"Mad, aku boleh pinjem flashdiskmu gak?" tanya dia.
"Untuk apa?" jawabku padanya.
"Aku pengen liat kamu waktu nyanyi" jawab dia.
"Oke nanti aku kasih kamu yang ada isinya aku lagi nyanyi ya". jawabku padanya.
Kala itu, sebelum google drive atau dropbox mulai meluas seperti sekarang. Kala itu sebelum handphone sudah canggih seperti saat ini. Aku, ya namaku Muhammad. Dulu aku sering menyimpan video saat aku lomba atau sekedar bernyanyi di dalam sebuah flashdisk. Dan dia, yang tadi meminta ingin meminjam flashdisku bernama nana.
Kala itu, aku memang pernah bercerita kepadanya tentang kebiasaanku menyimpan video. Hingga suatu ketika dia memberi pesan lewat sms untuk meminjam flashdisk kepadaku. Flashdisk itu hanya dipinjam sebentar, kemudian dikembalikan lagi padaku.
Kala itu, setelah mungkin dua tahun berselang dari peminjaman flashdisk itu, dia bercerita bahwa video yang dahulu ada di flashdisk, masih tersimpan di laptopnya. Sungguh aku dibuat malu jika mengingatnya.
Kala itu, aku bertanya padanya. Aku bertanya seperti ini,
"Eh Na, kamu ada buku bagus yang bisa dibaca gak?" tanyaku.
"Ada banyak, kamu mau buku genre apa?" jawabnya.
"Apa aja deh yang penting gak bosenin hehe" jawabku.
Pesan itu hanya dibaca tanpa dibalas olehnya, hingga suatu hari setelah mungkin seminggu lebih. Tiba-tiba ada chat masuk dari dia,
"Minta alamat boleh?" tanyanya padaku.
Dan aku langsung memberikan alamat rumahku padanya. Hingga kurang lebih sejam lamanya, dia kemudian chat lagi,
"Udah aku kirim yaa, semoga kamu senang" bicaranya padaku.
Aku hanya diam, entah apa yang dipikirkannya, hingga tanpa basa-basi lama dia langsung mengirimkan buku itu kepadaku. Kala itu, memang seperti itulah yang terjadi. Kadang jika memang sedang dingin tanggapan, aku dan dia sama-sama dingin. Kadang jika sedang baik, maka aku dan dia akan sama-sama baik. Kadang jika memang sedang tidak jelas, maka aku dan dia sama-sama tidak jelas.
Kala itu, saat masih sama-sama satu sekolah. Aku dan dia sebagai teman dekat selalu bertukar pikiran, selalu membagi kisah satu sama lain. Bukan hanya ketika sekolah, tetapi hingga kuliah pada semester-semester awal aku masih sempat menghubunginya, hingga akhirnya saat ini kita sama-sama dingin. Cerita apapun yang baru tidak lagi aku dengar, sama halnya cerita dia yang tak lama aku dengar.
Kabar bahagia yang kala itu sekecil apapun aku tau, saat ini sudah berubah dan berbeda. Kala itu, memang semua masih sangat indah untuk diingat. Tetapi aku tau, dulu memang setelah beberapa semester di perkuliahan, aku bilang bahwa memang tidak baik untuk berhubungan lebih antara laki-laki dan perempuan. Kamu pun menyetujuinya, hingga akhirnya saat ini kita sama-sama dingin. Menyapa hanya sebutuhnya, bicara sesempatnya.
Itulah sedikit cerita tentangmu kala itu. Sekarang aku hanya mampu mendoakanmu dari kejauhan, mendoakanmu agar kau tetap dalam jalan kebaikan. Semoga kamu pun begitu, mendoakanku dalam diam, agar aku tetap dijalan kebaikan.
Terakhir, selamat untuk keberhasilanmu dalam hal apapun. Semoga ada keberkahan yang kamu dapatkan dari setiap apapun yang kamu impikan dan laksanakan.