Setiap hambanya punya ikhtiar tersendiri, dalam membuktikan CintaNya..
Setiap insan punya alternatif yang berbeda dalam mengumpulkan bekal akhirat nya..
Dan, sejatinya.. setiap insan punya daya juang yang berbeda-beda, melaksanakan ibadah tambahan, sesuai apa yang di mampukanya..
.
Beberapa dari kita mungkin bisa rutin, berjuang di sepertiga malam, terbiasa melawan kantuknya.. untuk bisa berkomunikasi, dan berbincang mesra denganNya..
Namun, beberapa dari kita belum terbiasa akan hal itu.. meski mungkin dirinya sudah berusaha..tapi ternyata, dirinya mempunyai kemampuan untuk selalu bisa istiqomah, berpuasa di hari senin dan kamis, di setiap pekannya..
Ada juga yang memulai aktivitas pagi, dengan sholat sunnahnya, menyempatkan walau hanya 2 rakaat saja..
Ada juga yang selalu rutin bertilawah selepas sholatnya, menyempatkan waktu, untuk mentadaburi surat cintaNya, walau dengan waktu yang tidak begitu lamanya..
Namun.. ada juga beberapa orang yang belum terbiasa terhadap keempatnya.. tetapi mencari alternatif lain, agar tetap bisa membuktikan kecintaanya terhadap RabbNya..
Berjihad dengan harta yang ia miliki misalnya..
Ternyata dirinya mampu berinfaq di tiap pekan.. bahkan menutup rapat-rapat kebaikanya..hingga tak ada satu pun orang yang mengetahui.. kecuali Allah dan dirinya..
Ada juga yang tidak lupa memberikan sedikit rezeki kepada tetangga, memberikan hasil masakanya..sekedar mencicipi, berbagi keberkahan dari hasil jeri payahnya..
Ada juga yang selalu memberi makanan kepada hewan yang sedang kelaparan di sekitarnya..
Namun, tetap masih ada yang belum bisa melakukan semuanya.. tetapi dirinya masih mampu tersenyum, bertegur sapa, mengucapkan salam, saat bertemu dengan orang-orang di sekitarnya.. dan setiap kali ia berjalan menemukan duri, dan seputung rokok yang masih membara di dekatnya.. ia pasti menyingkirkan.. agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkanya..
dan masih banyak amalan-amalan lain yang tidak bisa di sebutkan satu persatu tentunya..
Jadi, pada Intinya..?
Jangan biarkan kesalehan kita, amalan-amalan yang kita sudah lakukan, menjadi kebanggaan terselip.. yang akhirnya menganggap amalan kita lebih baik darinya..
Jangan, jangan biarkan amalan itu hangus.. dan hilang sia-sia.
Seseorang mungkin berjalan menuju SurgaNya dengan bekal yang diperolehnya tidak cukup banyak.. sementara seseorang yang lainnya dengan amalan-amalan yang mungkin begitu lebih banyak, namun justru hilang dengan perlahan.. disebabkan karena kebanggaan yang terselip dihatinya..
Jadi, fokus pada perbaikan diri ini saja.. jangan lupa dibarengi dengan meluruskan hati.. dan senantiasa menjaga hati..









