Nikolai Tolstyh

izzy's playlists!

shark vs the universe

Origami Around
Sweet Seals For You, Always
tumblr dot com
ojovivo

blake kathryn
Show & Tell

oozey mess
we're not kids anymore.

No title available
he wasn't even looking at me and he found me

tannertan36
trying on a metaphor

roma★

祝日 / Permanent Vacation
Today's Document
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

if i look back, i am lost

★

seen from United States

seen from South Africa

seen from United States
seen from Switzerland
seen from Türkiye
seen from Serbia

seen from Malaysia

seen from Hungary
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Italy
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Poland
@sarahameliya
Nikolai Tolstyh
roses
PUTRIKU…SEBELUM NASI MENJADI BUBUR…
Minggu Pagi, 6 Desember 2015
(Nasehat Seorang ulama Suria Syaikh Ali At-Tonthowi rahimahullah kepada para gadis…agar tidak tertipu oleh para lelaki tukang gombal)
Wahai putriku… aku adalah seorang yang berjalan pada umur 50 tahunan… masa muda telah meninggalkanku, meninggalkan impian-impiannya dan angan-angan kosongnya. Aku pun telah banyak merantau di negeri-negeri, aku telah bertemu dengan berbagai model manusia.
Aku memiliki banyak pengalaman tentang orang-orang… maka dengarlah -wahai putriku- sebuah nasehat yang sungguh-sungguh dariku, yang aku ungkapkan berdasarkan umurku dan pengalaman-pengalamanku, engkau tidak akan mendengarkannya dari selainku.
Sungguh aku telah banyak menulis… aku telah menyeru… menyeru kepada pembenahan akhlak dan penghilangan kerusakan dan penundukan syahwat… bahkan sampai-sampai pena-penaku telah lelah… lisan-lisan telah bosan… akan tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa.
Kami tidak berhasil menghilangkan kemungkaran, bahkan kemungkaran-kemungkaran semakin bertambah… kerusakan semakin tersebar…, para wanita semakin membuka wajah-wajah mereka, membuka aurot mereka, bahkan semakin buka-bukaan…
semakin bertambah kerusakan, semakin melebar lingkaran kerusakan…, berkembang dari satu negeri ke negeri yang lain… bahkan sampai-sampai tidak ada satu negeri Islampun –menurut persangkaanku- yang selamat dari kerusakan ini.
Bahkan negeri Syaam (Suria), yang dahulunya bertebaran jilbab yang menutup sekujur tubuh, yang memiliki sikap keras dalam menjaga kehormatan dan menutup aurot, maka sungguh telah nampak para wanita-wanita Syaam dalam kondisi membuka wajah-wajah mereka, membuka kerudung mereka, menampakan lengan-lengan dan leher-leher mereka….
Ternyata kami –para dai- tidak berhasil, bahkan aku menyangka kami tidak akan pernah berhasil. Tahukah engkau wahai putriku kenapa demikian?
Karena hingga hari ini kita belum berhasil menemukan pintu perbaikan, dan kita belum tahu jalan menuju perbaikan. Sesungguhnya pintu perbaikan berada di hadapanmu wahai putriku… kuncinya berada di tanganmu…
Jika engkau telah memiliki kuncinya dan engkau memasuki pintu perbaikan tersebut maka kondisi akan berubah…
Memang benar bahwasanya lelakilah yang menjalankan langkah awal dalam melakukan dosa… dan bukan seorang wanita yang melangkahkan langkah awal selamanya… akan tetapi kalau bukan karena keridhoanmu tentu sang lelaki tidak akan maju melangkah…
Kalau bukan karena kelembutanmu…sang lelaki tidak akan semakin bersemangat.
Engkaulah wahai putriku yang telah membukakan pintu baginya… lalu iapun membuka pintu tersebut. Engkaulah wahai putriku yang berkata, “Silahkan masuk wahai pencuri…!”. Tatkala ia mencurimu lalu engkaupun berteriak, “Tolonglah aku… wahai manusia, sungguh aku telah dicuri…”
Sungguh kalau engkau mengetahui wahai putriku bahwasanya para lelaki seluruhnya adalah serigala, dan engkau adalah seekor domba tentu engkau akan lari sejauh-jauhnya dari mereka sebagaimana larinya seekor domba dari terkaman serigala.
