terima kasih sudah
datang bersabar berjuang memilih menerima mengajarkan
cherry valley forever
will byers stan first human second
noise dept.
d e v o n
DEAR READER

Andulka
we're not kids anymore.
occasionally subtle
taylor price
art blog(derogatory)
styofa doing anything

JBB: An Artblog!
TVSTRANGERTHINGS
$LAYYYTER
Xuebing Du

shark vs the universe
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

⁂

pixel skylines

Product Placement
seen from Belgium

seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from China
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye
@risririss
terima kasih sudah
datang bersabar berjuang memilih menerima mengajarkan
It’s okay to say no! I say no to social events and work opportunities and personal requests because I don’t have the time or energy, and it’s always been okay. If people don’t accept your boundaries, that’s more about them than it is you.
Chibird store | Positive pin club | Webtoon
Tulisan : Tolonglah Dirimu Sendiri
Kadang kita berusaha untuk selalu menolak apa yang sedang kita rasakan. Alih-alih mengakuinya jika kita memang sedang bermasalah, sedang perlu bantuan, sedang merasa lemah. Kita terus menerus berpikir bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa semuanya tidak apa-apa.
Sementara di saat yang sama, tanpa kita sadari, kita tengah memupuk rasa bersalah, rasa penyesalan, rasa lelah, semua perasaan yang membuat hati kita terpuruk tapi dibungkus seolah tidak terjadi apa-apa karena kita tidak ingin membuat sedih dan kecewa orang-orang yang kita sayangi, tapi mereka tak bersedia menerima keluh kesah kita.
Dan disaat yang sama, kita menyakiti orang-orang di sekitar kita tanpa kita sadari. Tanpa kita sadar, perasaan itu telah muncul melalui perkataan kita, sikap kita, dan semua hal yang yang terjadi sehari-hari.
Mungkin banyak orang yang sebenarnya ingin menolong, tapi kita sendiri tak mau ditolong. Tak mau mendengar nasihat. Tak mau menerima kenyataan bahwa keadaan kita memang tidak baik-baik saja, dan kita harus membuat keputusan yang konsekuensinya begitu besar.
Sering kali, kita tak mau membagi beban. Seolah-olah kuat menanggungnya sendirian. Beban itu mungkin tak seberapa bagi kita saat ini, tapi kalau kita menggenggamnya seumur hidup. Apa kita sanggup? Ibarat memegang sebuah gelas, semenit dua menit mungkin kita bisa. Tapi sehari, sebulan, setahun, atau seumur hidup? Tangan kita mungkin takkan sanggup. Suatu saat gelas itu akan jatuh, pecah, berserakan. Karena kita tak lagi kuat menahannya.
Ini bukan tentang seberapa besar beban yang sedang kita hadapi, melainkan seberapa lama kita telah membawanya dalam kehidupan kita. Dan tak pernah kita selesaikan, tapi justru bertambah setiap waktu. ©kurniawangunadi
kenapa?
Jika ada kata-kata yang menyakitimu, menunduklah dan biarkan ia melewatimu (jangan dimasukkan hati agar tidak lelah hatimu) - Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.
Mendewasakan Hati
Langit akan tetap biru meski hari dan hatimu hitam gelap berselimut duka, sebab tidak semua manusia Allah takdirkan dengan kebaikan setiap harinya. Matahari juga akan selalu terbit setiap paginya guna memberikanmu kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan meneruskan perjalanan, memahamkanmu bahwa tidak ada yang terlambat untuk sebuah kebaikan.
Sesuatu yang pergi ia akan segera kembali jika memang tertulis untukmu, meski orang lain bersikeras untuk mengambil dan merebutnya, sama halnya dengan rezeki dan apa yang kamu sedang perjuangkan saat ini. Maka tenanglah, lakukan saja tugasmu dengan sebaik mungkin, soal hasil dan jawaban dari apa yang kamu kerjakan dan minta biar Allah yang mengurusnya dengan sebaik-baik skenario.
