noise dept.

@theartofmadeline
One Nice Bug Per Day
Peter Solarz
almost home
TVSTRANGERTHINGS
dirt enthusiast

blake kathryn
🪼
styofa doing anything
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
$LAYYYTER

titsay
tumblr dot com
DEAR READER
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
KIROKAZE
AnasAbdin
we're not kids anymore.
todays bird
seen from United Kingdom
seen from Jordan
seen from Jordan

seen from Malaysia
seen from India

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Ireland
seen from France

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
@saufashofiana
ENTAHLAH... Jaim di dunia nyata, tapi liar di dunia maya. Tak bisa dipungkiri, itulah realita sebagian kita hari ini. Seorang ikhwan/akhwat yang bertahun-tahun ngaji, terlihat sangat menjaga pandangannya bila berpapasan dengan orang yang bukan mahramnya. Tapi diam-diam masih suka berbalas chatting, saling bercanda melalui comment dengan orang yang bukan mahramnya. Kadang tak memberi comment, hanya membubuhkan emoticon yang jauh lebih buruk dari comment itu sendiri. Apakah hijab itu tidak berlaku di dunia maya..? Saya rasa kita masih ingat dengan firman Allah azza wa jalla yang berbunyi: يعلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Ghafir: 19) Mungkin ada yang berkata, "jangan terlalu ekstrim akh. Selama aman dari fitnah kan gak masaalah." Baiklah... "Bila engkau tak merasa malu, maka berbuatlah sesukamu" Cobalah menahan jari-jemari pada hal-hal yang tidak diperlukan. Hisab itu panjang, jadi tak usah diperpanjang lagi.. Baarakallahu fiikum.. _________________ Madinah 25-01-1437 H ACT El-Gharantaly ✏ BBM @kajianislam putri,grup whatsapp dan telegram @kajianislam putri
SABAR DI AWAL MUSIBAH 😁 Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di AWAL MUSIBAH dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya. Adapun sabar sesudahnya adalah cuma sekedar hiburan. Adapun jika seseorang menghadapi musibah, langsung dengan amarah dan tidak ridho pada takdir Allah, namun setelah itu dia menahan diri dan bersabar karena mungkin mendapatkan nasehat atau yang lainnya, maka ini bukanlah sabar yang sebenarnya. Kita dapat melihat hal ini dalam kisah seorang wanita bersama Nabi kitashallallahu alaihi wa sallam. . Dari Anas bin Malik, beliau berkata, ”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.” Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283) . Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu ridho dengan takdir Allah yang kita rasa itu pahit. Semoga Allah juga selalu memberikan kita kemudahan untuk bersabar di awal-awal musibah, walaupun itu mungkin terasa berat. Jika seseorang memiliki keyakinan yang mantap pada Allah dan meyakini ada hikmah yang besar di balik setiap musibah, tentu dia akan memilih untuk bersabar. . . 👤 Ust. Muhammad Abduh Tuasikal 🌐 Rumaysho dot Com . Dari @alhikmahjkt
Lelaki yang baik tidak akan mendekatimu dengan cara yang dimurkai Allah.
Berani Mencintai Berani Menikahi
Berani mencintai berani menikahi itu namanya lelaki sejati...^_^ Jika belum siap menikah maka dia akan melepaskan dan belajar mengikhlaskan tanpa harus meminta menunggu, atau mengikat dengan sebuah janji yang belum tentu bisa dipenuhi. Karena kepastian di masa depan hanyalah milik Allah SWT. Hati manusia bisa berubah, umur manusia tak ada yg menjamin. Jadi...untuk apa kita saling menunggu menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tak pasti yg bahkan lebih banyak mendatangkan mudharat dalam hidup kita? Segera ambil keputusan. Kalau jalan hari ini belum indah sempurna...Biar masa depan yg sempurnakan... Fokus mempersiapkan/memantaskan diri. Yg dilepaskan bisa kembali dalam kondisi yang lebih baik, atau dipertemukan dengan yg lebih baik. Dua-duanya opsi yg happy ending khusus untuk orang-orang yg PERCAYA... :)
Kapan kita berhenti?
The Art of Forgiving
Terkadang, lebih mudah untuk memaafkan daripada melupakan. Maka ketika hati yang pernah terluka kembali terasa sakit, ingatlah bahwa diri ini telah memaafkan. Memaafkan berarti tidak memberi ruang di hati untuk membenci.
Menjaga diri... menjaga hati... Berapa jaraknya? Antara lisan dan perbuatan?