Jika engkau tahu mereka para lelaki semuanya para pencuri tentunya engkau akan mengambil penjagaan untuk menjagamu sebagaimana seorang yang pelit menjaga hartanya dari pencuri.
Jika serigala tidaklah menghendaki dari seekor domba kecuali dagingnya maka sesungguhnya apa yang diinginkan oleh seorang lelaki darimu (yaitu mahkota keperawananmu-pen) tentu lebih mulia di sisimu dari daging domba, dan lebih buruk pada dirimu kalau engkau hidup dalam kehilangan mahkotamu daripada engkau meninggal.
Ia menginginkan dari perkara yang paling berharga pada dirimu, yaitu harga dirimu yang dengannya engkau menjadi mulia…, dengannya engkau bisa berbangga dan bisa menjalani kehidupan.
Kehidupan seorang putri yang telah dicuri harga dirinya (mahkota keperawanannya) oleh seorang lelaki, seratus kali lebih berat dari kematian bagi seekor domba yang telah disantap dagingnya oleh seekor serigala… benar demi Allah..
Tidaklah seorang pemuda melihat seorang gadis kecuali sang pemuda dengan khayalannya akan menelanjangi sang gadis dari pakaiannya, lalu ia mengkhayalkan sang gadis tanpa busana sama sekali.
Sungguh demi Allah…, aku bersumpah kepada engkau untuk kedua kalinya…, dan jangan sekali-kali kau membenarkan perkataan sebagian pemuda yang menyatakan bahwa mereka tidaklah melihat pada seorang gadis kecuali akhlak dan adabnya… Bahwasanya mereka berbicara dengan seorang gadis sebagaimana pembicaraan seorang sahabat, dan mereka mencintainya sebagaimana kecintaan seorang sahabat. Ini adalah kedustaan… demi Allah…
Jika seandainya engkau –wahai putriku- mendengar pembicaraan para pemuda tatkala mereka sedang berkumpul sendirian maka engkau tentu akan mendengar hal-hal yang sangat ngeri dan menakutkan.
Tidaklah seorang pemuda tersenyum kepadamu…, tidaklah ia lembut kepadamu…, tidaklah ia melayanimu kecuali ini hanya sebagai pembuka untuk mencapai apa yang ia inginkan. Atau paling tidak ia mengesankan pada dirinya bahwasanya itu adalah pembukaan saja.
Lantas setelah itu apa? Apa seterusnya wahai putriku?,
Renungkanlah… kalian berdua bersama-sama akan merasakan kelezatan (zina) yang hanya sesaat, lalu iapun melupakanmu… akhirnya engkau sendirian yang akan merasakan pahitnya. Lelaki itu pergi meninggalkanmu dan mencari mangsa gadis lain yang hendak ia curi kehormatannya.
Sementara engkau menanggung beratnya janin yang ada diperutmu, kesedihan yang menyelimuti dirimu, rasa malu dan aib yang tercapkan di keningmu. Masyarakat memaafkan sang lelaki yang zolim, mereka berkata, “Ia lelaki yang tersesatkan, kemudian bertaubat”.
Sementara engkau tetap menjadi corengan hitam kerendahan, kehinaan meliputimu sepanjang hayatmu, masyarakat tidak akan memaafkanmu.
Jika engkau dahulu tatkala bertemu dengannya lantas engkau husungkan dadamu dan engkau palingkan pandanganmu darinya, engkau tunjukkan ketegasan dan sikap berpalingmu… lantas jika ia tidak juga berpaling darimu setelah sikapmu ini dan setelah engkau memakinya dengan lisanmu atau engkau tampar dia dengan tanganmu, lalu engkau lepaskan sendalmu dan kau pukulkan ke kepalanya…,
seandainya engkau melakukan ini semua tentu setiap orang yang lewat akan menolongmu untuk mengusirnya. Dan setelah itu tidak akan ada pemuda fajirpun yang akan mengganggu para gadis sholehah.
Engkau akan melihat –jika ia pemuda yang sholeh- tentu ia akan datang kepadamu dengan bertaubat dan memohon ampun darimu, dia akan meminta agar bisa menjalin hubungan denganmu dengan cara yang halal, ia akan mendatangimu untuk menikahimu.
