Yogyakarta, 2016
I'd rather be in outer space 🛸
h
trying on a metaphor
$LAYYYTER
occasionally subtle

if i look back, i am lost
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

titsay
wallacepolsom
Stranger Things

roma★
art blog(derogatory)
Cosmic Funnies
KIROKAZE
cherry valley forever

blake kathryn
DEAR READER
ojovivo

❣ Chile in a Photography ❣

oozey mess

seen from United States

seen from Singapore
seen from United Arab Emirates

seen from Canada

seen from Colombia

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Arab Emirates

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
@sakinahalatas
Yogyakarta, 2016
Yogyakarta, 2016
Red Light Distructed Bkk, 2016
di Batavia, Dutch East Indies
Yha at dat tym #ootdhijab #ootdbenggong
March 2016 #ootdkaka #ootdhijabenga #alaydimitri #instagood #instabagus #instabenggong #vintage (di ভালোবাসার ক্যানভাস.)
Finally done zzzzzzzzzz #Art #Art #Art
Mencari Kafa’ah (Kesepadanan)
Sakinah Alatas
“Mencari Kafa’ah (Kesepadanan)”
Publikasi Poster Sosial Media, Video Kanal Tunggal, Cetak Saring di atas Karpet dan Bendera, Instalasi Buku Pernikahan.
Dimensi Variabel. 2016
Peraturan pernikahan sistem endogami pada golongan alawiyyin menekankan bahwa syarifah (sebutan untuk perempuan alawiyyin) hanya boleh menikah dengan habib (sebutan untuk laki-laki alawiyyin), karena pandangan akan kemuliaan nasabnya. Sebagai seorang perempuan Alawiyyin, kegelisahan saya akan budaya turun-temurun ini kemudian mempertemukan saya dengan hadits tentang "kesepadanan" yang menjadi salah satu rujukan salam praktik budaya pernikahan ini.
Pertanyaan lebih lanjut kemudian adalah bagaimana seharusnya kesepadanan ini dipahami? Apakah nasab (garis keturunan) adalah menjadi satu-satunya unsur utama dan harus mengabaikan unsur-unsur kesepadanan yang lain? Melalui projek ini saya berkesperimen mencari sebuah 'kesepadanan' dengan mengiklankan diri saya yang sedang mencari sesosok habib sebagai jodoh di media sosial. Karya karya disini adalah respon sebelum dan sesudan karya ini diunggah.
anila quayyum agha casts a delicate web of shadows with a single light bulb laser-cut wood, single light bulb, 6.5′ square cube / cast shadows – 32′x34′ image courtesy of sarah’s throne
see how the recent artprize 2014 winner exercises the architecture of the gallery with shadow and light here.
SAKINAH ALATAS
At Warung Kaleng Cisarua - Indonesia - June 15, 2015
front of sky
Pulau cemeti taman sari - DIY Yogyakarta - Indonesia - June 06 2015
Sakinah Alatas Title: HONEST / HYPOCRITES? Media: Batik & pigment ink Year: 2015
Tidak dapat dihindari kemunafikan pasti ada disetiap diri kita. Kejujuran dan munafik adalah dua hal yang tidak jauh berbeda, dalam hal ini saya tertarik untuk membahas tentang diri saya mengenai kejujuran yang malah terlihat munafik. Dan dapat dilihat dari karya saya yang berupa busana burqah atau hijab yang terdapat ilustrasi tubuh saya beserta tulisan arab yang bercerita tentang curhatan hati saya mengenai “mengapa saya melepas hijab” dengan tulisan tersebut menggunakan tekhnik batik.
Busana hijab yang berasal muasal dari budaya arab dan batik dari budaya Indonesia ini sangat berkaitan dengan latar belakang saya, yaitu seorang wanita berketurunan arab yang lahir di Indonesia.
Unavoidable hypocrisy there must be in each of us. Honesty and hypocrisy are the two things are not much different, in this case I am keen to discuss about myself regarding the honesty that actually looks hypocritical. And can be seen from my work in the form of clothing burqah or hijab is an illustration of my body along with Arabic writing that tells of my heart curhatan about "why I take off hijab" with the text using the technique of batik.
Clothing hijab which comes origins of Arab culture and the culture of batik of Indonesia is very related to my background, the arab-blooded woman who was born in Indonesia.
Tracey Emin
Tracey Emin, ‘My Bed’, 1998, Mattress, linens, pillows, rope, various memorabilia - condoms, a pair of knickers with menstrual period stains, other detritus and functional, everyday objects, including a pair of slippers.
The artist shows us her own bed, in all its embarrassing glory.