Tuh kan, bener. Ngga ada orang yang bener-bener bisa dipercaya.
Dikira gampang kali jadi seorang yang bisa dipercaya.
"Posisi kamu digampangin, Ta. Self talk kamu keseringan denial."
Game of Thrones Daily
AnasAbdin

Kaledo Art

Kiana Khansmith
Claire Keane
occasionally subtle
todays bird
taylor price

Andulka
dirt enthusiast

tannertan36

#extradirty
Sweet Seals For You, Always
sheepfilms
No title available
Today's Document
🪼
TVSTRANGERTHINGS

shark vs the universe
Xuebing Du

seen from Austria

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Morocco

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from United Kingdom
@rsinta
Tuh kan, bener. Ngga ada orang yang bener-bener bisa dipercaya.
Dikira gampang kali jadi seorang yang bisa dipercaya.
"Posisi kamu digampangin, Ta. Self talk kamu keseringan denial."
Ayo realistis!
"ingin berteman karena sudah benar-benar netral, atau karena belum siap melepas?”
Aku tidak tau alasan ia sering kali meng-capture langit sore itu karena ia benar-benar menyukai langit sore atau karena ia tau ada seseorang yang menyukai langit sore
..
Padahal jelas di sini aku lebih menyukai langit pagi
Sabar ya, Ta...
:)
Seseorang mungkin sedang merasa kecewa atas aku hari ini Ya, aku tak bisa mencegahnya Entah mengapa aku merasakan perubahan sikapnya walau ia tak mengatakan apapun kepadaku “Hey, ayo bersepakat dengan waktu. Aku butuh berbicara denganmu”.
"Ta, nulis, dong. Aku juga ingin baca tulisan Sinta". Tentu saja aku melakukannya Aku sering kali menulis tentangmu Aku hanya tak pernah memberitahumu Lalu, di mana kita sekarang? Mengapa kita sampai seperti ini? Ada apa? Mengapa aku terluka saat merindukanmu? Bahkan memikirkanmu saja terasa menyesakkan Kembali pada tempat itu Di sini, bertemu kamu sekali lagi Di sini, di depanmu sekali lagi Dan segalanya beku Aku mengkhawatirkan waktu Mungkin aku tak akan lagi menulis tentangmu Tak akan lagi aku melihatmu Tak akan lagi aku merasakanmu seperti ini Ya, pertemuan dan perpisahan ternyata sedekat ini
Selamat hari lahir, Ibuku Alhamdulillah, Barakallah Ya Allah, andai bisa cium tangan Ibu sekarang Andai bisa peluk Ibu sekarang😢 Sehat-sehat ya, Bu.. Sinta sayang Ibu, selalu
Kita sudah selesai Jangan lagi ada Jangan lagi datang padaku Ini sudah berakhir Jangan keras kepala Tolong biarkan aku pergi darimu
Semuanya telah berlalu Setelah ini, kita akan tetap baik-baik saja kan? Semoga kita tak akan kehilangan alasan untuk tersenyum Temuilah ia yang lebih baik dariku Lalu, bahagialah
Setelah ini kabar apa lagi yang akan aku dengar tentang kamu?
Kau tahu (?) Aku bahkan tak pernah lagi mencari tahu tentangmu, tapi aku selalu dengar kabarmu
Haha ini bukan hal yang aku harapkan
Ngga ada yang mudah melewati perpisahan, sekalipun perpisahan yang (katanya) berpisah dengan baik-baik.
Apakah kau masih mengingatku saat kau melihat langit malam penuh bintang? Apakah kau masih punya rasa ingin menghubungiku saat itu? Semoga masih. Dengan begitu, aku sudah merasa cukup.
Aku bukan sintamu yang dulu Aku bukan lagi sinta yang berlari menghampirimu saat kita bertemu Aku bukan lagi sinta yang terus terang mengatakan bahwa aku rindu saat kita saling tatap Kini, aku sinta yang berbeda Sinta yang akan diam ditempatnya saat bertemu denganmu Sinta yang akan tersenyum kecil saat kita tak sengaja berpandangan Sinta yang akan bicara seperlunya jika kamu mengajak berbincang Sinta yang akan membuatmu sadar bahwa kita memang harus kembali ke hidup kita masing-masing Tak ada lagi kata rindu, tak ada lagi perasaan yang perlu diungkapkan Aku bukan lagi sintamu yang dulu Kita bukan kita yang seperti dulu
Harusnya dari awal aku sadar kalau kita tak boleh sampai sedekat ini Saling berbagi harapan tetapi pada akhirnya saling menyakiti Saling meminta maaf dan memaafkan berulangkali Hingga kemudian tak ada arti
Sekarang aku tau, aku harus melepasmu --seseorang yang pernah ada dipihakku
Aku bukan menjadi diriku yang aku inginkan saat bersamanya.
Aku seperti tidak jujur, seperti memaksakan perasaanku sendiri dan juga keadaan.
Dan karenanya, aku menjadi tidak tenang.
Aku sudah mencoba memahami ini, tetapi tetap saja aku tak merasakan kehangatan.
Cukup.
Aku ingin menjadi diriku yang lebih baik, dan juga..
.....aku tidak mau kehilangan diriku.
Aku di sini
Iya, aku sudah di sini
Tenanglah, aku melihatmu
Aku bersamamu sekarang
Ku mohon usah kau pedulikan air mataku ini, aku di sini akan temanimu hingga akhir
Aku, di sini.
Dulu, aku pernah berharap suatu saat nanti aku akan membaca tulisanmu yang tertuju padaku Hari ini, tepat di hari lahirku aku bertemu tulisanmu yang tertuju padaku tulisan tentang kamu yang melepasku Hai, "Orang Baik", Iyaa, pesanmu tersampaikan Terima kasih 😢😇