Ketahuilah… bahwasanya seorang gadis bagaimanapun tinggi kedudukannya, bagaimanapun kayanya dia, betapapun ketenarannya… ia tidak akan menemukan cita-citanya dan kebahagiaannya yang terbesar kecuali pada pernikahan, yaitu ia menjadi seorang istri yang sholihah, menjadi seorang ibu yang dihormati dan ibu rumah tangga.
Apakah ia seorang ratu, ataukah putri raja, ataukah artis holiwood yang memiliki kesohoran dan ketenaran yang menipu banyak para wanita.
Saya mengetahui dua orang wanita pujangga yang sudah tua di Mesir dan Syaam, mereka berdua benar-benar pujangga. Mereka telah memiliki harta dan puncak keahlian bahasa, akan tetapi keduanya kehilangan suami mereka berdua, jadilah mereka berdua kehilangan akal mereka, dan jadilah mereka berdua orang gila. Tidak usah kau bertanya kepadaku tentang nama mereka berdua !!! kedua wanita ini terkenal.
Pernikahan merupakan puncak angan-angan seorang wanita, meskipun ia adalah anggota parlemen atau memiliki kekuasaan. Seorang wanita yang fasiq dan hina pengikut hawa nafsu tidak akan dinikahi oleh seorang lelakipun.
Bahkan lelaki yang hobi menggelincirkan gadis yang mulia dengan janji akan menikahinya, jika ia berhasil menggelincirkannya (berhasil menzinahinya) maka iapun akan meninggalkan gadis tersebut setelah menjatuhkannya. Jika ia ingin menikah maka iapun akan mencari wanita yang mulia, karena ia tidak ridho jika istrinya, ibu rumah tangganya, ibu anak-anaknya seorang wanita yang rendahan.
Seorang lelaki meskipun ia adalah seorang yang fasik dan suka berzina, jika ia tidak mendapatkan di pasar kelezatan seorang gadis yang rela untuk ditumpahkan mahkotanya dibawah kedua kaki sang lelaki, atau rela untuk menjadi bulan-bulanan sang lelaki, jika lelaki pezina ini tidak menemukan seorang gadis yang fasik, atau gadis yang buruk yang mau untuk dinikahinya dalam agama Iblis (yaitu zina) dan syari'at kucing-kucing jalanan…,
maka ia akan mencari wanita yang akan menjadi istrinya sesuai dengan ajaran Islam. Maka kebangkrutan pasar pernikahan yang syar'i disebabkan oleh kalian para wanita, kalau seandainya tidak ada wanita-wanita yang fasiq maka tidak akan sepi pasar pernikahan yang syar'i dan tidak akan ramai pasar perzinahan… lantas kenapa kalian tidak bertindak?? Kenapa kalian tidak bertindak??
Kalian –para wanita- lebih utama untuk bertindak, karena kalian lebih paham tentang bahwasanya wanita -yaitu kalian para wanita yang mulia hendaknya memerangi bencana ini-. Kalian pula yang lebih tahu tentang cara menjelaskan yang terbaik terhadap wanita (yang hendak dikerjain oleh para lelaki rusak-pen).
Karena tidak ada yang menjadi korban kerusakan ini kecuali kalian para wanita, yaitu para gadis yang mulia, yang beragama…., betapa banyak wanita yang shalihah di rumah-rumah yang sudah mencapai usia pernikahan akan tetapi tidak menemukan calon suami dikarenakan para lelaki telah mendapatkan para wanita yang siap menjadi pacar dan kekasih mereka sehingga para pemuda tidak membutuhkan para wanita yang sholehah…..
Ingatkanlah para wanita agar mereka takut kepada Allah…
Jika mereka tidak takut kepada Allah maka sampaikanlah kepada mereka akan bahayanya penyakit yang timbul akibat pergaulan bebas…
Jika mereka tidak kawatir dengan penyakit tersebut maka katakanlah kepada mereka, “kalian sekarang adalah wanita muda yang cantik, karenanya para pemuda mendatangi kalian dan berkumpul di sekitar kalian…, akan tetapi… apakah kecantikan dan masa muda kalian akan bertahan?,
bagaimana nasib kalian jika kalian telah tua dengan pungguh yang bongkok, wajah yang keriput, maka siapakah yang akan memperhatikan kalian? Siapakah yang akan bertanya-tanya tentang kondis kalian?
Tahukah kalian siapakah yang memperhatikan para wanita tua dan menghormati mereka??, putra dan putri merekalah yang akan menghormati dan menghargai mereka… cucu-cucu merekalah… maka tatkala itulah sang wanita tua menjadi seorang ratu yang menyandang mahkota di atas singgasananya.
