Ketika kita merasa semua usaha sudah diberikan, tetapi hasil tidak seperti yang kita inginkan
Pertanyaan yang muncul adalah : apakah kita kurang berusaha? Atau memang belum waktunya bagi kita untuk mencapai hal yg kita inginkan saja alias bad luck? Atau bahkan mungkin hal yang kita inginkan memang bukan diperuntukkan untuk kita?
Jawabannya selalu terletak pada pola pandang dan kepercayaan masing-masing. Mau terus berusaha? Silahkan, mau berhenti berusaha juga kadang tidak salah dan bukan merupakan sikap pengecut (bahkan merupakan sikap „tahu diri, tahu kapasitas“ yang mungkin membuka pintu kepada kesempatan lain yang jauh lebih baik daripada yang kita kejar sekarang.
Akantetapi yang menurutku penting adalah, kita siap menerima setiap risiko dari „jalan“ yang kita pilih. Mau menyenangkan, mau menyusahkan, aku percaya jika kita menjalaninya dengen sikap pasrah dan berserah (sesuai kepercayaan masing2) maka seharusnya setiap pergumulan yang ada didepan akan dijalani tanpa beban.
Menentukan target itu penting, karena tanpa target / tujuan kita akan berjalan tanpa arah. Tapi janganlah menaruh ekspektasi yang berlebihan, karena benar seperti kata kebanyakan orang, ekspektasi adalah bibit kekecewaan. Contoh : target : naik jabatan kalau bisa tahun ini. Ekspektasi tentunya tahun ini naik jabatan. Lebih baik drpd ekspektasi „tahun ini harus naik jabatan“ mending berpikir „saya harus menyelesaikan proyek a b c d ini sampai bagus, pertama bagus untuk perkembangan diri, kedua pembuktian diri, kalau hal ini memang layak untuk buat naik jabatan y bagus, kalau tidak brrti harus ada hal yg di work out lgi supaya bisa mencapai target tersebut“
Sekali lgi, hal diatas sulit pasti. Ekspektasi selalu pasti ada. Tetapi jika kita belajar untuk menerima apa yg ada di depan kita, bekerja dengan sekuat tenaga, hasil tidak akan menghianati kita (kecuali wilayah tempat kerja terlalu banyak politik haha..itu tidak bisa dihindari, brrti silahkan cari kerja baru yg lebih akomodatif jika tidak suka atau tidak siap menjilat). Menjilat aja itu butuh usaha loh, itu juga pilihan hidup.
Last but not least, setiap orang punya timeline nya masing2. Janganlah iri dengan pencapaian orang. Kalahkan diri sendiri dulu (dengan mencapai target yang sudah kita pasang). Maka pasti kita akan bahagia









