Maafkan Aku Yang Tak Selalu Rindu, Ibu
Ibu, untuk beberapa hal maafkan aku. aku belum berani berkata dengan sejujurnya tentang perasaanku dan seorang perempuan. bukan aku mau menyembunyikan semuanya, tapi aku masih berpikiran bahwa aku masih dipandangmu sebagai anak yang belum bisa apa-apa. Ada perasaan seperti begitu walaupun kecil dihatiku. Atau juga tentang waktuku yang pulang hanya sebentar saja untuk menjengukmu ibu. Bukan aku tak ingin berlama-lama, aku selalu ingin mendengarkan ceritramu tentang semua yang selalu kau perdengarkan padaku. mulai dari sikap ayah yang bikin engkau jengkel atau kelucuan adik-adikku yang masih polos, atau juga tentang nasihat-nasihat hidup.
Ibu... aku ingin mendengarkan semuanya. engkau selalu bisa menjadi teman baikku untuk mengobrolkan sesuatu.
Meskipun banyak sekali tugas lain didalam hidup yang tak bisa aku tinggalkan, tugasku untuk menjadi anak yang berbakti padamu belum juga terselesaikan. Maafkan aku ibu, aku selalu mencoba.
Ibu... engkau selalu yang pertama mengkhawatirkan aku lebih dari yang lain, perhatianmu tiada duanya untuk diriku yang mulai memendam masalah sendiri. semakin bertambah usia aku mulai tak seblak-blakan anak kecil tentang masalah yang dihadapinya: aku tak ingin merepotkan orang lain dengan maslah yang aku buat sendiri. karena hal itu, Ibu, kau selalu menjadi manusia yang peka terhadapku, bahkan dari perempuan yang sedang aku dekati. aku ingin belajar luruh mencinta seperti engkau mencintaku Ibu.
Dan, Ibu. Soal Cinta, aku begitu tak mengerti. aku hanya merasa senang membuat orang yang aku cintai merasa bahagia tak peduli aku sakit ibu.
Ibu, apakah hal itu benar aku lakukan? aku tak ingin bercerita soal ini padamu secara langsung, mungkin engkau akan begitu sakit mendengarnya. siapa juga ibu yang ingin mendengar anaknya disakiti. tapi aku berjanji suatu hari aku akan ceritakan.
Ibu, aku mencoba mencontohmu dalam mencinta, dan aku coba terapkan pada seorang perempuan yang aku suka. Aku coba luruh terhadapnya tak peduli dibalas atau tidak.
Ibu apakah aku akan tahan kalau selalu seperti Ini ? aku sepeti kuat menahan rasa sakit padahal dengan kecemburuan saja aku begitu rapuh.
Rinduku padamu Ibu, Selalu.
Terima kasih sudah menjadi sosok pelengkap untuk menemani Perjalanan Duniaku.