Lain halnya dengan wanita tua yang terjerumus dalam perzinahan… bagaimanakah kondisinya tatkala telah tua renta??
Apakah kalian para wanita rela menghorbankan kebahagiaan kalian di masa tua hanya untuk memperoleh kelezatan perzinahan yang hanya sesaat??
(Ditulis oleh Syaikh Ali At-Thonthowi pada tahun 1406 H (sekitar tahun 1985), dan tulisan ini masih ada kelanjutannya akan tetapi hingga disinilah diterjemahkan secara bebas oleh Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja)
Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 17-04-1434 H / 27 Februari 2013 M www.firanda.com
Source: https://www.firanda.com/index.php/artikel/wejangan/389-putriku-sebelum-nasi-menjadi-bubur
Wahai Wanita....😢
Ahad, 24 Safar 1437 H . Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, Bukan pula terletak pada Manisnya ucapan bibir. . Tetapi...terletak pada ingatan seseorang terhadap Saudaranya di dalam Do'anya . -Imam Al-Ghazali #liqo #majlisilmu #likeislam #sharing #beraniberhijrah #kajian #fiqh #buncitindah #keepsyari #islam
Jangan!! jangan mencintai dia yg gak halal untukmu. Bahkan mencintai dalam diam pun gak pantas. Karna apa? Karna mau gak mau kita akan terus memikirkan dia, berharap menjadi jodohnya kelak. Padahal rezeki, jodoh, dan mati sudah Allah yg atur. Gak salah kok berdoa memohon jodoh, tapi berdoa aja supaya jodoh kita kelak adalah dia yg semakin mendekatkanmu dengan Allah, yg tulus mencintaimu karna Allah, yg terbaik menurut Allah. . Buat apa mencintai dalam diam kalau justru dia bukan yg terbaik menurut Allah. Kalau justru kamu malah kepikiran dia terus, sama aja kan menduakan Allah dengan yg tak halal bagimu. Yakin aja, percaya bahwa apa yg diberikan Allah adalah yg terbaik untukmu. Yakin, Allah gak akan menelantarkan hamba-Nya yg yakin dan taat pada-Nya 😊😘😳💕 #nokhalwatuntilakad
Hijrah...
Kata itu... Itulah kekuatan cinta. Kekuatan cinta seorang hamba. Yang sekian lama terlena terperdaya oleh dunia. Hijrah... Itulah kekuatan cinta. Kekuatan cinta seorang pendosa. Yang baru terbangun dari tidur panjangnya. Hijrah... Setelah raga dan jiwa bergelayut dalam nestapa. Cahaya hidayah pun menyapa. Mengetuk hati yang tadinya membeku, lalu luruh karena cinta. Hijrah... Setelah diri lama terlelap, kini ia bangun sambil berharap. Berharap cinta dari sang Pencipta. Yang tak pernah usai cinta-Nya. Hijrah... Lika-liku yang rumit, kadang melumpuhkan akal fikiran. Menyurutkan semangat, menghempaskan kekuatan mental jiwa kita. Namun, Berkat pertolongan sang Kekasih, kita dibawa kedalam jalan yang kembali bersih. Memulai perlahan dan tertatih. Memulai dengan proses yang terkadang amat perih. Hijrah... Tak luput karena takdir. Menjemput hidayah bukan menunggunya. Bukan menantinya... Karena hati akan terus memberontak, selama otak tak kendalikan diri. Jemputlah cahaya hidayah... Yang berulang kali mengetuk tepi hati ini. Lupakan perkara yang lalu, yang usang kelak akan ditutupi, biidznillaah. Aib... Kumohon, pergilah bersama waktu yang berlalu. Jangan kau kembali membayangi. Pergilah dan kau ku kubur dalam-dalam bersama iringan do'a kepada Ilahi. Semoga kelak, aib ini tertutupi, hingga hilang bersama angin yang membawanya tak berjejak sama sekali.
source: tausiyahku_
(via https://www.youtube.com/watch?v=Z4y6nQtKbQM)
PERIOD? No worries! :)
A sisters’ guide to earn the blessings of Ramadhan during menstruation.
More islamic quotes HERE
Dear, Ladies :)
Rasa...
