Assalamu’alaykum,
Waktu yang sudah lama gue nantikan akhirnya terwujud, semua ini merupakan sebuah berkah yang tak terhingga, selalu gue doakan semoga ini adalah jalanNya agar gue semakin dekat kepada Dzat yang Maha Pemberi Nikmat.
Gue akan cerita mulai dari persiapan keputusan untuk APPLY LPDP.
Sebenernya, gue dan temen gue (Raudha) sudah sejak kami semester 4, rajin sekali mengunjungi pameran beasiswa dan pameran kampus-kampus luar negeri. Mulai sejak itulah aku yakin sekali LPDP adalah salah satu koentji untuk melanjutkan mimpi.
Dimulai sejak tingkat dua itu, aku mulai mencari tau informasi LPDP baik di website atau mengunduh aplikasi di play store. Jadi, jika kata orang Ana beruntung sekali ya, sebenernya itu ga juga. Pernah suatu hari di kali ketiga kami (Aku dan Raudha plus semua anggota peer groupku – Teteh, Firda, dan Rinel) datang ke Pameran beasiswa dan kampus luar/dalam negeri, di gedung Danayaksa kami antre panjang sekali, panas, laper, pegel, dan desak-desakan saat mau bertanya ke booth kampus wkwkwk
Singkat cerita gue mengetahui ada yang namanya LPDP Afirmasi (salah satunya alumni bidikmisi berprestasi), nah jika temen-temen masih bingung coba baca jenis-jenis beasiswa LPDP ya di websitenya, bisa googling dengan masukan kata kunci LPDP, nanti akan keluar.
Jadi LPDP itu ada yang umum (regular), dan ada yang khsusus (yang ditargetin pemerintah) misalnya afirmasi pra sejahtera (atau maaf – tidak mampu), dan lain-lain, salah satunya adalah alumni bidikmisi berprestasi (ini beda di IPK biasanya). Nah jadi untuk apply beasiswa LPDP Afirmasi (IPK terakhir harus >3,5 dari skala 4,0). Terus gue sadar kan, pada semester 1 gue pernah ngulang matkul karena dapet D HAHAHA, udah otomatis ga cumlaude, tapi alhamdulillahnya karena gue ada pendidikan profesi Ners (Profesi Perawat) jadi transkrip nilai gue ada dua, dan transkrip terakhir adalah pendidikan profesi tersebut, dan alhamdulillahnya lagi, kuasa Allah yang emang baik banget, gue lulus pendidikan profesi dengan predikat cumlaude, Allahu Akbar!
Jadilah gue apply beasiswa di jalur afirmasi. Nah beasiswa afirmasi ini juga lebih banyak tunjangannya dibandingkan regular, kenapa? Karena anak afirmasi dianggap belum mampu, jadi dana program bahasa (lest TOEFL/IELTS) dibiayain. Dan juga syarat nilai B.Inggrisnya lebih rendah dibanding yang regular. Hal ini terjadi karena adanya pertimbangan tertentu oleh pemerintah. Tetapi, alumni bidikmisi yang ingin coba apply harus mencoba dalam 2 tahun maksimal setelah lulus,kenapa? Karena kalo udah lebih dua tahun kita udah dianggap berdaya sendiri, jadi ga adil dong masa pemerintah tetep ngebiayain?
Minusnya kalau kayak gue adalah, galau antara mau lanjut sekolah atau pengalaman dulu, soalnya ilmu keperawatan itu kan praktikal banget, tapi balik lagi Allah yang lebih tau, Allah ada jalan sendiri, Allah mengarahkan untuk ilmu lalu pengalaman akan didapat secara learning by doing dan dikejar setelah nantinya, aamiin..
So, yang tau dirimu adalah dirimu sendiri, jadi gue menulis ini untuk sharing bukan berarti dengan melihat orang dapet beasiswa, lanjut kuliah mereka terlihat lebih keren, Tidak menurut gue. Definisi keren itu adalah menjadi versi terbaik dari dirimu dan bermanfaat atas ke-keren-an-mu itu.
So, pertama adalah tahap Pemberkasan.
Nah! Ini cukup banyak, bisa dilihat ya di bookletnya apa saja yang di syaratkan. Tapi gue akan menceritakan hal-hal krusial.
1. Rencana Studi dan Proposal Studi
Hmmm apa bedanya?
