As we lay down on the bed, staring at the ceiling then she asked
âSo.. whats your plan then?â
âI donât know Mom, i dont want to. Maybe just get wasted a month aheadâ
Sometimes i canât believe i told this to her, but here I go

if i look back, i am lost
ojovivo

Origami Around
DEAR READER
dirt enthusiast
todays bird
Cosmic Funnies
tumblr dot com
Show & Tell

titsay
I'd rather be in outer space đž
Aqua Utopiaïœæ”·ăźćșă§èšæ¶ă玥ă

ellievsbear

No title available
Monterey Bay Aquarium
Not today Justin
Three Goblin Art

ç„æ„ / Permanent Vacation

PR's Tumblrdome
RMH

seen from United Kingdom
seen from Australia
seen from United States
seen from Germany
seen from Canada

seen from Italy
seen from United States

seen from Germany
seen from Brazil

seen from T1

seen from United States
seen from United States

seen from TĂŒrkiye

seen from Czechia

seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from T1

seen from TĂŒrkiye

seen from TĂŒrkiye

seen from Netherlands
@stackofscripts
As we lay down on the bed, staring at the ceiling then she asked
âSo.. whats your plan then?â
âI donât know Mom, i dont want to. Maybe just get wasted a month aheadâ
Sometimes i canât believe i told this to her, but here I go
terkadang jika merindukan masa lalu, aku sengaja menyeduh kopi sedikit lebih pahit. agar diri ini sadar, cukup pahit kopi yg dinikmati bukan masa lalu
I used to put definition of "love" as something we have to fight for, something have to die for and something that we're gonna get through the storm for. Really, That 'it' for. You can laugh at me as i'm being all consumed to those all romantics movies and stories but i have my own definition, and yes i am that idealist. But This one is different, well not that different like you might have think in a romantic movie, but in a realistic way... everything, every single thing.. was always seems easier with him. When i say everything, indeed all those small silly stuffs too. I don't know how and I don't know why. Is it the effect of the person himself or what? I can't find something to blame for..
Dear My Morning Coffee
Hello My Morning Coffee, Itâs been too long since the last time of your smell filling the place in my head. Yeah itâs true that I have another âoneâ filling my head every morning. The one from Hundreds of miles there I have loved, The one whom I always want to talk with since I wake up to my sleep. The one who put that curve on my lips for his silly word and romance stuff. The one whom I always dreaming of meeting everyday, when iâm happy when iâm sad, when iâm tired or just when I miss him, like i want to hug him for hours.
I canât deny that he was replacing you,for  the addiction, the sensation and..everything. I just couldnât get enough of him Like i used to take a sip of my cup of coffee.Â
But there comes a time when he said he got tired of the addiction, and i canât find any other words to describe that so my tears took the charge as my heart still canât believe it.
Dear my morning coffee, I feel like a mess, a misery, a...Â
I just like a thousand pieces of a broken glass.
Hello my morning coffee, please again fulfill my head with the smell i am an addiction too, so I can get escape from a thinking  of him.
Itâs a ride or die. no stopping along the way.
How It Feels Like to be Beswan Djarum... Pretty much
 wah anak Beswan?âÂ
kalimat yang sering gue dengar dengan nada yang ehm sedikit kaget-heran-penasaran, well maybe tampang gue ga se- meyakinkan itu yaa buat jadi anak Beswan haha. Dari dulu masih fresh elected as Beswan sampai beberapa hari lalu saat gue dapet panggilan interview jobseeking, masih mendapat pertanyaan yang sama dengan nada dan intonasi yang sama.Â
 Well karena sekarang masih periode application buat  Djarum Beasiswa Plus Batch 32 tahun 2016/2017 gue bakal sedikit memberitahu, memberitahu loh bukan menggurui hehe pengalaman Beswan Djarum gue dari proses application sampai sekarang udah alumni beberapa generasi hahaha.Â
