih dari kiasan fatamorgana belaka.
Suaramu bak senandung malam yang berhasil membuatku ingin menari dibawah sinar bulan.
Menyusuri jalanan setapak malam itu bersamamu sembari mencari peta kebahagiaan untuk kita terus beriringan.
Bersamamu aku merasakan hidup dalam keabadian didalamnya sembari tersesat dalam labirin kebahagiaan aku ingin berbisik dibalik telingamu seolah kita berjanji untuk tidak saling meninggalkan.
Rasanya aku ingin lagi kembali ke ruangan itu lagi dimana aku masih bisa bersamamu melihat senyumanmu dan kita masih bisa tertawa bersama.
Karna waktu tak bisa abadi jadi biarlah semua itu menjadi bagian dari ruang imajiku dengan kamu sebagai wujud yang tak pernah sirna didalamnya.
Le...
Le, ndak semua hal bisa disisir satu per satu. Beberapa orang terpaksa mengerjakan dua, hingga tiga urusan sekaligus. Dituntut harus selesai dalam satu waktu. Sementara tidak ada tambahan tenggat waktu. Otak tetap satu. Tangan tidak bertambah jadi empat.
Le, saya ndak ngerti kenapa orang bijak seperti kamu justru terkesan naif di mata saya? Ndak realistis. Filosofis tapi lupa menapak tanah.
Le, kalau ndak berani ambil komitmen... usahakan untuk bilang sejak awal.
Le, kita memang pernah gagal. Tapi ndak semua orang diberi kesempatan kedua. Biasanya kita ndak ngerti cara mencari pintu yang lain. Sementara gerbang di depan mata sudah tertutup.
Le... kale. Duduk dulu yuk. Kita bicara sekarang. Jangan ditunda.
Semakin malam nanti kan semakin dalam. Jika kau arungi imaji sosok idaman. Yang mendamba dekapan dalam harapan. Percayalah, detik jam menuju keheningan kan membuatmu semakin runyam. Entah itu nantinya mimpi indah atau siksaan
- Ayolah hei otak! jangan pikirkan hal itu-itu lagi. Ngantuk nih!
Aku kadang ngeri dan merasa kasihan akan diri ini. Karna kadang terlalu banyak bermimpi tanpa menilik realitas yg ada. Karna kadang aksi yang tak berbanding lurus dengan asa dan harapan.
Kadang aku sangsi. Karna takut terbunuh oleh imaji dan asumsi sendiri. Aku tak takut mati. Tapi berkhayal bagaikan menantang maut; bertanya apakah kau sanggup terbunuh oleh imajinasi pikiran sendiri?
Karna saat bertemu realitas, ada banyak hal yg tak terdeteksi menyergap dan menghapus semua rencana...
Entah berdampak positif atau negatif pada hidup kita
-Sevenedelweiss
Imaji 1
Di sebuah kost tak jauh dari Universitas Ternama di Kota Semarang, tepatnya daerah tembalang. mereka akhirnya bertemu dan berjumpa setelah sekian lama tak berjumpa hanya sebatas komunikasian lewat media sosial.
“Abay, juna, dan muna tiba di kost yang pada malam itu hujan lebat masuk pinta laki-laki bertato bernama koma lebih tepatnya komaruddin.hehehhehe...”
Martabak manis serta telur pun santap bersama obrolan demi obrolan pun menjadi pemanis pada malam itu di tambah manisnya kangen yang terpuaskan. “ Abay.. gimana kemarin sukses ? ” tanya koma yang sepertinya penasaran kisah cinta abay.
“emmmm... alhamdulilah lancar silaturahminya” tutur abay sambil tersenyum manis dalam hati berkata hancur.
lancar apa hancur.. timpal juna sambil tertawa hehehhehehe..................... lancar lah kan puas 4 hari bisa bersama walau tak bisa memiliki hehheeh.. seru abay.
ya bagaimana lagi lur mungkin belum saatnya untuk serius ketika kita sudah serius untuk menjalani hubungan serta silaturahmi, kata abay dengan nada serius.
Sabar masih banyak kok perempuan di belahan dunia ini, jawab muna yang dari tadi makan martabak telur. mungkin lapar kan rumahnya jauh hehehhee...
sekian dulu lah ......
ELEGI DAN IMAJI
Terkadang aku senang bermain-main dengan imajinasi, tapi kenapa hal indah yang aku bayangkan tak pernah terjadi, tak pernah aku menyalahkan tuhan yang dengan takdirnya membuatku jatuh semakin dalam ke dalam kesenduan yang kurasakan begitu menyakitkan, karena sebenarnya, ketika aku berkhayal, yang kulakukan hanyalah bermain-main dengan realita. Terkadang aku membohongi diriku sendiri, dengan mengatakan bahwa dirinya tetap tinggal, padahal yang ia lakukan hanyalah memandangku sesaat, lalu pergi tanpa menoleh kebelakang, dan yang kulakukan hanyalah duduk termenung menatap punggungnya saat dia pergi meninggalkanku. Tapi ketika ada orang lain yang sedang menemaniku duduk disini, kenapa dengan bodohnya aku masih percaya bahwa dirinya masih ada di sudut ruang hatiku?, kenapa keraguan justru memeluku ketika orang lain itu mencoba mengajakku untuk bangkit?, sedalam itukah aku jatuh kedalam luka?. hingga ketika dia memberikan luka, yang kurasakan malah cinta. Haruskah aku memohon dan mengemis kepada tuhan agar mencabut semua ingatanku dari dalam jiwa yang sedang tertatih ini?, ataukah tuhan tengah memberikanku kesempatan, untuk merasakan patah hati terhebat.