Tausyiah singkat seorang teman dari grup whatsapp. #jumat #friday #quotes full of blessing.
KIROKAZE

No title available

shark vs the universe
macklin celebrini has autism
YOU ARE THE REASON
h
wallacepolsom

bliss lane
No title available

roma★
tumblr dot com

JVL

Love Begins

titsay
The Stonewall Inn
hello vonnie
$LAYYYTER
ojovivo
cherry valley forever
EXPECTATIONS
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Bangladesh
seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Vietnam
seen from United States

seen from Russia

seen from Switzerland
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Vietnam
@sabtigres
Tausyiah singkat seorang teman dari grup whatsapp. #jumat #friday #quotes full of blessing.
It's time to take a nap. dont forget to pray before you sleep, and beg Allah to wake you up before ashr. #kitten #nap #sleep #cat #sleepy
Ayo ikut Pasar Rakyat Tani.... Disini kamu bisa langsung beli produk pertanian baik segar maupun olahan langsung dari produsennya atau nama kerennya Petani. Apa saja yang tersedia di Pasar Rakyat Tani? 1. Sayur dan buah 2. Pangan (beras, mocaf) 3. Tanaman (hias, aneka bibit, benih, bunga, 4. Daging, seafood, telur, susu (segar dan/atau olahan) 5. Rempah (jahe dst) 6. Makanan siap saji 7. Produk Kreatif Mahasiswa Kamu gabakal bosan selama belanja karena pengunjung ditemani dengan Hiburan.
Bakti Seorang Anak Kepada Ibunya yang Memiliki Keterbelakangan Mental
Oleh : Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy Salah seorang dokter bercerita tentang kisah sangat menyentuh yang pernah dialaminya… Hingga aku tidak dapat menahan diri saat mendengarnya… Aku pun menangis karena tersentuh kisah tersebut… Dokter itu memulai ceritanya dengan mengatakan :“Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usiake ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit. Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun. Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya… Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang ku ajukan. Pemuda itu menjawab :“Dia ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir” Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya?”Ia menjawab : “Aku” Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya?” Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Aku masukkanpakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya” Aku bertanya : “Mengapa engkau tidak mencarikan untuknya pembantu?” Ia menjawab : “Karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tidak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan ibuku” Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar.. Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?” Ia menjawab : “Alhamdulillah,aku sudah beristri dan punya beberapa anak” Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?” Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya,dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibuku. Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya. Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya” Aku Tanya : “Memangnya ibumu juga terkena penyakit Gula?” Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya” Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku… Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih. Aku bertanya lagi : “Siapa yang memotong kuku-kukunya?” Ia menjawab : “Aku. Dokter, ibuku tidak dapat melakukan apa-apa” Tiba-tiba sang ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?” Ia menjawab : “Tenanglah ibu, sekarang kita akan pergi ke kedai” Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!” Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihatanak-anakku gembira…” Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya… dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?” Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka” Aku bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah?” Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawatku dan ibuku. Nenek telah meninggal – semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun” Aku bertanya : “Apakah ibumu merawatmu saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda?” Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu tidak mengerti apa-apa…kasihandia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun” Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya… Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Marikita ke kedai..” Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!” Aku heran mendengar ucapan ibu tersebut… Maka aku bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah?” Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!” Aku pun bertanya pada putranya : “ Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?” Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini” Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda…lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah?” Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”. Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktekku. Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat… Padahal sebenarnya aku tidak tahan lagi menahan tangis haru… Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku… Aku berkata dalam diriku : “Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tidak pernah menjadi ibu sepenuhnya… Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu… Ibunya tidak pernah merawatnya… Tidak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang… Tidak pernah menyuapinya ketika masih kecil… Tidak pernah begadang malam… Tidak pernah mengajarinya… Tidak pernah sedih karenanya… Tidak pernah menangis untuknya… Tidak pernah tertawa melihat kelucuannya… Tidak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya… Tidak pernah….dan tidak pernah…! Walaupun demikian… pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu”. Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat….seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental???. NB: cerita ini mengingatkanku atas ibuku sendiri.
