Cinta
Umur kian bertambah, kehidupan semakin menyenagkan, rasa semakin disadari dan cinta selalu tumbuh. Rentetan hal yang paling ku syukuri di sepanjang perjalanan hidup sampai dengan hari ini.
Mencintai adalah pilihan dengan kesadaran, walau tak ada seorang pun yang sempurna, tapi kita selalu punya pilihan. Sisanya, tertinggal usaha dan doa.
Mencintai dengan kesadaran membuat saya semakin bertumbuh. Bertumbuh dalam rasa yang selalu membuat saya belajar. Oh seperti ini rupanya, rasa cinta yang justru membuat saya merasa perlu untuk membebaskan. Membebaskan dia menjadi dan mengenal dirinya sendiri, yang sangat mungkin tidak sesuai keinginanku, pun harapanku, tapi ku memilih untuk tetap menerima. Bukan karena tak punya pilihan lain atau karena merasa perlu menurunkan standar pilihanku yang seperi bla bla bla. Tapi karena, kini punya kesadaran bahwa Cinta yang menyenangkan dan melegakan adalah cinta yang menerima seapa-adanya, berusaha sebaik-baiknya diri dan bekerja sama untuk terbuka satu sama lain. Tepatnya seperti kata Maudy Ayunda, Constructive Support.
Ingat, awal menyadari ada rasa cinta, yang saya nyatakan sejak awal adalah, saya mau partner saya mau bekerja sama dan bisa berkomunikasi, karena saya menilai tanpa kedua hal itu, hubungan hanya akan jadi drama dan tidak akan fullfill. Saya mau berada dihubungan yang saya sadari dan saling mengusahakan. Bukan yang saling menuntut peran lalu saling menyalahkan.
Cinta ternyata bisa jadi menyenangkan, walaupun tak selalu ringan perjalanannya, tapi selalu ada hal yang membuat saya bersyukur dan terus bertahan.
Terima kasih, karena sudah hadir, menjadi alasan saya tersenyum dan berbahagia saling mencintai.



















