Membinal ke China #Part2
Terbang ke Jakarta ane pake AirAsia Gan, pramugarinya cantik-cantik dan enerjik ini bukan promo lho tapi ini fakta di lapangan heuheuheu. Tapi namanya ane gak pernah naik pesawat ya Gan jadi ya agak parno gitu lah plus ane takut ketinggian dari dulu, sialnya ane dapat tempat duduk dekat jendela dan disampingnya sayap pas, saat pesawat bermanuver disitu jantung hayati berdegup kencang tapi karena ane ingat kata pepatah “Orang ganteng harus tetap woles” jadi ane tetap tenang. Namun itu semua berubah saat negara api menyerang #plaaaakkkk, saat berada di ketinggian berapa gitu di tengah perjalanan terjadi dua kali suara ledakan kecil di kabin penumpang, I didn’t know what’s that but trust me itu bikin ane dag dig dug nggak karuan, siapa yang kagak takut yak, lha wong baru PERTAMA KALI naik pesawat plus naik AirAsia pula, ane kan jadi teringat kecelakaan pesawat AirAsia yang jatuh beberapa waktu yang lalu. Ternyata usut punya usut itu berasal dari bungkus makanan yang dibuka oleh penumpang yang gak bisa membuka bungkus jajannya dengan woles dan benar, huft lega deh ane . Sampai di Jekardah langsung kita diangkut ke kawasan apartment yang ada hotel didalamnya, Aerofans Inn nama hotel tempat guweh menginap, tempatnya simple tapi okelah Gan. Di Jakarta ane emang ada agenda buat jumpa fans #plakkkk :P . Agenda kita di Jakarta adalah Peresmian kegiatan Summer Camp 2015 dan kegiatan ini diselenggarakan di ‘Markas’ Confucius Institute Universitas Al Azhar Jakarta, semua Confucius Institute di Indonesia kumpul dan diresmikan buat tralala trilili ke negeri panda oleh Duta Besar China untuk Indonesia, Emang sih kita sama-sama mau ke China namun menyebar ke berbagai kota di China dengan jadwal penerbangan yang berbeda, kita kloter Surabaya berangkat besok pagi naik jadi bisa lebih woles dari yang lain *Cheers*.
Jam 7 pagi kita cekidot ke Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, semua berjalan mulus hingga ane mendapat pemberitahuan bahwa Bu Chen, Pimpinan Confucius Institute Surabaya dari Pihak China ditahan pihak imigrasi Cengkareng karena izin tinggalnya sudah kadaluarsa, so mau gak mau ya kita berangkat ke China sendirian. Kita naik pesawat milik maskapai China Southern Airlines, meski kelasnya ekonomi tapi pesawatnya oke kok, karena dah belajar saat naik AirAsia, saat perjalanan kedua dah santai pol ane meski duduk di samping jendela hahahaha. Jam 9 kita cussss ke Guangzhou, perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam lebih. Kenapa kok ke Guangzhou dulu, kok enggak langsung ke Beijing? Ya karena kita transit dulu disana dan ganti ke jalur domestic.
Selama perjalanan dari Jekardah ke Guangzhou, kita dapat makan siang dari maskapai namun karena ane puasa gan jadi ya nggak ane makan, cuman roti ama kejunya ane masukin tas, pikir ane lumayan lah yak buat buka puasa ntar malam. Di tengah perjalanan tepatnya di atas laut China Selatan, pesawat kita berkali-kali kena turbulensi. Sepertinya cuaca diluar sana sedang tidak bersahabat, jadi di dalam pesawat guweh merasa goyang itik sambil naik roller coaster. Landing di Guangzhou dengan tampan, kita gak bisa santai-santai soalnya bandara Guangzhou luasnya alamakjan banget dan dikejar ama waktu buat check in di penerbangan domestik, nunggu koper aja lamanya minta ampun karena emang antri gan. Lanjut ke area transfer kita dilanda kebingungan sebab kita salah ambil jalur dan disuruh mengisi form oleh pihak imigrasi China, jadi ada semacam kartu dimana kita harus memberi tahu identitas kita, tujuan kita ke China mau ngapain, mau tinggal dimana, tenang aja gak ada pertanyaan LOE JOMBLO APA NGGAK buakakakakakak. Habis itu dicek ama petugas imigrasi, dapat stempel dan kita dinyatakan bisa lanjut. Okesip lanjut ke security check, catatan nih gan, petugas
imigrasi di Guangzhou Baiyun itu mirip robot semua, saat kita diperiksa itu gak ada senyum sama sekali, ditambah dengan wajah datar, emang sih cekatan yaaaaa khas orang Asia Timur lah. Lolos pemeriksaan keamanan kita naik ‘mobil balap’, iyes itu sebutan kita buat kendaraan untuk penumpang yang mau transfer dari tempat A ke B gitu, sopirnya edan gilak, sempat kepikiran apa dia alumni sopir Bus Sumber Kencono ya??? Wkwkwkwkwkwk. Sampai di waiting room untuk penerbangan domestic, kita bisa bernafas dengan lega sebab semua dah beres tinggal nunggu boarding. So bokong hayati bisa duduk dengan tenang, mau tau kisah selanjutnya tunggu yak di Membinal ke China episode selanjutnya :D
�������I]� �`