13 Juli 2015, sore itu... Kuterima kabar tentang kita Ibu pertiwi telah memanggil putra putri terbaiknya Aku sadari... Detik-detik kebersamaan tinggallah menghitung hari Raga akan terpisah jarak dan waktu Sekejap... aku teringat... Peluh yang kita seka bersama Canda tawa yang terlepas bersama Berat yang kita pikul bersama Sakit yang kita rasakan bersama Kemudian... muncul sesak dalam dada Karena esok... Kita akan arungi hari demi hari Bersama wajah yang tak sama lagi Kasih yang dulu kau beri... tiada lagi bersemi... Namun... aku mengerti Perpisahan ini bukan karena kita membenci Bukan karena saling iri dan dengki Pun bukan karena tak ingin berbagi Tapi panggilan ibu pertiwi yang mengharuskan kita melangkah di tempat yang tak sama Mungkin nanti... ada kalanya aku mencari-cari baanganmu... Ku merindu gelak tawa kita yang dulu Kegelisahan ini kan menjadi milikku dan milikmu Tapi aku tau... Saat aku membuka mata Entah dari ujung dunia yang mana Aku percaya... Kalian sedang tersenyum padaku Tidak, sungguh tidak mengapa Karena kita tetap melangkah di naungan jalan yang sama Karena perpisahan ini hanyalah puing-puing kerinduan yang terserak Hingga Dia mengizinkan kita untuk merajut impian yang belum sempurna Kelak, jika dari rantau aku menyapamu Apa kabar hari ini? Aku harap kalian kan bilang "Semangatku masih seperti kemarin, saat kita berjuang bersama" Kawan... kutitipkan kau pada Dia Sang Penjaga Janganlah kau bertanya-tanya Karena kan selalu kuselipkan namamu dalam doa Ibu pertiwi Kami siap penuhi panggilanmu Tegakkan badan demi tugas negara Tegapkan langkah demi pengabdian mulia Tegaskan niat demi kesejahteraan bangsa Di tanah manapun kita menginjakkan kaki Semoga Tuhan senantiasa menguatkan langkah kita Berjuang untuk senyum bahagia ibu pertiwi Ya... Puisi di atas aku buat untuk perpisahan magangers KPP 653 yang akan mulai mengabdi pertama kalinya di tempat yang baru :) Terimakasih untuk berbagai sumber yang mengilhami pembuatan puisi ini... senior kantor yang bersedia merevisi-tambah-kurang sedikit, Mas Bagus dan Mas Lindu... dan tak lupa pasangan duetku saat membacakan puisi ini, Lukas Abiyoso :)
Ummi selalu bilang, “Kakak cari suami bukan hanya yang bagus pemahamannya, banyak hafalannya. Yang utama, lihat akhlaqnya. Aplikasi pengetahuan tertinggi itu ada pada akhlaqnya”
©nurulilsa
Aplikasi tertinggi pengetahuan (termasuk pengetahuan agama) ada pada akhlak sebagaimana Rasululloh - akhlak beliau adalah al quran- dan semua itu berangkat dari pelajaran-pelajaran sepanjang hidup dari berusaha mengaji kitab suci dengan baik, membaca bahkan kalau bisa menghafalnya agar pengetahuan itu terikat dalam dirinya dan diharapkan menjadi akhlak. Semoga siapapun kita, baik laki-laki atau perempuan, senantiasa mendapatkan kemudahan untuk mempelajari Al Quran. Aamiin :)
Semoga mendapat yang seperti ini... Insya Allah :) *mantesin diri dulu*
Bagaimana bila kamu ditemukan oleh orang yang bukan kamu tunggu kehadirannya?
- Dalam perjalanan Samarinda ke Balikpapan, 12 April 2015. (via kurniawangunadi)
Know that if people are impressed with you, in reality they are impressed with the beauty of Allah’s covering of your sins.
Ibn al-Jawzi Originally found on: beautifulsabr (via islamic-art-and-quotes)
Kesetiaan itu tidak dimulai saat menikah... Tapi... memulainya ketika masih dalam penantian. Menjaga hati demi pasangan halal :) :)
Bismillah… Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku. Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku. Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalam keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku? Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakkan hatimu untukku. Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana. Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya. Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu. Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. . . Hingga tiba yang tercatat dalam Lauful mahfuz datang menghalalkan cinta . . . . 😊☺️
Orang tua juga butuh didengarkan. Stay with them, even if you're bored with what they say. Karena bisa jadi.... masa tua kita juga sama dengan mereka. Bagaimana kamu memperlakukan orang tuamu adalah bagaimana anakmu kelak memperlakukanmu. I do believe :)