Di sini ada gak yang mau nerbitin buku , aku mau jual naskah utuh siap terbit. Alasan di jual karna emang lagi butuh bgt duit 🙏
art blog(derogatory)
The Stonewall Inn

Product Placement
d e v o n
Interview Vampire Daily

Origami Around
official daine visual archive
Xuebing Du
No title available
𓃗
occasionally subtle
ojovivo
Cosimo Galluzzi
No title available

pixel skylines
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
Cosmic Funnies

tannertan36

PR's Tumblrdome
seen from Italy
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Philippines

seen from Israel
seen from Pakistan
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from Colombia

seen from France
seen from China
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States

seen from Venezuela

seen from India

seen from Chile

seen from Malaysia

seen from Russia
seen from France
@sebaris-nama
Di sini ada gak yang mau nerbitin buku , aku mau jual naskah utuh siap terbit. Alasan di jual karna emang lagi butuh bgt duit 🙏
"karna pada akhirnya yang menerima mu sepenuhnya adalah dirimu sendiri"
memeluk ketidak sempurnaan adalah bukti dari kesempurnaan cinta, menerima kekurangan adalah bukti dari kesempurnaan rasa syukur.
setiap dari kita tidak ada yang terlahir sempurna, karna sudah menjadi ketetapanNya manusia lahir dengan kekurangan dan kelebihan yang disandingkan.
meskipun pada kenyataannya, kehidupan seakan menuntut kita untuk menjadi manusia sempurna, hingga di akhirnya nanti banyak manusia yang mengutuk ketidak sempurnaan dirinya. Seharusnya setiap orang berhak untuk menikmati hidupnya dengan tenang tanpa tekanan.
kita hidup bukan untuk membandingkan ciptaan Tuhan, tapi kita hidup untuk menikmati apa yang sudah tuhan kasih ke kita.
tidak ada yang salah dari apa yang sudah Allah ciptakan, tapi sistem alam yang bekerja saat ini adalah hasil dari sempitnya cara pandang, terbatasnya cara berfikir , cacatnya dalam menilai, mudah dalam menyimpulkan, dan standar yang terlalu di tinggikan oleh manusia.
tidak sempurna bukan berarti tak berdaya, Allah menyandingkan keduanya bukan tanpa maksud dan tujuan. segala hal yang ada pada diri kita adalah bukti cintaNya.
mengharapkan seseorang untuk lapang menerima adalah hal yang melelahkan , waktu ini terlalu berharga untuk dibuang begitu saja. mengingat waktu tak akan pernah di putar kembali.
padahal simple saja inginnya
diri kita hanya butuh ruang untuk diterima dan dicintai , tanpa tapi dan tanpa sanksi.
di waktu yang tersisa, sudah semestinya kita menyadari bahwa cinta yang jujur hanya Allah dan diri kita yang memiliki. bahkan di saat dunia mu hancur karna banyak orang yang tak bisa berdamai dengan kekuranganmu, tempat kembali itu sudah jelas arahnya.
peluk selalu dirimu dengan kehangatan , terima dengan ketulusan, obati dengan penerimaan, hargai dengan rasa empati dan cinta. kamu layak untuk berdamai, kamu layak untuk di terima, dan kamu layak untuk tetap menjadi dirimu sendiri.
tidak ada ciptaan Allah yang cacat, karna cacat hanya ada di pandangan manusia yang selalu merasa dirinya sempurna. Dan merasa sempurna adalah kecacatan yang sebenarnya.
BADAI
Ada luka yang tidak meminta untuk disembuhkan, hanya ingin dimengerti.
Badai tidak datang untuk menghancurkan, tetapi untuk mengubah arah jiwa.
Kita sering mengira kekuatan adalah soal bertahan, padahal ia tumbuh diam-diam saat kita hampir menyerah.
Ketika badai pergi, yang tersisa bukan kenangan tentang angin dan hujan, melainkan kesadaran baru tentang diri sendiri.
Dan mungkin, di sanalah hidup diam-diam bekerja, membentuk kita menjadi manusia yang lebih jujur pada rapuhnya.
