selamat malam... maklum, belum dapet 4G di kosan saya.. – View on Path.

JVL
he wasn't even looking at me and he found me
trying on a metaphor
hello vonnie

roma★

izzy's playlists!
cherry valley forever
sheepfilms
Monterey Bay Aquarium

Janaina Medeiros
will byers stan first human second
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

ellievsbear
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
KIROKAZE
AnasAbdin

blake kathryn
Claire Keane
I'd rather be in outer space 🛸
seen from United States

seen from Slovenia

seen from China
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from Japan

seen from United States

seen from T1

seen from Ecuador

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
@sendyyeah
selamat malam... maklum, belum dapet 4G di kosan saya.. – View on Path.
Ingin sekali aku bercengkrama denganmu, lagi.
Tolenjeng
Tak banyak yang kenal dengan sambal satu ini, hanya orang-orang ber-KTP USA (Urang Sunda Asli) yang mengenalnya, sambal tolenjeng, atau dikenal juga sambal "goang". Tolenjeng adalah cermin kesederhanaan, low profile, down to earth atau melarat, itu terserah kamu yang menafsirkan.
Tolenjeng simbol kesederhanaan, hanya ada pedas dan asin seperti hidup yang biasa kita rasakan. Tolenjeng adalah pahlawan orang sunda untuk selamat dari (yang katanya bencana) kelaparan, hanya dengan nasi hangat, lalap rumput liar yang kami petik dari galengan sawah, dan satu cowet tolenjeng, kami bisa makan dengan puas, nikmat, seolah tak perlu lagi makanan mewah lain. Teman makan paling mewah bersama tolenjeng adalah mendoan tempe hangat, atau kerupuk. Tolenjeng pantas mendapat gelar mahkota kuliner tatar priangan.
Betapa sederhananya, sambal ini hanya berisikan garam dan cabe rawit atau cengek, kalau saat saya merantau di Andalas, disebut cabe sayur. Cabe dan garam digerus dengan cowet dan mutu batu, jangan sekali-kali menggunakan yang berbahan kayu atau tanah liat, dijamin tidak akan halus. Setelah semua bahan tercampur dengan halus, biarkanlah beberapa lembar kulit cengek tak habis tergerus, bila kamu adalah orang yang sedikit beruntung, kamu bisa menambahkan sesendok minyak goreng panas ke atas sambel tadi untuk menambah rasa nikmatnya melebihkan usaha. Jika kamu tambahkan terasi, atau tomat, kamu terlalu bermewah-mewah!
Aku berani bilang bahwa tolenjeng sangatlah susah ditemukan selain di tanah sunda, berani bertaruh? Jika menemukan nama "tolenjeng" atau "goang" dalam menu rumah makan atau restoran yang klaim dirinya tempatnya makan sambal di Kota Yogyakarta, aku mau makan di situ! Bahkan, saat aku makan di tempat yang berani membuat sambal sesuai permintaan pelanggan jika tidak ada dalam daftar menu, mereka tidak bisa menyajikan, bahkan kebingungan dengan permintaanku untuk dibuatkan tolenjeng, setelah kujelaskan sekalipun. Saat itulah aku proklamirkan, tolenjeng hanya milik orang sunda!
Tolenjeng adalah pahlawan kami dimanapun berada, apapun keadaannya, di perantauan, di rumah, senang, sedih, sakit, bahkan saat patah hati, tolenjenglah yang mampu membangkitkan kembali selera makan. Perlu bukti? Seseorang di sebelahku sedang dilanda sakit gigi dan tidak punya nafsu makan selama tiga hari, dengan tolenjeng? Sepiring penuh nasi dia habiskan sendiri.
Tolenjeng adalah sambal ajaib, kamu hanya akan merasakan pedas di lidah, tanpa merasa panas di perut, tidak harus takut besok kamu mencret karena terlalu banyak makan sambal satu ini, itu yang dulu nenekku katakan, dan aku mengamini. Cukup dengan segelas air hangat, beberapa saat kemudian kamu akan lupa kalau tadi sudah menghabiskan sambal mahapedas dan ingin melakukannya lagi.
Pssttt.... Cara paling nikmat menghabiskan tolenjeng adalah dengan menambahkan nasi ke cowet, lalu kamu tumbuk dengan mutu tadi, dan sisa-sisa sambal yang tertinggal di pori-pori batu akan menempel pada nasi menambah nikmatnya suapan nasi terakhir. Jangan biarkan tolenjeng tersisa sedikitpun!
Kalau Meggy Z bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, aku bilang lebih baik makan tolenjeng. Daripada akhirnya kamu bunuh diri.
View dari Lab kampus lantai 4. Poto ini diunggah tanpa pemanis buatan. – View on Path.
Hooh with Kukun – View on Path.
Sarapan hari ini.. – View on Path.
Soto 'handmade' Ayam with Siska – View on Path.
Tumblr dalam sebulan cuma buka sekali, tapi penggunaan data sampai segini. 😒 – View on Path.
Finish him! Fatality! – View on Path.
Layar depan HP makin ruwet... – View on Path.
Install BBM di HP lama yang orientasi layarnya landscape, miring. – View on Path.
Diatas jembatan Cirahong. at Jembatan Cirahong – View on Path.
Nyepam di blog sebelah, biar bisa mudik :(
Human killing humans.. – View on Path.
Senyum itu tidak dosa
Malam ini saya berhenti sejenak di toko alat tulis langganan di pinggir jalan raya, tadinya hanya ingin melihat-lihat dan mengecek tabloid langganan yang sudah mulai ditinggalkan. Kemudian saya berhenti di depan toko, lalu disusul dengan seorang wanita yang mungkin seumuran. Dia menoleh kemudian tersenyum, dan saya ikut tersenyum heran. Ah, mungkin dia boss penyalur majalah yang tahu bahwa penjualannya naik drastis. Kemudian saya masuk duluan, mencari tabloid yang saya inginkan. Sayang, harganya sudah naik dan kualitas cetakannya sedikit menurun. Saya malah membeli amplop, tiga lembar, entah untuk apa. Kemudian dia masuk dan melihat sebuah majalah dan masih tersenyum saat saya memilih amplop, mungkin sampulnya lucu. Lalu dia (sebut saja X) bertanya kepada Bapak penjaga toko (sebut saja Y) X: "ada NGI (dengan bahasa inggris "en-ji-ai"), pak?" Y: "ada disini, tapi yang Bahasa Inggris" X: "yang Indonesia gak ada?" Y: "habis, mbak" Kemudian saya membayar tiga buah amplop dan beres-beres. X: "oh, makasih pak" Lalu dia pergi dengan masih saja tersenyum. Saya pun pergi dari toko, dan seseorang berbisik di telinga "kamu sudah senyum hari ini, Sendy?"
Setir mobil balap ep hiji.
Buat yang masih belum menentukan pilihan – View on Path.