Dia Perempuan Keumala. Alam semesta restui. Lahir jaya berjiwa baja. Laksamana Malahayati. Perempuan ksatria negeri (Malahayati, Iwan Fals). • • Selamat hari lahir, perempuan Keumala. "Bukan bunganya. Bukan pula orangnya. Tapi doanya" (Satria, 2017)

JVL
Sweet Seals For You, Always
hello vonnie
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Jules of Nature
Stranger Things

No title available

Discoholic 🪩
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever

titsay

oozey mess

Andulka

@theartofmadeline
Lint Roller? I Barely Know Her

Love Begins
Three Goblin Art

⁂
d e v o n
he wasn't even looking at me and he found me

seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil

seen from United States

seen from Indonesia
seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Sweden
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Brazil

seen from Germany

seen from Hong Kong SAR China
@sayapemas
Dia Perempuan Keumala. Alam semesta restui. Lahir jaya berjiwa baja. Laksamana Malahayati. Perempuan ksatria negeri (Malahayati, Iwan Fals). • • Selamat hari lahir, perempuan Keumala. "Bukan bunganya. Bukan pula orangnya. Tapi doanya" (Satria, 2017)
Belum sah dikatakan penikmat kopi kalo belum nyoba Kopi Joss (Charcoal Coffee) di sekitar Stasiun Yogyakarta atau Tugu Yogyakarta ini. Kopi unik karena penyajiannya dicelup dengan arang panas kedalam kopi dan menghasilkan suara "josss" ☕ (at Ankringan Kopi Joss Stasiun Tugu)
Selamat wisuda adek! Semoga jadi sarjana pertanian sejati 😘🎊🎓 (at Instiper Yogyakarta)
Time flies. Hari ini saya tiba tanah perantau setelah hampir 2 bulan menikmati liburan di kampung halaman. 8 jam menempuh perjalanan laut dan darat, akhirnya kembali lagi ke Bogor untuk berjuang mendapatkan gelar MSi. Alhamdulillah IP 4 yang didapatkan semester lalu menjadi kado kebahagian bagi keluarga saya. Semoga tahun depan saya bisa kembali pulang dengan gelar MSi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Ya, memberikan kebahagian lagi pada orang tercinta.
"...Coba katakan dimana aku harus menunggu. Di Tapaktuan tanah kelahiran yang indah angkuh. Atau Meulaboh pantainya sayang di kuras laut. Mungkin di Sigli sumur-sumur berair payau. Di antara perawan-perawan ningrat Aceh Timur. Di tengah kehidupan baru Aceh Utara. Atau di telau-telau tusam di Takengon barangkali... ~ ●●● (Coba Katakan Dimana Aku Harus Menunggu, Hasyim KS) (at Meulaboh)
Berteman selama 20 tahun dan lahir hanya beda satu hari, Purnama, menjadi teman di masa mengenal angka dan huruf. "To keep a new friend, never break with the old". Begitulah, teman baru boleh banyak, tapi teman lama selalu yang terbaik 😊
Samba Gunuang Runtuah (Sambal Gunung Runtuh)🍛 ● ● ● Sambal ini sambal khas Aceh, terutama daerah Aceh Selatan. Dibuat dengan cara kelapa diparut, dicampur cabe hijau dan cabe merah. Namanya unik karena saat ditempatkan di dalam wadah dan kelapa parut yang sudah diolah menjadi sambal yang bentuknya mirip onggokan gunung. “Gunung” itu kemudian runtuh ketika diciduk pakai sendok. Makin sedap jika disantap dengan sayur. Mangat that! 😆
