Well... Yeah
Beberapa hari yang lalu seseorang datang kepadaku. Orang yang menjadi tokoh utama perjalanan kisahku. Ia seperti pelangi. Hadirnya hanya untuk singgah. Ketika Sang Bagas datang, ia berangsur hilang.
Ia datang. Basa-basi yang kelewat basi sepertinya sudah menjadi kebiasaan wira itu. Seperti yang kudengar dari cerita orang tentang mantan mereka, dia mencoba mengorek kembali sisa-sisa kisah yang mampu diingatnya.
Ia masih ingat makananan kesukaanku, ia masih ingat kebiasaanku menyimpan meme. Kukira hal-hal sepele seperti ini tak akan ada pengaruhnya bagiku. Toh, sudah setahun berhasil kulewati tanpa presensinya.
Aku kira aku sudah berhasil


