Sebuah kutipan terkenal oleh Haruki Murakami tentang "setelah badai berlalu" menekankan sebuah transformasi diri:
"Dan setelah badai berlalu, kau tak akan ingat bagaimana kau melewatinya, bagaimana kau berhasil bertahan. Tapi satu hal yang pasti. Ketika kau keluar dari badai, kau tak akan menjadi orang yang sama seperti saat kau masuk. Itulah inti dari badai ini."
"Dan setelah badai berlalu, kau tak akan ingat bagaimana kau melewatinya, bagaimana kau berhasil bertahan. Tapi satu hal yang pasti. Ketika kau keluar dari badai, kau tak akan menjadi orang yang sama seperti saat kau masuk. Itulah inti dari badai ini."
Ini bermakna bahwa kesulitan mengubah seseorang menjadi lebih kuat dan berbeda, meskipun prosesnya mungkin terlupakan, menekankan tema ketahanan, perubahan, dan penemuan diri.
Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri perihal kematian?
Sampai saat ini, yang aku pegang dalam diriku, bahwa mengingat kematian adalah tombol reset diri terbaik.
Saat di rasa arus dunia membuatmu banyak perhitungan dalam berbuat baik, saat rasa ikhlas menjalani takdir-Nya mulai terkikis dari hati, saat sangka buruk mulai memenuhi isi kepala dan kemalasan berbuat kebaikan menggerogoti jiwa.
Dan mengingat mati, adalah pengingat dan penegur diri terbaik. Bahwa kita hidup sekali di waktu yang terbatas. Tak ada reinkarnasi seperti di drama korea, tak ada perjalanan mengarungi waktu untuk mengulangi agar memperbaiki masa lalu seperti film-film fiksi itu. Yang ada hanya saat ini dan kesempatan yang rahasia perihal hari esok.
Dan mengingat mati, agar kita kembali sadar diri menjalani waktu, menghargai setiap proses mudah-dan sulit yang dilalui, memaafkan yang menyakiti, lapang menerima apapu. ketetapan yang Allah beri dan memupuk hati untuk bergegas menyiapkan diri.
Tanpa sadar, lisan kita mungkin kasar, perbuatan kita ada yang tidak berkenan. Dan catatan itu tertulis sebagai keburukan. Mudahan Allah yang Maha pemurah selalu melingkupi kita dengan hidayah dan ampunan. Sebab jika bukan karena kasih sayang Allah, hidup kita pasti kacau dan tak berarah.
Jika kita tak peduli akan pulang. Dan tak yakin akan hari kebangkitan. Kita akan berpikir urusan dunia selesai di dunia. Tetapi karena iman dan islam, kita yakin, kematian itu pasti, segalanya diperhitungkan dan kita semua sedang menunggu giliran.
Mudahan Allah jaga selalu lisan dan perbuatan kita, agar terhindar dari dosa dan terlindung dari api neraka.
#inidunia
Gerimis, 31 Desember 2025 15.58 wita
Semoga segalanya tetap dan akan terus baik-baik saja. Andaikata tidak, juga tidak mengapa. Kamu tidak harus selalu tampil sempurna. Ada waktu kamu gagal, kamu berbuat salah, atau melakukan hal-hal bodoh. Sekali lagi, tidak apa. Kamu hanya manusia biasa.
Meski dari jauh, aku berdo'a dan ucapkan selamat bertumbuh menjadi manusia yang terus membaik dari waktu ke waktu. Jika dalam melaluinya perjalanan terasa begitu sukar dan lambat, kamu tidak perlu menyesalinya. Hidup bukan perlombaan siapa paling cepat.
Nikmati saja perjalanan ini. Setiap perjalanan yang Allah hadirkan, berusahalah untuk tinggalkan karya-karya terbaik yang bisa kamu upayakan. Tidak harus indah, maupun megah, yang terpenting dari itu adalah ada.
