Teruntuk kamu yang lebih indah dari langit biru, lebih redup dari senja, lebih berisik dari jalanan tua ini.

seen from Russia

seen from United States

seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Italy

seen from Sweden

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Germany
seen from Macao SAR China

seen from Australia
seen from United States
Teruntuk kamu yang lebih indah dari langit biru, lebih redup dari senja, lebih berisik dari jalanan tua ini.
DIRIMU DAN SENJA
Roda yang terus berputar tanpa henti, memacu motor dengan kecepatan standard 40-60 Km/Jam menyusuri jalanan lurus yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Pantai Depok, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Disitulah tempat favoritku menikmati salah satu keindahan yang, entahlah… sulit sekali untuk dideskripsikan bagaimana ciptaanNya sungguh sempurna.
Menyaksikan matahari tenggelam di ufuk barat cakrawala, dimana sang surya tenggelam di garis tepat dimana batas mata memandang, cahayanya yang hilang perlahan dan meninggalkan sebuah lukisan yang berbeda disetiap harinya. Entahlah mengapa aku begitu menyukainya, bahkan terkadang bisa dikatakan itu menjadi hobi, “melihat sunset dan langit senja”
Banyak puisi juga yang mengartikan apa itu arti senja, mungkin mereka merepresentasikan suatu hal yang indah terhadap senja, dan itu benar sekali senja memang indah.
Banyak juga yang bertanya “Ngapain lihat matahari terbenam? Galau bos? Tempatnya jauh lagi….”
Memang iya banyak orang yang terlalu menyibukkan dirinya dengan hal-hal munafik dan jarang merelaksasikan dirinya dengan hal-hal simpel seperti ini.
“Memang senja itu semenarik apa sih?”
Senja adalah lukisan yang Maha kuasa, jika mendengar pertanyaan seperti itu aku akan menjawab “Senja adalah dimana matahari terbenam di sisi barat, dan jika saja kamu tahu senja adalah suatu kenikmatan yang diberikan oleh Sang Pencipta terhadap diri kita melalui perantara panca indra, penglihatan. Aku menyukai senja dan aku bahkan akan rela meluangkan waktu demi senja karena aku ingin bersyukur bahwa aku masih bisa diberi kenikmatan untuk melihat keindahan lukisanNya. Dan lagi lukisan itu akan berganti setiap harinya, dan tidak ada yang sama antara satu senja dengan senja lainnya.”
Senja tidak dapat dikejar dengan nafsu atau waktu yang terburu-buru. Ikhlas, sabar, dan tau bagaimana aku harus menjaga ego ku dalam mengejar senja. Jika tidak memperhitungkan waktu, cuaca, bahkan arah angin mungkin waktu akan terbuang sia-sia karena mendung mungkin? Telat? Atau malah sudah gelap?
Sama halnya dengan dirimu. Ciptaan Tuhan Yang Maha memiliki keindahan atas segalanya dan Maha Berkehendak. Dengan ikhlas, sabar dan menjaga ego serta tempo yang terus menerus dijaga perlahan-lahan ataupun cepat dengan timing yang pas, maka keindahanmu yang tidak pernah membuatku bosan sedikitpun akan kudapatkan, dan sebaliknya usaha yang kulakukan untuk menjaga keindahanmu pun tetap terus berjalan. Dan yang terakhir mensyukuri atas nikmatNya yang gak ada matinya bisa kudapatkan dari dirimu dan senja.
-MAHAYANA-
Next..
Kami tiba di stadium lempuyangan pukul 23.54, sebagian besar orang memiliki tujuan dan meninggalkan st tersebut dengan segera, mungkin mereka lelah. Kami tidak ada tujuan akan bermalam dimana, dan akhirnya kami menitipkan diri ini di mushala stasiun lempuyangan.
Tertulis "tidak boleh tidur di area mushala”, kami bersikeras izin merebahkan badan karena lelah. Sambil menunggu waktu pagi, disitu.. beberapa waktu pertama masih tahan untuk mengikuti aturan itu, beberapa lama kami sdh tidak kuat, dan tertidur. Aku tidur dengan terjaga untuk memastikan tidak kami saja, ternyta ada beberapa orang yg memilih nasib sepertiku yaitu berdiam diri di mushala sambil menunggu waktu pagi. Aku tertidur dengan keadaan was was, beberapa kali terbangun dan kaget, ada sesuatu bernda yg menghantam kakiku, kukira itu adalah petugas yg sudah siap mengusirku, tetapi itu adalah bantal leher milik seorang anak dari penumpang lain yg akan tidur di sana, sama sepertiku..
ⒼⒺⓇⒶⒷⒶⒽ ⓀⒶⓈⓄⓃⒼⒶⓃ Tak pernah habis cerita tentang Yogyakarta. Salah satu tempat yang dengan gembira saya kunjungi adalah "desa gerabah", Kasongan. Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia. Desa Kasongan telah menjadi desa gerabah sejak masa penjajahan Menuju kasongan dari Kota Yogyakarta di butuhkan waktu kira-kira 20 menit saja, jalur terdekat bisa lewat dari perempatan Ring Road Selatan menuju Jalan Bantul (Perempatan Dongkelan) kemudian berkendara sekitar 10 menit, akan ada papan penunjuk arah ke lokasi wisata Kasongan, tinggal ikuti saja petunjuk tersebut. @uploadkompakan #uploadkompakan #ukkbb_gerabah #visityogyakarta #yogyabanget #yogyatrip #budaljogja #kasongan #gerabahkasongan #budaljogja #jogjaistimewa #tekogerabah #tanahliat #kerajinangerabah #travelblogger #instadonesia #travellover #viverastories #viverasiregar #budayaindonesia #culture #indonesiancraft https://www.instagram.com/p/CBHScSqHuVs/?igshid=56g24lzshu3t
Hatimu adalah lautan paling dalam, aku tak berhasil menyelam, aku akhirnya tenggelam.
Merapi Tour with MKT Team ♥️
Yogyakarta, Indonesia.
Masih dipake aja pesawat kayak gini, harusnya dapat diskon/harganya pebih murah kalo dapat "flat screen" macem ni #yogyatrip #garudarasalionair (at Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta)