
pixel skylines
Monterey Bay Aquarium
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
NASA
No title available
🪼

No title available

Kaledo Art
trying on a metaphor

Love Begins

No title available
tumblr dot com

JBB: An Artblog!

oozey mess

JVL
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

No title available
Claire Keane
No title available
Alisa U Zemlji Chuda

seen from France
seen from United States
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from France
seen from United States
seen from Albania

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@saahita
Just be grateful of what u have!
Asal tetap berada di dekatMu. Asal tetap tumbuh cinta padaMu. Terserah Engkau, Di mana Kau ingin hatiku terjatuh. Di mana Kau ingin hatiku berteduh. Di mana Kau ingin hatiku merapuh. Ke mana Kau ingin hatiku mengayuh. Ke mana Kau ingin hatiku berlabuh.
(via buncuwh)
💕💕💕💕
"Silahkan berlalu sampai habis waktu berlayar
Singgah di setiap tempat yang kau senangi
Berderu dengan kerasnya ombak di samudera
Sembari menikmati sejuknya angin yang berhembus
Aku senang di pulau ini
Dengan pasir putih yang lembut
Dengan senyuman di setiap sudutnya
Sesekali kutiup dendelion, berharap ia terbang ke arahmu
Tapi aku disini
Dengan penuh keyakinan
Jika habis waktumu berlayar
Kau kan belabuh di dermaga awalmu"
Terimakasih karena telah memberikan jiwa dalam setiap syair yang kubuat
Apa yang ada di benakmu ketika kusebut “warna hitam”? Malam? Gelap? Duka? Kotor? Aku? Mengapa semua terasa mencekam? Pernahkah kau melihat hitam lebih dalam lagi? Ketika hitam yang kau lihat bukan sekedar malam, tapi taburan bintang yang berkelip Ketika hitam yang kau bayangkan bukan sekedar gelap, tapi letusan kembang api yang beradu Ketika hitam yang tertanam di benakmu bukan sekedar aku, tapi jutaan senyuman yang kusimpul di wajahmu
Kemarin, aku menunggu di dermaga Menatap lebih dalam ke arah air laut yang biru kehijauan Bersama banjaran ratusan ikan kecil Riang sepertinya
1 jam sudah aku menunggu dengan ditemani tarian ikan kecil Tapi rasanya sudah sewindu Jangan mendekat! Aku bisa meledak sekarang Bahkan semut hitam pun jadi sasaran
Kemana sebagian ikan kecil riang yang sedari tadi menemaniku? Oh ternyata jadi santapan ikan besar Indah ya? Bahagia hingga habisnya waktu
Aku? Mengapa aku hanya membenci? Bagaimana jika habis waktuku? Aku akan selalu berbahagia selagi menunggu waktuku tiba
Aku duduk di taman dengan detik lampu yang berirama Tertunduk dengan hati berkelana Dengan rasa rindu yang tak berkesudahan Ini kisah tentang dua orang Berusaha membuka gerbang Namun ilalang menjulang Mereka tidak murka Tidak pula mencaci Berharap suatu saat Ilalang dapat dituai
Kau padaku menjelma Mati untuk menghidupkanku Sementara untuk mengetahui dirimu lebih dalam, aku enggan Tapi kau padaku menjelma
Aku tumpah di nafasmu Lebur di darahmu Kau? Hanya melekat di permukaan
Itu semua katamu! Nyatanya? Aku lebih darimu!
Di luar hujan. Malam yang gelap semakin gelap terhalang awan hitam Aku iri pada lampu di jalan itu. Terang bukan untuk dirinya. Gagah walau hujan bersimbah, dan sesekali kilat menyapa. Aku bisa melihat binarnya dari sini. Dari beberapa ruang yang menjauhkan. Di luar ada sepasang kekasih. Basah kuyup karna ini bulan Juni. Bernaung di bawah pohon Apabila mereka dapat berbicara bahasa benda, mungkin mereka sudah berterima kasih pada lampu jalan. "Terimakasih karna sudah mengizinkan kami bertatap mata dan menghabiskan malam ini berdua"
Cinta tidak sederhana, namun indah dalam kerumitannya.
Haruskah kita kembalikan waktu seperti semula? Kembali ke masa itu. Hanya untuk menikmati indahnya cinta. Bukankah lebih baik kita menciptakan waktu yang indah bersama? Cinta tidak indah untuk sekedar dikenang, tetapi indah untuk dilalui.
Ketika jiwamu dihampiri cinta. Terimalah cinta itu dengan bijaksana. Terima dengan hati yang jernih. Karena cinta itu mengobati kesendirian. Mengobati kekosongan. Meski terkadang cinta juga yang melukai.