Mix feeling nonton Sore karena: 1. Alurnya 2. Pengen jadi istri dan punya suami yang sehat dan panjang umur
styofa doing anything

★
DEAR READER
No title available
will byers stan first human second
Stranger Things
AnasAbdin
Three Goblin Art

Janaina Medeiros
NASA

JVL
h

oozey mess

No title available
I'd rather be in outer space 🛸
taylor price

No title available
Peter Solarz
Jules of Nature

Kaledo Art

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Japan
seen from Maldives
seen from United States

seen from Argentina

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from Ireland
@soretidakhujan
Mix feeling nonton Sore karena: 1. Alurnya 2. Pengen jadi istri dan punya suami yang sehat dan panjang umur
Sekalipun nanti kamu kembali dalam bentuk terbaikpun, mencapai mimpi yang pernah sama sama kita upayakan, aku tetap tidak mau menerimamu kembali. Tidak. Tidak akan pernah.
Abadilah dalam keasingan. :))
Bandung, 16 Mei 2024
Pelan-pelan, satu-persatu, aku melakukannya. Aku bersyukur Tuhan menciptakan sebuah sifat bernama impulsif.
Meskipun terluka, saat itu aku belum berpikir untuk menghapus foto-foto dan percakapan daring kami, serta memblokir nomornya. Aku pernah memikirkannya, tetapi sekadarnya saja. Tetapi, ternyata di waktu-waktu tertentu, impulsifku datang. Entah saat mau tidur dan (lagi-lagi) memikirkan apa yang telah terjadi, atau setelah mandi saat kondisi badan dan pikiranku menjadi lebih baik.
Aku menghapus foto-foto kami, menghapus obrolan kami, dan memblokir nomornya. Sebelumnya aku tidak mengira keadaannya akan secepat ini atau setenang ini. Aku melakukannya, walaupun tidak serta-merta.
Dia meminta maaf karena telah menutupi perbutannya, bukan karena telah melakukannya.
—dan permintaan maafnya terdengar tidak tulus.
Aku sudah bertemu dengan teman-temanku. Aku sudah menumpahkan cerita tentangmu kepada sahabat-sahabatku. Aku sudah pergi berteriak-teriak di ruang karaoke. Aku sudah menonton film horor. Aku sudah melakukan semua yang aku suka dan inginkan. Aku kira aku akan mulai melupakanmu dan kembali baik-baik saja. Ternyata malam ini aku masih menangisi apa yang sudah kamu lakukan kepadaku.
Tidak sengaja terluka secara fisik saat kondisi hati memang sedang terluka ternyata rasanya memuaskan dan membebaskan. Walaupun tidak sengaja dan hanya sedikit, aku jadi bisa agak memahami perasaan orang-orang yang suka self harm. Oh, jadi ini sensasi yang mereka rasakan saat melakukannya. Rasa sakitnya seolah-olah berpindah, menyeruak, dan terasa lebih baik.
Lepas 1.4
Aku baru menyadari bahwa nama kontakmu tidak lagi berada di daftar kontak yang sering kuhubungi, dan sudah jauh tenggelam dalam daftar chat terbaru.
Hari ini aku rindu kamu lagi,
Dan berharap bisa menghubungimu,
Atau dihubungi olehmu.
Sebenarnya bisa saja. Kita sepakat untuk tidak menutup komunikasi, tapi aku takut itu akan menjadi hal menyenangkan yang justru akan melukaimu lagi.
Lepas 1.3
Tanggal 19 yang ke-11.
Padahal kita sudah merencanakan hari jadi yang pertama, sebulan lagi, ya?
Hari ini aku rindu.
Aku membaca lagi histori pesan kita, dan menyadari bahwa telepon terakhir kita berakhir dengan tidak baik, gara-gara aku.
Maaf untuk pikiran-pikiran yang tak bisa kukontrol, untuk bunga tidur jelek tentangmu yang terlalu kuanggap seperti akan menjadi nyata.
Tidak seharusnya aku membicarakan hal-hal yang tidak baik di saat kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik.
Itu adalah salah satu sesalku.
Maaf.
Lepas 1.2
Aku masih ingin tahu kabarmu.
Sejak memiliki kontak WhatsApp-mu sebagai teman dan kini kembali menjadi teman, kau jarang sekali menampilkan sesuatu di layar cerita—semua orang tahu itu.
