Menuju 15 Juni yang selalu tidak kusuka...
Masih berasa "I'm not good enough" buat diri sendiri. Masih belum bisa jadi prioritas Ibu di saat sedang butuh-butuhnya. Jadi kesannya apa-apa yang sudah dilakukan selama ini dengan cara maksimal yang bisa kulakukan juga percuma, wong tidak dilihat juga, apalagi jadi pertimbangan prioritas.
"Not good enough" juga buat orang yang sedang mencintaiku karena mungkin beliau mulai berpikir kalau hadirnya beliau sampai sekarang ini terasa berat, berat tantangannya. Berat karena ya apa-apa aku yang dikalahkan, apa-apa aku yang di nomor dua-kan, apa-apa tentangku yang musti ditunda dulu. Padahal juga sudah waktunya, sudah umurnya.
Bukannya iri atau apa, tapi paling tidak harusnya Ibu juga bisa kasih (sedikit) bagian dari dirinya buat (sedikit) juga mikirin masa depan anak bungsunya ini.
Meskipun ya Alhamdulillahya anak bungsu ini sudah tidak merepotkan Ibu dan bisa dibilang "mandiri" karena apa-apa ya harus sendiri dari dulu... tapi paling nggak ya namanya anak tetap butuh Ibunya buat kelancaran masa depannya.
Aku tidak pernah minta muluk-muluk, tapi ternyata bare minimum saja juga tampaknya juga susah didapat.
Dulu, waktu ada bahasan tentang pernikahan aku sering mendengar Ibu bilang kalimat ini "ya kalau Ibu hanya manut anaknya yang menjalani", giliran sekarang aku butuhnya itu malah dibuat berat. Dibuat lambat.
Bukannya mau cepat-cepat atau bagaimana, cuma ya perasaan tidak diprioritaskan dan terkesan "tidak dipikir" ini membuat hari-hari yang sudah berat ini menjadi lebih berat.
Aku tidak menyalahkan anak sulung, cuma kok ya gini amat nasib di kehidupan pertama kali ini.
14 Juni 2026,
menuju 31 di 15 Juni 2026.