Sebenernya ini adalah hal dasar banget… proposal studi itu adalah alasan kenapa sih lo mau lanjut kuliah lagi? Emang efeknya apa kalo lo kuliah dan engga? Soalnya ni gaes, ini beasiswa uang rakyat, coba pikirin deh kalau lo nanti sekolah niatnya mau jalan-jalan doang, mau keren-kerenan doang dengan gelar, apa dampak timbal balik buat masyarakat yang uangnya lo pake buat sekolah? Kasarnya gitu. Nah jadi coba dicamkan di hati dan pikiran ketika buat proposal studi itu ga hanya sekadar melengkapi syarat yang diminta pihak LPDP tapi juga itu kesadaran diri, latar belakang kenapa sih harus daftar?
Nah kalau rencana studi itu adalah silabus, pas lo ntar lanjut sekolah di universitas mana harus tau mau pelajari apa di sana, nah ini harus detail dan rajin pas bukain web/nanya ke kampus via datang langsung atau email. Jadi lu bakalan ga ngerasa, wah gue salah jurusan (
Dua hal ini harus dipersiapkan, dan yang tau lo mau jadi apa ya lo sendiri, jika masih belum menemukan cobalah diskusi, eksplor disi dengan berbagai kegiatan.
Gue dulu tau apa yang gue mau dengan cara ikut banyak kegiatan, khususnya di bidang kerelewanan, diskusi sama peer grup gue tadi, dan dosen-dosen. Nah ini tentang diskusi sama dosen, jangan malu untuk menceritakan mimpi, malah itu menjadi jalan membuka kesempatan-kesempatan lain, percaya deh. Sebenernya ga harus dosen sih, bisa kakak tingkat atau siapa gitu yang menurut lo inspired dan bisa diajak ketemu, oh iya, gue tipe orang yang lebih suka diskusi secara ketemu dibandingkan chat hahaha (FYI). Jadi kalo ada hal yang perlu kita diskusikan mari berjumpa, hiyahiyahiya
2. Kemampuan Bahasa Asing (English)
Nah kalau untuk ini banyak jenisnya, entah itu TOEFL (ITP, iBT), IELTS, TOEIC, TOALF, dll.. sesuai dengan kebutuhan aja ya. Nah, di sini yang perlu gue tekankan adalah yang bisa mengukur kemampuan adalah dirimu sendiri, kira-kira lo udah perna belum ikut tes TOEFL atau IELTS atau apa gitu. Nah, jadi persiapannya bisa jadi akan beda di tiap orang, tergantung masing-masing start poinnya. Jadi jangan merasa minder ya guys. Kalau memang belum sampai di target ayo!! Kejar. Gue pun cukup struggling di sini. Nah, kalau gue kemarin pakainya TOEFL ITP tesnya di KAPLAN, Alhamdulillah satu kali real test 543. Tapi, gue sebenrnya kenal TOEFL ini sejak SMA, pertama kali coba-coba predictionnya 420 (ahaha), lalu coba lagi 467-476-495-516, wahahaha bangga banget bisa tembus >500. Itu beberapa kali gue latihan di tempat les waktu di Palembang dan di LBI UI pas masih mahasiswa semester 6. Lalu karena gue tau gue mentok di nilai segitu-gitu aja gue belum mau real test, kenapa? Karena gue tau kemampuan gue, gue inginnya sekali real test > 500 (persyaratan Afirmasi Alumni Bidikmisi tujuan kampus LN minimal ITP 500). Alhasil, dengan sisa beasiswa dari Yayasan Jepang gue ke Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jatim. Lumayan tuh gue bisa improve jadi 543.. gue ambil di salah satu lembaga bernama TEST English School intensif TOEFL 1 bulan, masyaAllah cuy di sini wkwk. Intensif bener-bener intensif, gue merasa kayak jadi anak pesantren. Waktu belajar Senin-Jumat (pkl 05.30 s.d 21.00) plus Sabtu kita scoring. Ohiya scoring itu tiap hari, tiap siang, dengan kisah yang lucu, ada suara ayam berkokok lah pas listening section, mandi antre di camp, dll. Tapi karena atmosphere yang mantap jiwa, teman-teman yang rejeki banget rasanya, jadi semangat untuk belajar juga membuncah (walau 2x ku bolos karena ku butuh main haha). Ohiya, cara belajar teman-teman sendiri yang lebih tau, kalau gue sih gitu, study hard, play harder wkwk. So, nyiapin kemampuan bahasa kalau gue saranin jangan mepet sama jadwal pendaftaran yaw.
