mungkin gengsiku yang tinggi.....
Misplaced Lens Cap
Today's Document
noise dept.
Peter Solarz
Stranger Things
Monterey Bay Aquarium
official daine visual archive

Love Begins
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
$LAYYYTER
Keni

if i look back, i am lost

JVL
hello vonnie
đ©” avery cochrane đ©”

Andulka
Aqua Utopiaïœæ”·ăźćșă§èšæ¶ă玥ă
NASA

â
KIROKAZE
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from United States

seen from South Africa

seen from Saudi Arabia

seen from Brazil
seen from Venezuela
seen from United States
seen from United States
seen from Costa Rica

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from France

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@rosimarsita
mungkin gengsiku yang tinggi.....
âumur sekita kalau belum mandiri secara finansial sangat dengerousâ katanya
perasaan diri ini tidak berkeluh kesah tentang keadaanku saat ini. namun mengapa dia terlalu mengkhawtirkan kondisiku.. âkarunyaâ katanya. asa gimana kitu. aku hanya tidak ingin merasa berhutang budi pada siapapun. meski mungkin niatnya ingin menolong dan membantuku tapi tahukah engkau, bahwa itu sedikit banyak melukai harga diriku. pupus sudah diri ini dihadapan mereka yang engkau mintai bantuan untukku. padahal aku tak pernah meminta padamu untuk melakukan itu semua.
mungkin inilah fakta bahwa diri ini belum merdeka, belum mandiri sendiri di kaki sendiri....
masikah aku menjadi beban lagi bagi orang-orang di sekitarku???
niat yang baik perlu dilakukan dengan cara yang baik juga yaa...
karena menunggu pengumuman tanggal yang entah kapan diumumkan, dua minggu terakhir sempat âmenggilaiâ doi lewat filmnya yang berjudul âMy Annoying Brother (Hyung) (2016)â. (seperti biasa dicekokan film ku neng intan young). ternyata doi member exo. meski sempat beberapa temen pada suka exo, namun diriku tak tergoda untuk mengenali mereka. entah apa yang terjadi karena lewat film tersebut, jadi weh kepo sedikit ttg mereka. terutama Do Kyong Soo (benarkah menuliskan namanya?) pun dengan gambar di atas, diambil dari salah satu adegan dalam drama yang berjudul âits ok, thats loveâ. meski doi berperan sebagai peran pendamping dan ketika nonton perlu banyak yang disaring, angeur we ditonton sampe tamat :D
hmmm.... sudahlah, karena kelalaian ku dengan asyik ngepoin doi, segala sesuatu yang penting terlewatkan begitu saja :(
banyak pembelajaran tentunya..... ini mah mengingatkan diri sendiri saja ya os :)
saranghae......
ditengah mencari kesibukan.... inilah saksi bisu perjalan kita....
mungkin maksudnya baik.menyemangati ku untuk segera menuntaskan apa yang harus dituntaskan...
tapi taukah kamu? ternyata tuntutan dan dorongan/semangat itu beda tipis ya... tertekan dan bingung tiara tara, ketika pertanyaan âbagaimanâ itu muncul darimu....
ya itulah aku yang menilai dari sudut pandangku.
jika aku menilai dari sudut pandangmu, aku baru tahu, bahwa kau sangat menyanyangiku melebihi saudara,
padahal aku hanya seorang teman yang dulu pernah berada dalam satu kelas yang sama denganmu...
tenyata hatimu sangat lembut dan lapang...
mencintaiku karena kita saudara seiman,
menolongku tanpa perhitungan....
bersyukur karena Alloh memperkenalkan kita...
maafkan akuyang sempat âsebelâ padamu... padahal niatmu baik, membantuku....
Mamah, tiada kata untuk aku ungkapkan...
masih tentang Mpi, 11 Februari 2017
Baarokallohu laka wabaaroka âalaika wajamaâa bainakuma fii khoir... mpi dan Fahwan, bahagia nan harmonis sampai akherat yoo, menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah, menjadi istri dan ibu yang sholehah, dan diberi keturunan yang sholeh dan sholehah juga.... aamiin... maafkan kawanmu ini yang belum dapat memberikan kesan yang mendalam pada hari spesialmu,...
februari datang, H-13. mampukan yaa Rabb,..
ah, kenangan... mengapa terniang....
mungkin sekedar saksi saja, untuk tidak melupakan momen ini. terima kasih dan semangat untuk ke depannya....
kamu tau os? semuanya menuai seperti yang diniatkan.
