Setelah hampir seperempat abad jadi makhluk bumi, aku sadar bahwa hidup setidaknya mengubah 3 hal besar, yakni nilai hidup (apa yang penting dan kita hargai), prioritas (apa yang mesti kita dahulukan), dan kapasitas emosional-intelektual.
Dengan ketiga hal itu, kutipan "setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya" itu rasanya relevan. Artinya, ada beberapa perpisahan yang disebabkan nilai-nilai hidup yang bergeser ke arah berlawanan, maupun prioritas hidup dan kapasitas emosional-intelektual yang berbeda.
Tapi kamu punya nggak sih orang-orang yang sengaja terus kamu perbarui pengenalannya karena kamu pengen di setiap masa/stage kehidupanmu, mereka tetep jadi "orangnya"?
Orang-orang ini, bakal terus kamu synchronize supaya nilai-nilai hidupnya atau lebih jauhnya framework-nya, nggak berbeda terlalu jauh denganmu secara prinsip. Kamu ingin terus pelajari orang-orang ini karena pengen tau, "kita masih di halaman yang sama nggak sih?" Sudut pandang mereka juga matter buatmu, kamu menghargai itu.
Ada seorang temen yang pernah kubilang padanya, "meski kita tau manusia itu bertumbuh kembang, please jangan berubah terlalu banyak/cepat ya, atau jika iya, izinin aku tau dan perbarui setiap ∆ improvement-mu. Kamu manusia yang seru buat dipelajari. Jadi aku ingin dilibatkan di setiap fase hidupmu, dan aku melakukan itu juga padamu. I will keep you updated."
Kedengarannya kayak posesif hahaha. Tapi jujur maksudnya nggak ke sana. Untuk alasan pribadi, aku suka aja ngeliat bagaimana kuasa Allah bekerja di growth-nya orang-orang. Seru tau, liat orang bertumbuh kembang tuh, apalagi merekanya bersedia kupelajari. Bener sih, kalimat "rabbana maa khalaqta haadzaa baathila" bahwa nggak ada entitas sekecil apapun yang sia-sia, termasuk pertumbuhan seseorang, perubahan kecil dalam pikirannya, caranya melihat hidup, dan caranya berdamai dengan diri sendiri.
Dengan kata lain, alih-alih posesif atau ingin gatekeeping temenku, aku ingin mempelajari tanda-tanda Tuhan di perjalanan hidupnya. Pasti ada banyak hikmah yang ga mungkin bisa aku tangkep kalau aku yang jadi dia. Pasti pengalaman personalnya, cuma dia yang bisa ambil hikmahnya. Terus kenapa aku nggak belajar aja sama dia? Kenapa aku nggak mempelajari dia?
Nggak banyak orang yang mengizinkan aku masuk ke dalam hidupnya. Sebagai orang yang introvert, aku nggak mudah diterima bertamu ke hidup orang. First impression orang-orang terhadapku rata-rata nggak begitu bagus. Makanya, sebuah kehormatan ketika ada orang ngizinin aku mempelajari hidupnya dan mempercayakan sudut pandangku untuk mencerminkan dirinya. Meski aku nggak selalu jadi cermin yang baik, aku bakal berusaha dengan baik sebisaku. Aku nggak bakalan sia-siain kesempatan belajar itu.
Updating friends is how we make sure we don't slowly turn into strangers with memories. We update each other to let our friends meet the new versions of us. Updates help friendships stay relevant, not stuck in who we used to be years ago. Sharing our lives with friends is a quiet way of saying, "I trust you with who I’m becoming."
It's a love language your friends shouldn't guess where you are. They shouldn't wonder what you're doing. It says, "You matter. I want you to know." Cause I like to actually know everything. Once I'm missing information and updates, I assume you don't want me in your life anymore.
Terima kasih untuk teman-teman yang mengizinkanku memperbarui pengenalanku terhadap kalian, yang mengizinkanku tahu kalian sedang "di mana", "sibuk apa", dan "sudah sejauh mana" (dapat ditafsirkan secara konotatif maupun denotatif). Dan terima kasih juga buat teman-teman yang bersedia menerima pembaruanku atau menanyakan kabarku. May we never stop becoming better, and never stop recognizing each other in the process. May we never become strangers while becoming better.
Not "see you on top", but "let’s climb together."
Let’s stay in each other’s lives as we become better versions of ourselves. Let’s grow in ways that bring us closer to God, and closer to who we’re meant to be — together.
— Giza, menghargai rahmat Allah di pertemanannya
Kebutuhan Memperbarui Pengenalan