KATA KATA CINTA
Jatuh cinta itu sangat sederhana, tapi jatuh karena cinta itu sungguh mengerikan"
“Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari”
“Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi”
“Hati-hatilah dengan hati. Jangan berikan pada seseorang yang tak bisa menghargai, karena ketika diberi, dia takkan sepenuhnya kembali”
“Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu”
“Dalam cinta, jangan buang air matamu menangisi seseorang yang bahkan tak pantas tuk melihatmu tersenyum”
“Mencintai seseorang bukan hanya dengan mengucapkannya setiap hari, tapi juga dengan menunjukkannya dalam segala hal sepenuh hati”
“Seorang pria yang mencoba melupakan perempuan, berarti ia tak pernah mencinta perempuan tersebut”
“Hidup telah mengajarkan kita bahwa cinta tidak berisi saling memandang”, tapi cinta berisi “bersama-sama melihat satu arah yang sama”
“Mencintai demi dicintai itu sifat manusia, tapi mencintai demi mencintai itu sifat malaikat
"Cinta itu sebuah permainan yang dimainkan oleh dua orang dan dimenangkan oleh dua orang tersebut
"Cinta itu bukan apa yang dipikirkan oleh akal, tapi cinta adalah apa yang dirasakan oleh hati
"Ya Tuhan, cinta itu adalah anugerah dari engkau. kami yakin dan percaya akan hal itu :)
"Hal yang indah itu tak pernah abadi termasuk cinta, cinta takkan pernah abadi karna suatu saat nanti akan dipisahkan kematian”
“Hal yang paling menakutkan dalam cinta adalah kehilangan orang yang paling kita cintai”
“Cinta Abadi takkan terpisah oleh jarak, hanya waktulah yang kan memisahkannya”
“Sumber Cinta ada 3 yakni 1. Materi 2. Nafsu 3. Hati Cinta yg brasal dri materi dan nafsu takan bisa lebih indah dari cinta yg brasal dari HATI”
“Hidup itu begitu indah, aku ingin menikmatinya dan ingin hanya bersamamu karena hatiku butuh hatimu”
“Tuhan menciptakan dua hati di tubuh yg berbeda tetapi utk bersatu, seperti hatiku dan hatimu lah”
“Cinta itu kamu, kasih sayang, setia dan rindu saat jauh, adalah ramuan penguat semua rasa antara aku dan kamu”
“Cinta ku kepadamu tuh sepertih api yang membarah hebat tiap detiknya tak trpadamkan oleh air hujan”
“Kita, dua yang saling memberi dan menerima, saling memperbaiki dan menyembuhkan”
“Di setiap jengkal udara, akan selalu ku sematkan cinta dan kasih sayang, berharap kamu dapat menghirupnya”
“Memandangmu, tidak butuh waktu lama utk aku mengerti dan memahami bahwa tugasku adalah mencintaimu”
“Kata orang, cinta itu artinya suka sama suka. Kalo bagi aku, cinta itu artinya suka sama kamu”
“Berusahalan untuk tampil apa adanya karena Cinta sejati selalu dapat Menerima Kelebihan dan Kekurangan”
“Kau tidak dapat menjadikan seseorang mencintaimu, tetapi kau dapat menjadi seseorang yang patut dicintai”
“Ukuran cinta ada ketika kau mencintai seseorang tanpa ukuran”
“Dalam kehidupan, jarang sekali kau bertemu dengan orang yang kau cintai dan mencintaimu. Jadi, sekali kau dapatkan orang itu jangan sampai terlepas, karena kesempatan itu mungkin tidak akan kembali padamu”
“Lebih baik kehilangan harga dirimu karena orang yang kau cintai daripada kehilangan orang yang kau cintai karena harga dirimu”
“Kita menghabiskan waktu untuk mencari orang yang pantas untuk dicintai, atau mencari-cari kesalahan orang yang kita cintai. Padahal seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita berikan”
“Perkawinan yang tepat bukanlah mencari pribadi yang tepat, tapi menjadi pribadi yang tepat”
Nak, jauh sebelum Bapak ketemu Ibu, Bapak pernah bilang ke diri sendiri kalau Bapak harus jadi extraordinary person suatu saat nanti, Kenapa? agar nanti, ketika Anak Bapak lahir, Ia akan bersyukur punya orang tua yang luar biasa. Menjadi Bapak yang family man, menjadi Bapak yang suka membaca buku, menjadi Bapak yang suka menulis, menjadi Bapak yang bisa diajak deep talk (dari anime, film, politik, atau apapun itu), menjadi Bapak yang bisa berbagai bahasa, menjadi Bapak yang bisa cerita pengalaman muda di berbagai negara, hingga menjadi Bapak yang bisa memperjuangkan pendidikan di Indonesia.