Akhir-akhir ini ada diantaramu yang sedang pilu dan gelap harinya sebab kehilangan bagian dari keluarga atau hatinya, ada pula yang sedang berbunga hari-harinya tersebab telah bertemu dengan separuh hatinya, atau telah kembalinya bagian dari keluarga yang sudah lama pergi. Dunia ini penuh dengan pergantian, antara kelahiran dan kematian, antara yang datang untuk sekedar singgah dan yang pergi karena memang tidak bisa lagi berjalan bersampingan.
Saat kamu sudah mengetahui bagaimana dunia ini hanyalah permainan dan pergantian saja, seharusnya jatuhmu saat ini tidaklah terus-menerus untuk diratapi dan semakin mengurung diri. Dan bahagia yang datang saat ini tidaklah perlu kamu pamerkan dan banggakan pada orang lain, sebab ia pun hanya sementara, tidak selamanya.
Mari melatih hati untuk menyikapi sebuah kepemilikan dan kepergian, mari mengulang kembali ilmu tentang menghargai keputusan, ilmu tentang melepaskan yang sudah waktunya pergi. Tidak mudah memang, tapi kamu bisa. Sudah waktunya untukmu dewasa bukan? :’)
@jndmmsyhd
"Dan Dia bersamamu di mana pun kamu berada" [QS. Al-Hadid :4]
Kita tidak pernah benar-benar sendiri. Jika hati kerap merasa sepi, coba tanyakan hati adakah Allah di sana?
dulu suka melamun, bertanya2 yang gabakalan terjawab kalo cuma dipikiran.
memang pernah ada atau ilusiku semata?
tapi makin kesini hal itu sudah tidak penting lagi. realitanya sekarang semua itu sudah hilang dan buat apa terus menerus melihat kebelakang. meski kadang rindu momennya, tapi aku tidak mau menyesal. bukankah keputusan dan sikapku saat itu karena aku ingin taat. aku takut dan percaya akan Tuhanku?
nggak pernah merasa ingin berteman dengan si a, si b, si z, dll. buatku berteman sama siapa aja tapi buat jadi deket itu ya emang cocok2an aja. nggak ada tuh pedekate2an. ngalir aja gitu. ada yang tiba2 deket. ada yang tiba2 jauh. seleksi alam wkwk. ada juga yang awalnya deket jadi jauh. yang jauh jadi deket juga ada. ada juga yang nggak pengen deket lagi haha. kata temenku dulu, tiap masa ada orangnya, tiap orang ada masanya. sepakat.
makanya aku suka bingung kalo ditanya siapa temen yang paling deket? karena level kedekatan dan waktunya masing2 orang berbeda. atau jangan2 memang gaada yang paling deket? wkwk. entah. tapi aku kalo sekalinya attached sama hubungan pertemanan insyaAllah bakalan lama. meski ga ketemu tiap hari, nggak komunikasi tiap waktu. kalo ketemu, masih akrab aja ga ada yang berubah. semoga terus begitu ^^
“When someone rejects you, for whatever reason, it’s because you two aren’t a good fit—they just saw it first. Eventually, you would have seen it as well.” - Amanda Graham Not a good fit. Which means rejection doesn’t anything about who you are. It says something about the two of you together. Neither one of you is wrong or unworthy or inadequate. You’re just not a good match for each other.
Lori Deschene (via islam-reflections)
Kita nggak pernah tahu kapan hati seseorang akan dibalikkan. Pun juga sampai kapan hati seseorang diteguhkan. Yang kita tahu, kita harus terus berusaha menjaganya dalam iman. Lalu berdoa. Agar sebolak-baliknya hati itu, serapuh dan kehilangan teguhnya hati itu, tetap pada koridorNya. Supaya hilang sebab menjadikannya tiada.
Semoga hati ini, terus berdegup pada apa apa yang membuatnya harus berdegup. Semoga hati ini, terus mencintai sepenuh hati.
Hati, hati-hati ya. Semoga tetap terjaga adanya.
(via ajinurafifah)
“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah anak kecocokan jiwa. Dan jika itu tidak ada, cinta tidak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun, bahkan milenia”
-Kahlil Gibran
Walau dunia luar kerap kali menyilaukan mata, tetaplah jadi yang sederhana. Bukankah istimewa di mata Allah lebih mulia daripada istimewa di mata makhluk?
“Seumpama hati yang sedang jatuh cinta, yang tak mampu menahan rindu. Yang bila bertemu, hatinya membuncah bahagia. Yang ketika berpisah, ia sebenarnya berat karena tak mau. Nak… seharusnya perasaan seperti itulah yang engkau hadirkan ketika engkau menjumpai Allah dalam shalatmu.”
@terusberanjak