3. Surat Rekomendasi
Nah lalu ini juga yang krusial. Gue jadi inget, pertama kali mau minta rekomendasi dari dekan fakultas haha, karena gue merasa cukup dekat (pede banget) sama Pak Dekan. Tapi, sayang seribu sayang karena ada suatu hal terkait institusi, secara institusional beliau ga bisa ngasih gue rekomendasi, tapi secara personal beliau dukung banget. Lalu, gue melipirlah ke salah satu guru besar fakultas, kenapa gue berani banget? Karena gue SKSD orangnya wkwk, ga juga deng. Jadi Prof. Achir Yani, seorang Guru Besar Keperawatan di Indonesia ini merupakan putri asal Sumatera Selatan, nah sama kan sama gue, Alhamdulillah karena itu, dan gue sempat kenalan dan sempat diskusi juga tentang provinsi kelahiran kita jadilah kenal. So, untuk silaturahmi itu ga perlu alas an yang muluk-muluk kok. Jadi kalau ada perlu ga malu-maluin, dan tetep keep in touch. Inilah yang dinamakan silaturahim membuat usia berkah, aamiin.. salah satu hikmah hidup adalah, rejeki ga hanya tentang finansial tapi juga teman, kenalan yang mengajak ke kebaikan. Alhamdulillah gue hubungin beliau dan meminta bertemu. Nah, moment bertemu inilah coba jelasin kenapa alas an kita mau lanjut sekolah, minta pencerahan juga dengan beliau, dan tentunya doa.
Ohiya tentang siapa sih sebenernya yang sebaiknya kita minta sebagai perekomendasi kita? Nah, sebenarnya ini bisa dosen/atasan kerja. Tergantung kita freshgrad atau udah lama kerja. Kalau lo freshgrad gue saranin mintanya ke dosen, misalnya dosen pembimbing akademik/skripsi/tesis. Tapi kalau lo praktisi yang udah lama kerja bisa banget mintanya ke atasan. Jadi, intinya adalah orang yang memiliki kemampuan bisa menilai diri kalian dan cukup kenal baik dengan kalian. Jadi apakah harus Profesor? Ga juga sih, tapi kalo ada dan kenal kita lebih baik. Cuma kalau professor dan beliau ga kenal sama sekali sama kita, bakalan repot juga. Karena isi surat rekomendasi adalah seberapa kenal perekomendasi kenal kalian. Nah, sila browsing untuk contoh surat rekomendasi ya, di mbah google banyak formatnya sesuai dari beasiswanya juga bisa.
4. Detail terhadap Syarat dan Peraturan Calon Pemberi Beasiswa
Maksudnya adalah…. Saat lo mau apply beasiswa coba baca teliti tentang syarat dan permintaannya, biasanya ada user manual nya, nah ini memang tebal biasanya berhalaman-halaman, tapi semua informasi yang penting dan tata cara ada semua di sini. So, jangan malas ya. And, gue sebenrnya agak kzl kalo ada yang nanya gimana Kak apply LPDP? Apa aja berkasnya? Wahahaha rasanya pengen ga gue jawab. Nah, inilah pentingnya usaha diri sendiri dulu, inilah adab bertanya (pengingat ke gue juga), jadi kita udah usaha dan ketika ada hal-hal substansi yang ga tertulis di booklet/user manual itu barulah kita bertanya. So, kalau LPDP ini kan bukan hal yang asing banget, jadi kalau temen-temen searching insyaAllah bakalan banyak banget kok hasilnya di google.
5. Minta doakan di setiap tahap seleksi
Nah ini ikhtiar jalur langit, mintalah doa pada Ibu/Bapak/keluarga dan teman. Gue inget banget di tiap ada temen di perjalanan gue nitip doa, apalagi yang lagi Haji atau Umroh, nah itu makin-makin dah. Tolong ya, gue nitip do’a dan kalau bisa spesifik. Serta inget, luaskan hati juga, jangan maksain kehendak ke Allah ya. Gue slalu inget dari seorang Kakak yang masyaAllah, pernah bilang “jangan lupa selipkan di ujung doa, atau yang lebih baik dari itu menurut Allah”
Oke, mungkin sedikit sharing ini bisa bermanfaat, sebenernya kalau kita ketemu lebih enak ya, wkwkwk. Gue suka banget ngomong sebenernya, kalau ada yang masih belum jelas bisa banget DM di Instagram, insyaAllah bisa lanjut tapi gue lama bales sih biasanya HAHAHA.
ig: @ns.noviana
Wa’ssalamu’alaykum..