So I pushed myself really, really hard when I was young. I applied so many scholarships, I registered to so many competitions, I joined so many organizations, I learned so many language, I read a lot of books, I joined a lot of leadership programs, I even traveled to so many places so I could tell a lot of beautiful places in the world to share with you. Berharap kelak kamu akan bangga dan bersyukur telah menjadi anak Bapak.
But then I was wrong, sekeras apapun Bapak berusaha membuat kamu bersyukur karena itu. Ternyata rasa syukur itu tidak pernah mengalahkan betapa bersyukurnya Bapak akan kehadiran Nak dalam hidup Bapak. Tangisan pertama itu tidak akan pernah terlupakan di telinga Bapak. Bapak bahkan sudah menyiapkan email dan drive yang berisi seluruh dokumentasi Nak dari awal lahir hingga umur 18 tahun nanti yang akan Bapak sama Ibu kasih di hari Nak masuk Kampus nanti.
Terima kasih ya Nak telah hadir dalam hidup Bapak. Nak bebas mau jadi apa saja, yang penting Nak Suka. Bapak akan selalu dukung dengan tersenyum. Tenang saja. Bapak sudah menonton film 3 idiots (YTTA).
Bapak sayang Nak.
salahsatu yang menjadikan kita menarik dalam melihat sesuatu adalah persepsi;
ada yang menganggap hujan itu mengganggu ada pula yang menganggap hujan itu membawa kebaikan,
ada yang menganggap macet itu hanya buang" waktu, ada pula yang menganggap macet itu sebuah "jeda" untuk membaca beberapa paragraf buku,
ada yang menganggap kamu terjatuh karena itu salahmu yang tak melihat batu,
ada pula yang menganggap kamu terjatuh karena mungkin kacamatamu yang penuh debu,
setiap orang punya sudut pandangnya masing-masing, tergantung dari sudut mana ia melihat,
dan mungkin.. itu yang membuat kita dinamakan spesies yang paling unik,
karena kita bisa melihat beberapa daun jatuh, tanpa harus melihat dari ranting mana ia tumbuh.
Bukan Pusat Semesta
Aku pernah berpikir dunia berputar karena langkahku. Karena aku bernapas, lalu pagi datang. Karena aku menulis, lalu waktu melunak jadi puisi. Dulu aku percaya penderitaanku cukup agung untuk menggerakkan cuaca. Kalau aku patah hati, langit harus gelap. Kalau aku disakiti, burung-burung tak boleh bersiul. Aku menyangka semesta ini punya kamera tersembunyi yang selalu menyorotku, bahkan ketika aku tidak bicara apa-apa.
Ternyata tidak.
Aku bukan pusat semesta. Dan pengakuan ini bukan kalimat rendah hati. Ini bukan kebajikan. Ini bahkan bukan kesadaran spiritual yang menyelamatkan. Ini kesadaran telanjang. Kesadaran yang datang seperti tamparan keras dari orang yang tidak mencintaiku.
Aku bukan pusat semesta. Tidak ketika aku merasa paling benar. Tidak ketika aku merasa paling terluka. Tidak ketika aku merasa hidupku adalah sandiwara besar yang harus disaksikan orang lain. Bahkan tidak ketika aku merasa telah mencapai puncak gunung eksistensi dan ingin berteriak, “Lihat aku!”
Tidak ada yang melihat.
