Indonesian traditional stove

No title available
Sweet Seals For You, Always

Product Placement

PR's Tumblrdome
No title available
Keni

Kaledo Art
NASA

pixel skylines

roma★
trying on a metaphor
will byers stan first human second
DEAR READER
Game of Thrones Daily

No title available
dirt enthusiast

titsay

if i look back, i am lost

ellievsbear

izzy's playlists!

seen from Italy
seen from Azerbaijan
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Saudi Arabia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Maldives
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United States
seen from Belgium
@sitinurmalasari
Indonesian traditional stove
View from Miyachi's house. Hope can go back oneday (God, please give me much money! 😁). Miss Miyachi family so much. I also miss u girls, @annabanaana_ and @chivdanin #throwback #Japan #jenesys #jenesys2015 #aichi #Sky #IndonesianinJapan (at Nagakute, Aichi)
Peaceful 🌅 #pantai #anyer #beach #Indonesia (at Pantai Carita Anyer)
Assalamu'alaikum. My dear friends/ sisters/ brothers/ family, before Ramadhan stars, I want to apologize to you for all my mistakes. May your patience and strength take you closer to Allah. Happy Ramadhan :) ~ Mala (Siti Nurmalasari) ~ picture: internationalwishes.com – View on Path.
"Bagaimana kalau kita melakukan sosialisasi sama2 ke Smansa, agar tidak mengganggu proses pembelajaran" - Itulah kutipan postingan Teh Tina Meilani, UI 2009, Smansa Sumedang 06/09 di grup facebook Alumni SMAN 1 Sumedang pd thn 2011. Dulu sosialisasi ke setiap SMA dilakukan terpisah oleh berbagai Perguruan Tinggi. Seringkali hampir setiap hari sebuah sekolah menerima kunjungan PT yg menyebabkan terganggunya proses pembelajaran. Makanya postingan Teh Tina tsb ditanggapi serius oleh Himpunan Mahasiswa Unpad Alumni Smansa Sumedang yg saat itu diketuai Gyska Luthfi Purnama (Almh). Gyska selanjutnya didaulat sebagai ketua dan sy membantu sebagai humas merangkap acara di kepanitiaan Campus Day. Serta dibantu tmn2 Hmupas dan tmn2 dr berbagai PT. Kami menghubungi alumni Smansa dan Himpunan Mahasiswa asal Sumedang yg tersebar di berbagai PT di Indonesia. Alhasil pd Januari 2012 berhasil diselenggarakan Campus Day yg pertama dgn dihadiri 10 PT serta peserta dari seluruh siswa kelas XII Smansa dan perwakilan SMA se-Smd. Hari ini sy tdk sengaja melihat postingan Campus Day di IG tmn. Terharu rasanya. Terharu karena dulu konsep ini byk diragukan, sehingga cm 10 PT yg hadir. Ketika sekarang melihat foto2 nya , acaranya sepertinya dari tahun ke tahun makin ramai & impian awal Campus Day untuk menjangkau semua siswa kelas XII di Sumedang sepertinya telah tercapai. Semoga Campus Day dapat menjadi jembatan bagi siswa-siswa di Sumedang untuk mengetahui Perguruan Tinggi impiannya bisa, semoga semakin banyak siswa SMA di Sumedang yg dapat meneruskan pendidikannya ke jenjang yg lebih tinggi, dan untuk selanjutnya dapat menggapai mimpi-mimpinya. Sukses untuk Campus Day 2016 :') #Sumedang #CampusDay #campusday2016 #campusdaysumedang (at Graha Adinira SMAN 1 Sumedang)
"Saat ingin bersaing dengan yang lain, Aku ingin meniru perwatakan luar dan dalamnya Jadi aku boleh menjadi seorang yang lain hanya untuk berbangga Dan aku kira jika aku seperti itu aku akan dapat kelebihan Tapi yang kuperolehi hanyalah kerugian di atas perwatakanku ini Tidak tidak Kita tidak memerlukan harta Untuk menambahkan kecantikan, Kecantikan dalaman (jauhari) Ada di sini di dalam hati ia bersinar Tidak tidak Kita tak perlu memandang pandangan orang lain Untuk apa yang tidak ada, yang tidak sesuai dengan kita, Itulah kecantikan kita, Semakin bertambah hingga ke atas Sungguh aku menerima mereka tetapi tidak pula aku meniru perwatakan mereka Melainkan apa yang aku terima itu aku telah redha Aku ingin menjadi seperti diri aku sendiri inilah aku Hal ini kurasakan sudah cukup dan aku sangat pasti Aku akan jadi mengikut kemampuan diriku Aku tidak perlukan orang lain menerimaku Aku akan jadi apa yang aku suka Kenapa aku harus peduli tentang penerimaan mereka terhadapku? Jadilah diri kamu sendiri pasti akan menambahkan lagi kecantikan yang ada"- translate bahasa Indonesia/ Melayu dari lagu Kun Anta Aku pakai hijab @tiora_id. Keren deh bisa dibikin syar'i, aku yang aslinya gak anggun, jadi lebih anggun kan. Wahaha (at Alun-alun Situraja, Sumedang)
