Assalamu’alaykum, dear old pal.
Finally back for good :)
Xuebing Du
Sweet Seals For You, Always
tumblr dot com
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
NASA
hello vonnie

if i look back, i am lost

Love Begins
EXPECTATIONS

shark vs the universe

Andulka
The Bowery Presents
taylor price

❣ Chile in a Photography ❣

roma★

PR's Tumblrdome
No title available
todays bird
Cookie Run:Kingdom Official!

Game Changer & Make Some Noise

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Chile
seen from Brazil
seen from United States
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Serbia
seen from United States

seen from Brazil
seen from Canada
seen from Kazakhstan
seen from Peru
seen from Costa Rica
@sqa-stories-blog
Assalamu’alaykum, dear old pal.
Finally back for good :)
Out Now: Raef's debut album 'The Path'. Watch its playlist & check store links http://bit.ly/YTRaefPath". -------------- أليس الله بكاف عبده ؟ "Is not God en...
Old but gold (y)
Kata sambutan saat shalat ied pagi ini mengingatkan jamaah untuk menyambung kembali silaturahmi dan menjadikan umat Islam bersatu. Menghindari perpecahan karena perbedaan pendapat. A very powerful message. Bersatu karena aqidah yang sama, somehow it feels heartwarming.
May Allah bless her and ease her life :””””
Scrolling homepage facebook. Nemu page travel umroh yang disukai oleh teman SMA dan SMP. Mama ada di sebelah.
Saya: Mah, masa ada umroh 15 juta aja buat 9 hari?
Mama: kok murah?
Saya: tapi berangkatnya akhir 2018.
Mama: oh ya iya nunggu berbunga dulu uangnya.
Saya: yah, riba dong ya.
Ga ngerti sih beneran berbunga atau engga. Tapi kalau beneran nunggu berbunga dulu mah namanya mencampurkan yang haq dengan yang bathil.
Fenomena lain yang pernah saya dengar ada MLM untuk umroh. Yang ini saya masih belum paham mekanisme lainnya. Hmmm.
Udah kerja bikin beneran belajar soal halal-haram dalam mengelola keuangan pribadi 😳
Menuju Dia yang sama
Setiap kali melihat tingkah umat Islam yang suka nyalahin sesama saudaranya, saya selalu ingat momen shalat tarawih di masjid ittaewon, Korea. Ada yang pakai mukena, telekung, niqab + jilbab hitam, jilbab berwarna, dan bahkan mba-mba berkuteks merah di jari-jari kaki yang shalat dengan atasan mukena tapi bawahan rok 7/8 (ini sih yang paling nyentrik). On that moment, I realized we are all brothers and sisters yang sedang beribadah menuju Zat yang sama. Dia. Allah. Saya rasa perlu hati yang benar-benar lapang untuk menerima siapapun yang memiliki pendapat berbeda dengan kita selama ia masih mengimani Zat yang sama. Saudara, cuy. Layaknya satu badan dan bangunan yang kokoh. Pelajaran dan hikmah yang baik. Saya berpegang pada An Nahl:125.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
2:278
I become extremely cautios regarding riba cause it’s everywhere. Like seriously everywhere. Riba with various disguised name.
Those who consume interest (riba) cannot stand [on the Day of Resurrection] except as one stands who is being beaten by Satan into insanity. That is because they say, "Trade is [just] like interest." But Allah has permitted trade and has forbidden interest. So whoever has received an admonition from his Lord and desists may have what is past, and his affair rests with Allah . But whoever returns to [dealing in interest or usury] - those are the companions of the Fire; they will abide eternally therein.
2:275
ps: orang yang mengambil riba tidak tentram jiwanya seperti orang yang kemasukan setan (penjelasan di Quran Fatih)
He gives wisdom (hikmah) to whom He wills, and whoever has been given wisdom has certainly been given much good. And none will remember except those of understanding.