Orang-orang sibuk menjadi pusat semestanya sendiri. Mereka punya badai masing-masing. Ada yang kehilangan anak dalam diam, ada yang menahan lapar sambil tertawa. Ada yang mencintai tanpa dibalas dan tetap menyiram taman setiap pagi. Semua orang merasa sedang berdiri di tengah-tengah panggung. Dan aku? Aku hanya figuran dalam panggung mereka. Terkadang bahkan tidak. Terkadang aku hanya bayangan yang lewat, tidak cukup penting untuk diingat. Iya, orang-orang sibuk menjadi pusat semestanya sendiri.
Dulu aku menyalahkan dunia. Kenapa tidak adil? Kenapa tidak mendengar? Tapi sekarang aku tahu, dunia tidak tuli. Dunia hanya tidak wajib mendengarkan. Ia tidak punya kontrak moral untuk membuatku nyaman. Ia tidak punya kewajiban untuk melambat demi aku bisa berjalan lebih pelan.
Di kelas filsafat, kami pernah membicarakan heliosentrisme. Tentang bagaimana Copernicus mengguncang dunia dengan satu teori, bahwa bumi bukan pusat alam semesta. Tapi siapa sangka, lima abad kemudian, manusia masih terus hidup dalam ilusi geosentris. Bahkan lebih sempit lagi—egosentris. Bahwa segala hal yang terjadi di luar sana pasti ada hubungannya dengan dirinya. Padahal hujan turun bukan untuk mendramatisasi harinya. Bencana tidak datang untuk memberinya pelajaran hidup. Dan langit yang biru tidak sedang mencoba menghiburnya.
Aku belajar berhenti mencari pesan tersembunyi dalam tiap peristiwa. Tidak semua kepergian mengandung makna. Tidak semua luka membawa hikmah. Kadang orang jahat hanya jahat, dan hidup memang tidak adil. Menerima kenyataan ini bukan berarti menjadi pahit. Justru di sanalah ruang lahirnya kelegaan. Saat aku berhenti menuntut dunia untuk berputar menurut orbitku, aku mulai bisa melihat bahwa aku adalah bagian kecil dari tarian yang jauh lebih luas, lebih rumit, lebih agung.
Dan saat aku sadar bahwa aku bukan pusat semesta, tiba-tiba aku merasa ringan. Tidak ada yang harus kubuktikan. Tidak ada spotlight yang harus kupertahankan. Aku bisa jatuh dan tidak ada yang peduli. Tapi justru di situ letak kebebasannya, aku bisa bangkit tanpa beban mata orang lain. Aku bisa gagal tanpa perlu menjadikannya tragedi Yunani. Aku bisa berjalan pelan tanpa merasa kalah.
Menjadi bukan pusat semesta membuatku melihat dunia lebih jernih. Aku mulai memperhatikan hal-hal kecil. Bau tanah setelah hujan. Daun yang gugur tanpa suara. Senyum perempuan tua di warung langgananku. Semua itu bukan tentang aku. Tapi semuanya indah.
Mungkin hidup bukan soal menjadi penting. Tapi soal menjadi bagian. Bagian dari sesuatu yang tak perlu dijelaskan, tak perlu dimenangkan. Hanya dirasakan.
"Mbak mau snack apa? Silver Queen Matcha, ya?"
Bukan soal tawarannya, tapi soal ingatan yang tak pernah benar-benar pergi. Seolah waktu tak berhasil menghapus kebiasaan kecilku dari benaknya. Padahal banyak hal sudah berubah, banyak jarak sudah tercipta.
Ternyata, ada orang yang memilih untuk tetap menyimpan hal-hal remeh tentang kita tentang cara kita menyesap hidup, tentang selera kecil yang bahkan kadang kita sendiri lupa.
Di situ aku belajar:
Bahwa perhatian tak selalu datang dengan gegap gempita, kadang ia tersembunyi di balik pertanyaan sederhana, dalam sebungkus cokelat rasa teh hijau yang mungkin tampak biasa.
Ternyata, mengingat itu adalah bentuk lain dari mencintai. Dan aku hanya bisa diam, merasakan manisnya rasa yang tak sepenuhnya dari cokelat itu saja, tapi juga dari cara dia tetap ingat siapa aku.