Kalau dulu untuk keperluan studi tur dan kompetisi pencak silat. Tapi kali ini, saya kembali lagi mengunjungi Negeri di Atas Awan ini untuk keperluan pra penelitian. Koperasi Ketiara menjadi tempat kunjungan perdana saya dimana kperasi ini dapat memproduksi 100% Kopi Arabika Green Bean Asal Gayo Sumatera Kelas 1 untuk pasar luar negeri (Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Australia, dan Asia). Selain itu kopi organiknya juga telah disertifikasi oleh Control Union dan Fairtrade International (FLO). Menariknya lagi, koperasi ini bersinergi dengan Sistem Resi Gudang (SRG) dimana petani kopi dapat menyimpan hasil panennya di gudang untuk menjadi angunan mendapatkan kredit. ...And my research pathway begins from this place~ #magisterstory #research #faithfight (at Takengon, Aceh Tengah)
Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), adalah sebuah tempat pemutaran dan pertunjukan film khusus berteknologi canggih yang didirikan oleh ibu Tien Soeharto. Saya pernah menonton film edukasi disini ketika masih SMA untuk mewakili daerah pada sebuah kompetisi nasional di Jakarta. Akhirnya, bulan Mei yang lalu saya kembali kesana dengan ukiran kenangan yang berbeda. Terima kasih, kamu, yang sudah menemani kembali ditempat ini. Kita akan jelajahi tempat lain bersama cinta dan rindu yang tak pernah berubah🌹~ #sayangdilupakan
Katanya jodoh pasti bertamu. Tapi jika belum bertamu, janganlah malu. Yang berlalu biarlah semata haru. Karena selalu ada cara menjemput cerita baru~
Jauh berjalan banyak dilihat. Lama hidup banyak dirasa.
Ayah
Dialog MSA IPB bersama DPR RI
Setelah 8 tahun, akhirnya saya kembali lagi untuk mengunjungi gedung DPR. Jika dulu ke DPR masih dalam status siswa dalam rangka sebuah event kompetisi nasional, tapi kali ini saya berstatus mahasiswa S2 dalam sebuah kegiatan dialog interaktif bersama wakil rakyat. Bagi saya, gedung DPR lebih dari tempat melihat langsung Putri Pariwisata Indonesia, berfoto atau bertegur sapa dengan para wakil rakyat kala itu. Tapi ada kisah berkesan yang tak akan hilang dibenak hingga sekarang. Rasa haru timbul ketika menyadari bahwa Allah selalu ada cara memberikan kejutan yang tak terduga. Yaitu, kembali pada sebuah tempat yang penuh akan kenangan setelah bertahun-tahun. Alhamdulillah.
Selasa lalu (30/5/2017), sebanyak 30 orang siswa dan 2 orang dosen dari Magister Sains Agribisnis (MSA) IPB melakukan kunjungan ke DPR RI, Senayan, Jakarta. Kunjungan ini bukan bagian dari perkuliahan, tapi sebuah peluang yang ditawarkan oleh dua orang dosen MSA IPB untuk lebih banyak memperoleh pemahaman terkait mata kuliah Sistem Usaha Agribisnis dan mata kuliah Negosiasi dan Advokasi di luar kelas. Kedua mata kuliah ini adalah mata kuliah yang berhubungan pada dan proses advokasi terutama dibidang agribisnis. Sangat menarik bukan? Bisa mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan langsung dari anggota DPR RI.
Kunjungan pertama yaitu dialog interaktif bersama Pak Darori Wonodipuro. Beliau pernah menjadi Dirjen Departemen Kehutanan RI selama 10 tahun dan kini seorang anggota DPR Komisi IV Fraksi Gerindra. Dialog yang berlangsung berupa pembahasan tentang kehutanan. Beliau banyak menjelaskan fungsi hutan, perundang-undangan, kondisi hutan Indonesia saat ini dan banyak hal lainnya. Pak Darori kerap menyelipkan guyonan saat berbicara sehingga dialog santai tapi tetap serius. Beliau menjelaskan bahwa perundang-undangan yang mengatur tentang kehutanan saat ini tidak sesuai harapan karena ada kepentingan-kepentingan pihak terselubung yang “bermain” saat implementasi. Maka karena itu kebijakan pemerintah yang mengatur tentang kehutanan tidak ada yang 100% sesuai rencana.