Kau hanya melakukannya di waktu-waktu tertentu. Aku ingat, kau memasang foto kendali kendaraanmu saat akan mengunjungiku, untuk pertama kalinya datang sendiri.
Aku juga ingat, kau menampilkan layar gelap pada tengah malam, berdekatan dengan balasan pesanmu yang terdengar frustrasi karena pesanku yang menurutmu menjengkelkan.
Bolehkah aku menyimpulkan bahwa saat-saat itu adalah ketika kau sedang merasakan emosimu secara dalam?
Hari ini kau melakukannya, memberi tahu isi kontak bahwa kau sedang berada di suatu tempat. Kali ini, apa yang sedang kaurasa?
Aku belum terbiasa dengan ini. Aku masih asing dengan kita yang asing. Aku masih ingin tahu, dalam rangka apa kau ke sana? Dengan siapa kau pergi? Kapan kau berangkat dan kembali?
Pertanyaan-pertanyaan itu kini hanya mengendap di dalam kepala. Selamat, kau dan aku bebas, sudah lepas.
Lepas 1.1
Dari sekian banyak kata, yang paling dan masih ingin kukatakan padamu adalah
maaf.
Meskipun aku sudah mengucapkannya beratus kali sampai kau bosan, meskipun hal ini memang tidak bisa dipaksakan, meskipun kau sudah berkali-kali bilang bahwa ini bukan salahku melainkan salahmu.
Maaf untuk membuatmu berada di situasi yang sulit. Sejujurnya, yang paling membuatku sedih adalah mengetahui bahwa kau harus merasakan hal yang sama karenaku. Aku melukai diriku dengan cara melukaimu.
Setelah ini, hiduplah dengan lebih baik. Jangan sakit. Berbahagialah. Dengan atau tanpaku, hidupmu pantas diisi dengan hal-hal yang berbinar.
Aku bilang padamu bahwa di dirimu, aku kembali menaruh percaya. Tapi sebenarnya, kepalaku terkadang masih penuh prasangka.
I'm questioning why do I spend the midnight with the vomit of my overthinking in my journal book these months.
Diam-diam aku merasa lega saat kamu tidak mengiyakan tawaranku untuk menyudahi kita. Sebelumnya, aku ketakutan sambil menunggumu menyelesaikan perkataan. Takut kamu setuju, takut kamu juga tak ingin bertahan. Karena aku tahu, apa yang telah aku sampaikan tidak bisa aku tarik ulang.
Sebenarnya, aku meminta hal yang paling kita hindari itu dengan sangat sadar. Namun mengapa aku justru takut jika pintaku kamu kabulkan?
Terima kasih untuk masih ingin bertahan dan mempertahankan. Selama ini aku melihatmu sebagai sosok yang jauh dari frasa ingin usai. Maka, bantu aku belajar agar tak mudah menyerah untuk terus berada di sini, ya.
Tadi waktu udah siap tidur, ada cicak mainan di deket gorden. Terus aku jadi kepikiran buat ngecek jendela kamar udah ditutup atau belum. Ternyata emang belum xixi.
Aku liat langit, eh bintangnya lagi lumayan banyak (aku nggak tau si biasanya segini atau nggak, karena jarang perhatiin kalo lagi keluar malem).
Pikiran hampir-tengah-malemku masa langsung nyambung ke aldi taher:(
Kalian udah liat belum, video aldi taher diwawancara sama salah satu stasiun TV? Yang jadi rame itu loh wkwk.
Perkara dia nyanyi dua kalimat pertama lagu Yellow-nya Coldplay setelah salam. Serandom ituuu wkwkwk.
Tapi gapapa. Random-random gitu juga bikin warga bangsa ini ketawa (sambil geleng kepala🙏🏻).
Pukul satu dini hari tadi, aku menangisi diriku sendiri yang hampir selalu berbaring untuk tidur saat tengah malam sudah berlalu. Bagaimana jika aku mati sebelum menemui masa tuaku? Kasihan sekali cita-citaku yang kuletakkan paling akhir selama hidup: menjadi seorang nenek yang bermain dengan cucunya setelah menyiram tanaman di pagi hari.
Aku juga menangisi diriku yang masih beradaptasi dengan hal baru. Ternyata, memiliki hubungan dengan orang yang kita cintai sekaligus yang (katanya) mencintai kita, tidak semudah itu, ya? Segala hal tentangnya dan yang terjadi pada kami mempunyai andil besar pada keadaan hatiku. Apakah itu alasan orang-orang bilang, "cinta saja tidak cukup"?
Aku juga menangisi diriku yang memiliki tumpukan rindu untuk bapak-ibuku, kakak-kakakku, dan keponakanku yang lucu-lucu.