QS 2:269
Infaq: berbuah, multiplikasi, MLM level surga
O you who have believed, spend from that which We have provided for you before there comes a Day in which there is no exchange and no friendship and no intercession. And the disbelievers - they are the wrongdoers. (2:254).
. The example of those who spend their wealth in the way of Allah is like a seed [of grain] which grows seven spikes; in each spike is a hundred grains. And Allah multiplies [His reward] for whom He wills. And Allah is all-Encompassing and Knowing. (2:261) .
And the example of those who spend their wealth seeking means to the approval of Allah and assuring [reward for] themselves is like a garden on high ground which is hit by a downpour - so it yields its fruits in double. And [even] if it is not hit by a downpour, then a drizzle [is sufficient]. And Allah , of what you do, is Seeing. (2:265)
.
And whatever you spend of expenditures or make of vows - indeed, Allah knows of it. And for the wrongdoers there are no helpers. (2:270)
.
If you disclose your charitable expenditures, they are good; but if you conceal them and give them to the poor, it is better for you, and He will remove from you some of your misdeeds [thereby]. And Allah , with what you do, is [fully] Acquainted. (2:271)
Hadits yang dibawakan oleh Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu ‘anhu, melalui jalan riwayat lain, yaitu dari ‘Atha’ bin Yasar, tentang suatu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang panjang. Bahkan di dalamnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa kaum Mu’mininpun diberi wewenang untuk memberi syafa’at. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam di antaranya bersabda:
فَوَالَّذِى نَفْسِي بِيَدِهِ! مَا مِنْ أَحَدٍ مِنْكُمْ بِأَشَدَّ مُنَاشَدَةً للهِ فِى اسْتِضَاءَةِ الْحَقِّ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ للهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لإِخْوَانِهِمُ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ. يَقُوْلُوْنَ : رَبَّنَا! كَانُوْا يَصُوْمُوْنَ مَعَنَا وَيُصَلُّوْنَ وَيَحُجُّوْنَ. فَيُقَالُ لَهُمْ : أَخْرِجُوْا مَنْ عَرَفْتُمْ. فَتُحَـرَّمُ صُـوَرُهُمْ عَـلَى النَّارِ. فَيُخْرِجُوْنَ خَلْقًا كَثِيْرًا قَدْ أَخَذَتِ النَّاُر إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ وَإِلَى رُكْبَتَيْهِ. ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ : رَبَّنَا! مَا بَقِيَ فِيْهَا أَحَدٌ مِمَّنْ أَمَرْتَنَا بِهِ. فَيَقُوْلُ : اِرْجِعُوْا! فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ دِيْنَارٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوْهُ! فَيُخْرِجُوْنَ خَلْقًا كَثِيْرًا. ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ : رَبَّنَا! لَمْ نَذَرْ فِيْهَا أَحَدًا مِمَّنْ أَمَرْتَنَا بِهِ. ثُمَّ يَقُوْلُ : اِرْجِعُوْا! فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ نِصْفِ دِيْنَارٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوْهُ! فَيُخْرِجُوْنَ خَلْقًا كَثِيْرًا. ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ : رَبَّنَا! لَمْ نَذَرْ فِيْهَا مِمَّنْ أَمَرْتَنَا أَحَدًا. ثُمَّ يَقُوْلُ : اِرْجِعُوْا! فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوْهُ! فَيُخْرِجُوْنَ خَلْقًا كَثِيْرًا. ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ : رَبَّنَا!ْ لَمْ نَذَرْ فِيْهَا خَيْرًا. وَكَانَ أَبُوْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ يَقُوْلُ: إِنْ لَمْ تُصَدِّقُوْنِي بِهَذَا الْحَدِيْثِ فَاقْرَأُوْا إِنْ شِئْتُمْ : (إَنَّ اللهَ لاَيَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا) من سورة النساء : 40 – الحديث.- رواه البخاري ومسلم-.
