Istikhara- makes any decision you want to make a lot more simpler.
Misplaced Lens Cap

@theartofmadeline
Sweet Seals For You, Always

★
NASA
Jules of Nature
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

❣ Chile in a Photography ❣
No title available
Stranger Things
Show & Tell
Lint Roller? I Barely Know Her
Keni
will byers stan first human second
taylor price
art blog(derogatory)
trying on a metaphor

pixel skylines
Cosmic Funnies
No title available
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Switzerland
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Venezuela
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@snugbulk
Istikhara- makes any decision you want to make a lot more simpler.
Seorang ibu susah payah membesarkan puteri semata wayangnya seorang diri.
Dia seharusnya ia tak bertanggung jawab mencari nafkah utk putrinya..
tapi suaminya yg dzalim entah di mana tak bertanggung jawab pada puterinya, sementara keluarga yg lain melupakan dirinya.
Takdir Allah luar biasa, puterinya tumbuh menjadi wanita shalihah yg cantik dan berbudi.. dipersunting oleh seorang yg menurut khalayak adalah orang yg berilmu.
Bahagia sekali sang ibu menyaksikan pernikahan puterinya yg syahdu dan khitmad.
Waktu terus berjalan, kini dipenghujung usianya Allah masih mengujinya dengan kesabaran, entah kapan terakhir kali putrinya mengunjunginya.. alasannya.. suaminya tak mengijinkannya kemanapun.. putrinya sungguh repot mengurus 4 anak titipan Allah.
Seringkali tubuh renta si ibu menahan lapar karena memang tak punya uang utk membeli makanan, sedang tubuh rentanya tak kuat lagi menyetrika pakaian tetangga2nya demi beberapa lembar seratus ribuan utk mengisi perutnya.. sang anak tak pernah memberikannya uang, karena memang tidak bekerja, sementara saat meminta izin suami untuk mengirim uang tak pernah diijinkannya.. sang suami dilain pihak rutin mengirim ke ibu dan adik2nya karena menurutnya itu adalah tanggung jawabnya.. sesungguhnya putrinya berkali2 mengingatkan menantunya untuk berbaik hati pada dirinya.. tapi dibalik dalih, mertua bukan tanggung jawabku permintaan itu sering berujung pertengkaran.
hingga akhirnya sang ibu hanya bisa berbisik di telinga anak perempuan satu2nya: ibu ikhlas sayang.. doakan ibu agar selalu ikhlas.. doamu yg ibu perlukan
sang ibu tersenyum menyemangati putrinya, sambil bergumam dalam hati: doaku dulu kurang lengkap.. dulu aku tak henti berdoa agar putri semata wayang yg setengah mati kudidik shalihah mendapat pria yg berilmu, agar faham kewajiban tidak seperti mantan suaminya yg melalaikannya.. seharusnya aku juga berdoa.. agar anakku berjodoh dengan pria yg memiliki nurani.
Bersikap adil tak hanya prihal paham tugas dan kewajiban, tapi juga prihal nuranii
.
_____
.
.
____
.
Based on true story, curhatan wanita renta yg saya temui di halte busway tahun 2015 lalu.
Abu Uthmaan Sa’eed Bin Ismaa’eel رحمه الله said:
Fear of Allaah leads you to Allaah’s [pleasure]; pride and self-amazement cuts you off from Allaah’s pleasure and belittling the people in your soul [or heart] is an incurable disease.