Jadi Djarum Beasiswa Plus adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation yang terdiri dari cash money yang akan diberikan per bulan selama satu tahun, dan pelatihan-pelatihan soft skill for free yang tinggal bawa diri aja karena semua di sponsnsori Djarum haha. Program beasiswa ini ga ada sangkut pautnya dengan rokok loh yaa hehe soalnya ada beberapa kali temen yang nanyain âwah beswan djarum dapet rokok for free ga?â and not at all, karena Djarum Beasiswa Plus ini adalah salah satu program di bawah Djarum Foundation yang bisa dibilang CSR nya PT. Djarum. Scholarship awardee nya disebut Beswan Djarum yang secara continuously terdiri dari batch, dan program ini hanya untuk mahasiswa semester 4 di seluruh Indonesia, jadi kalau kamu udah semester 6 ga bisa apply lagi loh yaa hehe further more, Beasiswa ini lebih sering didengar dengan âBeswan Djarumâ instead of Djarum Beasisa Plus
 Awalnya gue ga tau sama sekali tentang program beasiswa ini walaupun familiar banget dengan jargon iklan nya â........... generasi yang membanggakan bersama  beswan djarum.. come join usâ, terus waktu itu lagi di sela sela meeting Buddy buat project Lampung Change Maker, ada salah seorang buddy yag ngajakin untuk daftar, awalnya sih jelas minder karena IPK mentok banget di persyaratan dan yang ada di pikiran waktu itu pastilah lebih diutamakn yang IPK nya nyenggol 4 tipis haha tapi dia tetep aja menyarankan untuk nyobain beasiswa ini, well makasih banyak Rey atas investasi informasinya heheÂ
Gue bukan tipikal mahasiswa pemburu beasiswa sebenarnya, malah cenderung kurang tertarik, tapi karena waktu itu gue kecewa banget dengan salah satu sistem beasiswa di fakultas gue, which was menurut gue sangat tidak objective, gue malah merasa itu challenge buat dapetin salah satu beasiswa yang proses pemilhannya objective, fair dan jujur Dan setelah iseng di waktu senggang baca persyaratan dan proses rekrutmen Beswan Djarum yang sebelumnya udah direkomendasiin temen, gue beraniin apply walaupun dengan IPK pas pasan.
Berkas selesai waktu H-1 deadline submission karena waktu itu semester 4 bener bener semester ter-hectic perkuliahan, jadi lah gue ngirim berkas mepet. Sempet zero expectation juga karena ngirim nya mepet jadi kalau dapet panggilan tes gapapa ga dapet juga gapapa gitu hehehe.Â
Bulan Juli dapet email undangan tes di email, ada juga yang di sms. btw dapet undangannya mungkin agak lama karena tes nya gantian untuk beberapa regional di Indonesia, jadi sabar yaa kalo univ kamu belum dapet jadwalnya.
Setelah dapet undangan tes, keluar juga nilai nilai semester 4 yang waktu itu adalah IP terburuk gue selama masa perkuliahan, walaupun belum keluar semua nilai sampai awal agustus which selama proses seleksi IP gue belum IP penuh karena ada beberapa matakuliah yang belum keluar nilai. Waktu itu alasan gue daftar Beswan Djarum adalah :Â
1. Proses seleksi yang fair, objective dan faktual dari hasil test jadi ga asal ambil berkas karena kita kenal atau punya orda, oops...
2. Nominal uang yang diberikan memang cukup besar, waktu itu sempet mikir mau part time karena ga mau banyak minta ke ortu buat embel embel kuliah tapi sejak ngeliat program profiling beswan (sebelum tes dimulai), poin kedua ini sirna gitu jadi nomor ke sekian hahaha karena program pelatihan softskill yang dikasih lebih menggiurkan daripada nominal uangnya haha bayangin aja, dari programnya yg keren dan dibutuhin oleh mahasiswa banget, bener bener di plan dengan sangat baik, dan lagi pesertanya yang dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua, somehow gue excited banget bisa punya banyak temen semacam itu heheÂ
tapi semua plus poin yang gue pengen itu seketika hilang karena liat nilai matakuliah semester 4 yang satu per satu mulai keluar daaaaaan sangat mengecewakan hehe sempet berniat ga mau dateng tes seleksi karena toh buat apa kalo nanti IPK ga mencukupi malah gugur di proses akhir. Thanks to Ica, mungkin Tuhan ingin mengirimkan semangat ke gue melalui anak ini hehe dia semangt banget ngajakin gue test dengan kalimat dia yang âcoba aja dulu, kalo gagal ya anggep aja pegalaman heheâ
So here we go, akhirnya gue ikutan tes seleksi Beswan Djarum hari itu di Aula FKIP Universitas Lampung, kalau tidak salah waktu itu peserta tes ada 121 atau 122 orang. Sebelum masuk ruangan test kita diminta untuk registrasi ulang, dengan cara menunjukkan email atau sms undangan tes, jadi ga bisa bohong loh yaa hehe Senior Beswan juga punya data siapa aja yang di panggil untuk tes, jadi in case sms nya kehapus atau email nya nyangkut entah dimana bisa hubungin senior beswan nya yaa..