Hidup tuh nyari dan ngejar apa sih? Rasanya kok ya ngepush banget buat lari.
Hidup kalau ngga ada tujuan malah bikin cape, ngga jauh beda sama ngejar tujuan yang rasa-rasanya semakin banyak setiap harinya.
Hidup cuma butuh pengakuan karena sudah menemukan dan merasakan hal-hal keren di dunia.
Hidup kalau cuma bisa merasakan momen bengong sambil lihatin lalu lalang kendaraan, apa ngga layak buat dianggap bahagia? Kaya kenapa sih bengong yang dirasa menyenangkan, tapi di akhir malah mikir "Ini orang-orang menganggap gue telat dan ngga berguna ngga sih?"
Emang kalau sudah dewasa ngga boleh melakukan kesalahan? Melakukan kesia-siaan? Melakukan banyak hal bodoh yang bikin orang ilfeel pas melihatnya?
Kenapa hidup bikin pusing banget, tapi lebih pusing juga kalau takut meninggal dalam keadaan ngga ngapa-ngapain.
- 18 Mei 2025 #18haridari30
Ternyata, mendoakan secara diam, meminta ketenangan dalam penantian di sepertiga malam, tanpa satu patah kata pun dalam percapakan dunia; rasanya seindah ini. Tidak lagi menanyakan apakah ia adalah jawaban atau sekedar ujian, tapi menjadikannya indah dalam melewati hari. Ditenangkan langsung oleh Sang Pemilk Hati.
Memutuskan untuk menjaganya di tangan Allah, mengikhtiarkan dengan ketaatan lewat ibadah ibadah sunnah, dan menyerahkan apapun kebaikannya kepada Allah. Tentu, dengan menyiapkan ruang kepasrahan. Seraya terus memantaskan dan memperbaiki diri, dalam diam, dalam kesunyian. Meyakinkan diri untuk fokus pada apa yang ada di depan mata; menyiapkan semua dengan ilmu sesuai pedoman agama.
Walau kadang terasa berat, ingiinn sekali mengetahui kabarnya, tapi dipendam seorang diri. Tidak lagi gegabah mengirimkan sesuatu yang sebenarnya tidak penting (seperti kemarin) hehe; maaf sekalii ya, aku merasa sangat tidak pantas mengganggunya.
Semoga Allah menjaga kesabaran hambanya.
Menjaga batasan itu bentuk sayang pada diri sendiri. Dalam setiap interaksi, ada hal-hal yang berusaha dijaga dengan hati-hati, dan ada pula yang secara sadar dipilih untuk diakhiri—bukan karena benci, tapi karena tahu mana yang layak untuk terus dibagi energi.
Setiap kali bertemu dengan hal baik, terselip doa dalam hati: semoga kebaikannya terus menyemai, memberi dampak, dan menjadi cahaya bagi sekitarnya.
Sebaliknya, ketika berhadapan dengan hal-hal yang bikin bertanya, kok bisa ya ada orang seperti ini? senyumin aja, lalu jadikan itu pengingat: jangan sampai jadi seperti itu. Doakan kebaikan, doakan kelapangan, dan kalau perlu… melangkah pergi.
Fokus pada apa yang bisa dikendalikan. Bukan pada sikap orang lain, tapi pada bagaimana hati ini memilih untuk merespons. Kadang, menjaga jarak juga bentuk dari menjaga kewarasan. Dan itu nggak apa-apa.
- 21 Ramadhan 1446 H/ 21 Maret 2025 M -
Hikmah Berdoa
Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berdoa, maka teruntuk dirimu yang masih terus istiqomah berdoa, bersyukurlah.
Hikmah doa, mengajarkan kita banyak hal. Terutama dari segalanya adalah 'kesabaran'. Bila segala yang kita inginkan segera Allaah berikan, maka bagaimana kita mengenal dan belajar tentang kesabaran? Darimana kita mengenal bahwa setiap yang diinginkan akan di acc dulu sama Allaah, baik atau tidak baik untuk kita?
Mengapa berdoa, padahal Allaah sudah tau apa yang kita inginkan meski belum kita ucapkan dalam doa?
