Titik Terendah
kalau pertanyaan ini dihadapkan kepadamu, kira-kira bagaimana sih titik terendah mu? titik terendah dalam hidupmu? sejauh kau hidup selama ini...
Aku sendiri merasa sangat malu, ketika terang-terangan Tuhan masih memberi nikmat sehat kepada ku, kepada orang tua ku, nikmat jatah waktu yang masih bisa aku jalani dengan raga yang sehat, pikiran yang jernih dan tak kurang apapun dari apa yang aku butuhkan. semua nya nyaris sempurna.
tapi ternyata, aku sendiri belum bisa mengalahkan hawa nafsu ku sendiri. aku belum bisa melawan diriku sendiri.
ketika pikiran dan hati berbicara untuk melakukan sebuah kewajiban, tetapi nyata nya, aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri untuk melawan rasa malas, untuk melawan pikiran jahat itu.
aku lalai. aku tetap menuruti pikiranku. pikiran jahatku.
"yaudahlah nanti juga bisa", "tidur dulu deh, nanti malem bangun terus sholat isya", "tunggu deh setengah jam lagi", "besok aja deh, masih bisa besok"
Kebiasan menunda, ternyata membentuk habits baru. lucu nya yang diciptakan adalah kebiasaan yang buruk. Perlahan, yang tercipta adalah batas-batasan yang dihancurkan sendiri bentengnya.
Menghancurkan batasan itu sendiri.
batasan yang diciptakan untuk memperbaiki diriku sendiri.
Bagaimana bisa, aku masih merasakan nikmat luar biasa dari Allaah, sementara aku sendiri masih sering mengecewakan-Nya, masih sering mengkhianati-Nya, masih sering ingkar terhadap-Nya?
Titik terendahku adalah ketika aku belum sepenuhnya bisa mengalahkan hawa nafsu diriku sendiri sementara Allaah masih saja terus berbaik hati terhadap kebahagiaanku.
teruslah memperbaiki diri sampai waktu nya selesai. :(
April 3rd, 2021.
















