Mengapa engkau sangat mencintai untuk menjarakiku? Mengapa engkau begitu mencintai untuk menjauhiku? Apa diriku tak begitu pantas untuk disampingmu? Menemani dan menjadi bagian di hidupmu?
Riyazul Ulum
TVSTRANGERTHINGS

JVL

Kiana Khansmith

titsay

shark vs the universe

izzy's playlists!
sheepfilms
Xuebing Du
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
š
Keni
Aqua Utopiaļ½ęµ·ć®åŗć§čØę¶ćē“”ć
tumblr dot com
Cosmic Funnies
Not today Justin
Sweet Seals For You, Always
Misplaced Lens Cap
he wasn't even looking at me and he found me
will byers stan first human second

blake kathryn
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Indonesia
seen from Indonesia

seen from United States

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Bolivia

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Bolivia

seen from United States
@riyazululum-blog
Mengapa engkau sangat mencintai untuk menjarakiku? Mengapa engkau begitu mencintai untuk menjauhiku? Apa diriku tak begitu pantas untuk disampingmu? Menemani dan menjadi bagian di hidupmu?
Riyazul Ulum
Cerbung: Mbak Adele
Cerita gak berfaedah. Tentang cowok yang tinggal di kostan cewek. Dibaca kalau kalian lagi nggak ada kerjaan aja.
Monggo~
Chapter 1 - Someone Like You
Chapter 2 - Ā Love The Way You Lie
Chapter 3 - Chandelier
Chapter 4 - All Out of Love
Chapter 5 - Donāt Say A Word
Chapter 6 - Your Favorite Place
Chapter 7 - After The Fall
Chapter 8 - Accidentaly In Love
Chapter 9 - Iām Here For You
Chapter 10 - This is Why I Need You
Chapter 11 - Best I Ever Had
Chapter 12 - All I Ask
Chapter 13 - Iām What You Need
Chapter 14 - Linger
Chapter 15 - You Are Everywhere
Chapter 16 - You Give Me Something
Chapter 17 - More Than Friends
Chapter 18 - Falling Away With you
Cerita ini Fiksi. Tapi.. 60% nyata. Nggak ngerti? Sama gue juga. Silakan post yang ini di-like dulu, keburu nanti tenggelam sama quote dkk.
Nyimpen
Jadi, kamu meninggalkan aku karena masih terbayang-bayang oleh masa lalumu. Kamu melepaskan aku karena kamu masih amat sangat mencintai dia. Lalu untuk apa kamu membuatku mencintai kamu dengan tiap kedekatan yang kamu buat? Jadi kamu tak pernah melihat ketulusan hati aku?
Riyazul Ulum
Katamu aku merupakan satu-satunya yang mengisi relung hatimu. Namun, kenyataannya aku menjadi salah satunya di hidupmu. Kamu datang padaku saat kamu bosan dengan yang lain. Tak bisakah kau tetapkan satu nama saja untuk mengisi hatimu? Kenapa kamu buat perempuan lain jatuh cinta pada setiap tutur katamu? Bukankah itu tak adil.
Riyazul Ulum
Kalau boleh tahu, berapa harga dari kesibukanmu? Aku ingin membelinya. Kalau boleh tahu, berapa harga dari rasa kepedulianmu? Aku ingin memilikinya. Kamu tahu? Aku sedang tak baik-baik saja. Semua beban akan dunia, terus saja menghantam jiwa. Bagai tak ada kesempatan untuk aku rehat dan coba memulihkan luka. Aku butuh kamu. Kehadiranmu adalah obat, pelukmu lebih hangat dari selimut tebal yang melekat. Tak ada yang aku inginkan dari melihat senyummu yang memikat. Tapi apa? Kamu hilang entah kemana, pun pedulimu kian pudar dimakan masa. Aku ditinggalkan, kabarmu bagai perihal yang mustahil tuk diinginkan. Dan tanpa disadari, kamu pergi meninggalkan diri. Menghadiahkanku sebuah luka, sebagai tanda bahwa kita pernah merajut kisah bahagia.
Arief Aumar Purwanto (via sajaksesak)
Dari awal pun, kau tidak ada niatan untuk membersamaiku bukan? Lalu apa arti perhatianmu itu?
Riyazul Ulum
Apa yg membuat seseorang memamerkan hartanya? Itu gunanya buat apa yaa? Kadang suka mikir gitu, kok hidupnya suka memamerkan apa yg dia punya gitu. Sadar engga sih klo yg di pamerin itu seringkali orang lain udah punya duluan. Kok secara engga langsung jadi riya yakk. Kalo mau pamer mah yg elit dikit. Gajah kek, macan kek, dinosaurus asli kek.
Gapapa. Gatel doang mulutnya.
Perempuan dengan rasa sepinya.
Riyazul Ulum
Jika engkau mengakhiri semuanya karena engkau mencintai perempuan lain pun, aku tak masalah. Itu telah menjadi takdirku.
Riyazul Ulum
Waktu, terbias sendu oleh ringkihnya detik.
Rindu, makin kelabu saat tau kian lebih pelik.
Kamu, bayangan semu yang semakin mencekik.
Riyazul Ulum
Mungkin aku yang terlalu menggenggam dia terlalu erat hingga dia memutuskan untuk pergi tanpa berniat untuk kembali. Ataukah aku yang terlalu memberi dia waktu yang luang untuk menikmati hidupnya tanpa melibatkan diri dalam hidupnya hingga dia menemukan kenyamanan bukan padaku lagi.
Riyazul Ulum
Lalu siapa yang harus di salahkan?
Jika pada akhirnya semua orang akan meninggalkan dirimu sendirian di dalam kegelapan. Ketika semuanya tak peduli pada keresahan hatimu. Karena aku benci sendiri. Aku menjadi orang lain saat sendiri. (-Riyazul Ulum).
Nak tolong jaga Putriku dengan baik..