Dua orang paruh baya yang mengirim pesan pada anak perempuannya, padahal anak itu sedang menunggu pesan dari orang lain; kekasihnya. Rindu bapak ibuku pasti lebih banyak daripada punyaku, kan? Bahkan, rindu mereka berkali-kali lebih besar dari kata-kata rindu yang pernah ia katakan, bukan?
Dua laki-laki yang kini sudah jadi bapak-bapak, meledek sekaligus melepasku untuk pergi bersama lelaki lain. Mereka senang membuat adiknya tersipu. Rasanya aku ingin kembali saja ke masa di mana kami bertiga pergi sekolah bersama menggunakan motor Suzuki Shogun.
Tiga anak kecil yang umurnya terpaut empat tahun, bertingkah manis dengan caranya masing-masing, memanggilku tante dengan gaya bicaranya masing-masing. Biasanya yang pertama diikuti dengan permintaan tolong diajari matematika, yang kedua diiringi dengan pernyataan atau pertanyaan random, lalu yang ketiga dilanjutkan dengan ajakan menulis atau menggambar.
Lalu tangisku semakin lebat hingga aku kembali duduk dan tidak jadi mengantuk. Mengapa hal-hal yang belum datang, yang sedang kujalani, dan yang sudah berlalu kerap mengeroyokku seperti ini?
7 tips in getting closer to Allah SWT
read the Qur'an everyday reading the word of Allah and understanding what you are reading will make you feel close to Him as you know that this is not a Book that anyone has just written - it has come directly from Allah SWT. subhanallah. reading and understanding what He says will make you want to practise what the Qur'an says and, in turn, be closer to Him.
be around people who remember Allah human beings have great influence on each other so it is important to have righteous people around you. their relationship with Allah SWT will inspire you to build and improve yours.
understand what you recite in salah knowing what you are reciting will help you understand how many blessings you are gaining with just a single prayer. take time to learn the translation (if you do not speak/understand arabic) of what you are reciting and why.
learn Allah's 99 names and attributes 'And to Allah alone belong all perfect attributes; so call on Him by these' (7:181) Allah likes it when we call Him by his names and it is important to recognise and understand Him. think of Him as your friend: when you get to know someone better, you get closer to them. it is the same thing, in fact, better, with Allah SWT.
have secret good deeds between you and Allah again, like having a friend, having something that is just between you and your Lord will make you feel closer to Him.
make lots of du'a - especially in sujood having your dua's come true is the best feeling, especially when you have been praying for something for a long time, alhamdulillah. praying for anything, no matter how big or small, will make you feel closer to Him as you know that He alone will make everything okay and knows what is best for you.
remember death and prepare for it this one can be very hard but it is important to remember that death can come at anytime so always try and do good deeds and live righteously in order to please Allah. when having this mindset that each day is a new chance to seek forgiveness and do good deeds, you will feel closer to Him by wanting Him to be happy with you.
Sebab setiap orang memiliki cara dan jalannya masing -masing untuk bahagia, dan aku turut senang melihat kau sekarang.
Untuk monolog-monolog yang pernah ada, aku dan kau akan tetap hidup di sana. Meski kelak akan tiba di suatu masa, aku dan kau akan kehilangan debar saat membacanya.
Terima kasih untuk segala kebaikan yang pernah ada, semoga kau dan aku tetap mengingatnya sebagai bagian dari proses pendewasaan hidup.
Berbahagialah.