Hati-hati ketika menyakiti. Hati-hati ketika meninggalkan luka yang teramat dalam dan jadi sulit hilang. Hati-hatiâŠ
Karena menyakiti tidak pernah sesederhana menyembuhkannya.
#tiasetiawati #karenapuisiituindah #instapoem
Sade Olutola

blake kathryn
i don't do bad sauce passes
cherry valley forever

Andulka
will byers stan first human second

tannertan36

Discoholic đȘ©
he wasn't even looking at me and he found me
NASA
Alisa U Zemlji Chuda
Mike Driver

Janaina Medeiros
trying on a metaphor

@theartofmadeline
DEAR READER

titsay
dirt enthusiast
noise dept.
Three Goblin Art
seen from TĂŒrkiye
seen from Italy
seen from Indonesia

seen from Malaysia
seen from TĂŒrkiye
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from Poland
seen from Romania

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Australia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
@ronarina
Hati-hati ketika menyakiti. Hati-hati ketika meninggalkan luka yang teramat dalam dan jadi sulit hilang. Hati-hatiâŠ
Karena menyakiti tidak pernah sesederhana menyembuhkannya.
#tiasetiawati #karenapuisiituindah #instapoem
Kecepatan atau ketepatan; bukan tentang Fisika-melainkan tentang jalan hidupđ
Cepat itu penting. Tapi cocok itu vital. Di alam semesta ini manusia berpasangan Ada yg menemukan sosok yang cocok dengan mudah, adapula yg tidak demikian Kenapa bisa begitu? Bisa jadi karena Yang Maha Kuasa kan kreatifđ Masa jalan hidup semua insan mau dibikin samađ So simple so easy for every each coupleđ Yah kumah Gusti..đ Kalau lihat orang belum kunjung berhasil dalam jalinannya kan bisa jadi begini... Misal.. Si perempuan merasa cocok, eh si pria tidak.. Si pria merasa cocok, eh si perempuan tidak.. Dua-duanya merasa cocok, eh orangtuanya tidak.. Dua-duanya merasa cocok, eh agamanya tidak.. Dua-duanya merasa cocok, eh timingnya? đđđ Tapi bukan berarti merasa saling cocok, bisa santainya mengulur proses pengikatan. Gimana kalo ada sosok lain yang gak kalah cocok dan bergerak cepat hayo. Ya kurang lebih intinya begini, Bersabarlah bagi yang belum nemu yang cocok Bersegeralah bagi yang merasa saling cocokđđđ Kode keras buat kamuuđđđ
Kalau kmu mau ninggalin aku, cepetan tinggalin aku. Klo kmu mau ngiket aku, cepetan iket aku. Aku gamau punya perasaan makin kuat klo kedepannya kita ga bisa bareng.
Lubuk hati, dari kedalaman sekian meter
CERITA SEKITAR : DEWI DEE LESTARI
Pada kamis, 29 september 2016 kemarin. Saya berkesempatan untuk menjadi MC pada acara Telkom University Literacy Event. Tepat pukul 10, saya mempersilahkan Moderator, Ibu Dini Djohan, naik ke atas panggung untuk memimpin sesi talkshow âUrgensi Literasi Untuk Negeriâ.
Di ruang backstage, tempat saya menunggu giliran saya kembali naik nanti, saya melihat sosok penulis yang juga menjadi pengisi acara pada hari ini, Dewi âDeeâ Lestari. Dengan baju berwarna ungu, beliau sedang duduk menanti giliran untuk dipanggil ke atas panggung. Dan in merupakan kesempatan yang langka, maka saya paksakan untuk mengobrol sejenak.
âHalo teh dewi, perkenalkan, saya choqiâ dengan senyum maksimal, penuh percaya diri.
âOh, halo choqiâ beliau menjawab sambil berdiri dari kursinya.
Orangnya baik, murah senyum, dan dengan latar belakang sebagai orang yang sama-sama besar di Bandung, membuat saya dan beliau terhubung dengan cepat, karena kata guru saya, obrolan yang baik itu adalah yang cepat mencari kesamaan agar bisa cepat terhubung.
Obrolan kita berawal tentang aktivitas. Selain menulis dan juga bermain musik, kini teh Dewi sedang senang-senangnya menikmati fase bersama keluarga. Mulai dari mengasuh anak, dan sekarang sedang concecrn belajar masak. âIah, saya lagi seneng masakin buat anakâ katanya.