“Demi Allah Yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak ada seorangpun diantara kamu yang lebih bersemangat di dalam menyerukan permohonannya kepada Allah untuk mencari cahaya kebenaran, dibandingkan dengan kaum Mu’minin ketika memohonkan permohonannya kepada Allah pada hari Kiamat untuk (menolong) saudara-saudaranya sesama kaum Mu’minin yang berada di dalam Neraka. Mereka berkata : “Wahai Rabb kami, mereka dahulu berpuasa, shalat dan berhaji bersama-sama kami”.
Maka dikatakan (oleh Allah) kepada mereka : “Keluarkanlah oleh kalian (dari Neraka) orang-orang yang kalian tahu!” Maka bentuk-bentuk fisik merekapun diharamkan bagi Neraka (untuk membakarnya). Kemudian orang-orang Mu’min ini mengeluarkan sejumlah banyak orang yang dibakar oleh Neraka sampai pada pertengahan betis dan lututnya. Kemudian orang-orang Mu’min ini berkata: “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi di Neraka seorangpun yang engkau perintahkan untuk mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)!” Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang dari Neraka. Kemudian mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi seorangpun yang kami sisakan dari orang yang Engkau perintahkan untuk kami mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Selanjutnya mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada seorangpun yang Engkau perintahkan, kami sisakan (tertinggal di Neraka)”. Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Kemudian mereka berkata : “Wahai Rabb kami, tidak lagi kami menyisakan di dalamnya seorangpun yang mempunyai kebaikan”.
Pada waktu itu Abu Sa’id al Khudri mengatakan: “Apabila kalian tidak mempercayai hadits ini, maka jika kalian suka, bacalah firman Allah (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi seseorang meskipun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar”. (an Nisaa’ : 40) … al Hadits”. [HR. Bukhari dan Muslim] [8].
Hadits Abu Sa’id al Khudri yang merupakan lanjutan dari yang telah dikemukakan di atas, yaitu sabda Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikutnya :
فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : شَفَعَتِ الْمَلآئِكَةُ وَشَفَعَ النَّبِيُّوْنَ وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُوْنَ، وَلَمْ يَبْقَ إِلاَّ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ، فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنَ النَّارِ فَيُخْرِجُ مِنْهَا قَوْمًا لَمْ يَعْمَلُوْا خَيْرًا قَطُّ
“Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman : “Para malaikat telah memberikan syafa’at, para nabi juga sudah memberikan syafa’at, dan kaum Mu’minin pun sudah memberikan syafa’at. Maka tidak ada lagi yang lain, kecuali Allah -Arhamur Rahimin. Maka Allah mengambil sekelompok orang dengan satu genggamanNya dari Neraka. Lalu Dia mengeluarkan dari neraka sekelompok orang yang tidak pernah berbuat kebaikan sama sekali”. [HR Bukhari dan Muslim] [11].
Sumber:
https://almanhaj.or.id/2733-syafaat-bermanfaat-bagi-penghuni-neraka-yang-beriman.html
Kalau Allah ridha, orang yang tidak pernah berbuat kebaikan pun bisa masuk surga. :”
Dark theme inkspace. Soothing the eyes. All hail freeware! (jaman IKM ada kakak kelas cerewet yang suka ngingetin soal keharusan menggunakan freeware dengan alasan hukum syara’ hehehe kecuali mau ngeluarin uang buat lisensi). He used zotero, instead of endnote (user interface-nya endnote udah super friendly, I found it uneasy to move onto zotero). He used OpenOffice, instead of Microsoft Office (jadi susah karena kebiasaan pake MsOffice yang fiturnya lengkap dan tampilannya ciamik). susah sedikit ngeluh kekeke