Pada siang harinya, kami juga berdialog dengan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Dialog membahas tentang ketahanan pangan dan hubungannya dengan ilmu Agribisnis. Beliau mengungkapkan bahwa Agribisnis adalah bidang ilmu yang sangat dibutuhkan sekarang ini. Sistem agribisnis di Indonesia masih belum optimal dan kreatif jika dibandingkan dengan sistem agribisnis negara Thailand, Jepang dan beberapa negara lainnya. Beliau juga menambahkan bahwa infrastruktur yang digadang-gadang menjadi kendala dalam pertanian terkadang tidak tepat sasaran sehingga proyek padat modal seperti infrastruktur berimbas pada hal lain yang tak ada kaitannya dengan pembangunan pertanian. Negara Indonesia kini kini hanya masuk dalam tahap ketahanan pangan, tapi masih belum daulat pangan. Mewujudkan hal ini tentu membutuhkan banyak kerjasama yang berkesinambungan antar berbagai stakeholder. Inilah yang menjadi tujuan kunjungan kami ke DPR agar para mahasiswa magister utamanya, mendapatkan penjelasan akan peluang dan tantangan agribisnis langsung dari wakil rakyat. Mahasiwa MSA IPB juga diharapkan bisa menuliskan opininya di surat kabar terkait wawasan yang didapatkan selama kunjungan.
Sebenarnya kami juga berencana untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait teknik negosiasi dan advokasi pertanian pada hari itu. Tapi sayang, sesi berdialog dengan Fadli Zon dimulai terlalu lama dan sesi RDPU keburu selesai, rencana ini pun batal. Padahal, akan lebih menarik lagi jika bisa melihat proses RDPU berjalan. Tak apa, setidaknya kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk saya. Kapan lagi bisa berdialog langsung dengan wakil rakyat di Gedung DPR? Semoga akan ada lagi kesempatan dilain waktu. Amin [KF2/5/2017]
i
Saat berkunjung ke kampus internasional Asian Institute of Technology (AIT) di Phathumthani, Thailand, saya bertanya pada salah salah satu dosen Agribisnis disana. Yaitu tentang sejauh mana mereka (akademisi perguruan tinggi) concern pada "Halal Food" baik dalam proses belajar mengajar maupun secara praktis. Saya merasa Halal Food adalah business market yang prospektif, terlebih kini Thailand sedang serius menggarap paket wisata Muslim di negaranya. Tentu ini berkaitan dengan kuliner halal, hotel halal dll. Di University of Chulalangkorn misalnya, sudah ada Halal Science Center. Saya mengajukan pertanyaan dengan mengaitkan antara pertanian, bisnis dan pariwisata. Tapi sayang, rasa penasaran tak sebanding dengan jawaban. Sang dosen justru mengandai-andai agar saya mengajukan riset disana 😅 (at Asian Institute of Technology)
Katanya tempat ini jadi tempat wisata malam hari yang romantis karena berada disepanjang Sungai Chao Praya. Night Market yang selalu ramai dengan wisatawan ini menjadi tempat wajib jika berkujung ke Thailand. Ferris Wheel misalnya, roda putar raksasa ini menjadi arena utama yang saya incar. Kapan lagi bisa menikmati keindahan Thailand dari ketinggian 60 meter selain disini? 😆 (at Asiatique The Riverfront (เอเชียทีค เดอะ ริเวอร์ฟร้อนท์))
Some of employee of Bank for Agriculture and Agricultural Cooperative are making flower hand craft to commorate their Majesty King's death, Bhumibol Adulyadej along this year. It is sign of Thailand people respect for their beloved king. (at Bank for Agriculture and Agicultural Cooperative, Phaholyothin Building)