â
Banyaknya buku yang dia buat, membuat saya penasaran, bagaimana cara seorang Dewi Dee Lestari bisa membuat tulisan-tulisan dan juga karya yang indah.
âTeh Dewi, hal apa yang harus dimiliki seorang penulis untuk membuat karya-karya bagus seperti Teh Dewi ini?â Tanya saya penuh rasa penasaran
âYang pertama itu choq, Komitmen. Kamu harus berkomitmen untuk mau bikin sebuah karya. Entah itu buku, atau apapun. Itu hal terpenting yang harus dimiliki orang seseorang yang mau berkaryaâ Jawabnya dengan mantap
â âLalu, gimana cara teh Dewi menjaga mood agar terus menulis?â Saya kembali tanya
âChoq, jangan disangka, saya yang sudah membuat beberapa buku pun, sama saja, suka mood-moodan. Tidak selamanya terus mood untuk menulis. Kadang kita menunggu waktu dan mood yang tepat.â ujarnya
âTapi ingat choqi, ada hal lain juga yang harus kita miliki agar terus termotivasi. Yakni DEADLINEâ Jawaban teh Dewi menjadi lebih tegas ketika bilang deadline. Mungkin untuk menekankan, seberapa penting kita punya deadline.
âUntuk menentukan deadline, saya memastikan dulu. Seberapa banyak halaman yang mau saya bikin. Saya lihat dari koleksi buku yang saya miliki, lalu saya coba hitung, setebal apakah buku saya nanti. Apakah 200 halaman, 300, 400, atau 500? Kita sendiri yang menentukanâ Tangan kananya menakar ketebalan buku menggunakan telunjuk dan jempolnya, seolah sedang memegang buku.
âDari situ, barulah kita bisa tau, kapan deadline karya kita harus dibuat. Kita tahu, berapa kecepatan kita menulis. Kecepatan saya menulis, rata-rata adalah 2,5 halaman sehari. Maka, jika saya membuat buku sebanyak 500 halaman, maka saya akan menyelesaikannya dalam 200 hari. Itulah bagaimana cara saya membuat deadline. Karena dengan ada deadline, kita bisa tertekan dan juga termotivasiâ Saya serius mengamati apa yang diucapkan oleh teh dewi.
â
âLalu, bagaimana tentang Ide yang terkadang suka lewat tiba-tiba? Apakah akan mengubah alur cerita dari rencana awal?â Tanya saya yang lagi-lagi penuh rasa penasaran
âYa memang terkadang, banyak sekali inspirasi-inspirasi yang kita dapat dari kehidupan sehari-hari. Dan inspirasi tersebut, akan langsung saya tuliskan agar tidak lupa. Tapi, belum tentu ide tersebut dipakai pada karya yang sedang saya buat. Jika itu memang bisa nyambung, maka akan saya gunakan. Jika tidak, mungkin untuk pembuatan karya berikutnyaâ ucap teh dewi
â
Kurang lebih 10 menit kami mengobrol, tibalah saatnya teh Dewi untuk dipanggil. Dia mohon izin untuk naik ke atas panggung ke saya yang padahal siapalah saya ini.
âMaaf ya teh, mungkin pertanyaannya ini basic banget, pasti teh dewi sudah sering ditanya seperti iniâ ucap saya sebelum dia berdiri dari kursi
âGak papa choq, justru penulis itu harus belajar tentang basicnya. Karena banyak sekali orang yang ingin menulis, banyak rencana, malah tidak jadi menulis. Dan hal ini, bagi saya, penting untuk diketahuiâ Balas teh dewi sambil berdiri.
âoia, dan terakhir choqi, yang paling penting,
Kita harus terus menulis. Karena pada dasarnya, setiap manusia itu selalu akan kehadiran ide-ide dan inspirasi yang abstrak di dalam pikirannya. Dan sesuatu yang abstrak, memerlukan media yang konkrit. Maka menulislah, karena itu mengkonkritkan pikiran abstrak kita.â
âYak, kita sambut, penulis yang tidak asing lagi, Dee Lestari!â Moderator memanggil teh dewi dengan penuh semangat. Beliau langsung berdiri dan naik ke atas panggung untuk berbagi. Dan bagi saya, itu menjadi 10 menit yang cukup berharga. Karenanya, saya juga ingin membagikan ilmu ini kepada teman-teman semua. semoga bisa bermanfaat.