Kadang aku mengatakan : “hatiku lelah dengan semua ini” Entah dengan aktifitas yang harus masih aku tanggung dan semua yang kujalani Kenapa tidak menjadi yang biasa-biasa saja? Tapi aku bertanya pada hati, “emang yang biasa-biasa saja itu seperti apa?” Ku katakan lagi pada diriku, “hatiku sudah mulai sangat lelah?” Semua yang diluar hanya bisa saling menyalahkan, dan aku yang tertinggal disini Hanya bisa duduk untuk merenung, dan aku katakan lagi “hatiku sudah sangat lelah” Dan aku ingin berhenti…
Tapi ternyata tidak… yang lelah itu jiwaku, karena nafsu yang senantiasa memenuhinya… Yang lelah lagi-lagi jiwaku, yang jauh dengan-Nya… Semakin jauh dengan-Nya yang membuat jiwaku aku semakin lemah Yang membisik-bisikkan bahwa hatiku lelah, adalah nafsu itu… Padahal hati tidak pernah lelah, Karena hati adalah yang memberi nasehat… Dan fikiran inilah letak untuk memberikan keputusan…
Lalu bagaimana dengan rasa? Rasa itu bagian yang paling inti… Kalau rasa yang terlukai, itu yang akan meninggalkan bekas… Rasa adalah rasa yang tidak terdefiniskan….
Lagi-lagi rasa yang terlukai...
Senin Malam, 27 April 2015
Seakan-akan sholat malam berkata :“Akankah masa keemasanku akan berakhir….? Ramadan lalu betapa banyak orang berbondong-bondong mengejarku….betapa bahagianya diriku saat itu…, akan tetapi…
Baru seminggu Ramadhan berlalu maka berbondong-bondong pula orang-orang...
Tidakkah kamu tahu cara angin merayu? Ia hanya berbisik, kemudian ribuan ilalang terlena. Seperti layaknya kamu Hanya sesederhana itu, dan aku selalu terpana.
My sisters, let’s tell ‘fashion’ we love Allah more!
Yasmin Mogahed (via islamic-art-and-quotes)
Saudariku, mari katakan pada ‘fashion’: kami lebih cinta Allah!
*eh ke-reblog :p
(via bigzaman)
Rinduku sudah menjadi keras… .Rayappun sudah menyerah menggerogotinya. terlalu kuat dan angkuh. Hujan berwindu-windu pun rasanya tak akan sanggup membuatnya terkikis. Rindu terlalu kuat untuk di hancurkan bahkan oleh Sang pembuat rindu. Kamu.
Biarlah dia bersemayam meski orang yang yang dia nanti-nanti tak kan pernah datang. Biarkan dia pergi dengan kemauannya sendiri. Dengan begitu rasanya tidak akan terlalu sakit.
Karena ini adalah hidupku. Bukan hidup mereka yang selalu mengusik. Tetaplah bersemayam bila maumu begitu.
(via langitkuitukamu)
SEMOGA INI MENJADI DOA YANG BISA DIBACA SIAPA SAJA Tuhanku, bagiku kecantikan dan ketampanan bukanlah tentang apa yang orang-orang lihat dari diri seorang manusia, tetapi tentang kebaikan yang bisa mereka rasakan dari sikap-hidupnya, budi pekerti dan ucapannya… Maka buatlah setiap kehadiranku di tengah-tengah manusia lainnya disyukuri, setiap kepergianku dirindukan, dan setiap langkah dan ucapanku menjadi teladan. Tuhanku, aku tak ingin meminta agar Kau menambahkan rejeki kepadaku karena aku ingin membeli sejumlah barang-barang mewah untuk memperindah dan menyombongkan diriku di hadapan dunia. Sungguh… Tetapi jika Kau tak keberatan, percikanlah cahayaMu agar kebaikan selalu terpancar dari diriku untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingku. Sisanya, bila mereka merasa bahagia atas kehadiranku dalam hidup mereka, lalu mereka ingin memberiku sejumlah hadiah, aku pikir Kau tak akan begitu keberatan untuk mengabulkannya, kan? Kaulah kecintaanku, Tuhan, sumber kebahagiaan hidupku… Lalu mengapa aku harus mendatangiMu dengan perasaan yang sedih? Sungguh, kini aku mengherani diriku sendiri mengapa selama ini aku justru mendatangiMu di saat-saat sedih dalam hidupku? Maka, terimalah doaku, Tuhan, betapa aku mencintaiMu dalam kebahagiaan yang tak sanggup ditampung gerakan apapun dalam tarianku! Terimalah keseluruhan diriku, inilah aku yang bahagia menjadi bagian mahakecil dari keseluruhan diriMu yang mahasegalanya! Tuhan, aku bukanlah orang yang baik, terlalu banyak dosa dan kesalahan yang telah kuperbuat, tetapi bila ada satu-dua