Dikarenakan lagi asik nengok Interview with Soleh Solihun yang ada Dzawinnya. Hah? Siapa Dzawin? Entah. Tapi karena ini vlog kedua Soleh pakai bahasa Sunda-yang tak saya pahami, yaudah pergilah ke channelnya Dzawin...
Akhirnya ngubek bebeberapa vlog dengan tema : pendakian.
Dzawin sebenarnya punya story-telling yang unggul dibanding vlog serupa. Yang utama vlog Dzawin ini mengingatkan saya pada pendaki masa saya dulu sekulah : minim persiapan, amatir parah, dan banyak nga ngertinya. Saya mau bahas satu hal dulu perihal backpacking/treking/hiking : RANSUM!
Apa yang bisa Indomaret & Alfaapril berikan pada Dzawin selain mie instan?!
Apa yang sebaiknya kamu makan saat hiking
Saat hiking kita bisa menghabiskan waktu panjang, dengan jarak mungkin belasan kilometer lebih sampai summit. Kalori yang dibutuhkan bisa mencapai 3000/hari. Saya mengambil makanan sederhana yang ekonomis, praktis, enak dan bergizi.
Karena kita akan merasakan setiap ons di punggung dan lutut selama pendakian panjang.
Kita butuh makanan yang dapat disiapkan dengan cepat. Hiking or backpacking bisa melelahkan secara fisik. Memasak dan menyiapkan makanan dapat menambah waktu dan stres yang tidak perlu (belum lagi berat!). Kita ingin menikmati pemandangan pegunungan, tidak mengutak-atik kompor dan menunggu makanan untuk dimasak. Karena itu, persiapan yang gampang dan minimal adalah prioritas utama.
- Meminimalkan makanan beku/ instan karena bergizi rendah, dan memiliki banyak natrium. Ini bikin cepat haus dan dehidrasi.
- Sebagai gantinya, saya lebih suka makanan sehat dan alami: buah & sayuran kering, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak kelapa/sayur, susu bubuk (biasanya saya pilih susu kacang-kacangan/biji-bijian), dll.
- Oleh karena itu, walaupun dibutuhkan waktu lebih awal, saya kebanyakan membuat sendiri makanan yang bisa cepat di makan saat hiking & lezat dari bahan-bahan sehat yang sama : Rendang, teri yang udah dimasak (bebas), ayam goreng, sambel goreng kering, abon/serundeng, sambel jadi.
Saya menghindari bawa terasi ke hutan, kata kawan yang biasa ke hutan Kalimantan, terasi mengundang makhluk goib LOL
- Buah Kering, misal mangga kering, kurma, kesemek kering, kismis, tidak ditambahkan pemanis. Kaya akan serat, mineral dan vitamin.
- Gula merah. Booster penambah power yang cepat yang dibutuhkan dalam aktifitas fisik intens.
- Cokelat (sesuai kebutuhan), untuk menambah lemak dan kalori.
- Energy bar (ops) biasaanya saya ganti kelapa muda/kacang tanah dibalut gula merah, geti.
- Kopi, Teh (ops). Pentimbangkan konsumsi yang bersifat diuretik.
- Pasta Bumbu : bubuk kari, pasta rendang, dll.
- Perlu membawa suplemen vitamin? Saya lebih percaya bahwa makanan yang dipilih dengan baik harusnya sudah memberikan nutrisi yang cukup.
- Makanan segar, meskipun menarik, bukanlah pilihan yang baik. Beratnya satu ton, dan tidak terpelihara dengan baik.
- Makanan kaleng. Kepadatan kalori sangat rendah. Dan haruskah nenteng kaleng kosong kembali turun? Aduh!
Dan selanjutnya, yang sangat wajib disimak : BAWA TURUN SEMUA SAMPAH YANG SAMA SEKALI TIDAK BISA DIURAIKAN DENGAN GAMPANG DI ALAM. Kemas semua kaleng, botol plastik/beling, plastik kemasan, aluminium foil, serat kain, tisyu kering dan tisyu basah, kertas, permen karet (jangan ditempel sembarangan!!!), kemas serapi mungkin lalu bawa semua turun bersama kita. Semua hal yang dibutuhkan dalam proses memasak dan konsumsi perhitungkan dengan baik residunya.
Sikap dasar wajib pendakian adalah JANGAN BODOH!