Oia, dan terakhir, ada video ucapan semangat dari Dewi Dee Lestari untuk seluruh teman-teman penulis terutama anak-anak tumblr.
Terima kasih teh Dewi, semoga kelak bisa berjumpa lagi di lain waktu.
â
CERITA SEKITARÂ adalah tulisan yang saya buat dari hasil pertemuan dengan orang-orang di keseharian saya. Karena saya senang untuk mengobrol dengan banyak orang, dan saya meyakini bahwa setiap orang punya ilmu yang berbeda, maka tidak ada ruginya kita berguru pada orang-orang di sekitar kita.
Karenanya, saya membuat tulisan, Cerita Sekitar. Doakan agar bisa terus konsisten.
Ketika kita tak enggan meminta maaf untuk kesalahan masing-masing, maka kita sudah menangguhkan ego demi mempertahankan kita đ
JIKA TAK TAHU
Lalu dia bentangkan peta dan tanya padaku. âChoqi, lebih cepat kalau pakai jalan A atau pakai jalan B?â
âMau kemana memangnya pak?â
âJawab saja, lebih cepat pakai jalan A atau pakai jalan B?â
âIah, bagaimana saya tahu kalau itu lebih cepat, kalau tujuan akhirnya saja saya tidak tahu.â
Sekarang kamu paham kan?
âJika kamu tidak tahu mau kemana, maka jalan manapun yang ada tidak akan pernah membawamu kemanapunâ
Itu tadi kata guru saya, yang dia bilang ke saya, biar saya tahu, bahwa hidup perlu visi, biar saya tahu, hidup perlu tujuan.
JIKA TAK TAHU Jakarta, 11 Januari 2016 choqi-isyraqi.tumblr.com
Karena akhir ini banyak yang bertanya, âApakah saya ini salah jurusan?â Mungkin, tulisan ini bisa mengingatkan. Karena yang paling penting, adalah punya tujuan.
Jangan pernah mencari kesempurnaan
karena kita akan mencari untuk selamanya (via choqi-isyraqi)
Ya Allah, aku tidak ingin merasakan patah hati (lagi). Maka jatuh cintakan aku pada orang yang akan menjadi jodohku saja. Jodoh terbaik menurutMU untuk dunia dan akhiratku. Aamiin
Soraya Rizki Amelia (via tentangwanita)
Bahkan Terhadap orang yg membuat hidup kita berantakan, Hari kita masih sanggup merindunya Hati manusia Hati memang tak pernah berteman dengan logika
Emh sep '16
PERNIKAHAN YANG MENGHARUKAN BAGI ORANGTUA
Ceritanya, di jumat pagi ini, saya mengantar ibu saya untuk membacakan ayat suci al-quran di salah satu pernikahan. Di pernikahan yang dibalut dengan nuansa putih, ibu membacakan ayat suci dengan indah. Selepas itu, mc mempersilahkan untuk orangtua wanita untuk memberikan sambutan. Dan disini, saya melihat sesuatu yang luarbiasa
Nampak, ayah dari calon wanita sudah bersiap memberi sambutan, dengan pecinya gagah dan baju putihnya yang rapi. Suasana hening, seluruh penonton bersiap mendengar sambutan.
Tiba-tiba, sang ayah terdiam, nampak tangannya bergetar pas megang microfone. ia terrtunduk, menunduk cukup dalam. Sesekali tangannya mengusap matanya yang disembunyikan dalam tunduknya, mungkin malu diliat oleh para tamu undangan. Suara tangisan mulai terdengar. Ayah tersebut ternyata menangis. Anaknya, sesekali mengusap-ngusap bahunya. Mungkin untuk menenangkan. Setelah beberapa saat. Sang ayah coba menenangkan diri. Akhirnya, sang ayah memulai sambutan sambil tetap menangis dan dengan tangan yang terus bergetar.
Setelah beberapa ucapan, sang ayah kembali terdiam. Dan dengan bergetar, dia melanjutkan membaca
âDan di hari ini, saya menikahkan anak saya, dengan reza (nama calon suaminya)â
Lalu setelah itu, sang ayah kembali menangis sambil tertunduk.