Education has the power to transform children’s futures. Rumah Imperium, a community development foundation based in Sumedang, West Java, Indonesia, helping children in Ganeas Village, improve their knowledge for a brighter future. Adik-adik, hope you can reach your dreams. Semangat belajar ngaji Qur'an dan sekolahnya. more info about Rumah Imperium website: rumahimperium.com twitter: @rumahimperium facebook: Rumah Imperium #socialact #socialproject #socialworker #Volunteering #volunteer #communitydevelopment #sumedang #westjava #jawabarat #Indonesia #children #socialempowerment #anakanak #childrenempowerment #education #kids (at Ganeas, Jawa Barat, Indonesia)
"Angklung is an Indonesian musical instrument consisting of two to four bamboo tubes suspended in a bamboo frame, bound with rattan cords. The tubes are carefully whittled and cut by a master craftsperson to produce certain notes when the bamboo frame is shaken or tapped. Each Angklung produces a single note or chord, so several players must collaborate in order to play melodies. Traditional Angklungs use the pentatonic scale, but in 1938 musician Daeng Soetigna introduced Angklungs using the diatonic scale; these are known as angklung padaeng. The Angklung is closely related to traditional customs, arts and cultural identity in Indonesia, played during ceremonies such as rice planting, harvest and circumcision. The special black bamboo for the Angklung is harvested during the two weeks a year when the cicadas sing, and is cut at least three segments above the ground, to ensure the root continues to propagate. Angklung education is transmitted orally from generation to generation, and increasingly in educational institutions. Because of the collaborative nature of Angklung music, playing promotes cooperation and mutual respect among the players, along with discipline, responsibility, concentration, development of imagination and memory, as well as artistic and musical feelings." - UNESCO On November 18th 2010, UNESCO officially recognized Indonesian Angklung as a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Wanna see how to play Angklung? Check my performance here: https://youtu.be/vMx4ZT0KpQw #pleasedontlaugh #LOL 📷 Absolutely Thai 🌏 Chulalongkorn University, Koh Si Chang, Thailand ⏰ 3 years ago #angklung #westjava #sundanese #Indonesia #unesco #unescoworldheritage #wonderfullindonesia #heritage #culture #traditionalinstrument #traditionalmusic #traditionalart (at Ko Sichang District)
Happiness 🌼 #happiness #smile #unpad #universitaspadjadjaran #padjadjaranuniversity #sumedang #bandung #gununggeulis #geulismountain (at Universitas Padjadjaran)
Naritasan Shinsoji Temple, Tokyo, Japan. Konbanwa! This is my second article about my JENESYS trip in Japan. On the first day in Japan, we, Indonesian, got lost. LOL. I also found some interesting things. Read more... ⬇ http://sitinurmalasari.blogspot.co.id/2015/11/jenesys-2015-part-2-finally-japaaan.html?m=1 Language: Indonesian/ Bahasa Indonesia with Farah, Maryam, agus, Muhammad, Faizal, sahabat, and Dian – View on Path.
This is my first article about my JENESYS trip. Enjoy!!! http://sitinurmalasari.blogspot.co.id/2015/11/jenesys-2015-part-1-jodoh-datang-tiba.html?m=1 Language: Indonesian/ Bahasa Indonesia. (at Rainbow Bridge,odaiba)
Untukmu dengan cinta, my acer :')
SMA Negeri 5 Bandung, Seleksi masuk Universitas Indonesia 2010
Duduk di depan pengawas atau dimanapun mungkin sama saja, tak ada yang saya kenal di ruangan ini, eh ada, teman se-SMA saya, tapi posisi kami berjauhan. Lagipula saya tidak berniat mencontek. Orang di pinggir saya terlihat gelisah. Dia menghapus kertas jawabannya berkali-kali. Mungkin dia senasib seperti saya, punya syndrom gelisah dan putus asa setiap melihat soal ujian seperti ini. Hahaha. Keluar ruangan, saya benar-benar sudah melupakan untuk melihat pengumuman seleksi masuk UI ini sebulan yang akan datang, saya yakin tidak akan masuk. Tapi yasudahlah. Bukan ini yang saya akan cerritakan.
Pulang seleksi, saya dijemput kakak saya. Ya, tujuan kami pulang, tapi tidak langsung pulang. BEC. Yeay, saya akan dibelikan laptop pertama saya, setelah selama ini pakai komputer atau pinjem laptop kakak saya. Laptop ini dibelikan ibu saya, karena dapat biaya asuransi pendidikan saya. Acer Aspire One 532h-2Bs Silver 12,1inchi + modem + printernya. Karena walaupun ada printer di rumah, sudah tua dan rusak. Daripada diperbaiki dengan harga Rp. 200.000,- mending beli baru dengan harga Rp. 500.000,- kan.
16 Juni 2011
“Ma, Liat laptop gak?”
“Enggak”