Tes Seleksi berkisar di TPA, gak susah tapi terbatas waktunya. DOs: kerjain dengan tenang, ikutin petunjuk yang dijelaskan (petunjuknya sangat jelas kok), kerjain santai tapi fokus jangan grogi karena waktu terbatas, jangan terpaku di beberapa soal yang bikin stuck. DONTs : belajar semaleman untuk persiapin tes (trust me, tes nya ga susah kok), sangking pengennya dapetin beasiswa jadi obsesi semuaa harus keisi jadi tetep ngerjain lewat batas waktu (this is a big no, kamu bisa di diskualifikasi karena melanggar batas waktu, manage your time well yaa), lirik lirik jawaban teman (noooooo, believe in your competency, kalau sama jawaban sendiri aja belum yakin gimana mau yakin jadi Beswan hehe), Panik karena ada beberapa soal yang belum sempat diisi karena kehabisan waktu (I said, listen to the rules, take it easy and manage your time. toh gue dan beberapa temen ga keisi semua kok waktu tes nya masih ada beberapa yang ga sempet diisi).
Setelah interview, kita diminta untuk sabar lagi nih, tunggu tanggal 30-31 Agustus untuk pengumuman. Pagi itu gue lagi di office AIESEC, lagi mau mulai general meeting kalau ga salah, dan mereka udah pada sibuk ngecek hasil pengumuman beswan, jujur gue ga terlalu penasaran waktu itu, karena gue pikir yah sudahlah yaa tooh ga lulus juga, pagi itu VP Finance gue si Funika sedih karena ga keterima dan dia minta gue liat hasil pengumuman gue, tapi gue gamau :P dia yang pinter dan IPK besar aja ga keterima apalagi gue haha dan hari itu berjalan dengan sibukkan general meeting sampai sore banget. setelah sholat isya, gue berniat buka hasil pengumuman dengan sebelumnya berdoa minta ke Allah untuk diajarin ikhlas apapun hasilnya pasti yang terbaik buat gue dan semuanya. Jadilah gue input kode registrasi gue
DUH. Sempet gue refresh page, terus input kode registrasi gue lagi. Apa ada nama SKL llain yaa di UNILA? :â) I was kinda speechless karena emang awalnya zero expectation banget dan ternyata hasilnya seperti ini, hamdallah..... Sebenernya sampai beberapa hari sempet ga yakin, apa sistem nya salah ya? atau gimana sih ini? apa itu sebenernya tulisannya TIDAK LULUS instead of LULUS? sampai akhirnya tanggal 2 September 2014 dapet email dari Pak Tridai which was Pembina Beswan DSO Lampung kalo gue dapet invitation ke kantor Djarum di Garuntang, dannnn yeah ternyata ga salah baca ya :â
Soooo,, letâs go for a life worth journey in Beswan Djarum!
 Selama jadi Beswan, bakal ada 3 acara inti yaitu : Nation Building, Character Building dan Leadership Development, selebihnya ada juga International Exposure, Writing Competition, Blog Competition dan Community Empowerment. Sayangnya kalo diceritain disini semua nanti ga seru lagi dooong pas ngerasain jadi beswan hehe so just let them surprise youuu :D
 In summary ya, Nation Building itu acara yang menurut gue keren banget. iya keren banget. Bayangin dari 515 beswan Batch 29 dari Aceh sampe Papua kumpul jadi satu di Semarang, dengan durasi 5 hari kita semua berperan aktif sebagai youth untuk showcase local culture kita hehe walaupun latihan nya force abis tapi nanti pas Malam Dharma Puruhita atau anak beswan biasa sebut MDP, bakal berasa banget deh effort 5 hari dan ngerasa bangga juga jadi youth of Indonesia, yeay. Purpose dari NB ini sendiri adalah untuk belajar makna dan hakekat kebangsaan, sounds textbook ya? I thought so kok sebelum akhirnya menjalani sendiri dannn... beswan is never a cliche written text, seriuously :âÂ
Berbagai macam rasa bener bener jadi satu waktu MDP, rasa senang, bangga, puas, bahagia, excited dan semua rasa nasionalisme jadi satu malam itu, tapi one thins yang bener bener heart touching waktu Pak Prim cerita proses seleksi Beswan 13/14 dari 6 minggu open submission dapat 17.144 Applicant dan lolos berkas sebanyak 9.290 lalu lolos tes tertulis 2.234 dan finally elected 515 beswan Djarum Batch 29, wow, feel so fabs dan merinding at the same time
Character Building juga seru, I told ya beswan is never only a cliche text so disini bener bener belajar banget proses karakter dasar dari seorang leader, sehebat apapun kamu, sepintar apapun kamu, kalau gak merasa menjadi butiran pasir ditengah gurun selama CB ini berarti belum finish pelatihannya. Seriously, di CB ini gue bener bener belajar to deal with my limit and even my fear! and more, I must tackle them down tanpa paksaan atau pressure tapi lebih dari self awareness kita sendiri. Trust me, se-manja manja nya ciwi ciwi feminin kalo udah di Beswan bisa lain cerita loh hehe. Oiya, Caraka Malam, youâre kinda my love-hate relationship ah :(Â