â
Dari ini, saya belajar, bahwa betapa berat menjadi orangtua, terutama ketika akhirnya sang orangtua merelakan anaknya, anaknya yang dibesarkan oleh tangannya dari kecil, untuk diberikan kepada seseorang diluar sana.
Dan dari pagi ini, ada pelajaran yang saya dapatkan, sebagai seseorang yang akan âmemintaâ, kita juga harus belajar untuk menjadi seseorang yang bisa dipercaya, dan bisa diberi amanah. Karena sebagai seorang suami, tentu kita tak hanya menanggung urusan duniawi, tapi kita juga yang menentukan, apakah istri kita bisa dibawa sesyurga, atau tidak.
Biarkan mertua kita menangis karena anaknya bahagia, bukan menangis karena anaknya kelak hidup sengsara.
â Teruntuk calon mertua, tunggu saya ya. PERNIKAHAN YANG MENGHARUKAN BAGI ORANGTUA Bandung, 2 September 2016
Gapapa, mending hitam manis daripada putih pahang đ đđđđ
Siswaku, Zamzam Tanakađđ
Once u made me in love with u But There was Thousands times u made me cry Hurts each other I hope we give up on it
Nyisikan, nyangu, n else. Doing something girlie cn mk girls be happier. SOMTIMES.....
Barangkali rasa syukur kita yang memang kelewat pelit, hingga setiap yang datang kita lebih fokus pada kekurangannya.
(via jalansaja)
SOCIAL EXPERIMENT : AJAK PEMULUNG MAKAN STEAK
Di tulisan kali ini, saya ingin berbagi salah satu pengalaman saya, melakukan sosial eksperimen.
Di iedul adha kali ini, kantor kami, mavens studio kembali bekerja sama dengan @kitabisa untuk membuat sebuah Eksperimen Sosial. Tujuan eksperimen sosial kali ini, kami ingin mengajak orang-orang semua agar tergerak hatinya untuk mau berbagi dengan cara melaksanakan qurban (bagi yang mampu), akhirnya, tercetus ide untuk mengajak orang yang kurang mampu untuk makan steak agar kita bisa melihat bagaimana ekspresinya.
â
PENGALAMAN BARU
Pada eksperimen kali ini, saya diminta langsung sama CEO Kitabisa.com, alfatih timur, untuk menjadi talent dalam video ini. Jujur saja. Hingga umur saya 24 tahun, belum pernah sekalipun saya mengajak ngobrol seorang pemulung. Apalagi, ini sampai saya harus mengajak makan. Apa jadinya, anda tiba-tiba diajak makan oleh seseorang yang tidak anda kenal? âIni pasti mau menculik.â, âIni pasti dari dinsos.â âIni pasti mau penipuan.â dan lain lain. Akhirnya, saya beranikan diri untuk mengajak pemulung yang saya temui dengan berbagai ketakutan yang ada. Bismillah
TIDAK MUDAH
âSelamat siang pak. Perkenalkan, saya choqi. Kebetulan saya lagi mau makan. Bapak berkenan kalau menemani saya makan? nanti saya yang bayar. Saya butuh temen ngobrol pak.â kurang lebih, begitulah saya mengajak para pemulung untuk makan.
Bagi kita, siapa sih yang tidak mau makan steak? pertama, itu enak. Kedua, dibayarin. Kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali. Namun ternyata, ternyata, kenyataan tidak seindah harapan.
Berkali-kali saya ditolak oleh pemulung. Mulai dari pemulung bernama thomas asal tasik, pak sapri asal kiaracondong, pak tole dari pangalengan, dan berbagai pemulung lainnya yang ternyata tidak berasal dari daerah tersebut. âMaaf pak, saya malu, mau mandi duluâ atau âMaaf pak, saya udah makan, kenyangâ, adalah alasan yang selalu keluar secara halus untuk menolak saya.
Dan pada akhirnya, saya menemukan sesosok pemulung dengan muka yang nampaknya masih muda, namun terlihat agak lesu dan kelelahan. Dan syukurnya, dia mau saya ajak untuk makan bersama. Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang mau.
â
NAMANYA ADALAH PAK SLAMET. PEMULUNG BARU DARI WONOSOBO.
Ya, pak slamet begitu malu-malu ketika saya ajak beliau makan. Dia minta izin terlebih dahulu untuk menyimpan karung berisi barang rongsokannya di depan pintu masuk. âMalu mas saya bawa beginianâ itu katanya.
