Nasehat lama, kembali digaungkan oleh seorang kakak yang sudah lama tak berjumpa. mbak Daf, saya memanggilnya. Seorang yang punya prinsip dalam hidup, hingga tak ada seorang pun yang mengusiknya.
Do'a yang selalu beliau rapal dan tak mau mengubahnya; Ya Allah, tempatkan hamba bersama dengan orang-orang yang Engkau cintai. Maka tak heran dek, jika aku selalu berpindah tempat, ucapnya.
Dalam masa berkelana kesekian kali, setiap tempat singgah memiliki pelajaran berharga. Masing-masing tempat ada pelajaran baru yang ku dapat, imbuhnya.
Tahun ajaran baru masih disini mbak? Tanyaku menyela obrolannya. Enggak dek, mau cari lembaga yang deket dari rumah aja, sambil nemenin umi, paparnya. Okkee baiklah, semoga Allah mudahkan segala urusan mbak Daf ya,,
Saya salut sekali dengan beliau; sederhana namun memiliki prinsip, lugu namun cerdas, biasa namun pejuang tangguh.
Satu prinsip yang sedari dulu beliau pegang; siapapun kita, apapun profesi kita, dimanapun kaki kita berpijak, jangan sampai kita abai akan kontribusi kita pada umat. Kita ini milik umat, dan apapun yang kita bisa lakukan niatkan semua untuk umat.
Nilai-nilai ruhiyah harus senantiasa kita pupuk. Sebab, kita bukan sekedar transfer ilmu kepada anak-anak didik kita. Melainkan ruh, nilai-nilai akhlak, karena
الأرواح جنود مجندة ما تعرف منها ائتلف وما تناكر منها اختلف
Penghancuran hati, penanaman akhlak dan pengamalannya, butuh sekali ketika memberi ilmu kepada anak-anak didik.
Jazakumullah khoiron mbak Daf, semoga bisa bersua kembali, saling bertukar pengalaman dan nasehat. Semoga ukhuwah kita terus berlanjut hingga jannahNya kelak. Aamiin aamiin