 setelah lewat dua pelatihan yg amazing itu, well ternyata gue masih sombong... jangan ditiru ini yaa hehe. Kenapa sombong? jujur awalnya gue kira ini trining bakal jadi class-material yang boring bikin ngantuk and still, cliche textbook. dan ternyata gue salah besar. salah besaaaarrrr, note to myself, never ever under estimate anything, any thing. Gimana enggak open mind banget ini training yang ngisi acara aja Mba Rosiana Silalahi dan who doesnât know that cool guy we called, James Gwee? haha instead of that, materi dari LD ini sungguh luar biasa. I took a sample as how we communicate, sounds easy ya? (sombong banget ya, karena terbiasa speak to the poont) dan fakta nya? gue masih fail to deliver effective communication disini, oh well score 100 for Beswan to beat me down hehe, this all because tujuan dari LD ini adalah untuk menciptakan pemimpin yang visioner dan komunikatif.
After all, setelah mejalani semua training dari beswan, I look back to myself how much I have changed. I am so lucky to experience AIESEC Life yang ngajarin banyak hal mulai dari technical skill sampe self awareness, and this program of Beswan completed my life learning experience. As I remind myself waktu ditanya mba Rena apa impact Beswan, I did get the impact directly, and I hope this will impacting people surround me as well yaa :)Â
Pernah waktu itu lagi Summer Camp di Robinson Forest, gue pake kaos NB dan ditanyain temen, what tee was that dan gue jelasin kalau itu endorsement dari scholarship gue haha things yang bikin mereka amazed adalah 1. why does it have to be cigar company yang ngasih scholarship? I mean ya semua perusahaan bisa sih tapi kenapa baru perusahaan ini yang se-integrated ini sistem beasiswanya? 2. Programnya kece badai haha karena bisa diitung beasiswa disana yang bisa ngasih cash dan training kayak gitu, to be honest mereka rela cari cari beasiswa yg ngasih training gitu dibanding kasih cash, because that was the real investment baby...
Things I learned from Beswan, no matter how great you are, masih ada langit di atas langit. Even semua temen temen beswan punya pengalaman pemikiran dan skill yang luar biasa, youâll never see them brag, serius banget ini environment anak anak beswan selalu low profile, high quality and big impact, youâll learn alot disini. Apalagi untuk Emotional Intelligence, they are the best teacher and best training for youuu, and one more thing sih, sehebat apapun kamu dimasa yg akan datang, remember that the blood flows in our veins are as red as Indonesian Flag and how tough youâll gonna be someday remember that be pure, stay true stay humbleÂ
Dan satu lagi,t ktalimat klise yang paling sering di dengar mahasiswa âIPK bukan segalanyaâ anddd it;s true kok, jadi jangan cuma dianggap alibi dari para mahasiswa yg hobi organisasi yaa hehe. So, singkirkan jauh jauh dari mindset kalian kalau beasiswa ini hanya untuk mahasiswa yg memiliki IPK tinggi yaa, jangan minder juga dengan kemampuan yg kamu punya, remember that the best regret is not on failure but on the willingness not to tryÂ
Anyway goodluck untuk applicant batch 32Â
4 hal ga enak yang bakal kamu rasain ketika go abroad jika kamu seorang mahasiswa.
Sekarang kesempatan mahasiswa Indonesia untuk memperluas pengalaman dan mengembangkan potensi semakin banyak dan semakin mudah ya, terutama melalui beberapa event diskusi, forum, training, atau camp yang diadakan dari berbagai organisasi mulai dari pendidikan, perdamaian dunia, pertukaran pelajar dan masih banyak lagi. Sebagai mahasiswa pastinya kita lebih pilih yang ringan di kantong hehe berat di otak, di usaha dan di badan sih ga masalah karena kita tau, semua perjuangan itu pasti worth dengan usaha yang kita dedikasikan. Fully funded events juga semakin banyak membuka kesempatan untuk mahasiswa segala konsentrasi, dengan proses yang bisa dikatakan tidak terlalu sulit yaitu dengan application form, essay, atau mungkin proposal dan interview, tapi justru disitu lah seru nya jadi pemburu fully funded events. Rasa kecewa karena ditolak atau rasa penasaran karena ga dapet jawaban sih udah biasa, tapi ketika dapet email acceptance itu rasanya luar biasa!
(mungkin) ini curhatan kalian para mahasiswa pemburu fully funded events yang sebeneranya sempat tersirat atau kepikiran sama kalian tapi ga sampe hati untuk diutarakan