Selfue time with cats #cat #selfie #PhotoGrid
Apakah dia the chosen one?
Beberapa hari yang lalu saya buka Line. Sudah jadi hal biasa jika ada teman baru yang automatis ke add by phone number. Namun ada yang berbeda kali ini. Tetiba saya tertegun pada satu akun. Apakah ini 'dia'? Sebut saja namanya Rian. Harapan itu muncul. Rasa yang dulu pernah membuncah, kini hadir kembali. Adrenalin meningkat, hingga jantung ini berdebar debar sama seperti waktu dulu saat saya menyadari kalau saya tertarik padanya. Itu dulu. Sudah 3 tahun kami tidak berinteraksi sejak reuni itu. Kuberanikan diri telunjuk ini untuk menyentuh layar tepat di foto akun line nya. Loading. And. Mashaa Allah. Benar dia. Ini akun Linenya. Tidak salah lagi saat kuperhatikan betul foto dirinya yg sedang berdiri dengan senyum khas di wajahnya. Astaghfirullah. Apa yang sedang kupikirkan? Ini salah. Tidak boleh berharap pada hal yang tidak pasti. Bagaimana tidak. Tiba-tiba teringat soal mini drama ada apa dengan cinta. Sungguh. Otakku Langsung berandai-andai. Segala prasangka muncul. Dia masih menyimpan nomorku. Apakah ini jodoh? Ah. Terlalu pendek pikiranku ini. Kemudian saya usap layar tablet ini untuk kulihat timelinenya. Saya ingin tahu aktivitas terkininya, status Linenya, foto-fotonya, comment-commentnya. Asal tahu saja, jika wanita ingin tahu informasi, dia akan melakukannya lebih baik dibanding agen intel CIA sekalipun. Hahaha. Lebay. Lupakan yang ini. Back to story. Rasa bahagia muncul. Dia yang hampir kulupakan karena aktivitasku kini dipertemukan kembali. Saya berharap agar dia melihat timeline ku. Bahwa saya baik-baik saja, saya sedang menjemput mimpi-mimpi saya, saya yang aktif dengan kegiatan saya, saya ingin bertemu dengannya. Ah. Tiba-tiba jadi melankolis. Teringat akan baiknya dia, sholehnya dia, dan sepertinya dia akan menjadi suami dan ayah yang baik untukku kelak. Hah. Ngawur. Wong kita berjauhan kok. Sempat beberapa waktu kemudian saat saya memainkan game favoritku yaitu Pokopang, saya mengirimkan invitation padanya. Berharap dia menerima pesanku via chat dari pokopang. Sebagai tanda padanya, bahwa saya juga aktif Linenya. Namun, tidak ada respon apapun. Yaiyalah. Mungkin saja dia berpikir kalau aku mengirimkan invitation secara random. Huft. Sabar. Tetap berpikir positif. Sampai saat ini, saya tidak melihat dia memposting sesuatu. Ya. Setidaknya aku selalu mem post sesuatu. Minimal dia membaca postinganku dari timelinenya. I hope so. Lagi-lagi saya mengingatkan diri bahwa banyak laki-laki di sekitar saya yang juga tak kalah baik darinya. Saya tidak boleh berharap banyak dan berprasangka lebih jauh. Namun menjadi pasti buatku, saat saya membuka Line, saya teringat tentang dia. Buatku Line mengingatkanku tentang dia. Berharap ada kelanjutan kisah ini seperti di mini drama ada apa dengan cinta. Tentu saja dalam bilik yang halal. Pastinya. In syaa Allah. Allahumma amin. #setengah real setengah fiksi
Ya Allah saat aku ketakutan, lemah, sendirian.. kuatkan imanku untuk mempercayaiMu bahwa Kau selalu ada di dekatku. Lebih dekat dari urat nadiku sekalipun :’(
(via vidianimu)
Pasar Rakyat Tani 2015. Bagi temen2 yg punya usaha, bisa isi stand di acara kami tgl 15 Maret 2015 di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor. Hub 089606706863 (sabrina)
zooom zoom zooom, kayak sinetron aje
Bahagia itu sederhana. Lihatlah betapa lucunya tingkah kucing. Ini mengingatkan kita bahwa hal kecil pun bisa membuat kita bahagia.
my self
Panthera tigris altaica known as Amur Tiger or Siberian Tiger. #wildlife #endangered
Pasar Rakyat Tani 2015 #PhotoGrid
Panthera tigris altaica known as Amur Tiger or Siberian Tiger. #wildlife #endangered
AgriSocio didukung oleh Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian IPB mempersembahkan "Pasar Rakyat Tani 2015" Anda akan diajak merasakan pasar tradisional bersih dan rapi menyajikan berbagai produk pertanian, fresh products maupun produk olahan. Terdiri dari 2 rangkaian acara : 1. Business Match Making (Pertemuan antara Supplier dan Buyer & Investor) 2. YASE (Youth Agricultural Social Enterprise) 2015 : Lomba kewirausahaan sosial di bidang pertanian dgn tema "Bisnis Pertanian Berkelanjutan". Check this out : http://www.agrisocio.com/?p=741 Contact Person : Supplier ➡️ +62 857 49433196 (Erison) Buyer/Investor ➡️ +62 896 06706863 (Sabrina) YASE ➡️ 0896 31261230 (Tami) All details ➡️ 087870123189 (Deanty)
AgriSocio bersama Ikatan Alumni Fakultas Pertanian IPB proudly present. The Biggest Agricultural Event of The Year. PASAR RAKYAT TANI 2015 Pastikan kamu menjadi bagian dari acara ini. Buat kamu pemuda, yuk ikut Youth Agricultural Social Entrepreneur. Info lebih lengkap ada di poster. Let's make a better Agriculture! #Agrisocio #PRT2015 #SalamTani #IPB
かわいい♥
Day by day
Jurnal, skripsi, jurnal, skripsi Januari menuju februari yang menegangkan. Read write read write read write Allah please give me strength to finish this.