Benar, bahkan Allaah sudah tau, karena sungguh Allaah Maha Mengetahui segala isi hati. Namun, tidak kah diri yang lemah ini malu, di saat Nabi yang paling mulia akhlaknya dan sebagai kekasih Allaah saja-pun selalu berdoa ketika menginginkan suatu kebaikan. Lantas, kita ini siapa, yang begitu angkuh, berharap diberikan apa yang kita inginkan, sedang diri begitu enggan mengangkat tangan dan berdoa?
Tetaplah berdoa, karena diijabahnya atau belum diijabahnya doa kita saat ini, kita tetap mendapat pahala atas doa yang kita panjatkan.
"Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa". (HR. At-Timidzi, Ibnu Majah,Musnad Ahmad)
Harapan mengalir, dari hati sampai kepada muara doa-doa.
Berharap "seluruh semogaku" sampai kepadamu; sebagai angin yang menenangkan di sudut mata; kala kau memandang langit dan mengambil jeda dari riuhnya dunia.
Dan untuk alasan yang takkan pernah bisa ku jelaskan, tentangmu selalu mengambil peran istimewa dalam hidupku. Sebab kau adalah orang baik yang amat tulus di tengah prahara hidup yang penuh kenaifan ini.
Kau adalah satu pijar favoritku yang akan selalu ada dan terang dalam perjalanan berliku ini;
Sesekali kau menjelma rintik hujan yang ku paling ku tunggu diantara kemarau panjang;
Dan lebih sering dari biasanya; kau menjelma sebagai rembulan indah di pekatnya malam.
Dan yang selalu menjadi penutup doaku; bahwa aku bersyukur telah dipertemukan denganmu, diantara banyaknya jalinan benang takdir yang rahasia.
Usai perjalanan, 25 Februari 2025 17.21 wita
191.
Busur waktu melesat begitu cepat, satu tahun sudah diri ini menjadi teman seperjalananmu dalam menggapai ridho-Nya.
Satu tahun penuh suka tanpa duka, dihiasi tawa, tangis bahagia dan segala macam bentuk rasa yang sulit untuk aku deskripsikan.
Baktiku mungkin masih jauh dari sempurna ku harap ridhomu selalu berlabuh dalam segala gerak-gerikku. Begitu pun aku kepadamu.
Semoga ruang pemakluman atas segala tindak-tanduk yang masih alfa selalu terbuka lebar di antara kita. Semoga tulus kasih terus mekar seiring berjalannya waktu.
Terima kasih sudah menjadi teman tumbuh terbaik, suamiku 🌻.
Rumah, 19.30 | 09 Juli 2024.
Hai diriku..
Terima kasih sudah mau bertahan dari berbagai ujian hidup yang bertubi tubi tidak ada habisnya, dari jatuh bangkit lagi dan bertahan semampunya sampai jatuh berkali kali masih berusaha untuk bangkit, walaupun ujian hidup itu gak mudah tapi kamu tetap bertahan diriku saat ini. Ya kesehatan mentalku terganggu untuk kesekian kali nya setelah ujian terberat hidup ku adalah KEHILANGAN anak lelakiku satu satunya, tapi aku harus tetap bertahan demi kesehatan mentalku saat ini walaupun masih harus ke psikiater yang melelahkan itu.
Hai diriku..
Terima kasih sudah bertahan sampai sekarang ini. Dimana usia semakin berkurang tapi aku masih belajar belajar dan belajar dari berbagai pengalaman hidup orang orang di sekitar ku. Bertahanlah sampai dimana nafas ini habis, ikutilah jalannya Allah atas takdir diriku, berikanlah kesabaran yang luas juga ikhlas yang luas dan sehatkan lah mentalku saat ini agar tetap menjadi waras.
Hai diriku..
Happy b'day atas kurang nya umur sekarang ini doa untuk diri sendiri tetapi tegar menghadapi ujian hidup, berbuat baik dan jangan berhenti tetap memberikan afirmasi dan lempar ke semesta.
Grabag, 04.05.2025-11.36