kebaikan yang pernah aku kerjakan, dan jika itu memang pantas diberi pahala, ambillah pahalaku! Jika boleh, aku ingin menukarnya dengan kebahagiaan lain untuk kedua orangtuaku, keluargaku, dan orang-orang yang selama ini menyayangi maupun membenciku. Sayangilah mereka, Tuhan, bahagiakanlah mereka. Tak perlu lagi Kau memberiku apapun dan aku memang tak ingin meminta apapun untuk hidupku sendiri, cukuplah bagiku mencintaiMu tanpa keinginan-keinginan yang merantai ketulusanku dalam mencintaiMu. Sisanya, bila Kau memang memaksaku dalam ruang-ruang permohonan yang ingin Kau kabulkan: Cukupkanlah aku menjadi manusia yang penuh syukur dan bahagia dengan hidup yang dijalaninya. Tuhan, aku mencintai ibuku, maka bila aku memang boleh menyayangi dan membahagiakannya, berilah aku kemampuan untuk menyayangi dan membahagiakannya. Bila kecukupan harta bisa membantuku membahagiakannya, sesungguhnya bukan harta yang kuminta. Tetapi bila cara itu memang bekerja, apa boleh buat, kenapa tidak jika aku memang harus menjadi orang yang kaya raya? Tak ada yang mustahil bagimu. Sungguh, sebenarnya bukan kekayaan yang kuinginkan, tetapi bila itu bisa menjadi sebab bagi terwujudnya sesuatu yang kuharapkan, dan Kau mengizinkanya, aku sesungguhnya hanyalah manusia biasa yang tak akan sanggup menolak apapun kehendakMu. Tuhan, aku menyayangi ayahku, maka bila aku memang boleh membalas kebaikan hatinya yang telah menumbuhkan hidupku sampai ke titik ini, izinkanlah aku melakukannya. Bila prestasi-prestasi, ketinggian pangkat dan derajat, posisi tawarku di hapadan masyarakat, dan apapun saja yang membanggakannya bisa menjadi perantara bagiku untuk membahagiakannya, sesungguhnya aku tak pernah meminta gemerlap dunia. Tetapi bila Kau memang memperbolehkanku membalas kebaikan ayahku, dan bila cara itu memang cukup bekerja untuk mereaksikan senyawa kebahagiaan di hatinya, maka apa boleh buat, Tuhan, aku tak akan macam-macam kepadaMu dengan lancang menolaknya. Tuhanku, aku menyayangi adik-adikku, kakak-kakakku, keluargaku. Aku juga tahu betapa mereka mencintai dan menyayangiku. Sia-sia hidupku jika tak pernah sanggup membahagiakan mereka, duhai Tuhanku. Maka tumbuhkanlah dari diriku sayap-sayap kebaikan yang bisa membantu mereka menerbangkan doa-doa dan harapannya kepadaMu. Kabulkanlah doa-doa mereka. Ini bukan tentang menjadi seseorang, ini soal menjadi bagian dari rencana indahMu tentang hidup yang menghidupi dan hidup yang menghidupkan! Tuhanku, aku tak ingin menjadi seseorang yang sia-sia menjalani hidup di dunia. Maka bila keluasan akal dan kemanfaatan tindakanku bisa menjadi sumbangan kecil bagi kebaikan semesta, sesungguhnya aku hanya meminta bantuanMu agar aku mampu menjadi wakilmu di dunia. Ini bukan tentang diriku, ini tentang tugas berat dariMu untuk menjadi aku yang kasih-bagi-semesta. Tuhan, itulah doaku bagi semesta. Tentang diriku, cukuplah aku mencintaiMu dan Kau mencintaiku. Bila berkenan dan Kau tak berkeberatan, biarlah kelak kita bertemu. Aku sangat ingin menuntaskan rasa cinta dan rinduku padaMu dalam pertemuan itu. Bila ternyata Kau juga ingin, maka akulah manusia yang paling berbahagia itu! Duhai Tuhan, kabulkan aku satu permintaan: Untuk semua doa yang pernah kupanjatkan dalam teriak, lirih atau diamku… semoga aamiin-nya menggema di seluruh semesta, menggetarkan langit-langit angkasa, sampai kepadaMu. Melbourne, 10 Desember 2014 FAHD PAHDEPIE
ucapan kasar itu penyakit menular berbahaya | dan tidak mematikan kecuali bagi empunya lisan kasar itu menghilangkan martabat lelaki | bila itu wanita maka jauh lebih mengerikan lagi lisan tergantung dengan apa yang dipikir, baca, dan dengar | bila kasar lisannya sudah pasti bukan Al-Qur’an...