I never post anything as nerdy as this in my tumblr. But gotta be honest I am much influenced by my hi-tech brothers. ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ (now one of my brother owns VELOCITE TECHNOLOGY, an IT service company. While my lil bro is designing clothes part-time. See? How could I stand firm not to be influenced at all? ㅋㅋㅋ. The oldest bro works in electrical engineering sector which I have no interest in, jadi yah begitu saja and what am I doing become a doctor in the middle of this engineer family, engga deng ayah bilang dalam hidup ini kita punya peran masing-masing).
Dark theme inkspace credit to: iOVERD Icon credit to: BYJOHNNY
ps. I tried to move from adobe photoshop into GIMP, but I need time to adapt with it. That’s okay, sedikit demi sedikit ya. Yuk lah ‘hijrah’. And I just start learning vector, so I learn from inkscape instead of adobe illustrator or corel draw (takut susah move on ㅋㅋㅋ).
pps. looking back saya juga harus berterima kasih untuk shakira graphic designer (yang dulunya merupakan sebuah studio foto kecil di Purwakarta) yang telah membuat saya terpapar dengan adobe photoshop saat saya masih kelas 5 SD! Ceritanya biar punya kenang-kenangan, saya dan sahabat saya foto di situ. Murah dan langsung jadi. Selesai foto, kita liatin masnya edit foto pake photoshop. All I can do back then was using magnetic lasso tool to select the object yes the object would be me lol, selecting inverse, and giving gradient color as background. I considered my self hi-tech due to that limited ability haha
ppps. Ceritanya saya dalam fase acceptance bahwa mendesain membuka banyak peluang. Bisa ngasih banyak manfaat jika digunakan dengan benar. Bayangkan orang-orang yang pakai kemampuan ini buat bikin gambar yang mengadu domba atau hoax, kan suka kesel ya. Sesuatu yang bersifat visual juga lebih memberi kesan daripada sekadar tulisan. Jadi keselnya bisa berganda kalau medianya gambar. So now I’m trying to use this for good. Gitu aja :)
Beri saya waktu beberapa menit dari hidup kalian untuk menyisipkan pertanyaan sepanjang 600 kata ini, diantara banjir distraksi notifikasi…
Manusia yang lupa menjadi bahagia
Beri saya waktu beberapa menit dari hidup kalian untuk menyisipkan pertanyaan sepanjang 600 kata ini, diantara banjir distraksi notifikasi, timeline foto-foto narsistik, dan deadline berbagai hal yang mendorong hidup kalian berjalan terlalu cepat.
Mari kita merenungi perjalanan hidup kita.
Kemajuan teknologi membuat manusia bergerak dalam kecepatan yang luar biasa tinggi dibanding belasan tahun silam. Butuh bukti? Sewaktu kecil saya masih menikmati tampilan Yahoo! yang buruk rupa sedang dimuat di browser saya dalam kecepatan yang lambat, tapi saat ini ketika tidak muncul tulisan apapun di browser dalam kurun waktu 6 detik, tombol Ctrl-R akan saya hantam berkali-kali. Teknologi semakin cepat, sumbu kesabaran kita memendek, semua dihitung menggunakan detik, bahkan lebih cepat lagi. Mungkin ini adalah harga yang harus dibayar ketika dunia kita saling terkait dan terbelit dalam koneksi yang erat, tanpa batasan ruang dan waktu.
Kebutuhan ini mendorong masyarakat bergerak maju dengan melihat hanya ke depan, dan semakin lupa untuk melihat ke sekitar. Hal ini pula yang menginspirasi Jessica Walsh dan Timothy Goodman, dua warga New York biasa, untuk bereksperimen setahun penuh mengasah kepekaan mereka yang tergerus “kejamnya” kota melalui jurnal “12 Kinds of Kindness”.