Nak, Sebelum Kamu Hidup Bersama Putriku , Mau Kah Kamu Membaca Pesanku Ini?! . . . . Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput. Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya masuk ke kamar mandi, dia pasti akan menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi. Tahukah kamu dia menghabiskan waktunya di depan laptop untuk belajar membuat masakan kesukaanmu? Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba dan aku-serta istriku-dan seisi keluarga sering jadi kelinci percobaannya. Tahukah kamu bahwa dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya cuma memilih baju terbaik dan dandan secantik mungkin. Padahal menurutku, apapun yang dipakai putriku, ia selalu terlihat cantik. Tahukah kamu bahwa dia sering pulang, masuk ke rumah dengan senyum yang sangat lebar setiap kali pulang dari pergi bersamamu? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya boneka kesukaannya. Senyum itu cuma jadi milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah keramaian. Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu hari, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkannya kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun jadi pahlawannya dan kamu yang akan menggantikan peranku itu. Walau aku tahu, dia akan selalu menganggapku sebagai pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi, percayalah, nak. Dia juga akan mengandalkan dirimu. Jadi, aku cuma ingin berpesan. Maafkan kalau aku memang cerewet, tapi percayalah, istriku bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan aku mungkin hanya akan menulis dua sampai tiga halaman saja. Nak, putriku mungkin bukan perempuan paling sempurna yang akan kamu temui di dunia, dia juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari. Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian berdua tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang menerpa kalian. Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku dan istriku tidak akan selalu di sana untuk membuatnya tersenyum. Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami. Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia memang berjalan ke arah yang salah, seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah mengambil jalan dalam hidup. Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Tidak ada yang lebih penting selain rumah karena di sana tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Rumah adalah tempat pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman, buat dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan selalu di sini untuk membahagiakannya. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu punya kemampuan untuk mengerti dirinya. Baiklah, aku sekarang sudah terdengar seperti istriku. Terima kasih sudah mendengarkan pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berdua menua bersama-sama. Nak tolong jaga Putriku dengan baik.. #hanya_novel
Letās Rise!
Pernah nggak, kalian berada di suatu titik di mana kalian nggak siap bertemu siapa-siapa? Teman lama, keluarga jauh, kenalan, tetangga, atau bahkan orang baru. Kalian cuma pengen sendiri saja, tanpa disentuh oleh dunia luar. Alasan utamanya karena takut atau lebih spesifik-nya karena kalian insecure.
Rasa insecureĀ yang didasari oleh pikiranĀ āaku masih gini-gini ajaā sementara yang lain sudah hidup stabil, punya kerjaan mapan, barangkali sudah ngenalin calon pasangan ke orang tua dan berencana menikah dalam waktu dekat. Dan, aku sendiri nggak punya hal menarik yang bisa diceritakan ke orang lain.
Kalian pernah? Aku pernah.
Nggak tau kenapa bulan Oktober selalu berhasil membuat aku menjadi lebih melankolis. Banyak hal yang ingin aku sampaikan di sini, salah satunya ini. Aku tau, postingan-kuĀ belakangan ini terbaca terlalu gloomy atau kesannya ngeluh mulu. Tapi, aku tetap merasa perlu untuk menulisnya.
Aku pernah merasa sekosong dan sebuntu itu. It was hard. It will be hard. And I know, there is no guarantee from other people to fix and heal my pain, my sadness, and my insecurity. So, I choose to rise. Lalu, ada satu hari di mana aku terbangun dan menemukan sebuah pesan yang membuat aku semangat lagi. Pesan itu singkat saja, tapi cukup membuat hariku lebih berwarna dari sebelumnya.
Karena dia menghargaiku. Eksistensiku, usahaku, dan kemampuanku. Dia percaya kalau aku bisa dan dia dengan sungguh-sungguh memberikan semangat.Ā See, it was just a simple message. Tapi, efeknya dashyat. Dia secara tidak langsung mengingatkan aku kalau aku masih punya hal yang bisa dibagikan ke orang-orang. Akuānggak seburuk dan nggak senggak berguna itu.
Teman-teman, aku tau kita punya bentuk keresahan yang berbeda-beda. Aku juga nggak bisa jamin kesedihan kita akan segera berakhir, tapi bertahanlah sekuat mungkin, banyak-banyak bersyukur atas apa yang sudah ada, dan percayaāsetelah hujan selalu ada pelangi, setelah air mata selalu ada kebahagiaan lagi. Donāt worry, all problems are just temporary.
And as I said before, letās rise. This super-duper great day is going to be your day!
ššš
Aku hanya memintamu untuk tinggal. Sulitkah?
Riyazul Ulum
Tidak masalah jika kamu lebih memilih dia daripada aku. Aku memang selalu tak terlihat olehmu. Wajar saja jika kamu lebih memilih dia yg lebih baik dari aku. Itu wajar.
Riyazul Ulum
Aku (berusaha) tak cemburu.
Bukan karena kalimat itu kamu jadi berperilaku seenaknya padaku. Aku hanya mengenyahkan pikiran buruk tentangmu. Bukan berarti kamu dengan bebasnya membuat jatuh cinta perempuan lain dengan kebaikanmu. Itu juga yang kamu lakukan padaku. -Riyazul Ulum