[Hilyatul Awliyaa 10/245 | Source]
Imam Ibnu-l Qayyim al-Jawziyyah (رحمه الله) said, فَفِي الْقَلْبِ شَعَثٌ لَا يَلُمُّهُ إِلَّا الْإِقْبَالُ عَلَى اللَّهِ In the heart are disorders that cannot be remedied except by responding to Allah. وَفِيهِ وَحْشَةٌ لَا يُزِيلُهَا إِلَّا الْأُنْسُ بِهِ فِي خَلْوَتِهِ In it is a desolate feeling that cannot be removed except by intimacy with Him in solitude. وَفِيهِ حُزْنٌ لَا يُذْهِبُهُ إِلَّا السُّرُورُ بِمَعْرِفَتِهِ وَصِدْقِ مُعَامَلَتِهِ In it is sadness which will not leave except by happiness with knowing Him and truthfulness in His dealings. وَفِيهِ قَلَقٌ لَا يُسَكِّنُهُ إِلَّا الِاجْتِمَاعُ عَلَيْهِ وَالْفِرَارُ مِنْهُ إِلَيْهِ In it is anxiety that is not made tranquil except by gathering for His sake and fleeing to Him from His punishment. وَفِيهِ نِيرَانُ حَسَرَاتٍ لَا يُطْفِئُهَا إِلَّا الرِّضَا بِأَمْرِهِ وَنَهْيِهِ وَقَضَائِهِ وَمُعَانَقَةُ الصَّبْرِ عَلَى ذَلِكَ إِلَى وَقْتِ لِقَائِهِ In it is a fire of regret which cannot be extinguished except by satisfaction with His commands, prohibitions, and decrees, and embracing patience with that until the time he meets Him. وَفِيهِ طَلَبٌ شَدِيدٌ لَا يَقِفُ دُونَ أَنْ يَكُونَ هُوَ وَحْدَهُ مَطْلُوبَهُ In it is a strong desire that will not cease until He is the only one who is sought. وَفِيهِ فَاقَةٌ لَا يَسُدُّهَا إِلَّا مَحَبَّتُهُ وَالْإِنَابَةُ إِلَيْهِ وَدَوَامُ ذِكْرِهِ وَصِدْقُ الْإِخْلَاصِ لَهُ In it is a void that cannot be filled except by His love, turning to Him, always remembering Him, and being sincere to Him. وَلَوْ أُعْطِيَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا لَمْ تَسُدَّ تِلْكَ الْفَاقَةَ مِنْهُ أَبَدًا Were a person to be given the entire world and everything in it, that would never fill the void.” – Madariju-s Salikin, 3/156.
Saat niqab sudah merebak di kalangan akhwat, ketika celana cingkrang dan jenggot sudah merebak di kalangan ikhwan. Namun, ternyata yang 'asing' itu adalah perkara Tauhid dan Manhaj.
Ummu Jannatiy
Tidak ada yang mampu membahayakan mu ketika rida orangtua kau miliki.
Ust. Subhan Bawazier
Sometimes sabr and silence is better than expressing how you really feel.
Your beauty is a gift from Allah. Don’t use it as a tool to attract attention.
(via islam-reflections)
Motivator seorang hamba untuk berbuat amal yang baik adalah persangkaan baiknya kepada Allah, yakni bahwasanya Dia akan membalas, memberikan pahala, serta menerima amalannya. Jadi, persangkaan baiklah yang mendorongnya untuk berbuat amal yang baik. Setiap kali ia berprasangka baik kepada Allah maka setiap waktu itu pulalah amal perbuatannya menjadi semakin baik. Jika tidak demikian, sesungguhnya persangkaan baik yang disertai dengan hawa nafsu hanyalah merupakan kelemahan.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (dalam kitab Ad-Da wa Ad-Dawaa')
Sejatinya segala sesuatu itu terlihat indah dan amat berharga nilainya dalam dua keadaan, pertama ketika kau belum memilikinya dan yang kedua ketika kau telah kehilangannya..
Um Ibrahim
And We have already created man and know what his soul whispers to him, and We are closer to him than [his] jugular vein.
Quran 50:16
(via islam-reflections)
Al Marwazi berkata,
قلت لأبي عبد الله:من مات على الإسلام والسنة مات على خير؟
Aku bertanya kepada Abu Abdilah (Imam Ahmad): “apakah benar bahwa orang yang mati dalam keadaan beragama Islam dan berpegang pada Sunnah itu mati dalam keadaan baik?”
Beliau berkata:
اسكت!من مات على الإسلام والسنة مات على الخير كله
“Diamlah (tidak perlu ditanyakan lagi)! Orang yang mati dalam keadaan beragama Islam dan berpegang pada Sunnah itu mati dalam keadaan baik semuanya”.
(Al Wara‘, hal. 192)
Ustādz Yulian Purnama
Semoga Allah mematikan kita dalam keadaan husnul khaatimah, aamiin ya rabbal 'alamiin.