Manusia tidak diciptakan untuk bergerak tanpa alasan, karena berkah berupa gumpalan lunak bernama otak di tengkorak kita mampu untuk mencerna lebih dari sekedar perintah. Manusia tercipta bukan seperti komputer yang siap mengeksekusi program-program dingin. Manusia terlalu “mahal” untuk berjalan sebagai eksekutor, karena manusia diciptakan dengan program bawaan bernama self-awareness. Sebuah kemampuan untuk merenungi dirinya dan makna dari hidupnya sendiri, yang terpasang eksklusif pada manusia.
Namun, manusia zaman modern telah berevolusi menjadi makhluk yang lupa bahwa ia adalah manusia. Yang berkembang menjadi generasi apatis. Yang hanya bergerak untuk bertahan hidup setiap harinya atau bergerak hanya demi kesenangan semu. For sustenance or for self-enjoyment. Sangat egosentris. Apa yang terjadi?
Katanya, mereka mengejar “kebahagiaan”.
Semakin sering saya mengunjungi toko buku, semakin saya merasa heran. Bertumpuk-tumpuk buku self help dan motivasi bahagia tampaknya menggandakan dirinya setiap bulan. Semakin sesak dan semakin variatif. Bukankah ini adalah hal yang aneh, kebahagiaan semestinya adalah kemampuan inheren seorang manusia, namun kita seakan berubah menjadi makhluk paling bodoh untuk urusan kebahagiaan.
“Tersenyumlah! Buat dirimu disukai orang lain! Berpikirlah positif! Dan kamu akan menemukan kebahagiaan!”
Saran-saran itu … terdengar seperti teriakan sumbang tukang jual obat ajaib di pasar. Artifisial sekali. Sangat ajaib, ketika teknologi semakin maju, masyarakat semakin lupa menjadi bahagia. Ternyata kebahagiaan tidak bisa dipenuhi hanya dengan benda-benda fisik, atau dengan jempol digital di timeline kita. Kebahagiaan ternyata hal yang sangat transenden.
tran·scend·ent (tran(t)ˈsend(ə)nt/) : adjective - beyond or above the range of normal or merely physical human experience.
Maka pada akhirnya saya sampai pada satu titik kebingungan : Apa yang salah sebenarnya? Apakah manusia yang telah berubah menjadi makhluk yang menyedihkan? Atau konstruksi kebahagiaan kita yang telah ditopang oleh hal yang rapuh?
Jangan-jangan model “kebahagiaan” yang kita adopsi adalah produk cerminan sosial yang mendefinisikan bagaimana seseorang yang “bahagia” itu seharusnya hidup, apa yang harus ia pakai, apa yang harus ia makan, dan dimana ia harus bekerja. Model yang difabrikasi secara industrial, yang penuh pewarna dan pemanis buatan, dan dijajakan melalui televisi, majalah, media maya, atau menular dari mulut ke mulut. Dari bisikan miring seorang tetangga. Dari komentar orang tua terhadap pilihan hidup anaknya. Dari pembandingan diri teman sepantar. Dari tuntutan orang-orang sekitar.
Sepertinya ini saatnya kita menggunakan fitur kesadaran diri kita untuk menelaah “kebahagiaan” yang selama ini senantiasa kita kejar. Kita butuh sebuah kerangka pikir yang menghancurkan tempurung egosentris kita dan mulai berjalan mencari makna kebahagiaan yang hakiki. Bukan kebahagiaan yang disumpali oleh berbagai hal-hal kebendaan, bukan kebahagiaan yang terpusat-diri, namun hal yang jauh lebih mendasar sebagai seorang manusia.
Nampaknya kita perlu menyingkir dari kehirukpikukan dunia sejenak, melepaskan invisible force yang memaksa kita melakukan apapun di hadapan kita secara membabi buta, dan berpikir secara mendalam :
“Kenapa saya hidup? Apa yang saya cari?”
Mungkin ini momen yang tepat untuk merekonstruksi secara kritis arti dari kebahagiaan dan hidup kita. Terima kasih telah bersedia menekan tombol pause hidup kalian. Mari kita lanjutkan hidup kita yang berjalan terlalu cepat ini.
Hati-hati di jalan.
- Dimas Dwi Adiguna -
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Quran Surat Yusuf (12) : 111
Iya makanya dipelajari dulu. Jangan sampai akad-akad bisnis kita ternyata bathil.
Le brother talking about BPJS, health insurance, and clinic.