hanya Alloh yang Mampu membalasnya
Rabb, begitu banyak orang yang telah menjadi jalan pertolongan-Mu untukku, sayangilah mereka, berilah mereka kemudahan. serta izinkan hamba menjadi jalan penolong bagi orang lain.....
Rabu,11 januari 2017
SOCIAL EXPERIMENT : AJAK PEMULUNG MAKAN STEAK
Di tulisan kali ini, saya ingin berbagi salah satu pengalaman saya, melakukan sosial eksperimen.
Di iedul adha kali ini, kantor kami, mavens studio kembali bekerja sama dengan @kitabisa untuk membuat sebuah Eksperimen Sosial. Tujuan eksperimen sosial kali ini, kami ingin mengajak orang-orang semua agar tergerak hatinya untuk mau berbagi dengan cara melaksanakan qurban (bagi yang mampu), akhirnya, tercetus ide untuk mengajak orang yang kurang mampu, pemulung untuk makan steak agar kita bisa melihat bagaimana ekspresinya.
â
PENGALAMAN BARU
Pada eksperimen kali ini, saya diminta langsung sama CEO Kitabisa.com, alfatih timur, untuk segera Jujur saja. Hingga umur saya 24 tahun, belum pernah sekalipun saya mengajak ngobrol seorang pemulung. Apalagi, ini sampai saya harus mengajak makan. Apa jadinya, anda tiba-tiba diajak makan oleh seseorang yang tidak anda kenal? âIni pasti mau menculik.â, âIni pasti dari dinsos.â âIni pasti mau penipuan.â dan Akhirnya, saya beranikan diri untuk mengajak pemulung yang saya temui dengan berbagai ketakutan yang ada. Bismillah
TIDAK MUDAH
âSelamat siang pak. Perkenalkan, saya choqi. Kebetulan saya lagi mau makan. Bapak berkenan kalau menemani saya makan? nanti saya yang bayar. Saya butuh temen ngobrol pak.â kurang lebih, begitulah saya mengajak para pemulung untuk makan.
Bagi kita, siapa sih yang tidak mau makan steak? pertama, itu enak. Kedua, dibayarin. Kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali. Namun ternyata, ternyata, kenyataan tidak seindah harapan.
Berkali-kali saya ditolak oleh pemulung. Mulai dari pemulung bernama thomas asal tasik, pak sapri asal kiaracondong, pak tole dari pangalengan, dan berbagai pemulung lainnya yang ternyata tidak berasal dari tanah air. âMaaf pak, saya malu, mau mandi duluâ atau âMaaf pak, saya udah makan, kenyangâ, adalah alasan yang selalu keluar secara halus untuk menolak saya.
Dan pada akhirnya, saya menemukan sesosok pemulung dengan muka yang nampaknya masih muda, namun terlihat agak lesu dan kelelahan. Dan syukurnya, dia mau saya ajak untuk makan bersama. Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang mau.
â
NAMANYA ADALAH PAK SLAMET. PEMULUNG BARU DARI WONOSOBO.
Ya, pak slamet begitu malu-malu ketika saya ajak beliau makan. Dia minta izin terlebih dahulu untuk menyimpan karung berisi barang rongsokannya di depan pintu masuk. âMalu mas saya bawa beginianâ itu katanya.
Saya mengajak pak slamet ke restoran steak yang kualitasnya oke punya, berkat kebaikan chef afit, dia mempersilahkan kita menggunakan restorannya, holycow by steakhouse di daerah kebon jeruk.
âSilahkan pak, pesan apa sajaâ saya persilahkan pak slamet untuk memesan apapun. Nampak dia kebingungan dengan nama-nama menu itu. RIb eye, sirloin, wagyu, mungkin itu hal baru baginya. Akhirnya, setelah beberapa saat, dia memilih menu âWagyu Sirloin Rib Eye 9+â yang kisaran harganya 400 ribu rupiah. wow, bahkan saya sendiri aja selama ke restoran ini gak pernah pesan daging semahal itu.
Sembari menunggu makanan, kami sempat mengobrol beberapa hal. Sambil mengobrol, saya beberapa kali menerima message WA dari team videografer kita yang juga berada di lokasi. âCok, itu pindahin saosnya, ngalangin mukaâ, âcok, geseranâ, dll. bahkan beberapa kali , kalau saya keasyikan ngobrol dan ga buka HP, tim kita pura-pura nelepon sambil teriak âIah, gimana sih, kamu baca WA dong, gue udah kirim pesan. WA ya, WAâ. hahaha, itu pengalaman yang cukup lucu sih.
â
MENGOBROL BERSAMA PAK SLAMET
Pak slamet memang agak malu-malu. Bahkan dia jarang berbicara. lebih banyak diam jika tak saya tanya. Namun ketika saya tanya lebih dalam, saya mendapatkan banyak cerita yang baru saya dengan selama hidup saya.
