Jika kau ingin menyerah atas sesuatu,maka ingatlah kenapa kau begitu lama mempertahankannya
#hanifahputri-chairmateeldhoracho (via bacaaja)
we're not kids anymore.
Three Goblin Art

Origami Around
Xuebing Du

pixel skylines
Today's Document
Sweet Seals For You, Always
Game of Thrones Daily
No title available
DEAR READER
I'd rather be in outer space 🛸

❣ Chile in a Photography ❣
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
taylor price

Janaina Medeiros
tumblr dot com
Monterey Bay Aquarium
art blog(derogatory)
will byers stan first human second

JBB: An Artblog!

seen from Croatia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Ecuador
seen from United States

seen from TĂĽrkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@sampahidup
Jika kau ingin menyerah atas sesuatu,maka ingatlah kenapa kau begitu lama mempertahankannya
#hanifahputri-chairmateeldhoracho (via bacaaja)
Pentingnya mensyukuri apa yang kita punya, karena kemewahan di dunia ini tidak akan ada habisnya…
Mengejar dunia takkan ada habisnya. :’)
Dunia ibarat air yang ketika bijak penggunaannya, menjadi sumber kebermanfaatan. Tetapi jika tidak bijak dan berlebihan, hanya akan menjadi sumber malapetaka dan bencana.
Jikalau kau tanya akan keadilan Tuhan.
Apa yang direncanakan Tuhan, itu yang terbaik untuk kita
Tugas kita hanya tak berhenti percaya- (via gincumerah)
Semoga kelak ladang kesalahan ini dapat ditumbuhi benih-benih kebaikan..
(via bacaaja)
Im still learning how to learn from my mistakes
(via princess-purnama)
Apa yang direncanakan Tuhan, itu yang terbaik untuk kita
Tugas kita hanya tak berhenti percaya- (via gincumerah)
Bunuh saja aku dengan semua spekulasimu. Tak apa, paling tidak aku mati dengan semua kebenaran yang tak akan pernah kau tau.
(via gincumerah)
Hey teman lama yang telah lama tak bercengkrama!
Kapan lagi kita bertukar cerita atau sekedar bertegur sapa? Tak rindukah kau dengan kisah-kisah seputar senjaku, sebagaimana aku yang rindu akan kisah-kisah seputar hujanmu?
Tapi lebih dari sekedar itu kawan,
Aku mencari rinai diantara kehampaan siang dan keheningan malam yang menyergap sekaligus menusuk. Aku menantikan rinai yang dulu senantiasa bersenandung merdu bersama embun, melantunkan ayat-ayat rindu.
BanyakkatayangtakmampukuucapkanBanyakrinduyangtakmampukusampaikanBanyakkisahsenjamuyangkulewatkanBanyakkisahhujankuyangkusimpanBanyakembunyangdiamdiamkunantikan. SerumitinikujelaskanrindupadaembunyangmerindusenjaSesempitiniwaktukuberadupadakisahyanginginkusenandungkanbersamamutentangayatayatrinduyangsenantiasamerdu. Kepadaembunceritasenjamuakutunggu.
Terlalu banyak manusia. Terlalu sedikit kemanusiaan.
(via kuntawiaji)
Right!
Anonymously or not, ask me something you’ve always wondered.
Turut berduka cita atas matinya sebuah harapan. Turut bersuka cita atas bangkitnya sejuta kesadaran.
November's moments
Kadang apa yang dilihat dengan mata, belum tentu kejadian yang sebenarnya.
Karena untuk memahami sesuatu, penjelasan itu perlu-
(via
gincumerah
)
Bunuh saja aku dengan semua spekulasimu. Tak apa, paling tidak aku mati dengan semua kebenaran yang tak akan pernah kau tau.
(via gincumerah)
Muhammad Hatta dan Sejarah
“Belajarlah dari sejarah”. Sukarno mengatakan hal itu. Soeharto bicara yang sama. Masalahnya adalah sejarah yang mana. Sejarah, apa boleh buat, telah lama menjadi ladang perebutan ideologi dan kepentingan.
Dan siapakah kelak yang kan menuliskan peristiwa 4 November?
There is no discrimination if you’re being an Indonesian.
Seperti dalam kiasan, Maka disana cerita telah tersimpan.
Seperti dalam tulisan, Maka disana rindu kuselipkan.
Seperti surat tanpa balasan, maka itu lebih baik daripada orang memporakporandakan.
Seperti syair nyanyian, tak semua orang mampu merasakan.
Seperti kabar yang menghantui angan, Maka kata ayah, “Yang terpenting kepercayaan.”
Pelangi.
Siapa pula tak tau tentangnya. Yang tiba beriringan dengan mentari dan butir-butir hujan. Dahulu, anak-anak beramai-ramai menyerbu keindahannya.
Namun kini, aku kian mengerti, keindahannya sungguh sementara, diabadikan dalam bendera sebagai lambang hina.
Tidakkah kau kecewa? Biar saja para belia tak mengenalnya. Aku takut kelak mereka percaya.
“Tuhan Yang Kuasa, lindungi mereka yang tak berdosa agar tak celaka dalam lubang nestapa”