Saya mengajak pak slamet ke restoran steak yang kualitasnya oke punya, berkat kebaikan chef afit, dia mempersilahkan kita menggunakan restorannya, holycow by steakhouse di daerah kebon jeruk.
âSilahkan pak, pesan apa sajaâ saya persilahkan pak slamet untuk memesan apapun. Nampak dia kebingungan dengan nama-nama menu itu. RIb eye, sirloin, wagyu, mungkin itu hal baru baginya. Akhirnya, setelah beberapa saat, dia memilih menu âWagyu Sirloin Rib Eye 9+â yang saya yakin pak slamet ini asal saja milih karena memang bingung. Harga menu tersebut kisaran 400 ribu rupiah. wow, bahkan saya sendiri aja selama ke restoran ini gak pernah pesan daging semahal itu.
Sembari menunggu makanan, kami sempat mengobrol beberapa hal. Sambil mengobrol, saya beberapa kali menerima message WA dari team videografer kita yang juga berada di lokasi. âCok, itu pindahin saosnya, ngalangin mukaâ, âcok, geseranâ, dll. bahkan beberapa kali , kalau saya keasyikan ngobrol dan ga buka HP, tim kita pura-pura nelepon sambil teriak âIah, gimana sih, kamu baca WA dong, gue udah kirim pesan. WA ya, WAâ. hahaha, itu pengalaman yang cukup lucu sih.
â
MENGOBROL BERSAMA PAK SLAMET
Pak slamet memang agak malu-malu. Bahkan dia jarang berbicara. lebih banyak diam jika tak saya tanya. Namun ketika saya tanya lebih dalam, saya mendapatkan banyak cerita yang baru saya dengan selama hidup saya.
Sambil menyantap makan, dia bercerita tentang perjuangan hidupnya. beilau baru 2 bulan pindah ke jakarta dan bekerja sebagai pemulung. Sebelumnya, beliau adalah buruh tani di kampungnya di wonosobo. Namun, ternyata gaji seorang petani tidaklah cukup besar. Saya sangat kaget ketika mengetahui bahwa dia hanya mendapatkan sekitar 500 ribu dalam 7 bulan (sekali panen).
Salah satu alasan terbesarnya pindah ke jakarta, adalah ketika akhirnya ibunya mengalami sakit keras. Dan pak slamet akhirna meminjam uang sebesar 10 juta kepada rekannya untuk mengobati ibunya. Sayang, tuhan berkehendak lain. Setelah menghabiskan uang untuk pengobatan, ibunya harus meninggal dunia. Dan kini, pak slamet harus mencari tambahan guna mengganti uang pinjaman tersebut.
Berawal dari kebutuhan tersebut, pak slamet memutuskan untuk bekerja di jakarta karena ada ajakan sebagai kuli bangunan. Dia akhirnya pergi dengan anaknya mencari peruntungan di ibukota. Namun sayang, setibanya di jakarta, ternyata proyek pembangunan itu tidak jadi dilakukan. Akhirnya, pak slamet memutuskan untuk menjadi seorang pemulung, pekerjaan yang sudah pasti bisa dilakukan siapapun.
âMas slamet, dari semua pekerjaan, kenapa milih menjadi pemulung? maaf ya mas, apakah engga malu jadi pemulung?â Tanya saya yang juga benar-benar penasaran.
âSejujurnya mas, saya juga malu jadi pemulung. Pinginnya sih jadi yang lain. Cuman, saya lebih malu lagi kalau gak bisa ngasih makan anak dan istri saya, ya saya akhirnya kerja. Yang penting halal mas, ga nyuri atau nipu orangâ begitulah jawabannya
saya sungguh kagum dengan jawaban Pak Slamet. Sekali lagi, saya belajar dari seseorang tidak terduga, seseorang yang bahkan kadang kita anggap remeh kehadirannya. Sungguh lebih mulia daripada mereka-mereka yang menghalalkan segala cara demi meraup kekayaan.
Syukurnya, pendapatan menjadi seorang pemulung jauh lebih baik dibandingkan menjadi petani. Dia bisa mendapatkan uang sebesar 450 ribu/bulan. Dapat mencukupi hidup selama di jakarta dan juga menabung.