Sambil menyantap makan, dia bercerita tentang perjuangan hidupnya. beilau baru 2 bulan pindah ke jakarta dan bekerja sebagai pemulung. Sebelumnya, beliau adalah buruh tani di kampungnya di wonosobo. Namun, ternyata gaji seorang petani tidaklah cukup besar. Saya sangat kaget ketika mengetahui bahwa dia hanya mendapatkan sekitar 500 ribu dalam 7 bulan (sekali panen).
Salah satu alasan terbesarnya pindah ke jakarta, adalah ketika akhirnya ibunya mengalami sakit keras. Dan pak slamet akhirna meminjam uang sebesar 10 juta kepada rekannya untuk mengobati ibunya. Sayang, tuhan berkehendak lain. Setelah menghabiskan uang untuk pengobatan, ibunya harus meninggal dunia. Dan kini, pak slamet harus mencari tambahan guna mengganti uang pinjaman tersebut.
Berawal dari kebutuhan tersebut, pak slamet memutuskan untuk bekerja di jakarta karena ada ajakan sebagai kuli bangunan. Dia akhirnya pergi dengan anaknya mencari peruntungan di ibukota. Namun sayang, setibanya di jakarta, ternyata proyek pembangunan itu tidak jadi dilakukan. Akhirnya, pak slamet memutuskan untuk menjadi seorang pemulung, pekerjaan yang sudah pasti bisa dilakukan siapapun.
âMas slamet, dari semua pekerjaan, kenapa milih menjadi pemulung? maaf ya mas, apakah engga malu jadi pemulung?â Tanya saya yang juga benar-benar penasaran.
âSejujurnya mas, saya juga malu jadi pemulung. Pinginnya sih jadi yang lain. Cuman, saya lebih malu lagi kalau gak bisa ngasih makan anak dan istri saya, ya saya akhirnya kerja. Yang penting halal mas, ga nyuri atau nipu orangâ begitulah jawabannya
saya sungguh kagum dengan jawaban Pak Slamet. Sekali lagi, saya belajar dari seseorang tidak terduga, seseorang yang bahkan kadang kita anggap remeh kehadirannya. Sungguh lebih mulia daripada mereka-mereka yang menghalalkan segala cara demi meraup kekayaan.
Syukurnya, pendapatan menjadi seorang pemulung jauh lebih baik dibandingkan menjadi petani. Dia bisa mendapatkan uang sebesar 450 ribu/bulan. Dapat mencukupi hidup selama di jakarta dan juga menabung.
ââ
PENGALAMAN PERTAMA MAKAN DAGING
selama beliau menjadi seorang petani, dengan gaji sebesar 500 ribu/7 bulan, dia gunakan untuk memberi makan ibu, istri, beserta 2 anaknya. Sehari-hari, mereka gunakan untuk membeli cabe, sehingga mereka sering makan nasi dengan sambal. Dan terkadang, kalau sedang ada rezeki, mereka beli ikan asin. Ikan asin merupakan makanan yang cukup mewah bagi mereka.
Dan ketika saya tanyakan apakah pernah memakan daging sapi/kambing, dia bilang dia tidak pernah sama sekali makan daging tersebut.
âGak pernah ada yang bagi-bagi daging disana mas? Mungkin waktu idul adha gituh? pernah dapat kiriman engga mas?â tanya saya
âGak pernah mas, di kampung saya itu, enggak ada orang yang motong sapi/kambing kalau idul adha. Yang ngirim juga belum pernah adaâ jawabnya
âBerarti, selama hidup, bapak baru pertama kali makan daging?â tanya saya sembari melihat bapak yang makan begitu lahap
âIa mas, ini baru pertama. hehehe. Rezeki saya.â sambil senyum senyum.
âEnak ya mas ternyata rasanya daging sapiâ
Dan kalimat itu membuat saya terdiam sejenak dan terharu, bisa melihat seseorang menikmati hal yang baru dia rasakan pertama kali. Pengalaman yang mungkin takkan semua orang dapatkanÂ
Dan setelah selesai makan, akhirnya saya berinisiatif untuk membungkuskan 1 porsi steak, untuk disantap di rumahnya bersama anaknya. Dan saya meminta izin untuk dapat foto bersama beliau sebelum dia meninggalkan lokasi.
â
RASA MIRIS
Ya, percaya atau tidak, ternyata masih ada orang-orang yang belum pernah merasakan apa yang biasa kita rasakan.
Guys, itu adalah daging, daging biasa yang kita makan sehari-hari, daging biasa yang kita makan di warung padang, daging biasa yang ada di nikahan orang. Tapi ternyata, masih ada orang yang belum pernah merasakannya.