Hati Tertawan oleh Akhlak Mulia
“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”. (HR. At-Thirmidzi no 1162 dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Majah no 1987 dari hadits Abdullah bin ‘Amr, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Shahihah no 284))
Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni:
Hadits ini adalah hadits yang sangat agung, banyak orang lalai akan agungnya kandungan hadits ini. Tatkala wanita adalah sosok yang lemah maka seorang lelaki diuji dengan wanita, karena barangsiapa yang akhlaknya sombong dan keras maka akan nampak akhlaknya tersebut tatkala ia menguasai orang lain. Dan seburuk-buruk penguasaan adalah terhadap sosok yang lemah yang berada dibawah kekuasaannya. Orang yang akhlaknya buruk dan rendah serta kurang kasih sayangnya akan terungkap akhlaknya tatkala ia bermu’amalah dengan orang-orang yang lemah. Bahkan sikap menguasai (semena-mena) terhadap orang-orang yang lemah adalah (pada hakikatnya) merupakan sikap sosok yang lemah (kepribadiannya). Kalau mereka memang kuat (kepribadiannya) dalam akhlak mereka maka hati mereka tidak akan keras terhadap orang-orang yang membutuhkan kasih sayang. Barangsiapa yang bisa menguasai dirinya tatkala berhadapan (bermu’amalah) dengan mereka (orang–orang yang lemah) maka akan nampaklah kemuliaannya. Oleh karena itu Al-Mubarokfuri berkata dalam Tuhfatul Ahwadzi (IV/273) tatkala menjelaskan lafal hadits yang kedua (di atas), “Karena mereka (para wanita) merupakan tempat untuk meletakkan kasih sayang disebabkan lemahnya mereka”… (Al-Mau’idzoh Al-Hasanah hal 75)
sumber: firanda.com sumber quotes: muslim.or.id
[repost from @taqwart]
Akad Nikah
Memang, sudah selayaknya seorang perempuan menitikkan air mata, ketika seorang laki-laki mengucapkan akad untuk menggenapinya. Bagaimana tidak, akad adalah prosesi penyerahan tanggungjawab dari orangtua kepada seorang laki-laki. Ketika seorang perempuan mendengarkan akad yang diucapkan laki-laki yang menggenapinya, saat itu juga tanggungjawab berpindah. Bayangkan, perempuan, makhluk yang selalu butuh kepastian mempercayakan dan menitipkan masa depannya pada seorang laki-laki yang belum begitu lama dikenalnya, menggantikan orangtua yang sudah dari lahir membersamainya. Ada rasa bahagia, sedih, khawatir, yang bercampur-aduk dalam satu waktu, yang sangat cukup menghasilkan zat bernama air mata. Akupun mengalaminya. Dan kamu tahu? Selalu ada perempuan lain yang menitikkan air mata lebih banyak daripada pengantin perempuan dalam seremoni sakral itu; perempuan yang biasa aku panggil dengan sebutan mama. Aku pikir sederhana saja, ibu manapun akan bersedih berpisah dengan anak perempuan yang dilahirkannya, dengan anak yang selama ini membersamainya. Tapi ternyata, masalahnya tidak sesederhana itu. Setidaknya bagi mama. Aku baru mengerti betapa rumitnya hubungan itu, betapa sulitnya melepaskan orang yang kita cintai walaupun itu untuk kebahagiaannya, betapa dibutuhkan keikhlasan tingkat tinggi untuk melepaskan peran yang sudah berpuluh-puluh tahun melekat. Dan aku baru tahu belakangan, betapa seorang ibu membutuhkan kesiapan yang lebih untuk menikahkan anak perempuannya, daripada si anak itu sendiri. Laki-laki yang menggenap masih bertanggungjawab atas ibunya, bakti utamanya masih tetap ibu. Bahkan di beberapa kasus, seorang laki-laki yang sudah menikah, harus mengambil peran sebagai ayah dalam keluarganya. Sedangkan perempuan, ketika ada laki-laki yang menggenapinya, pada saat akad terucap, perempuan itu menjadi tanggungan suaminya, bakti utamanya berpindah dari orangtua ke suami. Hak dan kewajiban seorang ibu otomatis berkurang banyak, saat anak perempuannya menggenap. Dan itu bukan perasaan yang sederhana. [Kutipan Buku Genap, Nazrul Anwar]