ââ
PENGALAMAN PERTAMA MAKAN DAGING
selama beliau menjadi seorang petani, dengan gaji sebesar 500 ribu/7 bulan, dia gunakan untuk memberi makan ibu, istri, beserta 2 anaknya. Sehari-hari, mereka gunakan untuk membeli cabe, sehingga mereka sering makan nasi dengan sambal. Dan terkadang, kalau sedang ada rezeki, mereka beli ikan asin. Ikan asin merupakan makanan yang cukup mewah bagi mereka.
Dan ketika saya tanyakan apakah pernah memakan daging sapi/kambing, dia bilang dia tidak pernah sama sekali makan daging tersebut.
âGak pernah ada yang bagi-bagi daging disana mas? Mungkin waktu idul adha gituh? pernah dapat kiriman engga mas?â tanya saya
âGak pernah mas, di kampung saya itu, enggak ada orang yang motong sapi/kambing kalau idul adha. Yang ngirim juga belum pernah adaâ jawabnya
âBerarti, selama hidup, bapak baru pertama kali makan daging?â tanya saya sembari melihat bapak yang makan begitu lahap
âIa mas, ini baru pertama. hehehe. Rezeki saya.â sambil senyum senyum.
âEnak ya mas ternyata rasanya daging sapiâ
Dan kalimat itu membuat saya terdiam sejenak dan terharu, bisa melihat seseorang menikmati hal yang baru dia rasakan pertama kali. Pengalaman yang mungkin takkan semua orang dapatkanÂ
Dan setelah selesai makan, akhirnya saya berinisiatif untuk membungkuskan 1 porsi steak, untuk disantap di rumahnya bersama anaknya. Dan saya meminta izin untuk dapat foto bersama beliau sebelum dia meninggalkan lokasi.
â
RASA MIRIS
Ya, percaya atau tidak, ternyata masih ada orang-orang yang belum pernah merasakan apa yang biasa kita rasakan.
Guys, itu adalah daging, daging biasa yang kita makan sehari-hari, daging biasa yang kita makan di warung padang, daging biasa yang ada di nikahan orang. Tapi ternyata, masih ada orang yang belum pernah merasakannya.
Sedang di sisi lain, kadang ketika iedul adha, di komplek atau perumahan, 1 rumah yang terdri dari keluarga yang notabene menengah ke atas, bisa dapat hingga 3-4 kantong daging untuk disantap. Dan kondisi inilah, yang ingin kita angkat dengan melakukan sosial eksperimen ini. Dan jujur saja, bertemu pak slamet, mungkin adalah jalan tuhan untuk menunjukkan, bahwa masih ada orang di sekitar kita yang belum pernah merasakan makanan tersebut.
Dan dengan ada tulisan ini, saya pun bermaksud untuk mengajak teman-teman semua, teman muslim, untuk berbagi daging, tidak hanya kepada masyarakat di sekitar, tapi dengan masyarakat yang jauh yang mungkin takkan terjangkau jika kita datang sendiri. Mumpung momen ini tepat dengan momen iedul adha
Sekarang kan sudah banyak sekali lembaga pembagian daging iedul adha. Salah satu platform yang bisa mengirimkan daging qurban kita dari pelosok adalah platform milik kitabisa.com, yakni di qurban.kitabisa.com , gampang dan juga bisa menjangkau daerah-daerah jauh.
Besar doa dari saya, agar kita semua diberikan kecukupan, untuk bisa melaksanakan iedul adha, untuk bisa berbagi, dengan orang-orang seperti pak slamet, dengan orang-orang yang mungkin tak pernah makan daging sama sekali.
â
Oia, bagi yang ingin melihat videonya, temen-temen bisa liat di halaman facebooknya kitabisa di siniÂ
Terima kasih @kitabisaâ atas kesempatannya untuk bekerjasama. Dan juga terima kasih untuk seluruh pihak yang membantu, mulai dari Steakhouse Holycownya chef afit, dan Iga Bakar Paris van javanya mas Edwin Khadafi, semoga kita bisa terus menebarkan kebaikan bagi orang lain.
SOCIAL EXPERIMENT : AJAK PEMULUNG MAKAN STEAK Bandung, 28 Agustus 2016
Masih banyak hampar bumi yang masih bisa dipijak Masih luas hampar langit yang bisa dipandang Masih Masih Masih
Bareng kamu, Aku gak takut bertindak sengaco apapun. (Ga takut kamu lari) Karena kamu selalu lebih ngaco dari aku đ đđ