Ada sebuah kelembutan yang luar biasa saat Tuhan memilih untuk meredupkan matahari bagimu. Seolah-olah Dia ingin berkata: "Istirahatlah sejenak dari teriknya ambisi dunia, Aku beri engkau payung dari awan-Ku agar puasamu tak terasa berat." Dua tahun berturut-turut engkau dihadiahi rintik hujan di bulan suci. Dalam kacamata seorang hamba, hujan bukanlah penghalang aktivitas, melainkan suara langit yang sedang turun ke bumi. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa saat hujan turun adalah salah satu waktu di mana tirai-tirai pengabulan doa dibuka lebar.
Saat pintu-pintu langit saling terbuka dan beririsan, janganlah engkau hanya berdiri mengetuknya. Masuklah dengan seluruh kerendahan hatimu, sebab Sang Pemilik Rumah sedang menantimu untuk meminta apa saja yang kau inginkan. Di titik ini, doa bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang sedang mencari jalan untuk mewujud.
@clichemistry