“Tadi pagi pas neng mau berangkat ke pasar, laptop masih di kamar, di kasur”
“cari lagi”
24 Juni 2011, Kereta Api Ekonomi Kahuripan Tujuan Kediri Jawa Timur
Saya memutuskan berangkat ke Kediri baru 2 hari yang lalu. Mungkin ini sangat nekat. Saya tidak pernah naik kereta api sebelumnya. Saya tidak pernah melakukan perjalanan jauh tanpa orangtua sejauh ini. Saya dan Tika tidak berniat naik KA ekonomi yang dalam benak saya, banyak copet dan pencurinya, saya terlalu trauma dan sensitif dengan orang-orang jahat tersebut. Kami kehabisan tiket Malabar. Daripada malu sudah nyampe pamitan pada keluarga kalau saya balik lagi, kehabisan tiket, mending naik Kahuripan. Asal sampai ke Kediri. Daripada harus tinggal di rumah dan saya benar-benar selalu dihantui rasa sangat takut dan gelisah. bagaimana tidak, laptop saya hilang siang bolong, ketika ada orang sedang di rumah. Saya ketakutan setiap di rumah, takut ada yang masuk. Takut, takut sekali...
6 Oktober 2011, Kamar 14A Pondok Indri Jatinangor
"aku melirik ke sudut tempat dia ada dulu, berharap dia masih ada, tapi hanya tempat tanpa penghuni yang kudapatkan, tega orang yang telah merampas dia dari aku, tega. Ya Allah :'("
itu sms send all yang saya kirim pada teman-teman saya sebelum memutuskan untuk membuat note ini. Rindu sekali pada acer ku. Mungkin orang berpikir, kenapa segitu sedihnya kehilangan laptop. Saya bukan setahun menginginkan laptop. Saya harus menunggu bertahun-tahun.Itu laptop pertama saya. Uangnya yang dibelikan laptop adalah uang asuransi pendidikan saya yang sudah orangtua saya sediakan sejak saya TK. Laptop itu yang setiap hari menemani saya menggalau dengan tugas-tugas saya sebagai mahasiswa. laptop itu yang menjadi saksi saya membaca kata "DITERIMA" di web Unpad. Laptop itu yang melihat saya menangis, ketika saya benar-benar pusing dengan tugas-tugas saya. Laptop itu menyimpan banyak sekali data, foto-foto dari sejak jaman SMP saya, tugas-tugas saya, bahan kuliah saya, dari awal, data-data penting, tulisan-tulisan saya karena memang saya hobby menulis, bahkan saya sedang mencoba menulis buku, dan lain-lain yang juga tidak saya ingat lagi karena terlalu banyak. Saya selalu menjaga laptop saya, membersihkannya hapir tiap hari. Saya selalu menjaganya. Jatinangor adalah daerah rawan pencurian laptop. Saya jaga, ketika saya sedang membawa laptop, saya peluk erat di dada saya. Saya takut ada penjambret. Ketika saya naik elf, saya peluk. Ketika saya naik bis sambil berdiri, saya peluk. Saya bahkan berusaha untuk tidak ngantuk ketika di kendaraan umum, karena saya takut ada yang membawa laptop saya.
yah saya kecolongan, ketika di rumah, laptop saya tidak selalu saya peluk. Saya selalu simpan, di tempat yang aman. saya berpikir, rumah saya di Situraja. dimana itu Situraja? Kalau anda berpikir, Sumedang itu kampung, Situraja itu masih 15km dari Sumedang. yah rumah saya di kampung. Tidak semua orang tahu apa itu laptop mungkin dan tidak semua orang tahu saya punya laptop. saya selalu menggunakannya di kamar atau ruang tengah. Tidak ada yang bisa melihat saya memiliki laptop, kecuali orang yang sering ada akses untuk sering-sering datang ke rumah saya. Saya juga pulang ke Situraja tidak setiap saat dan tidak setiap pulang membawa laptop, berarti orang yang membawa tahu kalau saya pulang dan membawa laptop. Kalau yang membawa orang yang saya kenal, tega.
Kesedihan saya bukan karena laptopnya saja yang hilang, tapi karena itu menghambat cita saya, karena kemungkinan besar yang mengambilnya orang yang saya kenal, apakah dia membanci saya, apa salah saya terhadapnya. Karena saya harus menerima kenyataan kalau saya hidup di sebuah negara yang pemerintahnya memperkaya diri sendiri, sehingga ada rakyatnya yang untuk makan saja harus mencuri. Mungkin laptop itu tidak menjadi indikator saya akan sukses atau tidak. tapi dengan adanya laptop, kita bisa mengerjakan tugas, searching beasiswa, searching seminar dengan mudah. Memudahkan proses pembelajaran. Dengan laptop itu, saya mencoba merintis menulis buku agar orangtua saya bahagia, sama seperti dulu, saat kelas 5 SD, saat tulisan saya pertama dimuat di media.
tapi yasudahlah. Mungkin sekarang laptop itu telah menjadi milik orang lain. Semoga bermanfaat bagi pemiliknya yang baru, semoga dapat menemani pemiliknya untuk mendapatkan cita-citanya. Semoga dia dapat memeluk lapatop saya dengan cinta dan harapan menggapai cita serta membahagiakan orang tua, seperti yang saya lakukan...