 1. Ga mau kalah kekinian
Bagi kalian yang nyicipin ikutan fully funded events semangat pasti berkibar banget ketika mulai rundown acara, bahkan sampe ga peduli deh walau rundown dari morning plenary jam 8AM dan baru selesai evaluation jam 11PM, karena bagi kalian ini adalah kesempatan buat self explore and self development yang sayang banget buat dilewatin! kalau masalah trip diluar rundown acara, ya anggap saja bonus kecil kecilan setelah penat plenary seharian hehe
Walaupun biasanya event hanya beberapa hari atau beberapa minggu, rasa âkangenâ itu tetep ada loh sama yang di rumah sana, sama yang di kampus dan sama yang di hati *eh... Alhasil ketika kalian lagi trip rasanya pengen banget orang orang terdekat kita tuh ada disana juga bareng kita and weâll share this moment together. Mungkin karena alasan itu, jaman sekarang lagi hype banget posting notes buat seseorang di landmark tertentu
Yang jauh disana, pasti feel touched lah yaa walaupun mungkin secuil hehe at least kita merasa sedikit dispesialkan dengan yg jauh di negeri orang. Tapi, yang bikin males adalah ketika semakin banyak request berdatangan untuk minta di post hal semacam itu. I mean, Please.... coba dipikirkan lagi esensi nya. Biasa nya kita para penyicip fully funded events posting foto atau video tersebut untuk mengubgkapkan rasa kangen kita terhadap orang terdekat atau tersayang yang kita pengen mereka ada disana bersama kita atau at least untuk share ke mereka and let them know that we think about them. Nah kalau kamu bukan termasuk terdekat dan tersayang coba dipikirn lagi esensinya?
*tiba tiba ada chat masuk*
âSis aku mau dong ditulisin namanya gitu biar bisa posting di sosmed kayak orang-orang hehe.. tapi yg megang tulisannya harus cewe korea yg cantik yaa males deh kalo yg ga cantikâ
â...... oh gitu ya.... letâs see ya soalnya kegiatan aku plenary di meeting room mulu nih lagi banyak issue yg dibahasâÂ
âyaudah gapapa, tapi jangan lupa ya...â setelah beberapa hari kemudian âeh sis gimana? udah jadi belum fotonya? aku mau posting nihâÂ
Niat seru-seru an yang harus dipikir ulang deh, karena percayalah sesungguhnya kegiatan kita bukan cuma santai santai di hotel dan jalan jalan, tetapi banyak sekali diskusi dan materi session yang seru banget :â
âSis aku pengen deh dibuatin kayak orang orang gituâ
âhayy maaf ya baru bales tadi ga ada wifi, ini baru selesai evaluasi banget deh, ada perlu apa ya?â
âaku tuh lagi berantem sama pacarku, mau sih sis dibuatin foto âeneng sayang abang jangan berantem lagi yahâ yg megang kertasnya bule dong sis biar dia seneng hehe atau di tempat yg bagus gt yaâ
â............................................he he he btw aku cuma seminggu deh disiini dan 5 hari plenary dari pagi sampe malem, lets see yaâ
 Ini semacam perusak mood banget deh! padahal lagi semangat semangatnya siapin presentasi atau lagi bikin report atau mungkin lagi asik sharing session sama roomie yang beda budaya dan latar belakang, padahal orang orang terdekat kita cuma chat seperti ini
âMba gimana makannya disana? jangan makan daging babi ya.. â -- mama
âWoy betah amat disana! mau operasi plastik tah? balik dongg kita kongkow dulu sambil bagi bagi cerita lu disana, balik kapan?â -- kance di kampus
âMau jadi WNA tah luuu? balik bisa kalik lama amat perginya :(â -- kance lagi
âMba gimana disana, udah punya temen baru belum? disana jam berapa sekarang? kok belum boboâ --adek
âKamu pulang tanggal berapa ya? mama gabisa baca tiket pesawat kamu kecil banget tulisanya kacamata mama lupa dimanaâ -- mama (padahal masih 4 hari lagi pulangnya)
âlagi apa?â --Bapak, iya bapake banget ini sms cuma begini doang! karena ga bisa pake sosmed katanya ribet hahah tarif sms berapa dah tuh yang ujungnya gue langsung telpon cuma sempet bilang â aku gabisa bales smsnya, ga aktifin mode luar negara, bbm aja yaâ dan sekejap pulsa hampir Rp.100K lenyap.
 See? the difference.
  2. Skak Mat
Sosial media jaman sekarang semakin banyak, mulai dari sosmed yang memungkinkan untuk upload foto, check-in di tempat tempat tertetu, live video, forum tanya jawab dengan sistem anonim dan banyak lagi. Beberapa orang juga menginterpretasikan berbagai manfaat sosmed bagi dirinya. Bagi gue sosmed itu semacam âjournalâ yang suatu saat ketika gue scroll down profile gue and thinking like, Ah I remember this sidewalk, I cant get enough to see my first one shot, or Oh how Iâm gonna miss my roomie! dan hal ini lah yang menjadi excitement tersendiri buat gue marking di sosmed gue, yes, letâs say I post them for myself not for bragging or something.Â
