Menitipkan rasa padaNya
Jangan menggenggam yang tak muat ditangan. Jangan mengejar yang langkah kakimu tak sampai. Tak perlu memaksa, tak perlu tergesa, jika milikmu tak akan kemana. Jika rezekimu, pasti akan sampai juga.
Menggantungkan harapan kepada makhlukNya memang berat. Resikonya adalah kecewa, beda cerita ketika sepenuhnya kita berpasarah. Meminta kepadaNya dengan memaksa bersama namun jika tidak takdirnya bersama akhirnya juga akan menimbulkan luka. Bersabar memang indah, jika diiringi dengan rasa ikhlas akan ketetapanNya.
Sesekali kita harus mengaca untuk berbenah. Memperbaiki diri dan memantaskan, nenjadi lebih baik itu baik, daripada memaksa untuk harus bersama. Bisajadi menurut kita baik, belum tentu baik dimata Allah. Yang harus kita yakini ialah berpasrah sembari memohon yang terbaik tidak tertuju kepada seseorang saja.
Ali bin Abi Thalib said :
Jika kamu mencintai seseorang, maka lepaskanlah. Jika dia kembali maka dia milikmu. Namun, jika dia tidak kembali berarti dia bukan milikmu.
YaAllah. Untuk kali ini aku benar-benar berpasrah, menitipkan segala rasa ini kepadaMu. Jika nanti dia adalah takdirku maka tidak akan luput untukku, dan jika dia bukan takdirku maka lapangkanlah hatiku untuk menerima ketetapanMu, dan gantilah dengan ketetapan terbaik menurutMu. Sesungguhnya hamba lemah tanpa adanya pertolongan darimu. Permudahlah jika sudah waktunya, dan semoga jalan yang hamba tempuh sesuai dengan syariatMu.
Sampai jumpa dititik terbaik menurut takdir.
Dari ku yang menantimu.












