A fearful hope was all the world contained The brows of men by the despairing light Wore an unearthly apect, as by fits The flashes fell upon them; some lay down And hid their eyes wept... And other hurried to and fro, and fed Their funeral piles eith fuel, and looked up With mad disquietude on the dull sky, The pall of a past world -Lord Byron, "Darkness" (1816)- . . . Syair tersebut dibuat oleh Lord Byron setelah insiden 1815 meletusnya Tambora. Tepat 205 tahun yg lalu di hari ini gunung Tambora menyapa dunia dg letusannya yg maha dahsyat. Gunung yg semula mempunyai ketinggian sekitar 4300 mdpl saat itu memuntahkan hampir seluruh isi rahimnya. Hingga kini gunung Tambora masih berdiri tegak dengan ketinggian 2851 mdpl serta menyisakan caldera yg anggun dan gagah dengan kedalaman 1,4 dan diameter 7 km. Sekarang giliran dunia menyapa Tambora! (di Tambora Mountain) https://www.instagram.com/p/B-zTUOHnMHJHf_H6xH-XE8iuHHKuCPARt2JWbg0/?igshid=1fv5uvfwwmabf