 Ketika sedang meninggalkan sedikit âjejakâ di akun sosmed sekedar untuk catatan perjalanan, harus siap dengan âkomenâ kill joy atau bahkan hingga chat skak mat.Â
âoleh-oleh jangan lupa yaâ
âoleh oleh buat gue cupâ
Bagi gue kalimat tersebut beneran kill joy, ketika lu lagi asik posting di sosmed untuk meninggalkan jejak jrounal lu  terus komen isinya begini semua. I mean, canât they just ask how âs my conference going? howâs the culture shock? or something..Â
Mungkin bagi beberapa orang kalimat tersebut hanya kalimat basa basi, tapi ga sedikit juga yang memang bermaksud demikian. Ketahuilah wahai para penikmat sosmed dan pemberi komentar dan juga fakir oleh oleh, tidak semua mahasiswa yang go abroad ikutan conference disana sini, ikutan workshop, ikutan summit dan events lain itu membawa uang yang cukup. Lha wong kita aja cari yang fully funded kok buat cover semua biaya, kalo ga fully funded kita duit darimana masih mahasiswa gini? dari orangtua? ah ngerepotin, belum tentu semua orangtua ada dana untuk ini. dari hasil kerja sampingan? ga bakal cukup, seriously deh. Jadi kalimat tersebut bener bener bisa jadi beban pikiran loh.....Â
Pernah dua kali gue âterpaksaâ minta izin dari volunteering gue karena harus ikut conference dan summit, and you know what the happiest moment to ask them for permition??? Mereka yang mostly âbuleâ baik bule asia bula eropa bule afrika dengan excitement yang besar malah bilang
âhow cool! goodluck for your conference. never miss a moment yaâ
âtake care! will be here waiting for you to come backâ
âhave a good time there! no worry about your work hereâ
tanpa sama sekali ada selipan âoleh oleh jangan lupa ya heheâ
is it our culture, literally?
Tapi mungkin bagi beberapa orang, âminta oleh-olehâ juga hanya semacam basa basi sebagai ice breaking yaa, secara kata-kata tersebut udah dianggap lumrah di kehidupan sosial kita semacam iseng iseng berhadiah, jadi iseng iseng minta oleh oleh siapa tau pulangnya dibawain. iya sapa tau, siapa tau loh yaa it means kalo dibawain terimakasih dan kalo ga dibawain pun gapapa, tapi semakin jauh tempat yang kita kunjungi atau semakin hits tempat nya semakin banyak yang minta oleh oleh ini dan ga sedikit juga yang beneran nagih ketika kita pulang dan ketemu, hiks.... Sejujurnya kita kepikiran kok untuk membawakan sesuatu untuk orang orang tersayang dan terdekat kita, tapi kita juga menyesuaikan dengan timeline acara dan juga budget kita, nah coba dipikir lagi, kamu termasuk kaum terdekat dan tersayang gak nih buat nagih oleh oleh? he he he
 3. Bisa minta tolong gak?
I love to help people, I feel like itâs an honor to help people karena Tuhan sudah mempercayakan kita untuk memberikan bantuan-Nya untuk orang tersebut melalui kita, awesomekan kan?Â
Entah apa yang ada dipikiran beberapa oknum tertentu ketika tau kawannya lagi ikutan conference di negeri seberang, hingga esensi permintaan tolong tersebut bergeser dari urgensi menjadi gengsi.
âSis aku lagi jadi filateli nih tolong dong tiap kamu ke kota mana aja di negeri ginseng beliin perangko yaa atau post card yahâÂ
âSis disana tolong beliin action figure ironman dong! gue lagi ngoleksi nih, ntar gue gantiin dah berapa sih?âÂ
Hm. Kalau saja kami ini bisa stay setahun dua tahun oke lah masih ada waktu senggang untuk main main ke beberapa toko, lah wong ini saja conference hanya sekitar 8 hari dan 5 hari materi kelas, 2 hari proyek video dan 1 hari full editing, bisa bawain sesuatu buat orangntua saja sudah lega :)
 4. kamu keren banget!
Most of pemburu penyicip fully funded events pasti seringkali denger kalimat iniÂ
âkamu keren banget sih! bisa ke sana, ke sini, bla bla blaâ
dan most of dari kalian pasti ga merasa se-keren itu hahaÂ
âah itu sih event nya aja yg keren, akunya biasa aja kok hehe â
âwahh gak se keren itu kok, aku hanya hoki aja nih lolos screeningâ
âalhamdulillah yah rejeki anak sholehah hehe kamu bisa juga loh ikutan ini ituâ
wait, that joyful moment mungkin hanya untuk se per sekian detik, karena selanjutnya kalian akan dihadapi dengan yang tiba tiba minta
âsis liat essay kemaren dongâ
âsis emailin essaynya ke aku ya emailku [email protected]â