Sedang di sisi lain, kadang ketika iedul adha, di komplek atau perumahan, 1 rumah yang terdri dari keluarga yang notabene menengah ke atas, bisa dapat hingga 3-4 kantong daging untuk disantap. Dan kondisi inilah, yang ingin kita angkat dengan melakukan sosial eksperimen ini. Dan jujur saja, bertemu pak slamet, mungkin adalah jalan tuhan untuk menunjukkan, bahwa masih ada orang di sekitar kita yang belum pernah merasakan makanan tersebut.
Dan dengan ada tulisan ini, saya pun bermaksud untuk mengajak teman-teman semua, teman muslim, untuk berbagi daging, tidak hanya kepada masyarakat di sekitar, tapi dengan masyarakat yang jauh yang mungkin takkan terjangkau jika kita datang sendiri. Mumpung momen ini tepat dengan momen iedul adha
Sekarang kan sudah banyak sekali lembaga pembagian daging iedul adha. Salah satu platform yang bisa mengirimkan daging qurban kita dari pelosok adalah platform milik kitabisa.com, yakni di qurban.kitabisa.com , gampang dan juga bisa menjangkau daerah-daerah jauh.
Besar doa dari saya, agar kita semua diberikan kecukupan, untuk bisa melaksanakan iedul adha, untuk bisa berbagi, dengan orang-orang seperti pak slamet, dengan orang-orang yang mungkin tak pernah makan daging sama sekali.
â
Oia, bagi yang ingin melihat videonya, temen-temen bisa liat di halaman facebooknya kitabisa di siniÂ
Terima kasih @kitabisaâ atas kesempatannya untuk bekerjasama. Dan juga terima kasih untuk seluruh pihak yang membantu, mulai dari Steakhouse Holycownya chef afit, dan Iga Bakar Paris van javanya mas Edwin Khadafi, semoga kita bisa terus menebarkan kebaikan bagi orang lain.
SOCIAL EXPERIMENT : AJAK PEMULUNG MAKAN STEAK Bandung, 28 Agustus 2016
tragedi sebelum dirgahayu
Perjalanan pulang kemarin sungguh sangat tak terlupakan. bagaimana tidak, banyak hal yang pertama kali aku lakukan. salah satunya agenda kunjungan k rumah mba Nabilla di Soreang telah terlaksana. tak penasaran lagi sekarang tentang jarak dari Soreang dan Ciparay, hheh
salah dua yang tak terlupakan adalah terjun bebas dari dalam angkot ke jalan aspal. ini sungguh menggemparkan dan menjadi sejarah dalam hidupku. memang usia ditangan Alloh, kejadian kemarin seungguh mengingatkan dengan kematian. ditambah lagi, barusan lihat timeline di fb ada berita duka ttg meninggalnya adik kelas di Fikom karena tertabrak oleh motor, dan tanggal kejadian itu sama persis dengan tragedi diriku terjun.
orang yang beruntung itu, orang yang selalu mengingat mati. namun sering lupa kita mengingatnya :(
ditambah lagi kemarin selama sepekan di rumah, mendapatkan kabar yang meninggal dunia dari kampung tetangga. ada yang meninggal di sawah (ditemukan oleh cucunya yang mencari2 dari pagi), ada yang sakit dan ada yang meninggal ketika mau berangkat kerja....
betapa nikmatnya jika kita dapat meninggal dengan khusnul khotimah.....
adik manis ini sudah besar. melihat dari pergaulan teman-temannya, mungkin hanya dia yang tidak bisa update sana-sini.
tapi semoga itu bukan menjadi penghalangnya mencapai cita-cita.
semoga terus menjadi anak sholehah ya dek, :)
âkenapa sih kamu dipanggil Oos? nama bagus-bagus Rosi, kenapa gak Ochi gituh? kan lebih cute....â
kurang lebih begitulah pertanyaan saat berkenalan dengan teman di lingkungan baru. dan seperti biasa aku jawab dengan:
tersenyum sajah,Â
hhehehe sebenarnya entah dari mana asal-usul dan sejarah pemanggilan dari Rosi menjadi Oos, tapi yang pasti intinya supaya lebih singkat we mungkin saat manggil, hheh
tapi usut punya usut katanya diriku pernah mengalami masa cadel yang lumayan lama, dan my mom sempat khawatir jika diriku tak dapat menyebutkan huruf R dengan sempurna. Jadi untuk mempermudah diriku menyebut nama sendiri dengan betul adalah dengan menyebutkan Oos. meskipun sekarang alhamdulillah diriku sudah dapat menyebutkan huruf R dengan benar, nama oos masih melekat padaku. Tapi dirasa-rasa menarik jg penyebutan nama oos, karena jarang yang memakainya. eh enggak deng, banyak yang memakainya, di kampungku saja ada yang dipanggil oos, malahan kata temen mah, ada tetangganya dipanggilnya oos, tapi bapak-bapak.Â
ya sudahlah, ini mah nulis ketika senggang saja,hheheh mungkin segitu dulu konferensi-persnya, :D