Pak swami @irwanadrian tetiba mengajak saya, kedua anak terbesar, Mas @farisadrianar dan De @fawwazadr serta Pak Soleh (ahli teknisi dan pertukangan yang kami kenal belasan tahun) untuk menengok rumah Papa. Setelah lebih dari 2 tahun kami biarkan, hanya menjenguk dan bersih-bersih bagian depan. Itu pun jika ada berita duka dari kerabat dekat saja. Sejak 2012, kami tidak pernah benar-benar tinggal disini. Paling lama di tahun 2016, saat proses renovasi rumah di Panghegar. Lalu, disinilah kami. Disambut debu serta sarang laba-laba. Hehehehe, kerja bakti nih kita😅. Sambil beres-beres, sesekali saya tertegun. Setiap sudut rumah menyisakan banyak cerita. Puluhan tahun tinggal disini, rumah ini telah banyak menjadi saksi warna kehidupan saya dan keluarga. Maka ini adalah moment pemaknaan baru bagi saya. Disini, semua berasal dan berawal. Maafkan diri yang kerap lalai dan abai. In frame: Mas-mas iseng nangkring di atas atap, memanen mangga yang dulu iseng kami tanam di halaman depan, alhamdulillah. (at Komplek Wartawan, Baleendah) https://www.instagram.com/p/B4rHK7UBz6m/?igshid=1wqk1qypuq3r