âsis bisa kirimin essay kamu gak? aku mau liat nihâ
 well sejujurnya,  kita para penyicip fully funded events amat sangat senang berbagi loh, serius deh. cuma mbok yoo diperhatikan tatakrama dan etika dalam minta tolong yaa. terlebih untuk beberapa orang, essay, proposal atau application nya bukan berkas yang bisa disebarkan terkait confidential penulis, walaupun banyak juga yang suka upload dan share berkas mereka dengan senang hati, tapi yah semua orang kan memiliki kepribadian dan karakter masing masing. why harus essay? kenapa gak kita duduk bareng aja sambil ngobrol atau discuss idea? itu sangat menginspirasi dan membuka wawasan loh, kalau saya pribadi daripada minta essay lebih suka ngobrol bareng orangnya, diskusi ide dan pengalaman seru karena justru itu lah yang mahal, pengalaman dan informasi. bukan cuma sekedar selembar essay atau proposal, bayangkan saja seseorang harus pergi ke negara lain, atau bahkan benua lain hanya untuk mendapatkan informasi dan mersakan pengalaman, dan kita bisa dengan mudah mendapatkan kedua hal tersebut dari sebuah diskusi, asik kan?
Date an AIESECer.
Date an AIESECer. Date someone who believes that if their dreams donât scare them, then theyâre not big enough. Date a change maker, a person who believes he was born for a reason. They may not be the perfect flawless people youâll meet in your life, but youâll be impressed by how much theyâre endlessly working on themselves. Find an AIESECer. Youâll spot them dancing their own moves (roll calls) on certain songs. They spend too much time on Gmail and Google Drive. Once you get to know an AIESECer, spontaneously youâll get to know many others. As AIESECers deal with each other as family, they donât only work together, go visits or work on projects together. But they get so connected that they literally spend their whole time together. They feel free to call their AIESEC friends to hang out together even if they talked to them once. Yes, socializing is that easy when youâre dealing with AIESECers. Donât panic when they ask you for personal feedback after anything. Itâs not a joke. They will actually consider whatever youâll tell them. As they are in their journey of self discovery and development. Donât get bored when they keep telling you about their AIESEC dreams, get very excited when they step into a new role in their AIESEC experience, you may think theyâre stupid but youâll get all these syndromes when you join, too. And youâll hear the most famous line ever âDidnât I tell you how awesome it is?â. Trust me, AIESECers donât live in their own bubble. You may find them the most interesting people to talk with about politics, philosophy, art and life. AIESECers are travelers and leaders, youâll get fascinated by how much experience, knowledge and wisdom they have. Date an AIESECer and the huge amount of motivation youâll get would be simply unbelievable. An AIESECer would understand that youâre a human being and you need to get motivated every now and then. Youâll find them supporting you like ever, with all the words and actions they can provide you with. Date an AIESECer so when youâre about to take a new step into your career, youâll find them your guardian angel. They will interview you before your professional interview, making sure you can pass it and focusing on all your weaknesses that you have to change and work on. A relationship with an AIESECer would be totally different than any other relation. Youâd both sit together and make a goal setting with a certain target and a deadline, youâll find yourself working on the development of both of you. Whenever you find them not working on their weaknesses, youâll keep them updated. So at the end of the time period you both agreed on, youâll find yourself got developed in something, learnt a new skill and had an impact on someone else. AIESECers will bring out the best of you. Give them challenges. Put them in a competition mood and donât set rules for the game, youâll find extremely creative ways they discovered. Travel with them, to somewhere you havenât traveled before. Get lost with them and donât fear anything, youâll enjoy the journey. Exploring with an AIESECer would be the most enjoyable thing youâll ever do in your life. Itâs okay to make mistakes. An AIESECer would understand, and would give you the space you need to make mistakes, learn from them and move on. An AIESECer wonât expect a perfect partner. An AIESECer wonât need a perfect partner. An AIESECer need a person with flaws and potentials, whoâd agree to go on a self development journey, no more no less. Itâs okay to be different, too. AIESECers understand and accept diversity. They know how to get benefited from, they love being with diverse people, not just a copy paste from them. Theyâll always show flexibility towards any different opinions or actions. They are open minded and you can be yourself with them, without acting or beautifying.Â