Selama jadi fasilisator yang mewakili awardee @lpdp_ipb saat Job Fair tadi siang, ternyata mayoritas pertanyan yang diajukan pengunjung saat singgah ke stand LPDP adalah terkait skor Toefl ITP/IELTS, LoA Unconditional dan IPK. Mostly tentang syarat mutlak aplikasi. Jadi tepat memang, jika terlebih dahulu menguasai tentang persyaratan yang diinginkan LPDP sebelum apply beasiswa ini. Terkait kebijakan baru LPDP yang sekarang hanya membuka pendaftaran 2 kali (sekali untuk Dalam Negeri, sekali Luar Negeri), it is really a challange. Ingat, dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Victory loves preparation. Be the next LPDP Awardee! 👍 (at Bogor Agricultural University (IPB))
Selamat, Lurah LPDP IPB terpilih!
IPB adalah kampus terbaik di Indonesia sebagai kampus rangking 350 peringkat di dunia untuk bidang Agriculture and Forestry. Awardee LPDP adalah bagian dari masyarakat yang luar biasa. Awardee LPDP merupakan calon pemimpin terpilih yang punya karakter kuat, punya modal untuk menjadi pemimpin, sudah selesai dengan diri sendiri, punya visi misi yang jelas, serta mampu berkomunikasi yang bagus. Pak Eko Prasetyo, selaku Dirut LPDP yang berkesempatan hadir pada acara pelantikan pengurus LPDP IPB 2017/2018 mengatakan "Awardee LPDP jangan hebat untuk diri sendiri. Indonesia tidak butuh itu. Tapi sharing, caring dan contributing. Jangan jadi seperti gentong. Tapi jadilah sebuah teko yang senantisa berbagi bukan hanya untuk dirinya sendiri" Menurut Pak Eko, terdapat 3 tingkatan seorang leader. Pertama Highly Effective Leader, yaitu pemimpin yang mampu beradaptasi dengan baik dan mengetahui keinginan anggotanya. Kedua, Highly effective leader adalah pemimpin yang punya tujuan jelas. Mampu membuat dan mengarahkan perubahan. Oleh karena itu, beliau menambahkan bahwa awardee perlu tambahan bekal dari sekarang. Yaitu menjadi seorang intelektual, pencari ilmu sejati. Namun 2 ciri tersebut esensinya hanya pada pencapaian sebuah tujuan organisasi atau komunitas. Tak hanya itu. Kita perlu menjadi The Great Leader, yaitu pemimpin yang menjadi The True Model, seseorang yang memimpin dengan hati. Jadi efektif tidaklah cukup. Tingkatan The Great Leader adalah seseorang sudah mampu menginpirasi. Caranya, belajar dari para pemimpin sebelumnya. Setelah lepas pendidikan, sering adanya gap antara kita dan masyarakat. Oleh karena itu perlu diadaptasi dengan cepat. Masa perkuliahan adalah masa yang penuh peluang untuk menggali ilmu dan relasi seluas-luasnya sehingga bermanfaat untuk masyarakat nanti. Unintended consequences adalah suatu istilah bahwa dalam suatu proses ada hal-hal error yang mungkin terjadi. Misal, Kalau tidak menanam, hama akan tetap ada. Apa itu hal yang buruk? Hama yang menyerang adalah proses yang harus kita pelajari. Begitu juga halnya dengan pemimpin. Jangan hanya menerima hasil yang baik-baik. Tentu ada hal yang tidak nyaman sebagai human being selama dalam proses memimpin. Oleh karena itu, pemimpin harus siap dengan siklus apapun. Taufik Arianto, yang kini menjadi Lurah LPDP IPB akan berusaha menjadikan organisasi ini menjadi lebih baik dari kepengurusan sebelumya. Dan siap dengan siklus apapun. Dalam ilmu pertanian, proses menanam, panen, dan menanam lagi merupakan sebuah value added karena dapat meningkatkan kualitas tanah. Namun dalam ilmu agribisnis, siklus produksi tidak berhenti sebatas itu. Perlu adanya penanganan pascapanen bahkan sampai pada proses pemasaran hingga kalkulasi profit yang menguntungkan petani. Oleh karena itu, panen raya tidak berhenti pada masa transisi kepengurusan saja. Tapi juga perlu siklus yang punya progress lebih baik dari sebelumnya. Selamat pada Lurah baru, dan untuk semua pengurus baru!