You wonât need to overact to make an AIESECer notice youâre sad or depressed. They are extremely emotionally intelligent. They will notice and care about you. They would put themselves in your shoes. They will always listen carefully and give you their full attention. Date an AIESECer and theyâll take you to new places, influential and inspiring movies and talks, recommend you creative books. As AIESECers are always looking for sources of inspiration. With AIESECers youâll always feel fresh and alive. Date an AIESECer and youâd be more than proud to introduce them to anyone, your family or your friends. AIESECers are always interesting people to talk with, with so much impressive stories and experiences. Theyâre passionate, creative and entrepreneurs. They will face whatever challenges they have in their lives. Date an AIESECer and they will make you something from nothing. They know how to be resourceful and they understand how to enjoy the little things they have. Date an AIESECer and listen to them talking about their society from the positive perspective, as if itâs not a hopeless case. They will always find hope, a light and they will work on it to make it a better place to live in. Date an AIESECer so they will believe in you, make you believe in yourself and in your potentials. They will show you that youâre a lot more wonderful, special and beautiful than you ever give yourself credit for. Date an AIESECer so youâll always be young, wild and free.Â
People sometimes want to show you that they care by telling you the âdonâtsâ of some not good stuff. but the best people are they who know the reason why you keep doing it.
one of the saddest part in achieving dreams is letting your bucket list unchecklisted not because you won't but simple because you can't
Donât date an infj. She will never need you. She is fiercely independent and doesnât need anyone. But she will want you.
Donât date an infj. She sees the world as always needing help, and will tire herself sick trying to do too much to help others. She will need you to remind her to slow down and take care of herself.
Donât date an infj. She will hold you to a high standard and push you to be the best person you can be. She will hold herself to a higher standard.
Donât date an infj. She can tell if youâre full of bullshit and will leave immediately.
Donât date an infj. She is full of dreams that she is afraid to share with most. Consider yourself lucky if you hear them.
Donât date an infj. Just when you think youâve figured her out, sheâll say something surprising and/or deep and youâll find a whole new dimension of her.
Donât date an infj. She pretends to be strong and not care what others think, itâs just a coping mechanism for how much she deeply cares.
Donât date an infj. Even surrounded by close friends and family sheâs always felt alone, she is not afraid to walk her own path.
Donât date an infj. You will never know what to give her, but she will always know exactly what to give you.
Donât date an infj. Most of the time youâll never know whatâs going on in her head. It feels like she can read your mind.
Donât date an infj. Half the time sheâll be the life of the party. Half the time you wonât hear from her because she needs alone time to decompress.
Donât date an infj. She is always trying to improve herself, and she will expect you to do the same.
Goodluck!!! Sedih juga dirumah tinggal berempat
"Hukum Bilangan Besar itu berlaku, kamu baru coba berapa kali? Sekali terus gagal, galau? Masih banyak peluang diluar sana yang belum kamu coba daripada menyesali kegagalan" The law of large number do exist, how many times you've tried? Once then fail? Got depressed? There are lot of stuffs you haven't tried out there than just crying over a failure
Dr.Sudarma Wijaya